;

Perkecil Ukuran Hingga Naikkan Harga

Mohamad Sajili 05 Jan 2021 Tribun Timur

Harga kedelai impor melonjak berdampak terhadap pengrajin tahu dan tempe di berbagai tempat. Ada yang memilih menghentikan sementara produksi, ada mentaktisi dengan mengurangi jumlah maupun ukuran produksi, ada juga tetap berproduksi seperti biasa.

Saat ini harga kedelai impor tercatat Rp9.200 hingga Rp 10.000 perkilogram (kg). Padahal, harga kedelai sebelumnya berkisar Rp 6.500 sampai Rp 7.000 per kg.

Produsen tahu di Kabupaten Majene, Ahmad Suhaedi mengatakan produksi tahu miliknya terpaksa dikurangi akibat dampak kenaikan harga bahan baku itu.

Pria asal Jawa Timur ini menjelaskan, biasanya membeli kedelai seharga Rp7.500 per kilogram, namun kini sudah mencapai Rp9.400 per kilogram. “Naiknya 1.900,” ujamya. Meski demikian, la tidak menaikan harga tahu yang dipasarkan. Ahmad Suhardi mengakali dengan cara memperkecil ukuran tahu.


Dana Pensiun, Dana Kelolaan Makin Moncer

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Dana kelolaan industri dana pensiun di Tanah Air diproyeksi makin moncer pada 2021. Kestabilan kondisi lembaga keuangan bakal terasa sampai industri dana pensiun. Kemampuan pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya dalam program dana pensiun bakal turut terkerek. Selama pandemi Covid-19, industri dana pensiun tergolong kebal. Berdasarkan statistik dana pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2020, industri itu membukukan aset Rp 303,9 triliun atau tumbuh 7,04% dibandingkan dengan capaian pada November 2019 yakni Rp 293,9 triliun.

Para pelaku industri dana Pensiun perlu meningkatkan kualitas investasi sering adanya potensi peningkatan dana kelolaan. Selain itu, manajemen risiko harus diperketat agar dana yang dipercayakan para peserta dana pensiun tetap terjaga. Namun, industri membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Aset industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) tumbuh sehingga bisa melampaui Rp 100 triliun. Capaian itu menjadi tolok ukur bahwa industri dana pensiun mampu mencetak pertumbuhan lebih tinggi.

Impor Komoditas Pangan, Lampu HIjau Gula, Tanda Bahaya Kedelai

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Di sektor makanan dan minuman (mamin), isu kelangkaan stok gula kristal rafinasi (GKR) mulai menemui titik terang. Setelah mengalami krisis suplai bahan baku akibat keterlambatan izin impor pada kuartal IV/2020, pabrikan rafinasi akhirnya mengamankan lagi lampu hijau untuk mendatangkan gula kristal mentah (GKM) pada awal 2021. 

Masalah kelangkaan GKR bagi produksi industri mamin untuk saat ini sudah bisa diredam. Terlebih, alokasi yang diberikan Kemendag sudah sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian. Jika izin impor GKM tak kunjung diterbitkan, kelangkaan GKR akan berimbas pada anjloknya produktivitas industri mamin. Dampaknya adalah kekosongan stok produk mamin di pasaran, efisiensi tenaga kerja di sektor mamin, serta penurunan produktivitas sektor hulu seperti peternak dan petani yang memasok daging, susu, buah, dan lainnya.

Tren Mobilitas Di Tengah Pandemi, Mobil Pribadi Mampu Unjuk Gigi?

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Meski Covid-19 telah meluluhlantakkan penjualan otomotif hampir sepanjang 2020, pandemi setidaknya telah mengubah prespektif masyarakat dalam memilih moda transportasi sehari-hari. Pandemi virus corona menyebabkan mobilitas pribadi lebih besar dan dengan demikian meningkatkan kepadatan lalu lintas. Kendaraan modern dengan perangkat lunak prediktif kini menjadi bagian penting dari solusi kebutuhan mobilitas orang. Selain mobil, sepeda juga semakin meningkat akibat pandemi virus corona. 

Secara keseluruhan, mobil adalah bagian dari perjalanan harian bagi kebanyakan orang. Di AS, Jerman, dan Prancis, lebih dari stengah dari mereka yang disurvei mengaku menggunakan kendaraan setiap hari atau hampir setiap hari dan sekitar sepertiga melaporkan mengendarai mobil setidaknya sekali sepekan. Sebagai konsekuensi dan penyebaran global virus corona, kebiasaan mobilitas sehari-hari telah berubah secara siginifikan di seluruh dunia.

Industri otomotif perlu melakukan transformasi digital agar dapat memnuhi permintaan pelanggan yang diprediksi melonjak pada 2021. Melalui penerapan teknologi akan muncul kekuatan baru bagi industri otomotif, terutama dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan dan interaksi dengan konsumen. Situasi penuh ketidakpastian akibat pandemi akan melambungkan jual beli mobil bekas. Pelaku industri juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dengan memberikan transaksi yang lebih aman.

Target Penerimaan Pajak, Beban Berat Tahun Pemulihan

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Penerimaan pajak pada tahun lalu diprediksi tenggelam di kisaran -17,9% sampai dengan -18,2%. Angka tersebut mengacu pada tren penerimaan pajak pada bulan terakhir tiap tahun. Realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari-November 2020 tercatat mencapai Rp 925, 34 Triliun. Dengan menggunakan skema penghitungan diatas, maka proyeksi penerimaan pajak sepanjang tahun lalu berada di kisaran Rp 1.088,37 triliun - Rp 1.093,14 triliun. Target penerimaan pajak 2021 dipatok sebesar Rp 1.229,6 triliun. Angka itu tumbuh 2,5% dibandingkan dengan outlook APBN 2020 senilai Rp 1.198,8 triliun.

Kinerja penerimaan pajak sepanjang 2020 mencatatkan hasil -16%. Setoran pajak memang cukup seret sejalan dengan masih belum pulihnya ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Kinerja penerimaan pajak penghasilan (PPh) orang pribadi masih cukup solid. Sementara kinerja pajak pertambahan nilai (PPN) yang mencatatkan penurunan dalam rentang proyeksi sebesar -14%. Kinerja PPh Badan biasanya sejalan atau tidak jauh berbeda dibandingkan dengan performa PPN. Kontraksi pertumbuhan pajak akan relatif cukup dalam. Hal ini berbeda dibandingkan dengan kontraksi di sektor ekonomi yang justru menurutnya lebih baik. 

Pandemi cukup menekan penerimaan negara, hal itu berdampak pada membengkaknya defisit anggaran menyusul besarnya kebutuhan belanja yang harus digelontorkan oleh pemerintah. Tantangan 2021 masih kuat, vaksinasi tak mengurangi beratnya beban fiskal pemerintahan di tahun pemulihan ini. Langkah yang bisa dilakukan di antaranya mengerem stimulus fiskal, atau makin gencar berburu sumber penerimaan baru.

Investor Besar Dibalik Reli Bitcoin

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Investor Daily, 5 Januari 2021

Reli harga bitcoin hingga mencapai rekor tertinggi tembus US$ 30.000 untuk pertama kalinya pada Sabtu (2/1) pekan lalu dan naik lebih dari 300% sepanjang 2020 antara lain didorong oleh masuknya investor-investor. Pada Senin (4/1) siang di Asia, menurut data CoinDesk, bitcoin diperdagangkan pada harga US$ 32.668,93. Mata uang digital ini sudah hadir sekitar 10 tahun lebih. Tapi popularitasnya baru naik tahun lalu di kalangan investor. Kalanganan yang bullish berpendapat bahwa bitcoin dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, mirip dengan peran emas. Beberapa miliarder kondang Wall Street terang-terangan mendukung mata uang digital ini. Faktor pendorong yang kedua reli bitcoin sekarang ini adalah para investor ritel yang tidak mau ketinggalan kesempatan. Banyak yang sudah membuka rekening di bursa kripto karena pembeliannya sekarang sudah lebih mudah 

14 Proyek Migas Segera Beroperasi

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Investor Daily, 5 Januari 2021

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan 14 proyek hulu migas beroperasi pada 2021. Proyek migas ini akan menopang target produksi minyak tahun ini yang ditetapkan sebesar 705 ribu barel per hari (bph) dan gas 5.638 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per dayMnscfd).

 Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan, 12 proyek diantaranya di luar proyek yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasi ke-12 proyek ini tercatat sebesar US$ 354 juta. “Dan akan memberikan tambahan produksi minyak 27 ribu bph dan gas 492 MMscfd,” kata dia dalam jumpa pers daring, akhir pekan lalu. Dia melanjutkan, beberapa proyek yang dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun depan ini diantaranya, Proyek Seng Segat di Blok Bentu oleh EMP Bentu Ltd, Proyek Bambu Besar, Akasia Bagus, dan Pengurasan Minyak Tahap Lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) Lapangan Jirak oleh PT Pertamina EP, dan Proyek KLD di Blok Offshore North West Java (ONWJ) oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ. Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah di Blok Pangkah dikerjakan oleh PT Saka Energi Indonesia. Proyek West Pangkah mencakup pengeboran empat sumur dengan proyeksi produksi minyak sekitar 2.000 bph dan gas 23 MMscfd. Selanjutnya, Lapangan Sidayu mencakup pengeboran tiga sumur dengan produksi minyak sekitar 7.000 bph dan gas 3,9 MMscfd. Berikutnya, Proyek Merakes oleh ENI Indonesia mencakup pengeboran enam sumur bawah laut serta pembangunan sistem pipa bawah laut yang akan terhubung dengan fasilitas produksi terapung (floating production unit/FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau. Puncak produksi Lapangan Merakes diperkirakan bisa mencapai 60.305 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Proyek Bambu Besar direncanakan dapat memproduksi minyak sekitar 1.600-1800 bph. Proyek Akasia Bagus ditargetkan menghasilkan minyak 2.500 bph dari pengeboran enam sumur. Terakhir, Proyek Seng Segat sempat ditargetkan beroperasi di 2019. Proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan gas 60 MMscfd.

Proyek JTB senilai US$1,53 miliar terdiri dari pengerjaan FEED (Front End Engineering Design), Land Acquisition (Pengadaan Tanah), Kontrak EPC Early Civil Works, Kontrak EPC GPF serta Drilling (Pemboran Sumur). Proyek ini ditargetkan menghasilkan gas bersih sebesar 192 MMScfd. Selanjutnya, Tangguh Train-3 diproyeksikan mencapai puncak produksi gas sebesar 700 MMScfd dan minyak 3.000 bph. Konstruksi fasilitas darat proyek senilai US$ 8,9 miliar ini telah mencapai 88,27% dan fasilitas lepas pantai 98,27% per September lalu.

SKK Migas memproyeksikan produksi sejumlah blok migas yang menjadi andalan justru bakal turun di tahun depan, yakni Blok Cepu, Blok Rokan, dan Blok Mahakam. Namun, produksi minyak diperkirakan lebih rendah dari 2020 lalu. “Rata-rata produksinya sekitar 165 ribu bph di 2021,” tuturnya. Produksi minyak Blok Rokan ditargetkan sebesar 170 ribu bph. Untuk itu pihaknya akan mendorong rencana investasi pengeboran oleh Chevron senilai US$ 154 juta dapat terealisasi penuh sampai Juli 2020. Mengacu data SKK Migas, dana ini untuk pengeboran 11 sumur di 2020 dan 107 sumur di 2021. “Setelah pindah [pengelolaannya] ke Pertamina akan mengebor hingga 84 sumur, ini sedang diskusi bagaimana bisa capai ini dengan waktu singkat,” jelas Jaffee, Deputi Perencanaan SKK Migas 

Grup MNC Akuisisi Broker Saham Wall Street

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Investor Daily, 5 Januari 2021

PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), perusahaan yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo, mengakuisisi mayoritas saham Auerbach Grayson & Company LLC (AGCO), perusahaan sekuritas asal New York, Amerika Serikat (AS). Akuisisi broker saham di Wall Street tersebut bertujuan untuk memperluas jaringan distribusi produk pasar modal dan penggalangan dana Grup MNC di AS dan Eropa. Akuisisi Auerbach Grayson dilakukan oleh anak usaha MNC Kapital, Winfly Ltd. Sebelumnya, Auerbach Grayson dimiliki oleh bank investasi terkemuka yang berpusat di Mesir, Beltone Financial Holding. Kesepakatan ini telah diselesaikan setelah mendapat persetujuan dari Financial Industry Regulatory Authority, AS. Setelah transaksi, Winfly menjadi pengendali saham Auerbach Grayson, sementara Co-Founder Auerbach Grayson, David Grayson membeli kembali sisa saham. Akuisisi ini bertujuan untuk melengkapi jaringan distribusi kegiatan pasar modal MNC Sekuritas sebagai broker saham, pasar utang, investment banking, riset, dan online trading, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menjangkau hingga komunitas investasi global. Executive Chairman of MNC Group Indonesia Hary Tanoesoedibjo mengatakan MNC Kapital akan mendapatkan keuntungan akses ke 126 mitra lokal di seluruh dunia. Auerbach Grayson diharapkan dapat menjadi jalur distribusi Grup MNC untuk placement dan fundraising di AS maupun Eropa. Selain itu, Auerbach Grayson akan ikut berperan mengembangkan manajemen aset di bawah MNC Kapital. Sementara itu, Co-Founder Auerbach Grayson & Company, David Grayson menyediakan penelitian, juga akses ke lebih dari 125 pasar di seluruh dunia kepada klien institusi Auerbach Grayson.

Kementerian BUMN Siap Selesaikan Sengketa Pajak PGN

R Hayuningtyas Putinda 05 Jan 2021 Investor Daily, 5 Januari 2021

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal melakukan pembicaraan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) demi menyelesaikan sengketa pajak antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan sengketa ini sudah berlangsung cukup lama dengan proses peradilan pertama saat PGN memenangkan kasus tersebut. Namun saat kasus tersebut telah masuk ke Mahkamah Agung (MA) justru perusahaan diwajibkan untuk membayarkan pajak ini.

Adapun sengketa yang dimaksud adalah atas nilai pajak sebesar total Rp 6,88 triliun. Sengketa pertama atas transaksi Tahun Pajak 2012 dan 2013 yang telah dilaporkan dalam catatan Laporan Keuangan PGN per 31 Desember 2017 dan seterusnya yang bernilai total Rp 3,06 triliun, ditambah dengan potensi denda. Nilai tersebut berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA). Selanjutnya, sengketa kedua yakni senilai Rp 3,82 triliun atas perbedaan penafsiran ketentuan PMK (peraturan menteri keuangan) terhadap pelaksanaan kewajiban pemungutan PPN (pajak pertambahan nilai) atas penyerahan gas bumi untuk periode tahun 2014-2017.

“Upaya yang telah dilakukan oleh PGN “Upaya yang telah dilakukan oleh PGN adalah mengajukan upaya keberatan kepada DJP atas penerbitan 48 SKPKB [Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar] periode tahun 2014-2017 tersebut, dengan hasil DJP mengabulkan seluruh permohonan keberatan Perseroan dan membatalkan tagihan dengan total nilai sebesar Rp 3,82 triliun,” tulis PGN.

Ekspor Fero Nikel Sultra Capai Rekor Tertinggi

Mohamad Sajili 05 Jan 2021 Kompas

Ekspor komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel dari Sulawesi Tenggara, mencatatkan nilai tertinggi pada November lalu. Nilai ekspor komoditas ini mencapai 406 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 5,7 triliun, yang merupakan nilai tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Di tengah pandemi Covid-19, nilai ekspor Sultra melejit dari periode sebelumnya. Nilai ekspor Sultra pada November 2020 lalu mencapai 409,97 juta dollar AS (Rp 5,78 triliun). Nilai ini didominasi komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel, dengan angka 406,33 juta dollar AS (Rp 5,73 triliun) atau mendominasi sebanyak 99,11 persen.

Surianto Toar, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sultra, dalam pernyataan pers virtual di Kendari, Senin (4/1/2021), menyampaikan, total ekspor November merupakan capaian tertinggi selama 2020.

Dari sektor industri pengolahan ini, ia melanjutkan, komoditas besi dan baja, utamanya fero nikel, mencapai kontribusi sebesar 406,33 juta dollar AS. Jumlah ini mendominasi sebesar 99,11 persen. Sisanya, sebesar 0,89 persen, adalah gabungan olahan ikan dan udang, cengkeh, mete, dan rumput laut. Sebagian besar komoditas tersebut dikirim ke China.


Pilihan Editor