;

Daya Ungkit Kebijakan PPnBM untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Investor Daily, 29 Maret 2021

Pemerintah terus berupaya mendorong agar perekonomian dapat bergerak lebih cepat lewat berbagai stimulus. Salah satu stimulus yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah adalah pemberian insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil. Insentif tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021. Regulasi tersebut membagi tiga kategori diskon PPnBM berdasarkan periodenya. Diskon PPnBM mencapai 100% pada Maret hingga Mei 2021. Diskon turun menjadi 50% dari PPnBM untuk Juni 2021 hingga Agustus 2021. Diskon 25% dari PPnBM diberikan untuk pembelian September 2021 hingga Desember 2021.

Pilihan kebijakan diskon PPnBM merupakan langkah tepat. Beberapa hal yang mendasarinya adalah sebagai berikut. Pertama, industri otomotif menjadi salah satu leading sector, yang mencerminkan pergerakan aktivitas ekonomi terutama konsumsi. Semain cepat sektor otomotif pulih maka pemulihan ekonomi semakin dekat. Kedua, peranan industri otomotif dalam perekonomian ti daklah rendah, baik dari sisi PDB maupun penyerapan tenaga kerja. Kontribusi subsektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor mencapai 12,95% terhadap PDB pada tahun 2020. Khusus pada subsektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, kontribusinya terhadap PDB sekitar 2,57%.  Ketiga, kebijakan diskon PPnBM bertujuan untuk menggairahkan kembali konsumsi kelas menengah-atas. Sasaran kebijakan tersebut adalah kelompok menengah-atas. Sebagaimana diketahui, kontribusi konsumsi kelas menengah (khususnya) sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam struktur konsumsi (pengeluaran) nasional, porsi pengeluaran penduduk 40% menengah dan penduduk 20% teratas mencapai 82,27%. Jika dirinci, peranan pengeluaran penduduk 40% menengah mencapai 36,78%, sedangkan penduduk 20% teratas mencapai 45,49%. Sisanya didonasikan oleh penduduk 40% terbawah sebesar 17,73%. Artinya, jika konsumsi kelas menengah-atas pulih, maka 80% pemulihan ekonomi bisa tercapai.

(Oleh - HR1)

Daya Ungkit Kebijakan PPnBM untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Investor Daily, 29 Maret 2021

Jakarta - Pemerintah terus berupaya mendorong agar perekonomian dapat bergerak lebih cepat lewat berbagai stimulus. Salah satu stimulus yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah adalah pemberian insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil. Regulasi tersebut membagi tiga kategori diskon PPnBM berdasarkan periodenya. Diskon PPnBM mencapi 100% pada Maret hingga Mei 2021. Diskon turun menjadi 50% dari PPnBM untuk Juni 2021 hingga Agustus 2021. Diskon 25% dari PPnBM diberikan untuk pembelian September 2021 hingga Desember 2021.

Untuk memperoleh diskon tersebut, pemerintah menetapkan beberapa syarat, seperti kapasitas mobil harus dibawah 1.500cc serta syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70%. Pemerintah meyakini, kebijakan ini mampu meningkatkan penjualan hingga 81 ribu unit. Belakangan, pemerintah memperluas relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM - DTP) bagi kendaraan bermotor dengan kapasitas silinder mesin antara 1.501cc hingga 2.500cc. Potongan pajang diberikan kepada kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas 1.501 - 2.500cc dan segmen 4x2 serta 4x4.

Stimulus diskon PPnBM merupakan bagian terintegrasi dari upaya pemerintah menstimulus kelas menengah - atas. Sebelumnya, pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk bantuan sosial, subsidi bunga maupun kebijakan terkait dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tentu, dampaknya akan berbeda antara kebijakan yang satu dengan yang lainnya. Namun demikian, stimulus tersebut sedikit banyak dapat mendorong konsumsi yang lebih besar sehingga ekonomi bisa segera pulih. 

