Daya Ungkit Kebijakan PPnBM untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional
Pemerintah terus berupaya mendorong agar perekonomian dapat bergerak lebih cepat lewat berbagai stimulus. Salah satu stimulus yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah adalah pemberian insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil. Insentif tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021. Regulasi tersebut membagi tiga kategori diskon PPnBM berdasarkan periodenya. Diskon PPnBM mencapai 100% pada Maret hingga Mei 2021. Diskon turun menjadi 50% dari PPnBM untuk Juni 2021 hingga Agustus 2021. Diskon 25% dari PPnBM diberikan untuk pembelian September 2021 hingga Desember 2021.
Pilihan kebijakan diskon PPnBM merupakan langkah tepat. Beberapa hal yang mendasarinya adalah sebagai berikut. Pertama, industri otomotif menjadi salah satu leading sector, yang mencerminkan pergerakan aktivitas ekonomi terutama konsumsi. Semain cepat sektor otomotif pulih maka pemulihan ekonomi semakin dekat.
Kedua, peranan industri otomotif dalam perekonomian ti daklah rendah, baik dari sisi PDB maupun penyerapan tenaga kerja. Kontribusi subsektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor mencapai 12,95% terhadap PDB pada tahun 2020. Khusus pada subsektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, kontribusinya terhadap PDB sekitar 2,57%.
Ketiga, kebijakan diskon PPnBM bertujuan untuk menggairahkan kembali konsumsi kelas menengah-atas. Sasaran kebijakan tersebut adalah kelompok menengah-atas. Sebagaimana diketahui, kontribusi konsumsi kelas menengah (khususnya) sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam struktur konsumsi (pengeluaran) nasional, porsi pengeluaran penduduk 40% menengah dan penduduk 20% teratas mencapai 82,27%. Jika dirinci, peranan pengeluaran penduduk 40% menengah mencapai 36,78%, sedangkan penduduk 20% teratas mencapai 45,49%. Sisanya didonasikan oleh penduduk 40% terbawah sebesar 17,73%. Artinya, jika konsumsi kelas menengah-atas pulih, maka 80% pemulihan ekonomi bisa tercapai.
(Oleh - HR1)
Daya Ungkit Kebijakan PPnBM untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional
Jakarta - Pemerintah terus berupaya mendorong agar perekonomian dapat bergerak lebih cepat lewat berbagai stimulus. Salah satu stimulus yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah adalah pemberian insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil. Regulasi tersebut membagi tiga kategori diskon PPnBM berdasarkan periodenya. Diskon PPnBM mencapi 100% pada Maret hingga Mei 2021. Diskon turun menjadi 50% dari PPnBM untuk Juni 2021 hingga Agustus 2021. Diskon 25% dari PPnBM diberikan untuk pembelian September 2021 hingga Desember 2021.
Untuk memperoleh diskon tersebut, pemerintah menetapkan beberapa syarat, seperti kapasitas mobil harus dibawah 1.500cc serta syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70%. Pemerintah meyakini, kebijakan ini mampu meningkatkan penjualan hingga 81 ribu unit. Belakangan, pemerintah memperluas relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM - DTP) bagi kendaraan bermotor dengan kapasitas silinder mesin antara 1.501cc hingga 2.500cc. Potongan pajang diberikan kepada kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas 1.501 - 2.500cc dan segmen 4x2 serta 4x4.
Stimulus diskon PPnBM merupakan bagian terintegrasi dari upaya pemerintah menstimulus kelas menengah - atas. Sebelumnya, pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk bantuan sosial, subsidi bunga maupun kebijakan terkait dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tentu, dampaknya akan berbeda antara kebijakan yang satu dengan yang lainnya. Namun demikian, stimulus tersebut sedikit banyak dapat mendorong konsumsi yang lebih besar sehingga ekonomi bisa segera pulih.
(Oleh - IDS)
Crypto Art Jadi Peluang Usaha Seni di Indonesia
JAKARTA – Crypto art berpotensi berkembang di Indonesia. Ini karena Indonesia
memiliki banyak seniman yang karyanya
bisa diakses, didistribusikan, dan dibeli
menggunakan teknologi blockchain yang
disebut crypto art.
“Crypto Art mempunyai peluang yang bagus
untuk berkembang di Indonesia, bahkan bisa
membangun bisnis model baru ke depannya.
Apalagi Indonesia sendiri memiliki banyak
seniman potensial dengan karya dan karakteristik beragam, sehingga punya peluang yang
sangat besar untuk berkembang dan dikenal
hingga ke mancanegara,” kata E.Putra, seniman digital dalam keterangan pers.
Berangkat dari isu yang tengah ramai
diperbincangkan di media sosial terkait
tuduhan menjiplak karya seni seniman
lain yang kemudian diperjual-belikan lewat
berbagai platform, ternyata teknologi Crypto
Art di Indonesia sendiri juga sedang booming dan baru mulai dipopulerkan selama 3
bulan terakhir.
“Berdasarkan dari penelusuran di berbagai
platform dan NFT Space, tersebut nama
Twisted Vacancy - nama persona yang
dibangun seniman Indonesia untuk berkarya
dengan mengandalkan teknologi blockchain;
dinilai sudah aktif dalam membangun sistem
sekaligus memperkenalkan Crypto Art di
Indonesia jauh sebelum industri tersebut booming seperti sekarang,” kata Putra.
Menurut Putra, Twisted Vacancy melihat
bahwa Crypto Art mempunyai peluang yang
bagus untuk berkembang di Indonesia,
bahkan bisa membangun bisnis model baru
kedepannya
(Oleh - HR1)
Unicorn Indonesia Kuasai Aliran Dana Investasi di Asia Tenggara
JAKARTA –
Perusahaan rintisan (startup) teknologi di Asia
Tenggara tercatat meraup
dana investasi hingga
US$ 8,2 miliar selama
2020. Hampir 50% dari
dana tersebut masuk ke
kantong unicorn, antara
lain Grab Holdings,
Gojek, Bukalapak, dan
Traveloka.
Pencapaian itu terungkap dari
riset perusahaan modal ventura asal
Singapura, Cento Ventures. Penggalangan dana start-up Asia Tenggara
pada 2020 mengalami penurunan 3,5%
dibanding 2019 sebesar US$ 8,5 miliar,
karena dipicu oleh pandemi Covid-19. Kesepakatan lebih dari US$ 100
juta mencapai 57% dari total investasi,
sementara kesepakatan antara US$
50-100 juta mencetak rekor dengan
nilai US$ 1,1 miliar, meningkat 26%
dari 2019.
Sekalipun terkena efek pandemi,
Asia Tenggara mengalami penurunan
nilai investasi start-up paling kecil
dibanding pasar negara berkembang
lainnya, seperti India yang turun 31%
dan Afrika anjlok 38%.
“Covid-19 memberikan efek yang
berbeda di setiap negara. Start-up di
Amerika Serikat dan Eropa mencatatkan rekor investasi baru pada tahun
lalu, masing-masing nilai investasi
tumbuh 13% dan 15%. Sementara itu,
Tiongkok juga mengalami pertumbuhan 6%” tulis laporan Cento, yang
dikutip Investor Daily, Minggu (28/3).
Besarnya investasi di Indonesia didorong oleh kesepakatan yang diraih
Gojek. Hal ini juga ditopang oleh startup lain yang meraih pendanaan lebih
dari US$ 100 juta atau disebut mega
deals, termasuk Bukalapak, Waresix,
Kopi Kenangan, dan Linkaja.
Sebagai informasi, Asia Tenggara
merupakan rumah bagi 9 start-up independen dengan 5 anak usaha yang
memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar.
Secara regional, SEA Group, yang
merupakan induk dari Shopee, telah
menyentuh kapitalisasi pasar sekitar
US$ 50 miliar. Adapun perusahaan asal
Singapura JustCo resmi bergabung ke
daftar unicorn di Asia Tenggara pada
akhir tahun lalu.
Berdasarkan data Cento Ventures,
SEA Group dan Grab dikelompokkan sebagai perusahaan independen
dengan valuasi lebih US$ 10 miliar
untuk kawasan regional Asia Tenggara. Gojek masuk kategori ini untuk
Indonesia. Sementara, pada kelompok
perusahaan dengan valuasi lebih
dari US$ 1 miliar, kawasan regional
memiliki Traveloka, Indonesia punya
Tokopedia dan Bukalapak, Singapura
memiliki JustCo dan Qoo10, dan Vietnam punya VNG Corp.
(Oleh - HR1)
Bangun Rumah dan Beli Motor
Sejumlah petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ramai-ramai memborong kendaraan motor dan mobil berkah dari mahalnya harga cabai. Mereka membeli secara kontan setelah harga cabai menembus Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kg ditingkat petani.
Kades Pucuk, Nanang Sudarmawan membenarkan, warganya yang petani cabai memborong motor dan mobil hingga membangun rumah. Setidaknya, ada lima dusun di Desa Pucuk, yaitu Wotgaru, Pucuk, Brejel Lor, Brejel Kidul dan Kwarigan.
Nanang menyebut, harga cabai dalam masa panen di Dawarblandong tahun 2021 ini memang relatif bagus dan bertahan lama hampir 1,5 bulan. Harga cabai rawit dari 50.000 saat awal panen Februari, terus merangkak naik hingga puncaknya Rp 90.000 sampai Rp 95. 000.
DJKN Beri Perluasan Mandat PT SMF
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) memberi perluasan mandat dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.
Direktur Hukum dan Humas DJKN, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan, perluasan mandat SMF dimaksudkan sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kelas ekonomi lemah.
Diantaranya mendukung peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan baik dari sisi supply dan demand, sehingga akses masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau dapat semakin terbuka lebar.
Melirik Ceruk Pasar Konten Kreator
Sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh di Indonesia membuat konsumen segmen pekerja kreatif menjadi pasar dengan potensi besar bagi produsen teknologi, khususnya komputer personal.
