;

Bank Dunia: Indonesia Harus Percepat Pemerataan Adopsi Teknologi

Hairul Rizal 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Satu Kahkonen mengatakan, tingkat pertumbuhan perekonomin digital di Indonesia adalah paling pesat di Asia Tenggara. Hal ini dapat memberikan peluang bagi Indonesia untuk memaksimalkan kekuatan dari berbagai teknologi digital ini, terutama dalam menangani beberapa tantangan mendasar untuk mencapai pertumbuhan, menciptakan perekonomian yang lebih kompetitif dan inklusif. “Inovasi digital menjadi faktor yang sangat penting dalam bentang lahan bisnis di masa yang akan datang. Aplikasi dari teknologi digital punya banyak sekali potensi. Kita bisa memfasilitasi pemulihan ekonomi dan membentuk pembangunan Indonesia dengan meningkatkan daya saing di masa yang akan datang, namun demikian manfaat dari ekonomi digital tidak bisa kita anggap langsung ada begitu saja, karena tidak semua orang akan bisa dapat manfaat dari teknologi digital ini,”tuturnya.

(Oleh - HR1)

Transaksi E-commerce 2021 Bakal Tembus RP 395 T, BI: Akselerasi Keuangan Digital Didukung 4 Faktor

Hairul Rizal 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Fitria Irmi Triswati mengungkapkan, ada empat fakta atau faktor yang mendorong peningkatan nilai ekonomi keuangan digital di Tanah Air sepanjang 2021. Pertama, transformasi produk dan layanan e-commerce serta shifting perilaku masyarakat ke arah digital melalui platform e-commerce yang berhasil dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi untuk terus berinovasi. Kedua, perluasan kolaborasi antarpelaku. Lesson learn membuktikan bahwa perluasan ekosistem digital menjadi kunci keberhasilan dalam kompetisi antarpemain pasar.  Kemudian ketiga, terkait dengan perluasan ekosistem melalui aksi korporasi. Setelah tahun lalu tumbuh dan terakselerasi, beberapa perusahaan teknologi diperkirakan akan melakukan konsolidasi untuk memperluas ekosistem dan meraih pendanaan yang lebih besar. Kemudian yang terakhir, digitalisasi bank semakin luas, dari pelaku lama hingga pelaku baru dengan berbagai model strategi melalui penguatan kapasitas, internal strategic, proses bisnis (teknologi atau core banking), akuisisi bank, hingga perluasan ekosistem.

(Oleh - HR1)

Konsorsium Hyundai Investasi Rp 15,9 T untuk Bangun Pabrik Sel Baterai

Yuniati Turjandini 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021

Konsorsium Hyundai , yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Solution bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC), akan membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total  nilai investasi sekitar US$ 1,1 miliar atau setara  Rp.15,94 trillun. Proyek ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sehingga  sekitar 1.000 orang. Menteri Investasi Koordinasi/ Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kerja sama investasi ini merupakan salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai US$ 9,8 miliar, "Perjanjian kerja sama ini terealisasi dengan proses dan negosiasi  yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak." Ujar dia dalamsiaran pers yang diterima pada kamis (29/7).

Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho menyampaikan, kerja sama ini menjadikan momentum dalam pembentukan industri baterai dan kendaraan dan listrik di Tanah air. Menurut  dia, Indonesia memiliki potensi menjadi pemain global  industri baterai karena memiliki 24% cadangan nikel di dunia. CEO Hyundai Mobis Co Ltd Sung Hwan Cho menyampaikan komitmentnya untuk  mengembangkan mobil  listrik dan ekosistemnya di Indonesia. Seiring dengan perkembangannya, komitmen Hyundai tidak saja fokus pada pembuatan kendaraan konvensional, namun juga menjadikan Indonesia salah satu pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. 

Konsorsium Hyundai rencananya akan membentuk  Joint Venture (JV) dengan PT Industri Baterai Indonesia selaku holding BUMN Baterai yang merupakan gabungan dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam, kerja sama investasi ini ditargetkan dapat segera groundbreaking pada tahun ini.  Duta Besar Korea selatan untuk Indonesia Park Taesung memberikan apresiasi kepada  pemerintah Indonesia, khususnya Menteri Investasi  dan Menteri BUMN atas terwujudnya kerja sama ini. "Saya sebagai Duta Besar Republik Korea  untuk Indonesia akan menggerakkan segala dukungan agar kerja sama ini menjadi salah satu  kerja sama yang sukses dan terbaik antara Korea dan Indonesia," Ungkap Park.

Sedangkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menyampaikan bahwa terjalinnya  kerja sama ini merupakan wujud komitmen kedua negara, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. "Dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, proyek ini termasuk sangat strategis dan bersejarah karena membantu transformasi Indonesia menuju  negara dengan industri yang kuat dan maju. Tentunya betul-betul mengalihkan bisnis ekstrasi menjadi manufaktur  yang lebih bernilai tambah." Ucap Umar (YTD)

BPJT Siapkan Pilot Project Infrastruktur Autonomous Vehichle

Rima armelia 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021
"Saat ini masih dalam pembahasan, tapi kami mencoba melakukan pilot project yang diprediksi akan dilakukan dalam waktu lima tahun ke depan," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danang Parikesit di sela webinar ITS Indonesia bertajuk Promoting Intelligent Toll Road System in Indonesia yang digelar pada hari Kamis. Untuk itu, kata dia, pihaknya masih menjajaki terus mengenai AV, sehingga saat ini masih belum menentukan ruas jalan tol yang dipilih guna penerapan pilot project tersebut. Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Fitri Wijayanti mengatakan, dampak kendaaran ODOL di jalan tol, selain percepatan kerusakan konstruksi jalan tol, juga peningkatan jumlah kecelakaan di jalan tol yang melibatkan kendaraan angkutan barang. Padahal, jika dilihat angkutan barang yang ada di catatan Jasa Marga sampai dengan 2020 itu komposisi kendaraan angkutan barang atau non golongan 1 jumlahnya memang sangat kecil hanya 16,01%. "Tapi dampak pada kecelakaan yang terjadi pada catatan kami adalah 46,96% melibatkan kendaraan angkutan barang." Semakin besar beban berlebih atau over loading akan menunjukkan peningkatan daya rusak kendaraan yang semakin besar atau disebut vehicle damage factor yang akan memperpendek umur pelayanan jalan tol.

Thai Oil Jadi Investor Strategis, Chandra Asri Raih Investasi Hingga US$ 1,7 Miliar

Rima armelia 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk , perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia, memilih Thai Oil PCL , kilang refinery unggulan dari PTT PCL, sebagai investor strategis. Chandra Asri memperoleh komitmen investasi senilai total US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,6 triliun dari Thai Oil dan SCG Chemicals Co Ltd untuk pengembangan kompleks petrokimia CAP II. Chandra Asri dan Thai Oil telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif untuk dilanjutkan ke penambahan modal Chandra Asri melalui penawaran umum terbatas atau rights issue. Nilai investasi Thai Oil yang bakal memperoleh 15% saham Chandra Asri setelah rights issue dan SCG Chemicals yang akan mempertahankan 30,57% saham Chandra Asri, mencapai US$ 1,3 miliar. Pemegang saham utama Chandra Asri, yaitu PT Barito Pacific Tbk dan SCG Chemicals mendukung penuh aksi korporasi ini untuk menyuntikkan ekuitas ke Chandra Asri. Hasilnya akan digunakan untuk pengembangan proyek CAP II berskala global oleh anak usaha perseroan, PT Chandra Asri Perkasa. "Ini adalah momen yang luar biasa bagi Chandra Asri. Hasil dari rights issue akan secara signifikan meningkatkan rencana kami untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua, seiring dengan langkah perseroan untuk mempercepat pengambilan FID pada 2022," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterangan tertulis. Kemitraan ini juga akan berkolaborasi secara komersial antara Thai Oil dan Chandra Asri, dimana Thai Oil dapat memasok nafta untuk Chandra Asri dari Clean Fuel Project senilai US$ 4,8 miliar yang dijadwalkan selesai pada 2023. Dengan pengembangan ini, produk Chandra Asri tidak hanya ethylene, polyethylene, propylene, serta polypropylene, tetapi menjadi industri petrokimia Indonesia pertama yang menghasilkan butadiene.

Transaksi E-Commerce Diprediksi Rp 395 Triliun

Hairul Rizal 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021

Transaksi perdagangan elektronik (e-commerce) tahun ini diprediksi mencapai Rp 395 triliun atau tumbuh 48,45% dibandingkan 2020 sebesar Rp 253 triliun. Hal ini dipicu pandemi Covid-19 yang mempercepat transformasi digital di jasa keuangan. “Saat ini, masyarakat mulai meninggalkan pembayaran fisik dan memilih bertransaksi secara digital,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Fitria Irmi Triswati dalam webinar Financial Services Industry Menuju Era Society 5.0: Dukungan Lembaga Keuangan Untuk Pengusaha Muda, Kamis (29/7) Dia mengungkapkan ekonomi keuangan digital pada 2021 diperkirakan melesat, didorong meningkatnya prevalensi dan akseptasi masyarakat. BI melihat pergeseran pola transaksi masyarakat ke digital terus meningkat. Hal ini dibuktikan oleh peningkatan signifikan transaksi e-commerce, bank digital, dan uang elektronik, terutama di masa pandemi Covid-19. Dia menerangkan, statistik terakhir volume transaksi e-commerce mencapai 600 juta lebih transaksi dan secara nominal hampir mencapai Rp 100 triliun. Proyeksi terbaru BI lebih tinggi dibanding awal sekitar Rp 370 triliun.

(Oleh - HR1)

Pemulihan Ekonomi Jawa Barat, Petani Milenial Siap Mendunia

Rima armelia 30 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Jagung hibrida di tangan empat petani milenial binaan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat itu tampak menggiurkan. Abdul, petani milenial binaan Dinas TPH Jabar, mengatakan bahwa banyak pelajaran dan pengalaman yang didapatkan selama membudidayakan jagung, seperti menghadapi serangan ulat grayak. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan program Petani Milenial bertujuan mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jabar. Tak hanya regenerasi, program itu juga menghadirkan SDM petani yang punya inovasi, gagasan dan kreativitas. "Hadirnya petani milenial diharapkan bisa menahan laju urbanisasi dengan tagline tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia," katanya. 

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jawa Barat Entang Sastramadja mengatakan mendukung upaya Ridwan Kamil mendorong anak muda terlibat dalam regenerasi petani lewat program Petani Milenial. Menurutnya, HKTI mendukung dan mengapresiasi upaya yang menunjukan pembelaan, keberpihakan dan perlindungan pada petani. Sebagai pihak yang kerap mengkritisi kebijakan pertanian, imbuhnya, program Petani Milenial melahirkan harapan bisa membebaskan petani dari sejumlah persoalan kesejahteraan.Kepala DKPP Jabar Jafar Ismail mengatakan model bisnis yang diterapkan PMBP disusun secara komprehensif.   Menilai para peserta Petani Milenial bisa melepaskan jebakan kemiskinan yang merundung para petani. Program ini melahirkan optimisme, menunjukan adanya nilai tambah dan bisa menarik minat petani lain untuk terlibat dalam program Petani Milenial, katanya. 

Program Petani Milenial digulirkan dengan penuh kehati-hatian. Animo milenial Jabar mengikuti program Petani Milenial tergolong tinggi. Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Benny Bachtiar mengatakan setiap tahapan program Petani Milenial dilalui dengan optimal. Prinsip kehati-hatian pun diterapkan agar calon petani milenial mendapatkan hasil yang maksimal. Pemagangan dan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon petani milenial. " Pemagangan bertujuan untuk membekali petani milenial agar paham tentang tata cara bertani yang baik dan benar, sehingga bisa menghasilkan panen yang baik," ujarnya Salah satu jaminan agar program ini bisa berjalan mulus juga kepastian dari lembaga pembiayaan dan offtaker hasil budi daya. 

Direktur Utama BUMD PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian selaku offtaker atau pembeli komoditas peserta Petani Milenial. Prinsip itu terutama diberlakukan dalam menentukan komoditas yang diproduksi peserta Petani Milenial. Menurut Kurnia, pemilihan komoditas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar menjadi faktor utama menyukseskan program Petani Milenial. "Itu semua dilakukan agar pendapatan peserta Petani Milenial bisa sesuai atau melebihi besaran yang diharapkan. Itu yang kami lakukan dalam menentukan komoditas untuk petani milenial," ucapnya. Prinsip kehati-hatian dilakukan PT Agro Jabar agar Petani Milenial tahap I berjalan maksimal. Alasannya, keberhasilan pada tahap I akan menentukan bagaimana program Petani Milenial berjalan pada tahap-tahap berikutnya. PT Agro Jabar pun akan melakukan pendampingan secara intensif kepada peserta Petani Milenial. Pendampingan ini dilakukan agar petani milenial tidak mengambil keputusan yang salah manakala terjadi masalah saat menja-lankan usahanya. 

Organisasi Perangkat Daerah yang terlibat dalam program Petani Milenial memastikan komoditas yang dibudidayakan mampu diterima pasar. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Dadan Hidayat mengatakan dalam program Petani Milenial Tanaman Hias misalnya menyiapkan tiga jenis tanaman hias unggulan, yakni Amydrium Silver, Scindapus Lucens, dan Homalomena Frog. Jika ditotalkan, setiap petani milenial bisa mendapatkan Rp27,5 juta. Lain lagi dengan Petani Milenial Burung Puyuh yang diampu oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat. Program bagian dari Petani Milenial ini meluncurkan lima peserta PMBP pada tahap I yang akan membudidayakan masing-masing 2.000 ekor burung puyuh.

Tarik-Ulur Moratorium Lahan Sawit

Mohamad Sajili 30 Jul 2021 Koran Tempo

Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit akan kedaluwarsa pada September mendatang. Aturan itu mengamanatkan penundaan perizinan dan evaluasi atas perizinan perkebunan kelapa sawit dilakukan paling lama tiga tahun.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdhalifah Machmud, menyatakan pemerintah telah mengevaluasi pelaksanaan inpres moratorium. Namun hingga saat ini belum diputuskan Inpres 8/2018 akan diperpanjang atau tidak.

Ia mengklaim pelaksanaan kegiatan yang terdapat dalam Inpres 8/2018 berjalan progresif. Menurut dia, evaluasi di masing-masing provinsi juga sudah tergambar jelas. Meski begitu, Musdhalifah tidak merincii hasil evaluasi tersebut.

Evaluasi moratorium merupakan salah satu amanat dari Instruksi Presiden Nomor 8/2018. Disebutkan, paling lambat tiga tahun setelah instruksi itu terbit, pemerintah akan mengevaluasi apakah moratorium akan diperpanjang atau tidak. Karena itu, keputusan harus diambil paling lambat pada 19 September mendatang.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono, mengatakan pelaku usaha bakal mengikuti keputusan pemerintah. Menurut dia, pengusaha saat ini lebih menaruh perhatian terhadap peningkatan produktivitas internal perusahaan. Selain itu, pengusaha akan membantu pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produktivitas petani.


Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Meningkat

Mohamad Sajili 30 Jul 2021 Koran Tempo

Kementerian Koordinator Perekonomian memastikan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) tak tersendat di tengah pandemi Covid-19. Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan hal itu terlihat dari realisasi investasi KEK nasional sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 50,3 triliun.

Menurut Susiwijono, investasi KEK meningkat Rp 10,44,riliun atau sekitar 26 persen dari capaian akhir 2020. Berdasarkan catatan Dewan Nasional KEK, hingga Mei lalu terdapat 11 dari 15 KEK yang sudah aktif. Empat KEK lainnya masih mengejar sisa pembangunan. Dewan KEK juga sudah menyetujui empat usul KEK baru.

Susiwijono mengatakan kinerja KEK industri manufaktur paling moncer selama masa pandemi. Dia memberi contoh realisas investasi pengolahan bauksit di KEK Galang Batang, Kepulauan Riau, yang sudah mencapai Rp 14,45 triliun pada bulan ini. KEK itu juga memproduksi alumina yang sudah diekspor hingga 70 ribu ton pada bulan ini, nilai ekspornya US$ 21 juta.

KEK Kendal di Jawa Tengah juga mencetak investasi sebesar Rp 6,6 triliun. Kawasan itu menampung usaha tekstil, furnitur, mainan anak, elektronik, makanan dan minuman, serta otomotif. Nilai ekspor KEK itu sedang digenjot agar bisa mencapai US$ 17,2 juta pada tahun ini. Sedangkan investasi KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara, mencapai Rp 5,4 triliun.


Perikanan : Mengurai Ketimpangan

Mohamad Sajili 30 Jul 2021 Kompas

Penerimaan negara bukan pajak atau PNBP kini tengah digenjot. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan PNBP perikanan tangkap tahun ini sebesar Rp 1 triliun dan pada 2024 bakal mencapai Rp 12 triliun. Pada tahun 2020, realisasi PNBP dari subsektor perikanan tangkap tercatat Rp 600 miliar. Artinya, tahun ini diharapkan terjadi peningkatan PNBP sebesar 66 persen. Upaya menggenjot PNBP hingga tahun 2024 tersebut berkorelasi dengan peningkatan produksi perikanan dan pascaproduksi. Kementerian Kelautan dan Perikanan memetakan setidaknya enam dari 11 wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia (WPP-NRI) akan didorong untuk digarap industri perikanan. Keenam WPP-NRI itu dinilai belum mengalami penangkapan ikan berlebih (overfishing). Untuk Laut Arafura, misalnya, pemerintah berencana menambah izin penangkapan untuk 3.000 kapal guna mendorong produksi tuna, tongkol, dan cakalang.

Mayoritas pelaku usaha sektor perikanan saat ini masih kaum marjinal. Sekitar 96 persen dari total 2,1 juta nelayan di Indonesia adalah nelayan kecil dan tradisional. Ketimpangan itu pun tecermin pada pemanfaatan perairan teritorial, zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI), dan laut lepas. Dari data Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), sebagian besar kapal nelayan beroperasi di perairan pesisir. Sejumlah 14.725 kapal atau 76 persen dari total armada perikanan beroperasi di perairan kepulauan di bawah 12 mil. Hanya 24 persen beroperasi di ZEEI. Di laut lepas, hanya tercatat 571 kapal ikan beroperasi. Sarana operasional juga masih timpang. Potensi sumber daya ikan di wilayah timur Indonesia mencapai 60 persen dari total potensi nasional, tetapi jumlah kapal ikan di sana hanya 41 persen dari total armada perikanan nasional. Sebaliknya, potensi ikan di barat Indonesia hanya 40 persen, dengan kapal ikan di wilayah barat mencapai 59 persen dari total armada.

Pilihan Editor