(Oleh - IDS)

Crypto Art Jadi Peluang Usaha Seni di Indonesia

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Investor Daily, 29 Maret 2021

JAKARTA – Crypto art berpotensi berkembang di Indonesia. Ini karena Indonesia memiliki banyak seniman yang karyanya bisa diakses, didistribusikan, dan dibeli menggunakan teknologi blockchain yang disebut crypto art. “Crypto Art mempunyai peluang yang bagus untuk berkembang di Indonesia, bahkan bisa membangun bisnis model baru ke depannya. Apalagi Indonesia sendiri memiliki banyak seniman potensial dengan karya dan karakteristik beragam, sehingga punya peluang yang sangat besar untuk berkembang dan dikenal hingga ke mancanegara,” kata E.Putra, seniman digital dalam keterangan pers.

Berangkat dari isu yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial terkait tuduhan menjiplak karya seni seniman lain yang kemudian diperjual-belikan lewat berbagai platform, ternyata teknologi Crypto Art di Indonesia sendiri juga sedang booming dan baru mulai dipopulerkan selama 3 bulan terakhir. “Berdasarkan dari penelusuran di berbagai platform dan NFT Space, tersebut nama Twisted Vacancy - nama persona yang dibangun seniman Indonesia untuk berkarya dengan mengandalkan teknologi blockchain; dinilai sudah aktif dalam membangun sistem sekaligus memperkenalkan Crypto Art di Indonesia jauh sebelum industri tersebut booming seperti sekarang,” kata Putra. Menurut Putra, Twisted Vacancy melihat bahwa Crypto Art mempunyai peluang yang bagus untuk berkembang di Indonesia, bahkan bisa membangun bisnis model baru kedepannya

(Oleh - HR1)

Unicorn Indonesia Kuasai Aliran Dana Investasi di Asia Tenggara

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Investor Daily, 29 Maret 2021

JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) teknologi di Asia Tenggara tercatat meraup dana investasi hingga US$ 8,2 miliar selama 2020. Hampir 50% dari dana tersebut masuk ke kantong unicorn, antara lain Grab Holdings, Gojek, Bukalapak, dan Traveloka.  Pencapaian itu terungkap dari riset perusahaan modal ventura asal Singapura, Cento Ventures. Penggalangan dana start-up Asia Tenggara pada 2020 mengalami penurunan 3,5% dibanding 2019 sebesar US$ 8,5 miliar, karena dipicu oleh pandemi Covid-19. Kesepakatan lebih dari US$ 100 juta mencapai 57% dari total investasi, sementara kesepakatan antara US$ 50-100 juta mencetak rekor dengan nilai US$ 1,1 miliar, meningkat 26% dari 2019. Sekalipun terkena efek pandemi, Asia Tenggara mengalami penurunan nilai investasi start-up paling kecil dibanding pasar negara berkembang lainnya, seperti India yang turun 31% dan Afrika anjlok 38%. “Covid-19 memberikan efek yang berbeda di setiap negara. Start-up di Amerika Serikat dan Eropa mencatatkan rekor investasi baru pada tahun lalu, masing-masing nilai investasi tumbuh 13% dan 15%. Sementara itu, Tiongkok juga mengalami pertumbuhan 6%” tulis laporan Cento, yang dikutip Investor Daily, Minggu (28/3).

Besarnya investasi di Indonesia didorong oleh kesepakatan yang diraih Gojek. Hal ini juga ditopang oleh startup lain yang meraih pendanaan lebih dari US$ 100 juta atau disebut mega deals, termasuk Bukalapak, Waresix, Kopi Kenangan, dan Linkaja. Sebagai informasi, Asia Tenggara merupakan rumah bagi 9 start-up independen dengan 5 anak usaha yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar. Secara regional, SEA Group, yang merupakan induk dari Shopee, telah menyentuh kapitalisasi pasar sekitar US$ 50 miliar. Adapun perusahaan asal Singapura JustCo resmi bergabung ke daftar unicorn di Asia Tenggara pada akhir tahun lalu.

Berdasarkan data Cento Ventures, SEA Group dan Grab dikelompokkan sebagai perusahaan independen dengan valuasi lebih US$ 10 miliar untuk kawasan regional Asia Tenggara. Gojek masuk kategori ini untuk Indonesia. Sementara, pada kelompok perusahaan dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar, kawasan regional memiliki Traveloka, Indonesia punya Tokopedia dan Bukalapak, Singapura memiliki JustCo dan Qoo10, dan Vietnam punya VNG Corp.

(Oleh - HR1)

Bangun Rumah dan Beli Motor

Mohamad Sajili 29 Mar 2021 Surya

Sejumlah petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ramai-ramai memborong kendaraan motor dan mobil berkah dari mahalnya harga cabai. Mereka membeli secara kontan setelah harga cabai menembus Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kg ditingkat petani.

Kades Pucuk, Nanang Sudarmawan membenarkan, warganya yang petani cabai memborong motor dan mobil hingga membangun rumah. Setidaknya, ada lima dusun di Desa Pucuk, yaitu Wotgaru, Pucuk, Brejel Lor, Brejel Kidul dan Kwarigan.

Nanang menyebut, harga cabai dalam masa panen di Dawarblandong tahun 2021 ini memang relatif bagus dan bertahan lama hampir 1,5 bulan. Harga cabai rawit dari 50.000 saat awal panen Februari, terus merangkak naik hingga puncaknya Rp 90.000 sampai Rp 95. 000.

 


DJKN Beri Perluasan Mandat PT SMF

Mohamad Sajili 29 Mar 2021 Tribun Timur

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) memberi perluasan mandat dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

Direktur Hukum dan Humas DJKN, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan, perluasan mandat SMF dimaksudkan sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kelas ekonomi lemah.

Diantaranya mendukung peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan baik dari sisi supply dan demand, sehingga akses masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau dapat semakin terbuka lebar.


Melirik Ceruk Pasar Konten Kreator

Mohamad Sajili 29 Mar 2021 Kompas.id

Sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh di Indonesia membuat konsumen segmen pekerja kreatif menjadi pasar dengan potensi besar bagi produsen teknologi, khususnya komputer personal.

Produsen komputer HP Inc. Indonesia Head of Consumer Personal System Category HP Inc Hansen Wijaya mengatakan bahwa HP Indonesia ingin mendukung para kreator muda Indonesia dalam berkreasi melalui produk-produk yang dimilikinya dengan menggelar program pelatihan yang disebut HP Mentorship Project. Ini

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), misalnya, juga telah menargetkan peningkatan nilai ekospor produk ekonomi kreatif dari 16,9 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 19,26 miliar dollar AS. Sumbangan ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto yang saat ini berada di angka 7,4 persen juga diharapkan dapat menembus 10-12 persen dalam 5-10 tahun mendatang.

Market Analyst IDC Indonesia, Stallone Hangewa, memprediksikan bahwa pasar komputer di Indonesia akan tumbuh pesat pada 2021, bahkan tumbuh hingga 37,2 persen.


Jokowi Pastikan Tak Ada Impor Beras Sampai Juni

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Petani menyambut baik putusan Pesiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunda pelaksanaan impor beras sampai Juni 2021 mendatang. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Zulharman Djusman pada Mei nanti dipastikan akan ada panen raya.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia faktanya dari tahun 2000-2019 tak pernah absen mengimpor beras. Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah paling banyak mengimpor beras pada tahun 2018 lalu yakni hingga mencapai 2.253.824,5 ton atau setara US$ 1,03 miliar. Setelah itu, jumlah beras yang diimpor turun drastis menjadi hanya 444.508,8 ton beras dari sekitar 8 negara yakni Vietnam sebanyak 33 ribu ton beras, Thailand sebanyak 53 ribu ton, Tiongkok sebanyak 24,3 ton, India sebanyak 7 ribu ton, Pakistan sebanyak 182 ribu ton, Amerika Serikat sebanyak 740,9 ton, Myanmar sebanyak 166,7 ribu ton, dan lainnya sebanyak 93,7 ton.  Jumlah tersebut setara dengan US$ 184,2 juta.

(Oleh - HR1)

Riset: Nilai Transaksi Produk Kesehatan Tokopedia Melonjak 154%

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Katadata

Terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19.  Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap hampir seluruh sektor usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hadirnya platform online seperti Tokopedia turut membangkitkan kembali bisnis pelaku usaha dan UMKM yang sempat lesu. Marketplace menjadi tempat untuk menjual produk yang paling banyak dibutuhkan masyarakat saat pandemi, seperti makanan dan minuman serta produk kesehatan. Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Riatu Qibthiyyah menyatakan transisi pelaku usaha dari offline ke online marak terjadi pada periode tersebut.

Riset LPEM FEB UI mencatat, terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19. Proporsi pelaku usaha yang menjual produk makanan dan minuman meningkat dari yang sebelum pandemi 30,8% tumbuh menjadi 44,3% saat pandemi. Sedangkan pelaku usaha yang menjual produk kesehatan dan perawatan pribadi meningkat dari 14,9% menjadi 28,1%.  Berdasarkan pertumbuhan nilai transaksi per kategori saat pandemi, jenis produk kesehatan mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni sebesar 154,1% melampaui produk makanan minuman 106,1% dan elektronik 24,1%. “Permintaan yang terkait barang-barang kesehatan meningkat. Konsumsi makanan dan minuman dan hobi seperti game mengalami peningkatan karena masyarakat banyak yang beraktivitas di dalam rumah,” ujar Riatu dan Tim LPEM UI. 

(Oleh - HR1)

Aset Safe Haven, Kian Asik Investasi Emas Digital

R Hayuningtyas Putinda 26 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — Emas fisik digital memiliki prospek yang bagus di tengah kian gandrungnya masyarakat akan produk investasi. Selain potensi keuntungan di masa depan, perlindungan hukum memberikan kejelasan buat investor.

Berdasarkan Undang-Undang No. 10/2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan emas digital termasuk kegiatan berjangka komoditas yang diatur, dikembangkan, dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).Bappebti juga telah mengizinkan lembaga kliring berjangka untuk menjamin dan menyelesaikan setiap transaksi di pasar emas digital.Beberapa waktu lalu, Bappebti telah memberikan persetujuan kepada Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sebagai tempat transaksi, serta PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebagai lembaga kliring seluruh transaksi di pasar fisik emas digital. Bappebti juga telah memberikan persetujuan kepada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebagai lembaga depository.Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau PT KBI mengatakan, prospek investasi pada emas fi sik digital sangat baik. Selain terlindungi, nilai investasi awal cukup terjangkau.“Investor bisa membeli dalam jumlah kecil, seperti Rp50.000, sudah bisa berinvestasi pada aset ini,” katanya dalam sebuah webinar, Rabu (24/3) malam.

Division Manager PT Royal Trust Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, investasi pada aset emas fisik digital bukanlah hal baru. Aset ini sudah cukup lama dikenal.“Memang baru belakangan ini popularitasnya naik. Harga emas fisik yang sepanjang tahun lalu naik juga berdampak ke emas digital yang underlying assetnya adalah emas fisik,” jelasnya saat dihubungi pada Kamis (25/3).Menurutnya, minat masyarakat untuk berinvestasi pada emas digital saat ini cukup tinggi. Hal ini salah satunya didukung oleh sejumlah regulasi dari pemerintah yang memberikan rasa aman kepada investor yang menaruh.

Di sisi lain, emas fisik digital juga lebih aman dibandingkan produk konvensional. Pasalnya, emas fisik biasa umumnya diletakkan pada brankas yang masih ada potensi hilang.Dari sisi akses, emas digital juga menawarkan kemudahan yang terutama dicari oleh generasi muda saat ini. Masyarakat yang berminat untuk membeli emas digital dapat membelinya secara daring melalui aplikasi tanpa harus keluar rumah.Ke depan, Suluh menilai prospek perdagangan emas digital amat bergantung pada pengembangan infrastruktur-infrastruktur terkait. Agar investasi emas digital dapat berkembang, para pelaku pasar dan otoritas terkait wajib mengembangkan beragam kemudahan dan fasilitas lainnya.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor