;

Biang Masalah Penyaluran Subsidi Elpiji Kisruh

Yuniati Turjandini 05 Feb 2025 Tempo
SEJAK 1 Februari 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji ukuran 3 kilogram dijual di pengecer. Kebijakan ini membuat masyarakat hanya bisa membelinya di pangkalan resmi Pertamina dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan. Imbasnya, distribusi elpiji bersubsidi tersebut terganggu. Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pembeli elpiji 3 kg harus antre lama dan panjang. Di sebuah toko grosir di Jalan Bojongkoneng, warga berbaris panjang sambil membawa tabung gas kosongnya yang umumnya berjumlah dua buah. 

Nurohmi, yang biasanya cukup melangkahkan kaki ke warung tetangganya yang berjarak delapan rumah di gang, kini harus mengayuh sepeda sambil membawa sebuah tabung gas melon kosong ke pangkalan yang berjarak sekitar 700 meter. Setelah setengah jam antre, Nurohmi baru bisa membeli elpiji 3 kg seharga Rp 19 ribu per tabung. “Baru hari ini antre gas begini,” ujarnya kepada Tempo, Selasa, 4 Februari 2025.   Alviani, 48 tahun, mengatakan stok gas elpiji 3 kg di warungnya habis. Ia mencari di pengecer langganan dan tempat lain, tapi tidak ada stop. Tidak hanya mencari di pengecer, ia juga sudah mencoba mendatangi hingga dua pangkalan gas. Namun hasilnya nihil. "Di warung saya sudah enggak ada stok, tinggal ini," katanya, Selasa, 4 Februari 2025. 

Pelaku usaha lain, Sumarto, yang berjualan nasi goreng, mengatakan, mulai 1 Februari 2025, dia juga kesulitan mendapatkan gas elpiji di tingkat pengecer. Padahal, sebelum aturan itu berlaku, dia mudah mendapatkan gas LPG 3 kg. Di Tangerang Selatan, Banten, Yonih Binti Saman, 62 tahun, tutup usia setelah antre elpiji 3 kg. Wanita yang memiliki warung kopi dan gorengan ini diduga kelelahan setelah antre selama kurang-lebih dua jam untuk mendapatkan elpiji 3 kg. "Almarhumah sebelum meninggal habis antre gas. Pulang bawa dua tabung gas dan lemas atau gimana, terus dia duduk," ujar Saiful, Ketua RT 01/07 Kelurahan Pamulang Barat, Tangerang Selatan. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad menilai larangan pengecer menjual elpiji 3 kg yang diterapkan Kementerian ESDM terlalu mendadak. Selain itu, kebijakan tersebut tidak tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. (Yetede)


Pemerintah Menetapkan Pengecer LPG 3 Kilogram menjadi Subpenyalur Resmi Pertamina

Yuniati Turjandini 05 Feb 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah menetapkan pengecer LPG 3 kilogram menjadi subpenyalur resmi Pertamina. Hal ini sebagai langkah penataan distribusi "gas melon". Pengecer merupakan garda terdepan dalam penyaluan LPG subsidi lantaran keberadaannya mudah terjangkau masyarakat.  Peningkatan status pengecer menjadi subpenyalur sebenarnya sudah berlangsung sejak September 2024. Terdapat sekitar 735 ribu pengecer yang tersebar di 29 provinsi di Indonesia. Namun hingga akhir 2024 hanya 299 pengecer yang tercatat menjadi subpenyalur, kemudian sebanyak 1.260 pengecer dalam proses pengangkatan. Sedangkan 310 ribu pengecer tidak bersedia menjadi subpenyalur. Kelangkaan "gas melon" di masyarakat beberapa hari terakhir lantaran 310 ribu pengecer tidak bisa mnegakses LPG 3 kg dari pangkalan resmi Pertamina. Kini pengecer kembali mendapatkan akses tersebut setelah berstatus penyalur. Dengan berstatus subpenyalur maka tidak bisa lagi menjual lebih dari 20 ribu per tabung. Margin subpenyalut ditetapkan sekitar Rp3000-4000 per tabung LPG 3 kg. Adapun harga LPG dari tingkat agen  yang dijual ke pangkalan sebesar Rp 12 ribu per tabung. Dari pangkalan ke pengecer dijual Rp 16 ribu per tabung. (Yetede)