Produsen komputer HP Inc. Indonesia Head of Consumer Personal System Category HP Inc Hansen Wijaya mengatakan bahwa HP Indonesia ingin mendukung para kreator muda Indonesia dalam berkreasi melalui produk-produk yang dimilikinya dengan menggelar program pelatihan yang disebut HP Mentorship Project. Ini
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), misalnya, juga telah menargetkan peningkatan nilai ekospor produk ekonomi kreatif dari 16,9 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 19,26 miliar dollar AS. Sumbangan ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto yang saat ini berada di angka 7,4 persen juga diharapkan dapat menembus 10-12 persen dalam 5-10 tahun mendatang.
Market Analyst IDC Indonesia, Stallone Hangewa, memprediksikan bahwa pasar komputer di Indonesia akan tumbuh pesat pada 2021, bahkan tumbuh hingga 37,2 persen.
Jokowi Pastikan Tak Ada Impor Beras Sampai Juni
Riset: Nilai Transaksi Produk Kesehatan Tokopedia Melonjak 154%
Terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap hampir seluruh sektor usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hadirnya platform online seperti Tokopedia turut membangkitkan kembali bisnis pelaku usaha dan UMKM yang sempat lesu. Marketplace menjadi tempat untuk menjual produk yang paling banyak dibutuhkan masyarakat saat pandemi, seperti makanan dan minuman serta produk kesehatan. Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Riatu Qibthiyyah menyatakan transisi pelaku usaha dari offline ke online marak terjadi pada periode tersebut.
Riset LPEM FEB UI mencatat, terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19. Proporsi pelaku usaha yang menjual produk makanan dan minuman meningkat dari yang sebelum pandemi 30,8% tumbuh menjadi 44,3% saat pandemi. Sedangkan pelaku usaha yang menjual produk kesehatan dan perawatan pribadi meningkat dari 14,9% menjadi 28,1%.
Berdasarkan pertumbuhan nilai transaksi per kategori saat pandemi, jenis produk kesehatan mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni sebesar 154,1% melampaui produk makanan minuman 106,1% dan elektronik 24,1%. “Permintaan yang terkait barang-barang kesehatan meningkat. Konsumsi makanan dan minuman dan hobi seperti game mengalami peningkatan karena masyarakat banyak yang beraktivitas di dalam rumah,” ujar Riatu dan Tim LPEM UI.
(Oleh - HR1)
Aset Safe Haven, Kian Asik Investasi Emas Digital
Bisnis, JAKARTA — Emas fisik digital memiliki prospek yang bagus di tengah kian gandrungnya masyarakat akan produk investasi. Selain potensi keuntungan di masa depan, perlindungan hukum memberikan kejelasan buat investor.
Berdasarkan Undang-Undang No. 10/2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan emas digital termasuk kegiatan berjangka komoditas yang diatur, dikembangkan, dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).Bappebti juga telah mengizinkan lembaga kliring berjangka untuk menjamin dan menyelesaikan setiap transaksi di pasar emas digital.Beberapa waktu lalu, Bappebti telah memberikan persetujuan kepada Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sebagai tempat transaksi, serta PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebagai lembaga kliring seluruh transaksi di pasar fisik emas digital. Bappebti juga telah memberikan persetujuan kepada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebagai lembaga depository.Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau PT KBI mengatakan, prospek investasi pada emas fi sik digital sangat baik. Selain terlindungi, nilai investasi awal cukup terjangkau.“Investor bisa membeli dalam jumlah kecil, seperti Rp50.000, sudah bisa berinvestasi pada aset ini,” katanya dalam sebuah webinar, Rabu (24/3) malam.
Division Manager PT Royal Trust Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, investasi pada aset emas fisik digital bukanlah hal baru. Aset ini sudah cukup lama dikenal.“Memang baru belakangan ini popularitasnya naik. Harga emas fisik yang sepanjang tahun lalu naik juga berdampak ke emas digital yang underlying assetnya adalah emas fisik,” jelasnya saat dihubungi pada Kamis (25/3).Menurutnya, minat masyarakat untuk berinvestasi pada emas digital saat ini cukup tinggi. Hal ini salah satunya didukung oleh sejumlah regulasi dari pemerintah yang memberikan rasa aman kepada investor yang menaruh.
Di sisi lain, emas fisik digital juga lebih aman dibandingkan produk konvensional. Pasalnya, emas fisik biasa umumnya diletakkan pada brankas yang masih ada potensi hilang.Dari sisi akses, emas digital juga menawarkan kemudahan yang terutama dicari oleh generasi muda saat ini. Masyarakat yang berminat untuk membeli emas digital dapat membelinya secara daring melalui aplikasi tanpa harus keluar rumah.Ke depan, Suluh menilai prospek perdagangan emas digital amat bergantung pada pengembangan infrastruktur-infrastruktur terkait. Agar investasi emas digital dapat berkembang, para pelaku pasar dan otoritas terkait wajib mengembangkan beragam kemudahan dan fasilitas lainnya.
(Oleh - HR1)









