;

Jerry Ng Masuk 10 Orang Terkaya RI dalam Hitungan Bulan

Mohamad Sajili 29 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Jerry Ng merupakan salah satu bankir senior yang baru-baru ini masuk ke dalam deretan orang terkaya di Indonesia. Jerry memulai debutnya dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes di penghujung tahun 2020. Namun, kini dia telah menembus posisi 5 besar orang terkaya dalam daftar tersebut. Cuma butuh sekitar hitungan bulan bagi Jerry untuk menembus 10 besar orang terkaya di indonesia.

Dalam daftar terkini The World's Real-Time Billionaires yang dihimpun Forbes, Jerry perhari ini Rabu (28/7) menempati posisi 5 dengan total harta Jerry NG mencapai US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 68 triliun (kurs Ap 14.500), Hartanya pun naik sekitar US$ 296 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun per hari ini.

Kesuksesan Jerry Ng mengumpulkan harta sebanyak itu tak lain tak bukan berasal dari kesuksesannya mengakuisisi dan memimpin Bank Jago. Menjabat sebagai komisaris utama dari perusahaan tersebut.

Dalam catatan, tahun 2019, Jerry dan rekannya Patrick Walujo mengakuisisi 51% saham Bank Artos. Jerry mengantongi porsi saham 37,65% melalul perusahaan Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI), dan Patrick 13,35% melalui Wealth Track Technology Limited.


Pelaksanaan PPKM Berpotensi Tekan Penerimaan Pajak

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai akan berdampak negatif terhadap penerimaan pajak negara. Sebab PPKM mempengaruhi masyarakat dan juga akan berdampak terhadap aktivitas perekonomian. Berdasarkan data Kementerian Keuangan selama semester I 2021 penerimaan pajak mencapai Rp 557,8 triliun. Penerimaan Pajak telah mencapai 45,36% terhadap target APBN 2021. Realisasi penerimaan Pajak tersebut tumbuh sebesar 4,89 % (yoy). Dengan berjalannya PPKM Darurat sejak bulan Juni dan dilanjutkan dengan PPKM Level 4 pada Juli ini   pertumbuhan ekonomi di kuartal ke III akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak.

(Oleh - HR1) 

Impor Lima Sektor Industri Sentuh Rp 1080 T

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

Impor lima sektor industri mencapai Rp 1.080 triliun pada 2020. Kelima industri itu adalah industri mesin senilai Rp 308 triliun, industri kimia Rp 299 triliun, industri logam Rp 242 triliun, industri elektronik Rp 231 triliun, dan industri makanan Rp 140 triliun. Berdasarkan data Core Indonesia, dari total impor pada 2020 sebesar Rp 1.427 triliun, sebesar 88% adalah impor industri pengolahan. Itu sebabnya, pemerintah diminta turun tangan dengan mempercepat program substitusi impor. “Penurunan impor manufaktur bisa dilakukan dengan menghemat belanja modal dan belanja barang di empat industri yang memiliki impor tinggi,” ujar Ekonom Core Indonesia Ina Primiana, Selasa (27/7).

Maka, langkah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membeli komputer, laptop, atau tablet buatan lokal sangat tepat. “Kebijakan ini sangat ditunggu oleh industri dalam negeri agar tidak selalu mengutamakan barang impor seperti yang selama ini terjadi,” ucap dia. Ketiga, dia menerangkan, menjaga agar industri ensensial bisa tetap produksi dan terus tumbuh dengan protokol kesehatan yang ketat, diawasi, dan dikomunikasikan kepada polisi dan Satpol PP, terutama yang sudah punya izin operasionan dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI). Keempat, perlu dipikirkan ketersediaan oksigen memadai untuk industri agar tidak menganggu rantai pasokan yang tengah menggeliat. Sebab, saat ini, oksigen banyak digunakan untuk keperluan medis. Kelima, dia menyatakan, memprioritaskan belanja pemerintah pada industri yang sudah memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

(Oleh - HR1)

GoTO Bidik Dana US$ 2 Miliar dari IPO

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, dikabarkan akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia dan Amerika Serikat (AS). GoTo membidik dana US$ 2 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Berdasarkan laporan Bloomberg, GoTo berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Namun, sebelum itu, GoTo akan menggalang dana dari bursa AS terlebih dahulu. “GoTo sudah memulai proses penggalangan dana sekitar US$ 1-2 miliar dengan valuasi sekitar US$ 25-30 miliar,” ungkap sumber yang mengetahui hal itu, Selasa (27/7). Sementara itu, perwakilan dari GoTo menolak berkomentar mengenai kabar dual listing tersebut. Namun, seorang sumber menyebutkan bahwa perundingan terus berlangsung dan nilai penggalangan dana bisa berubah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen pernah mengatakan, saat ini ada tiga perusahaan rintisan (start-up) bervaluasi unicorn dan decacorn yang akan mencatatkan sahamnya di BEI. Dia tidak mengungkapkan nama-nama perusahaan tersebut, tapi hanya menyebut total valuasi aset dari tiga perusahaan itu di atas US$ 21,5 miliar atau sekitar Rp 311,7 triliun. Sebelumnya, Komisaris BEI Pandu Sjahrir mengatakan, selain GoTo dan Bukalapak, terdapat dua unicorn yang berpotensi IPO, yakni PT Global JET Express (J&T Express) dan PT Trinusa Travelindo (Traveloka).

(Oleh - HR1)

Kredit ke Ekonomi Hijau Capai Rp 809,75 T

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penyaluran kredit ke sektor ekonomi berorientasi hijau (green loans) mencapai US$ 55,9 miliar atau setara Rp 809,75 triliun. Diharapkan penyaluran tersebut terus meningkat untuk mendukung implementasi keuangan berkelanjutan. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia telah memicu krisis ekonomi yang sifatnya extraordinary. Namun demikian, pandemi telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sehingga investasi berkelanjutan menjadi lebih diminati. Stakeholder telah merespons kebijakan-kebijakan OJK dalam bidang keuangan berkelanjutan melalui terbentuknya Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia, saat ini terdiri atas 13 bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), yang telah siap mendukung implementasi keuangan berkelanjutan. “Penyaluran kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor ekonomi berorientasi hijau sebesar lebih dari Rp 800 triliun, yang diharapkan akan terus berkembang setelah adanya taksonomi hijau yang sedang disusun,” ucap Wimboh dalam gelaran ESG Capital Market Summit 2021 secara daring, Selasa (27/7).

(Oleh - HR1)

Windfall Profit dari Minyak di APBN

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Kontan

Tren kenaikan harga minyak mentah dan batubara terus berlangsung. Kenaikan harga dua komoditas ini bisa menjadi keuntungan bagi penerimaan negara atau windfall profit. Pada perdagangan Selasa (27/7), harga minyak Brent kontrak September 2021 ada di level US$ 74,71 per barel, naik 0,33% dari penutupan perdagangan Senin. Angka ini jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) 2021 yakni US$ 45 per barel.

Hitungan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, dengan asumsi harga minyak dunia per 1 Juni 2021 di sekitar US$ 66,91 per barel, berarti hingga Selasa (27/7), ada kenaikan harga US$ 7,8. Sementara itu, mengacu pada analisis sensitivitas Nota Keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, setiap kenaikan ICP US$ 1 per barel pendapatan negara akan naik Rp 3,7 triliun-Rp 4,5 triliun. Sementara, belanja negara meningkat Rp 3,1 triliun hingga Rp 3,6 triliun. Namun, APBN tetap mendapat surplus Rp 0,6 triliun hingga Rp 0,8 triliun dari kenaikan ICP tersebut. Overall ini kabar baik dari sisi penerimaan, harga minyak dan menyeret kenaikan penerimaan komoditas lainnya," kata Bhima, kemarin.

Berharap Investasi Naik Lagi

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Kontan

Kinerja investasi langsung terus meningkat di tengah upaya pemerintah menekan kasus positif Covid-19 di dalam negeri. Bahkan, prospek investasi langsung hingga akhir tahun ini diharapkan terus meningkat. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal II-2021 sebesar Rp 223 triliun. Realisasi investasi ini meningkat 16,2% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 191,9 triliun. Secara terperinci, BKPM menyebut realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 106,2 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 116,8 triliun.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan, kinerja positif investasi tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi dalam negeri dan investor makin yakin menanamkan modalnya di Indonesia. "Investor dalam dan luar negeri sudah mulai terbiasa dengan keadaan Covid-19 terhadap kondisi baru dan melakukan penyesuaian," kata Bahlil, Selasa (27/7). Meski demikian, realisasi investasi di kuartal III-2021 akan dipengaruhi oleh efektivitas penanganan pandemi virus korona. Namun ia berharap, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa selesai di bulan Agustus nanti dan kasus harian Covid-19 semakin membaik yang membuat investor semakin yakin untuk masuk.

Di sisi lain, pihaknya tetap berupaya menggenjot investasi. Belum lama ini, Kementerian Investasi mengunjungi Amerika Serikat (AS) untuk menarik investasi. Ia menyebut ada komitmen dari Microsoft, Aplan Lighting, juga Cargill, meskipun tak memperinci investasi apa di Indonesia. "Cargill akan berinvestasi Rp 5,2 triliun. Mereka akan ground breaking pada Oktober tahun ini." tambah Bahlil.

Bukalapak Cetak Rekor Emisi IPO Terbesar

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Kontan

Proses penawaran saham perdana Bukalapak bakal segera memasuki tahapan baru. Perusahaan e-commerce tersebut akan mulai menggelar penawaran umum saham perdananya. Dimulainya masa penawaran IPO Bukalapak sekaligus mengukuhkan initial public offering (IPO) dengan nilai terbesar dalam sejarah bursa saham lokal. "Bukalapak menawarkan 25,76 miliar saham pada harga penawaran Rp 850 per saham," tulis manajemen Bukalapak dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (27/7). Dengan struktur tersebut, Bukalapak berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 21,9 triliun. Rekor IPO terbesar sebelumnya dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang melepas emisi sebesar Rp 11,2 triliun.

Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma menyebut, murah atau mahalnya valuasi saham sejatinya relatif. Sebab, perusahaan seperti Bukalapak lebih menonjolkan rekam jejak pertumbuhan. Meski masih mencatat kerugian, Bukalapak mampu menetapkan harga pelaksanaan di batas atas rentang penawaran. "Artinya, minatnya ada," ujar Suria, Selasa (27.7). Cuma memang, jika valuasi menggunakan basis perbandingan nilai perusahaan dengan penjualan atawa enterprise value to sales (EV/sales enterprise value to sales (EV/sales), valuasi Bukalapak tergolong premium. Tapi jika mengacu pada total processing value (TPV), valuasi Bukalapak belum premium. "Karena jika menggunakan TPV dan dibandingkan dengan peers di luar negeri, ini masih wajar," terang Suria.

Pengawasan Produk Kesehatan, E-commerce Waspada

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Platform perdagangan digital (e-commerce) meningkatkan pengawasannya terhadap harga produk-produk kesehatan kritikal dan strategis yang dibutuhkan selama pandemi Covid-19, termasuk oksigen konsentrat eceran. Konsumen juga diminta aktif melaporkan barang dagangan yang terindikasi melanggar ketentuan harga. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM akan mengirimkan rekomendasi berisi daftar penjual (seller) yang dinilai tidak mengikuti aturan.

Sejauh ini oksigen konsentrat belum menjadi barang yang ditentukan harga eceran tertingginya oleh pemerintah. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam laporannya menyebutkan bahwa oksigen menjadi salah satu produk yang mengalami lonjakan harga tinggi selama merebaknya kasus Covid-19.Dari hasil pemantauan terhadap beberapa toko di lokapasar, terdapat 11 toko di Jakarta yang menjual oksigen portable merek Oxycan 500cc di rentang harga Rp58.000—Rp 450.000 dengan harga rata-rata Rp 275.000. Per kemarin, produk serupa dijual di rentang harga Rp65.000—Rp180.000 per kaleng di beberapa lokapasar. AVP Marketplace Quality Bukalapak Baskara Aditama mengatakan perusahaan secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk kesehatan, termasuk bekerja sama dengan Polri, Kementerian Kesehatan, dan BPOM.

(Oleh - HR1)

Prospek Properti Semester II/2021, Segmen Rumah Tapak Jadi Primadona

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Para pengembang dan konsultan properti meyakini subsektor rumah tapak dapat bertahan dan masih memiliki prospek yang bagus pada semester II/2021.Direktur Sales & Marketing Paramount Land M. Nawawi mengatakan kondisi sektor rumah tapak pada semester II/2021 akan mengalami koreksi penjualan akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli. Namun, rumah tapak masih memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan dengan sub-sektor properti lainnya. “Kalau sudah selesai [PPKM], akan kembali meningkat lagi penjualan properti,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (27/7).

Hanya saja, butuh waktu 2-3 bulan sejak selesainya PPKM bagi konsumen dalam mengumpulkan keberanian untuk membeli rumah dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangannya.“Saat ini, kondisinya seperti di-restart ulang. Di kuartal III tahun lalu, kami juga mencoba naik lagi setelah PSBB di awal. Dengan berbagai macam promosi dan tentu stimulus pemerintah, membuat properti sangat tumbuh di semester I/2021,” katanya.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor