Pajak Karbon Ancam Industri Semen
JAKARTA- Rencana Kementerian
Keuangan (Keuangan) menerapkan
pajak emisi karbon atau carbon
tax mengancam industri semen,
karena bisa memicu kebangkrutan.
Itu sebabnya, rencana ini harus
dibicarakan dengan para pemangku
kepentingan terkait.
Pajak karbon tertuang dalam
Kerangka Ekonomi Makro dan
Pokok-pokok Kebijakan Fiskal
(KEM-PPKF) 2022.
Pajak karbon akan dikenakan
berdasarkan jumlah emisi yang dihasilkan oleh aktivitas ekonomi atau
dikenakan atas objek sumber emisi.
Objek potensial yang dapat dikenakan
pajak karbon, seperti bahan bakar
fosil dan emisi yang dikeluarkan oleh
pabrik atau kendaraan bermotor.
Ketua Asosiasi Semen Indonesia
(ASI) Widodo Santoso mengatakan,
pihaknya menolak implementasi
pajak karbon kepada pabrik semen,
karena bisa membuat utilisasi
industri kembali terpuruk. “Pengenaan pajak karbon akan membuat
biaya produksi bertambah setidaknya Rp 50 ribu per ton semen.
Pabrikan semen bisa gulung tikar
dan penerapan pajak karbon tidak
relevan,” kata dia, akhir pekan lalu.
Widodo menilai, kegiatan ekspor
adalah satu-satunya cara industri
semen nasional untuk mengungkit
utilisasi. Konsumsi semen nasional
pada 2020 belum mampu mengungkit utilisasi ke atas level 60%.
Di sisi lain, industri semen nasional telah berhasil mengurangi
emisi karbon selama 10 tahun terakhir. Berdasarkan data ASI, industri
semen nasional memproduksi emisi
sebanyak 725,7 kilogram CO2 per
ton semen pada 2021, sedangkan
data 2020 menunjukkan angka
tersebut turun menjadi 641,5 kilogram CO2 per ton semen.
(Oleh - HR1)
Bank Digital Tarik Minat Para Investor
JAKARTA – Perkembangan teknologi
membuat sektor perbankan beradaptasi dan
bertransformasi untuk menjadi bank digital.
Potensi bisnis bank digital di Indonesia yang besar
tersebut turut menarik minat para investor untuk
berinvestasi.
Sebagai regulator industri perbankan, Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) merespons transformasi
digital tersebut. Hal ini tercermin
dari berbagai aturan yang tengah
digodok dan segera diluncurkan
OJK terkait bank digital.
Bahkan, jauh sebelum adanya rencana penerbitan beleid bank digital,
para investor sudah berbondongbondong untuk mengalokasikan
dana investasinya untuk bank-bank
kecil yang tengah bertransformasi.
Terlihat dari catatan OJK yang menyebutkan, sudah ada tujuh bank
yang telah mengajukan perizinan
menjadi bank digital. Sedangkan
lima bank lainnya telah mendeklarasikan sebagai bank digital.
Adapun bank-bank yang tengah
berproses menjadi bank digital
antara lain PT Bank BCA Digital,
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro), PT Bank
Neo Commerce Tbk (BNC), PT
Bank Capital Indonesia Tbk, PT
Bank Harda Internasional, PT Bank
QNB Indonesia Tbk, dan PT Bank
KEB Hana.
Bank Capital Indonesia tengah
bertransformasi dan telah mengajukan perizinan menjadi bank
digital kepada OJK. Beredar kabar
bahwa Grab berminat untuk masuk
sebagai investor Bank Capital.
Meski demikian, OJK belum
mendapatkan pernyataan formal
dari para investor yang hendak masuk ke bank-bank tersebut. “Masih
belum ada yang menyatakan secara
formal ke OJK,” kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III
OJK Slamet Edy Purnomo kepada
Investor Daily, akhir pekan lalu. Selain Bank Capital, Grab disebut
tengah mengincar bank digital syariah yang baru melantai di Bursa
Efek Indonesia (BEI), yakni PT
Bank Aladin Syariah Tbk yang sebelumnya bernama Bank Net Syariah.
Kabar tersebut muncul ketika
sejumlah eks petinggi PT Visionet
Internasional (OVO) berlabuh sebagai jajaran direksi di Bank Aladin
Syariah pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Bank Aladin Syariah pada Rabu
(7/4). Terdapat tiga eks petinggi
OVO yang saat ini menunggu hasil
fit and proper test OJK.
Ketiga direksi baru Bank Aladin
adalah Firdila Sari sebagai direktur
digital banking, Willy Hambali sebagai direktur keuangan dan strategi,
serta Budi Kusmiantoro sebagai
direktur teknologi informasi.
Di sisi lain, PT Sumber Alfaria
Trijaya Tbk (AMRT) berencana
menambah modal melalui rights
issue untuk ekspansi ke sektor
digital dengan saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 5 miliar
saham. Dikabarkan bahwa AMRT
berniat untuk berinvestasi pada
Bank Aladin Syariah dengan dana
rights issue tersebut.
Perseroan berencana menggunakan dana yang diperoleh
dari penambahan modal dengan
HMETD untuk melakukan investasi pada perusahaan lain/
penyertaan saham yang bergerak
di bidang berbasis teknologi, yang
dapat bersinergi secara strategis
dengan perseroan.
Kepala Eksekutif Pengawas
Perbankan OJK Heru Kristiyana
menambahkan, banyak investor
tertarik karena perbankan di Indonesia masih cukup seksi, terlihat
dari margin bunga bersih (net
interest margin/NIM) bank yang
masih tinggi di kisaran 4% membuat
banyak investor ingin masuk ke
Indonesia.
(Oleh - HR1)
Pengembangan Startup Kuliner dan Foodtech, Peluang Emas Di Balik Pembatasan
JAKARTA — Pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang kian ketat di tengah lonjakan kasus Covid-19 dapat menjadi peluang bagi perusahaan rintisan di bidang kuliner dan teknologi kuliner untuk mencatatkan pertumbuhan bisnis. Saat ini, sejumlah perusahaan rintisan (startup) kuliner telah menciptakan ikatan yang saling menguntungkan dengan dengan startup lain di bidang teknologi kuliner seperti layanan pesan antar, terutama pada masa pandemi Covid-19. CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan Group Edward Tirtanata mengatakan bahwa kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat akan memengaruhi kunjungan pelanggan secara langsung.
Pemilik Pison Coffee Arlini Wibowo mengatakan selama penerapan PPKM darurat, perusahaan berfokus untuk terus meningkatkan kualitas produk secara konsisten. “Untuk penjualan kami ada kenaikan 25% selama pandemi Covid-19, khususnya lewat aplikasi pesan antar makanan,” katanya. Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan sektor kuliner saat ini sekarang mengalami transisi dari luring ke daring. PPKM darurat diyakini akan mengakselerasi perubahan tersebut.
Akademisi menilai PPKM darurat menjadi ajang bagi perusahaan rintisan di bidang teknologi kuliner (foodtech) untuk meningkatkan inovasi dan layanan produknya. Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan potensi foodtech sangat besar dengan momentum PPKM darurat. Sebab, masyarakat, terutama para milenial, selalu berani mencoba hal yang baru untuk mengusir rasa jenuh. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai perusahaan rintisan berbasis foodtech diprediksi akan bertumbuh 26%—35% sebagai imbas dari pembatasan kegiatan masyarakat secara masif. Senada, Kepala Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengamini adanya pembatasan mampu menjadi katalis positif bagi bisnis teknologi kuliner, terutama di bidang layanan antar makanan dan online food marketing.
(Oleh - HR1)
Optimalisasi Produk Pertanian, Sumut Tekan Deifisit Bawang Putih
JAKARTA — Sejumlah pemerintah daerah memacu produksi hasil pertanian untuk memenuhi ketahanan pangan lokal sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Peningkatan produksi komoditas bawang putih di Sumatra Utara diharapkan bisa menekan defisit pasokan yang masih cukup lebar. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara berupaya meningkatkan produksi bawang putih khususnya di lumbung pangan nasional atau food estate untuk mengurangi defisit pasokan yang diperkirakan mencapai 28.038 ton pada tahun ini. Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Bahruddin Siregar mengatakan produksi bawang putih di Sumut pada 2021 ditargetkan 1.365 ton. Angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan kebutuhan tahun ini yang diprediksi mencapai 29.403 ton.
Produksi bawang putih tahun ini yang ditargetkan 1.365 ton berasal dari lahan seluas 278 hektare (ha) dengan rata-rata produksi 599,10 kuintal per hektare. Produksi terbanyak ditargetkan dari Humbang Hasundutan yang merupakan food estate yakni 897 5on, disusul Simalungun 376 ton dan Karo 45 ton. Bahruddin menambahkan penanaman bawang putih belum bisa dilakukan di semua kabupaten/kota Sumut karena menyangkut faktor kesesuaian tanah.
(Oleh - HR1)Konsensus Pajak Global, Pungutan Yurisdiksi Lokal Resmi Legal
JAKARTA — Yurisdiksi lokal bakal segera memungut pajak atas transaksi dan penghasilan yang dicatatkan oleh korporasi global, termasuk yang beroperasi di sektor digital, menyusul disepakatinya tarif minimum pajak sebesar 15% oleh Organisation for Economic Cooperation and Development.Dengan demikian, perusahaan multinasional yang eksis secara daring seperti Amazon.com, Inc. maupun Google LLC diwajibkan membayar pajak di negara tempat operasional bisnis dijalankan.Sebanyak 130 dari 139 negara atau yurisdiksi anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menyepakati kerangka kerja baru untuk mereformasi pajak internasional pada pertemuan yang digelar akhir pekan kemarin.
Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan ada beberapa negara yang berselisih. Namun masih ada waktu untuk membawa negara-negara itu bergabung dan tidak menggagalkan jalan menuju kesepakatan akhir.“Kami akan bekerja dengan hati-hati untuk meyakinkan sembilan negara yang tersisa untuk bergabung dengan kami untuk kesepakatan akhir semua negara pada Oktober,” kata Taro Aso dilansir Bloomberg.Setelah disepakati oleh OECD, selanjutnya konsep pemajakan global ini akan dibahas lebih lanjut oleh Menteri Keuangan G20 dalam pertemuan yang digelar di Venesia pada pekan ini.
Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire berjanji akan menghabiskan waktu sebelum pertemuan dengan rekan-rekannya di G20 dengan menggandakan upaya meyakinkan negara-negara lain untuk bergabung dengan perjanjian bersejarah ini. Sementara itu, sejumlah negara yang menolak kesepakatan tersebutadalah Hungaria dan Irlandia, yang mana keduanya adalah anggota Uni Eropa.
(Oleh - HR1)Obat Pasien Isoman Dibiayai Negara
JAKARTA.Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat fasilitas perawatan di rumah sakit rawan kolaps dan penuh, terutama di wilayah zona merah, seperti pulau Jawa. Alhasil, banyak pasien korona yang terpaksa harus isolasi mandiri di rumah, terutama pasien tanpa gejala hingga gejala ringan dan sedang. Direktur Kementerian Kesehatan memastikan pemerintah menyediakan obat untuk pasien Covid-19 yang isoman di rumah. Obat akan diberikan oleh petugas Puskesmas kepada pasien Covid-19. Puskesmas juga akan memberikan vitamin untuk pasien isolasi mandiri. (BD)
Pelaksanaan Progam Satu Data Indonesia Siap Jalan Tahun Ini
Jakarta, Pemerintah menargetkan program Satu Data Indonesia (SDI) berjalan efektif di tahun 2021 ini. Pelaksanaan program satu data ini agak terlambat mengingat aturan terkait SDI sudah terbit pada 2019 lalu lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019. Hal ini juga karena terganjal Pandemi Covid-19. Dalam rapat konsultasi terakhir pekan lalu menyimpulkan, pemerintah akan melakukan upaya percepat pelaksanaan SDI pada tahun ini. Oktorialdi Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan sekaligus Koordinator Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat Kementerian PPN/Bappenas, menjelaskan, program SDI ini seharusnya sudah berjalan cepat setelah aturan ini keluar, Penundaan yang dilakukan membuat realisasi pelaksanaan SDI harus di kejar lagi tahun ini.
(Oleh - HR1)
Faisal : Kenaikan Pajak Mayoritas untuk Bayar Utang
JAKARTA. Pemerintah berencana untuk memperluas basis pajak untuk meningkatkan pendapatan negara.Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengatakan, rencana pemerintah untuk menaikkan pajak adalah untuk membayar bunga utang baru.Ia menjabarkan, pemerintah pada tahun 2021 menargetkan beban bunga utang sebesar US$ 373 triliun atau naik 180% dari beban bunga utang pada tahun 2014 yang pada saat itu tercatat US$ 133 triliun.“Jadi, kita ini gali lubang tutup lubang. APBN ini dipakai buat sebagian besar membayar bunga utang. Beban bunga utang nih, naik 180% dari tahun 2014,” ujar Faisal, Minggu (4/7).Kemudian, kenaikan tertinggi ada pada belanja barang. Pemerintah mematok belanja barang pada tahun ini sebesar Rp 363 triliun atau meningkat 105% dari tahun 2014 yang sebesar Rp 177 triliun.Posisi selanjutnya diisi dengan belanja pegawai yang pada tahun 2021 dipatok Rp 421 triliun atau naik 73% dari Rp 244 triliun pada 2014. Kemudian disusul belanja modal yang ditargetkan Rp 247 triliun atau naik 68% dari Rp 147 triliun pada 2014.
(Oleh - HR1)
PPKM Darurat Dongkrak Layanan Data dan Internet
Jakarta. Kebijakan PPKM darurat berpotensi mengerek permintaan data telekomunikasi dan internet. Pasalnya, kebijakan pembatasan sosial itu mewajibkan kegiatan belajar dan bekerja dilaksanakan di rumah. Sejumlah operator telekomunikasi dan layanan internet pun bersiap mengantisipasi lonjakan trafik dan pelanggan baru. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) memperkirakan akan ada tambahan pelanggan baru pada momentum PPKM darurat. VP Network Operations PT Smartfren Telecom Tbk, Agus Rohmat mengatakan, Smartfren telah melakukan optimalisasi dan ekspansi jaringan sejak awal tahun 2021 hingga sampai saat ini. “Kami memperkirakan ada kenaikan trafik data sekitar 10%-20% seiring semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan secara online,” kata dia kepada KONTAN, Minggu (4/7).
(Oleh - HR1)
Persediaan Obat Terapi Covid-19 Mulai Menipis
Di tengah lonjakan angka kasus positif korona, permintaan terhadap produk alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan terkait Covid-19 meningkat tajam. Bahkan, persediaan sejumlah produk obat-obatan untuk terapi Covid-19 mulai menipis. Produsen farmasi pelat merah, PT Indofarma Tbk (INAF) mengonfirmasi bahwa stok sejumlah produk obat-obatan terkait Covid-19 dalam keadaan kosong. INAF berupaya memenuhi kebutuhan produk tersebut sesegera mungkin.
Sekretaris Perusahaan PT Indofarma Tbk Wardjoko Sumedi mengungkapkan, posisi stok nasional untuk produk Oseltamivir 75 mg sedang kosong per Minggu (4/7). Sebab, INAF sudah mengirim produk tersebut ke Gudang Instalasi Farmasi Pusat Kementerian Kesehatan pada awal Juli sebanyak 1,2 juta kapsul. “Saat ini, Indofarma sedang memproses pengiriman bahan farmasi aktif atau active pharmaceutical ingredients (API) produk Oseltamivir dari India. Estimasi suplai stok dimulai minggu kedua Juli dengan total produksi 5 juta kapsul sampai akhir Juli 2021”, ungkap dia, kemarin.
PT Hexpharm Jaya Laboratories, anak usaha KLBF, menyebutkan permintaan produk jenis multivitamin, antibiotik hingga antivirus meningkat. "Saat ini permintaan produk yang berhubungan dengan Covid-19 naik signifikan, terutama multivitamin, antibiotik, hingga antivirus. Suplemen daya tahan tubuh seperti Hevit-Plus juga diminati," ungkao Mulia Lie, Presiden Direktur Hexpharm Jaya, kemarin.








