;

Tingkat Hunian Hotel Anjlok, Pemerintah Diminta Berikan Solusi

Mohamad Sajili 06 Jul 2021 Kompas

Pelaku industri perhotelan memperkirakan tingkat hunian hotel turun dari saat ini 20-40 persen menjadi 10-15 persen. Ini merupakan dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat. Pemerintah diharapkan punya solusi cepat dan tepat agar industri ini bisa bertahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi berbintang di Indonesia pada Mei 2021 rata-rata 31,97 persen atau naik dari 14,45 persen pada Mei 2020. Namun jika dibandingkan dengan TPK pada April 2021, TPK Mei 2021 menurun sebesar 2,66 poin.

Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, Senin (5/7/2021), menyampaikan, penurunan tingkat hunian dipastikan akan memacu hotel menurunkan tarif untuk merangsang kedatangan tamu guna menutupi biaya operasional. Hotel-hotel kecil nonbintang di DKI Jakarta sudah ada yang tidak beroperasi karena tidak sanggup bertahan, tetapi enggan terbuka dan melapor,” ujarnya.

PHRI DKI Jakarta telah memohon agar pemerintah memfasilitasi komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Masalahnya ada tunggakan pembayaran biaya untuk akomodasi tenaga medis dan orang tanpa gejala Covid-19. Selama kurun Februari-Juni 2021, total biaya yang belum dibayar ke hotel mencapai Rp 140 miliar. Pelaku industri perhotelan juga berharap pemerintah berani melakukan moratorium, kemudahan, pengurangan, ataupun penghapusan biaya perpanjangan izin-izin yang wajib dipenuhi kepada negara selama tahun 2021. Sebagai contoh, izin operasi mesin diesel, pembuangan air limbah tiga bulanan untuk pemeriksaan kualitas air pada laboratorium, pemutaran musik, pajak reklame, izin genset, dan sertifikasi keselamatan kebakaran.

Secara terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan kembali bahwa pihaknya memahami PPKM darurat akan berdampak buruk bagi pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Dia berkali-kali menyerukan agar semua pelaku industri, termasuk pelaku industri periklanan atau film yang sedang ataupun akan shooting, diminta berhenti sementara. ”Kita tidak bisa mengambil risiko dan harus mengedepankan faktor kesehatan. Pengaturan penerbangan internasional diperketat juga bertujuan menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Warga negara asing, termasuk wisatawan mancanegara, yang akan masuk ke Indonesia harus bisa menunjukkan sertifikat bukti telah divaksin Covid-19, wajib menunjukkan hasil tes usap negatif, dan menjalani karantina. Durasi karantina sebelum beraktivitas di wilayah Indonesia adalah delapan hari. Sandiaga mengatakan, karantina disediakan oleh hotel yang memenuhi persyaratan kesehatan. ”Kami telah menerima masukan dari PHRI dan akan meneruskannya ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” katanya.

PPKM Darurat Tak Membuat PWON Koreksi Target Penjualan

Mohamad Sajili 06 Jul 2021 Surya

Tingkat suku bunga yang rendah dan fasilitas insentif PPN telah mendorong kenaikan penjualan PT Pakuwon Jati Tbk di triwulan tahun 2021. Yaitu 17 persen secara year on year (yoy) dengan nilai Rp Rp 427 miliar.

Minarto Basuki, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Perseroan mengatakan, kenaikan marketing sales tersebut ekuivalen dengan 30,5 persen dari target Perseroan untuk tahun 2021 sebesar Rp 1,4 triliun. Dan kami optimis bisa tercapai, mengingat tingkat suku bunga KPR maupun KPA saat ini juga masih rendah, dan stimulus free PPN masih akan berlangsung sampai Agustus 2021.

Meskipun saat ini sedang ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Perseroan yang melantai di bursa dengan kode PWON tersebut tidak merevisi target. Bahkan PWON optimis, penjualan akan naik 30 persen dibanding tahun 2020 lalu.

Sedangkan kinerja di tahun 2020, PWON mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan karena pandemi covid 19. Pendapatan bersih tahun 2020 Rp 3,9 trillun, turun 44,8 persen dari tahun 2019 yang mencapai Rp 7,2 triliun.


Berebut Peluang Layanan Isolasi

Mohamad Sajili 06 Jul 2021 Koran Tempo

Layanan isolasi mandiri yang kuotanya terbatas menjadi rebutan para pengusaha hotel yang bisnisnya sudah di ujung tanduk di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, mengatakan layanan isolasi mandiri selama ini hanya didapat beberapa hotel pilihan pemerintah, sehingga dampaknya kecil untuk menolong sektor akomodasi.

Sejak diumumkan sebagai zona merah penularan Covid-19 pada 24 Juni lalu, kata Herman, tingkat keterisian hotel di Kota dan Kabupaten Bandung sudah merosot hingga ke bawah 10 persen. Kondisi okupansi di seluruh kawasan Jawa Barat yang memiliki 3.150 hotel pun serupa. Dengan okupansi satu digit, kata dia, tak ada layanan yang dapat memancing konsumen, bahkan warga lokal sekali pun.

Selain dibuka untuk program promosi menginap jarak dekat atau staycation yang ternyata minim peminat, kata Herman, hanya hotel untuk layanan isolasi mandiri yang masih beroperasi penuh, Sisanya bangkrut.


Bertahan dengan Pengunjung Lokal

Mohamad Sajili 06 Jul 2021 Koran Tempo

Kelangsungan bisnis para pengelola destinasi wisata di luar zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat kini sangat bergantung pada pengunjung jarak dekat. Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu, mengatakan pembatasan aktivitas di wilayah Pulau Jawa dan Bali tersebut berimbas pada penguatan protokol kesehatan di wilayahnya. Namun peluang penghasilan harian masih bisa dikejar pengusaha dari turis lokal di dalam provinsi.

Selain wisata air, seperti selam bebas, Lenda menyebutkan rangkaian Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, dan resor Siladen masih diminati masyarakat Manado pada akhir pekan. Dia mengakui jumlah kunjungan dari luar daerah menurun karena adanya PPKM darurat.

Sebelum pandemi Covid-19 merebak, dia melanjutkan, bisnis wisata Manado sudah didominasi pengunjung domestik. Sepanjang 2019, kota tersebut dikunjungi 1,33 juta wisatawan dalam negeri, sedangkan turis asing hanya 132 ribu. Volume kunjungan domestik tergerus hingga hanya 447 ribu orang pada tahun lalu.


Pesan Oleh-oleh Lebih Mudah di Kantor Pos

Fadilla Anggraini 06 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Pesan oleh-oleh khas Palembang kini lebih mudah karena Cukup pesan di kantor pos saja dan bisa dikirim ke semua kota di Tanah Air tanpa harus keluar rumah. Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Rasidin berharap launching berjalan baik bukan cuma seremonial saja. "Masa pandemi ini harus berinovasi agar tetap bisa bertahan dan UMKM bisa memasarkan produk lebih luas," ujar Rosidin, Senin (5/7/2021).

Sementara itu Kepala Regional 3 PT Pos Indonesia, Wikandaru Mudjadi mengatakan pos pusat oleh oleh ini sebagai inovasi kantor pos untuk memudahkan masyarakat beraktivitas di masa pandemi sehingga tidak perlu harus keluar rumah untuk membeli kebutuhan dan oleh-oleh karena bisa dibeli secara online dan juga dibayar non tunai dengan pos pay. Pilihan pengiriman paket juga didukung dengan paket pos yang waktu pengirimannya disesuaikan dengan kebutuhan. Ada yang hitungan menit atau jam saja untuk pengiriman dalam kota. Untuk luar kita juga tersedia pengiriman satu hari sampai.

Pusat oleh-oleh Palembang ini menghimpun sejumlah UMKM yang bisa menyediakan sejumlah kebutuhan mulai dari  oleh-oleh makanan khas berupa pempek, kerupuk, souvenir khas Palembang, kopi, makanan instan, madu, aneka camilan makanan ringan juga produk tesyen. Makanan yang bisa jadi buah tangan atau oleh-oleh ini dikemas higenis dengan bungkus aluminium foil, Ziplock hingga plastik lainnya yang rapi dan pastinya bersih juga menarik dilihat. Harga jual oleh-oleh ini dibandrol mulai ribuan hingga puluhan ribu. Tergantung jenisnya. “Secara keseluruhan pengiriman paket di masa pandemi naik 20 persen dan adanya pusat oleh-oleh ini diprediksi akan naik lagi jumlahnya," kata Wikandru.


Nestle : Kami Tidak Menaikan Harga

Fadilla Anggraini 06 Jul 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - Tingginya minat masyarakat beberapa waktu belakangan ini untuk membeli produk susu Bear Brand atau dikenal dengan susu beruang, membuat harganya pun meningkat di pasaran. Seperti pada e-commerce, harganya saat ini bervariasi menjadi berkisar Rp 15.000 - Rp 17.000 per kaleng, dari sebelumnya hanya di bawah Rp 10.000 per kaleng. Menanggapi fenomena kenaikan harga tersebut, Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia Debora R. Tjandrakusuma memastikan, perseroan tidak menaikkan harga jual susu Bear Brand. "Kami tidak melakukan kenaikan harga atas produk-produk kami termasuk produk susu Bear Brand, dan kami terus menerus memaksimalkan upaya kami untuk memasok produk susu Bear brand kepada para konsumen, ujar Debora dalam keterangannya,” dikutip Senin (5/7/2021). la menyatakan, mengenai kenaikan harga susu Bear Brand yang terjadi di pasaran, pihaknya tidak dapat menentukan harga jual akhir. Perseroan hanya dapat berupaya terus memaksimalkan pasokan produk susu tersebut agar memenuhi permintaan konsumen saat ini. "Mengenai adanya kenaikan harga di e-commerce untuk produk-produk Bear Brand, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan persaingan usaha, kami tidak dapat menentukan harga jual akhir produk kami," kata dia.

Sebelumnya, tingginya permintaan akan susu Bear Brand tercermin dari sebuah video yang viral di media sosial. Video itu menunjukkan sejumlah orang tengah berebut susu merek Bear Brand di sebuah pusat perbelanjaan. Debora mengatakan, Nestle Indonesia akan melakukan langkah terbaik agar dapat memenuhi permintaan para konsumen terkait produk-produknya dengan mengotimalkan kapasitas produksi dan rantai pasokan, terutama untuk produk susu Bear Brand. Selama pandemi Covid-19, kata dia, perseroan fokus pada tanggung jawab untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk-produk makanan dan minuman bernutrisi, dengan memastikan keberlangsungan operasi pada pabrik-pabrik perseroan.

Asal Usul hingga Cara Penggunaannya

Fadilla Anggraini 06 Jul 2021 Tribun Sumsel

Kegiatan berstandar nasional ini menghadirkan Dosen Universiti Teknologi Mara Malaysia, Wan Mohd Yaseer Mohd Abdoh, terkait bedah uang digital. Dijelaskan Wan Mohd Yaseer, Cryptocurrency atau yang biasa kita sebut kripto adalah mata uang atau aset digital yang dirancang sebagai media pertukaran di mana catatan kepemilikan koin kita, disimpan dalam buku besar dalam bentuk data base (block chain) sebagai basis data transaksi keuangan publik. Melalui melalui block chain inilah pengguna mata uang digital, dapat melacak setiap transaksi yang dilakukan. Namun dalam proses pengecekan transaksi, nama pengguna tersedia dalam bentuk anonim. "Tidak seperti uang kertas, Kripto, tidak tersedia dalam bentuk fisik dan biasanya tidak dikeluarkan oleh otoritas pusat (pemerintah),” jelasnya. Bitcoin merupakan mata uang Kripto yang pertama kali hadir, dirancang oleh Satoshi Nakamoto (nama samaran) pada tahun 2008 Satoshi Nakamoto sendiri merupakan nama alias yang hingga kini belum dikatahui identitas aslinya. Bitcoin muncul sebagai respon dari krisis keuangan Amerika Serikat hingga menyebar ke Eropa, ditambah ketergantungan transaksi keuangan dunia pada bank. Yang menjadi daya tarik dari aset mata uang digital, lanjut Mohd Yaser, menawarkan janji biaya transaksi yang lebih rendah dari meknasime pembayaran online tradisional dan dioperasikan oleh otoritas yang terdesentralisasi, tidak seperti mata uang kertas yang saat ini yang dikontrol oleh pemerintah.

Bagimana Cara menggunakan Crytpocurrency sebagai sistem pebayaran?  Pertama anda harus memiliki akun dompet elektronik Crypto apapun baik Bitcoin, Etehereum, Ripple, EOS D dan lainnya, lalu unduh ke dalam smartphone atau komputer Anda, Kedua, anda harus melakukan pendaftaran akun, tetapi ingat ketika sudah mendaftarkan diri, nantinya anda diberikan serial number yang akan menjadi indentitas kepemilikan berharga yang harus disimpan dan dijaga. Ketiga, anda sudah dapat membeli aset mata uang digital dan dapat menyimpannya ke dalam Crypto E-wallet anda masing-masing untuk melakukan transkasi pembayaran online.

Apa Keuntungannya? Dijelaskan, keuntungan menggunakan aset kripto, antara lain, mengurangi korupsi. Jadi setiap data transaksi dan pemindahan dana oleh pemilik rekening akan dapat terbaca karena datanya disimpan dalam bentuk database yang tidak dapat ubah-ubah. Kedua, menghilangkan pencetakan uang yang berlebihan. Lalu ketiga, memangkas perantara, tidak seperti mata uang konvensional saat ini yang membutuhkan banyak perantara seperti bank atau layanan pembayaran digital lainnya, dalam melakukan transaksi mata uang digital tidak membutuhkan perantara yang banyak, sehingga memangkas biaya transaksi dan lebih hemat. Sementara Ketua BEM FE Unsri, Farrell Farhan Zhafiri, mengatakan penyelenggaraan SEISS dilaksanakan selama empat pekan, dengan bahasan utama tentang aset kripto. "Minggu depan akan disambung lagi hingga akhir Juli Seminar ini dihadiri beberapa dosen ekonomi dari lintas negara yaitu, Indonesia, Malaysia dan Filipina," katanya.

Bina Petani Hasilkan Kopi Berkualitas

Fadilla Anggraini 06 Jul 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Salah satu stand yang menarik dalam Sriwijaya Expo adalah Stand Gerai Hutan. Di sini menunjukkan berbagai hasil kreativitas petani kopi yang berasal dari berbagai daerah di Sumsel. Manajer Operasional Gerai Hutan Tanam Runmah Kreatif Petani Hutan, Aidil Fikri, mengatakan, di sini pihaknya menawarkan kopi berkualitas atau petik merah. Produk itu berasal dari petani binaan. "Itu dari petani Semendo, Cahaya Alam, Pagaralam dan Lahat. Mereka dibina di Rumah Kreatif yang berada di Jl Yudo Blok H Lorok Pakjo,” katanya, kemarin (5/7). Dia menjelaskan, di Rumah Kreatif petani diberikan edukasi. Mereka dilatih mengolah kopi berkualitas. "Rumah Kreatif Petani Hutan menjadi wadah bagi para petani untuk menghasilan kopi berkualitas atau petik merah,” ujarnya. Di situ, petani juga diajak menggarap hutan sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 83 Tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial. "Mereka punya hak karena telah lama tinggal dan berada di sana, asalkan tidak merusak dan menjaga hutan serta tidak boleh dijual" tukasnya.


Percepat Digitalisasi Pelaku Ekonomi Kreatif

Fadilla Anggraini 06 Jul 2021 Sumatera Ekspres

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno mendorong percepatan transformasi digitalisasi pelaku ekonomi kreatif. Hal ini dilakukan agar dapat menyelamatkan perekonomian di tengah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 - 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali. Dia mengakui, rencana-rencana yang sudah susun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdampak PPKM tersebut. "Rencana tersebut akan menyesuaikan dengan sand box. Dimana kita siapkan kebijakannya secara dinamis. Harus mampu untuk menjawab dengan singkat kenaikan kasus positif Covid-19 di sejumlah wilayah," katanya saat melaksanakan podcast dengan salah satu influencer di media sosial, akhir pekan lalu.

Sandiaga Uno menegaskan pada PPKM Darurat ini semua pusat pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Jawa dan Bali tutup. Selain itu wilayah lain yang di luar Jawa dan Bali menyesuaikan dengan kondisi masing-masing sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.  "Dalam pertemuan secara daring dengan 3 - 4 ribu pelaku kuliner dan ekonomi kreatif kita sudah men-challange mereka dapat membantu pemerintah untuk melakukan digitalisasi ke target 10 juta orang" ungkap Sandiaga Uno.

Bantuan untuk pelaku ekonomi kreatif ini harus dipercepat. Mulai dari dana hibah pariwisata, bantuan insentif pemerintah, bantuan sosial, bantuan likuiditas untuk restrukturisasi kewajibannya terhadap perbankan sehingga pelaku bisnis tersebut tidak mengalami situasi kerusakan permanen. Dalam kesempatan itu, influencer bernama Panji tersebut mengakui dirinya pernah positif Covid-19 karena masih sering keluar untuk aktivitas rekreasi.

GIIAS Ditunda September

Fadilla Anggraini 06 Jul 2021 Sumatera Ekspres

JAKARTA - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 yang semula dijadwalkam 12 - 22 Agustus harus ditunda. Pandemi Covid-19 yang kian meluas dan tingginya kasus konfirmasi positif menjadikan pameran terbesar di Indonesia itu di rencanakan pada 9 - 19 September. Padahal, berbagai persiapan telah dilakukan demi memastikan penyelenggaraannya memenuhi protap kesehatan di masa pandemi.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai instansi pemerintah terkait untuk memastikan pameran berlangsung dengan aman dan nyaman. "Namun, melihat dan menimbang kondisi peningkatan kembali kasus Covid-19 yang tinggi saat ini, serta kondisi kesehatan masyarakat yang belum kondusif, dengan berat hati Gaikindo mengambil keputusan menundanya," ujar Yohannes Nangoi, Ketua umum Gaikindo, kemarin.

Katanya, menunda penyelenggaraannya telah menjadi keputusan bersama Gaikindo dan para anggota. Termasuk Kementerian Perindustrian. "Dengan harapan September keadaan lebih kondusif untuk kembali menyelenggarakannya," tambahnya. Rizwan Alamsjah Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran menambahkan, semua pihak telah satu suara mendahulukan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Semangat mendorong bangkitnya indutri otomotif lewat GIIAS masih jadi tujuan. Namun diharapkan dengan penundaan ini, penyelenggaraan pada 9 - 19 September akan berlangsung lebih aman dan nyaman untuk semua pihak." tukasnya.

Pilihan Editor