Saham GoTo Memanas

Yuniati Turjandini 05 Feb 2025 Investor Daily (H)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menarik perhatian pelaku pasar modal, seiring santernya kabar penggabungan usaha (merger) dengan raksasa transportasi berbasis online sekaligus kompetitor terkuat yakni Grab. Wacana merger dengan total kapitalisasi pasar (market cap) mencapai lebih dari Rp400 triliun tersebut, mendapat respon positif dari investor. Bahkan, saham GOTO diyakini bisa melaju hinga Rp 150 per saham. Pada perdagangan Selasa (4/2/2025), saham GOTO ditutup menguat 7,41% ke level Rp 87. Sejak awal tahun saham emiten teknologi tersebut telah melesat 22,54%, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 103,63 triliun. Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, kabar merger antara Gojek dan Grab memicu spekulasi besar terhadap prospek saham GOTO. "Jika kesepakatan ini benar-benar terjadi, dampaknya bisa sangat signifikan, baik dari sisi bisnis maupun pergerakan saham," ujar dia kepada Investor Daily. Dari perspektif industri, menurut Hendra penggabungan dua raksasa transportasi digital ini akan memperkuat dominasi di Asia Tenggara, mengurangi persaingan langsung. Da meningkatkan efisiensi operasional. (Yetede)

China Balas Serangan Tarif AS Dengan Cara yang Sama

Yuniati Turjandini 05 Feb 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah China memberlakukan tarif retaliasi yang menyasar ke barang-barang impor Amerika Serikat (AS) pada Selasa (4/2/2025). Negeri Tirai bambu itu  juga memasukkan beberapa perusahaan  AS, termasuk Google, dalam status kemungkinan terkena sanksi sebagai bentuk respons terukur atas tarif impor yang dikenakan Presiden AS Donald Trump kepada China. Tindakan balasan terbatas China terhadap pengenaan tarif 10% oleh Trump makin memperkuat upaya para pembuat kebijakan China untuk mengajak Trump bernegosiasi, guna menghindari perang dagang  antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Berdasarkan proyeksi Capital Economics, tarif tambahan dari China akan berlaku untuk sekitar US$ 20 miliar impor tahunan. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan US$ 450 miliar barang-barang China yan terkena tarif oleh Trump, yang mulai berlaku pada Selasa pukul 00.01 dini hari waktu AS. "Langkah-langkah ini cukup sederhana, setidaknya relatif terhadap langkah AS, dan telah dikalibrasi untuk mengirim pesan ke AS," ujar Julian Evans Pritchard, kepada China Economics, yang dilansir Reuters. (Yetede)

Generasi Muda Yang Kurang Minat pada Investasi Hijau

Yoga 04 Feb 2025 Kompas
Investasi hijau yang lebih ramah lingkungan dan sosial diharapkan menjadi solusi di tengah krisis iklim yang menguat. Namun, menghadapi ketidakpastian ekonomi, investor milenial dan generasi Z kini lebih memprioritaskan laba daripada lingkungan dan sosial. Dalam satu dekade terakhir, prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) semakin populer di kalangan dunia usaha menyusul besarnya dampak pembangunan terhadap lingkungan dan sosial. Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap ancaman degradasi lingkungan dan krisis iklim membuat pelaku bisnis disyaratkan mengedepankan kegiatan pembangunan, investasi, ataupun bisnis yang berkelanjutan dengan memperhitungkan dampak terhadap ESG. Meski demikian, situasi ekonomi yang tidak stabil beberapa tahun terakhir membuat keberadaan ESG justru cenderung memudar, termasuk di kalangan muda.

Laporan McKinsey tentang ”Keadaan Konsumen 2024” menunjukkan, minat konsumen terhadap isu ESG menurun antargenerasi. Bahkan, konsumen gen Z di lima dari enam negara yang disurvei telah kehilangan minat pada ESG, dengan penurunan lima poin sejak 2023. Pertimbangan generasi milenial terhadap ESG dalam keputusan pembelian juga menurun. Hanya konsumen gen X dan baby boomer di Belanda dan Australia yang masih fokus pada ESG dalam keputusan pembelian mereka. Menurunnya minat konsumen terhadap ESG juga melanda kalangan investor. Survei terbaru yang dilakukan Hoover Institution Working Group on Corporate Governance dan Rock Center for Corporate Governance di Universitas Stanford merekam tren penurunan  minat investor terhadap ESG. Selama tiga tahun berturut-turut, David Larcker, profesor emeritus akuntansi; Amit Seru, profesor keuangan; dan Brian Tayan, peneliti di Ini siatif Penelitian Tata Kelola Perusahaan Stanford GSB; telah menyurvei sikap investor ritel di Amerika Serikat dari berbagai latar belakang usia terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Laporan survei ini dirilis Universitas Stanford pekan lalu. Kepedulian kaum muda Survei pertama, yang dilakukan tim Universitas Stanford pada 2022, mengungkap kesenjangan generasi yang mencolok. Investor milenial dan gen Z jauh lebih bersemangat daripada rekan-rekan mereka dari gen X dan baby boomer ketika melihat manajer dana menangani masalah lingkungan dan sosial. Saat itu, generasi milenial dan gen Z menyatakan lebih bersedia mengorbankan keuntungan dalam prosesnya. Survei yang melibatkan 2.470 investor dengan tabungan kurang dari 10.000 dollar AS hingga lebih dari 500.000 dollar AS itu mengungkap perbedaan tajam berdasarkan generasi. Pemegang saham yang lebih muda mengatakan bahwa mereka jauh lebih bersemangat melihat manajer dana mengejar tujuan ESG. Mereka juga lebih bersedia mengambil risiko kerugian yang lebih tinggi dalam prosesnya. Secara keseluruhan, 83 persen dari semua responden menganggap pandangan pribadi mereka harus dipertimbangkan ketika manajer reksa dana menggunakan saham mereka untuk memberikan suara pada isu lingkungan atau sosial. (Yoga)

Bapanas Minta Impor Daging Sapi untuk Kebutuhan Ramadan Tapi Pemerintah Belum mengeluarkan Izin

Yuniati Turjandini 04 Feb 2025 Tempo
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok daging sapi kini masih ada untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk belum mengeluarkan izin impor. “Kalau sekarang stok masih ada, tapi izin impor harus cepat diputuskan supaya persiapan Ramadhan bisa lebih baik. Dengan masuknya stok baru, harga akan lebih baik,” ujar Arief kepada Tempo, Ahad, 2 Februari 2025. Arief menuturkan, kedatangan daging sapi impor akan diatur berkala sesuai kebutuhan. Dengan kuota impor daging yang ada saat ini yakni 180 ribu ton, pemerintah akan mengatur masuk secara bertahap. Misalkan, ujar dia, seribu ton per seribu ton.

“Biarkan nanti pasar yang menentukan. Kalau semua importir mendatangkan sama-sama, semua harga akan jeblok. Tapi kalau terlambat, harga akan naik,” ujarnya. Sedangkan Arief sendiri mengaku ingin agar impor daging sapi itu cepat terealisasikan. Sebab, bahan pangan itu memerlukan waktu untuk sampai di Indonesia. Kalau sampai akhir Maret barang belum masuk, ujar dia, harga sudah terlanjur mahal. Eks Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ini mengatakan terbiasa merencanakan sesuatu beberapa bulan sebelumnya. Jika kuota impor daging 180 ribu ton itu belum terealisasi, ujar dia, artinya pemerintah memandang stok saat ini masih banyak. Tapi dia belum dapat memastikan jumlah stok saat ini.“Mau kami turunkan harga (dengan keluarkan izin impor daging sapi) bisa, tapi peternak, kasihan karena harga sapi akan jatuh,” tuturnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan mengatakan, tahun ini sejumlah alokasi impor daging sapi reguler akan dialihkan ke BUMN. Ia beralasan, kebijakan ini mempertimbangkan wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) yang berpotensi naik dipicu musim penghujan. “Dengan penugasan kepada BUMN, harga dan ketersediaan daging akan lebih mudah diawasi oleh pemerintah,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 2 Februari 2025. Kasan menjelaskan, kuota impor daging sapi reguler itu akan dialihkan pemerintah menjadi kuota impor daging kerbau bagi BUMN. Tujuannya, untuk menjaga ketersediaan daging agar harga pada hari besar keagamaan nasional tetap terjaga. Tapi Kasan belum dapat memastikan jumlah kuota impor daging sapi milik swasta yang akan dialihkan ke BUMN. Jumlah alokasi penugasan impor untuk daging sapi dan kerbau oleh BUMN, Kasan berujar, akan mempertimbangkan realisasi impor BUMN pada 2024 dan produksi daging dalam negeri dan kebutuhan nasional. “Akan diputuskan pada rapat koordinasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” tuturnya. (Yetede)


Harga Emas Antam Melesat, Kini di Angka Rp1,65 Juta Per Gram

Yuniati Turjandini 04 Feb 2025 Tempo
Harga emas batangan mengalami kenaikan signifikan pada Selasa, 4 Februari 2025. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp29.000 menjadi Rp 1.650.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya yang masih di level Rp1.621.000 per gram. Selain harga jual, harga buyback atau harga jual kembali emas juga ikut naik sebesar Rp29.000. Hari ini, harga buyback berada di level Rp1.501.000 per gram, naik dari Rp1.472.000 per gram pada hari sebelumnya. 0,5 gram: Rp875.000. Harga Emas Antam Hari Ini naik lagi Rp2.000 jadi Rp1,471 juta per Gram 1 gram: Rp1.650.000, 2 gram: Rp3.240.000, 3 gram: Rp4.835.000, 5 gram: Rp8.025.000, 10 gram: Rp15.995.000, 25 gram: Rp39.862.000, 50 gram: Rp79.645.000, 100 gram: Rp159.212.000
250 gram: Rp397.765.000, 500 gram: Rp795.320.000, 1.000 gram: Rp1.590.600.000. Bagi pembeli yang memiliki NPWP, harga emas dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen. Dengan demikian, harga emas per gram setelah pajak menjadi Rp1.654.125.

Harga Emas Gift Series dan Edisi Khusus, Gift Series 0,5 gram: Rp945.000, Gift Series 1 gram: Rp1.800.000, Imlek 8 gram: Rp13.668.671, Imlek 88 gram: Rp147.772.278, Batik Seri III 10 gram: Rp17.000.000, Batik Seri III 20 gram: Rp33.200.000, Harga Perak Hari Ini. Selain emas, harga perak juga mengalami penyesuaian. Berikut daftar harga perak per hari ini: Perak Murni 250 gram: Rp5.297.500 (Rp 5.880.225 setelah PPN 11 persen), 500 gram: Rp10.195.000 (Rp 11.316.450 setelah PPN 11 persen), Perak Heritage 31,1 gram: Rp1.156.965 (Rp 1.284.231 setelah PPN 11 persen), 186,6 gram: Rp5.821.114 (Rp 6.461.437 setelah PPN 11 persen). Simulasi Buyback Harga Emas Dengan harga buyback emas hari ini di level Rp1.501.000 per gram, berikut simulasi buyback untuk beberapa kepemilikan emas: 1 gram: Rp1.501.000, 5 gram: Rp7.505.000, 10 gram: Rp15.010.000, 25 gram: Rp37.525.000, 50 gram: Rp75.050.000, 100 gram: Rp150.100.000. Diketahui, harga buyback mengacu pada ketentuan bahwa emas batangan harus dalam kondisi baik dan disertai sertifikat resmi Logam Mulia. (Yetede)

Mengapa Industri Televisi Lesu dan Memangkas Jumlah Karyawannya

Yuniati Turjandini 04 Feb 2025 Tempo
SATU lagi perusahaan media televisi yang memangkas jumlah karyawannya. Kanal berita berbahasa Inggris, SEA Today, mulai menghentikan hubungan kerja dengan sejumlah pegawainya. Awy Sirapurna Putra, Corporate Secretary PT Metra Digital Media (MD Media), yang menaungi SEA Today, mengungkapkan bahwa perusahaan harus melakukan efisiensi untuk merespons dinamika industri penyiaran. Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ini memutuskan menghentikan sejumlah program penyiaran. "Sebagai dampak penyesuaian program penyiaran, salah satu langkah yang diambil adalah tidak memperpanjang kontrak kerja karyawan yang telah berakhir sampai terpenuhinya kebutuhan operasional dengan tetap mempertimbangkan kepentingan perusahaan," ujarnya pada Ahad, 2 Februari 2025. Ia enggan mengungkap jumlah karyawan yang terkena dampak.

Sebelum SEA Today, PT Cakrawala Andalas Televisi atau ANTV memutus hubungan kerja dengan karyawannya. Pada Desember 2024, anak usaha PT Intermedia Capital Tbk ini memberhentikan 57 karyawan di bagian produksi. "Langkah ini merupakan salah satu bagian dari strategi efisiensi dan penyesuaian model bisnis agar tetap relevan dan kompetitif di industri," ujar Direktur PT Intermedia Capital Tbk Arhya Winastu Satyagraha pada 24 Desember 2024. Arhya mengatakan perusahaan mengubah model bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Mayoritas program ANTV diperoleh dari pihak ketiga atau rumah produksi. Akibatnya, jumlah program yang melibatkan tim produksi televisi free-to-air (FTA) atau siaran gratis turut berkurang. Perubahan ini bertujuan menjaga daya saing perusahaan di tengah bermunculannya stasiun televisi FTA setelah penerapan analog switch-off (ASO). Pemerintah menghentikan siaran analog dan mewajibkan perusahaan penyiaran beralih ke siaran digital paling lambat pada 2 November 2022.

Baru setengah tahun berjalan, kebijakan ASO sudah terlihat mempengaruhi kinerja perusahaan media. Laporan keuangan sejumlah emiten media pada semester I 2023 menunjukkan tren penurunan pendapatan. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), misalnya, mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 32,27 persen. Selain itu, pendapatan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang merupakan pengelola saluran televisi Indosiar dan SCTV turun 4,15 persen. Induk RCTI, GTV, MNCTV, dan iNews TV, yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), juga mencatatkan penurunan pendapatan. Pendapatan usaha mereka anjlok 32,27 persen secara tahunan. "Kami tidak dapat mengabaikan fakta bahwa analog switch-off berdampak besar pada stasiun TV kami," ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan resmi pada 2 Agustus 2023. (Yetede)

Perang Dagang Momentum Tepat Bagi Para Investor untuk Serok Saham

Yuniati Turjandini 04 Feb 2025 Investor Daily (H)
Tren bearish kembali memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan finish di level 7.030 (-1,11%) pada perdagangan Senin (3/2/2025). Analis melihat, koreksi tersebut sudah memfaktorkan (priced in) perang dagang, sehingga menjadi momentum tepat bagi para investor untuk serok saham. Founder & CEO Investor Consulting Fendy Susyanto menyampaikan bahwa tekanan pada pasar saham saat ini sudah merespons potensi kebijakan Trump terutama terkait tarif impor, bahkan jauh sebelum Trump dilantik. "Jadi kami melihat para pelaku pasar sudah mengantisipasi kebijakan tarif impor Trump yang nantinya akan memberi banyak dampak kepada Indonesia," ucap Fendy. Pada pembuka Februari 2025, Trump telah menelurkan kebijakan tarif impor baru sebesar 25% untuk produk Kanada dan Meksiko serta 10% untuk China yang akan mulai berlaku pada 4 Februari 2025. Trump juga mengenakan pajak sebesar 10% untuk impor minyak dari Kanada dan mengancam memberlakukan tarif  tambahan untuk minyak san gas Kanada pada pertengahan Februari 2025. Tak tinggal dian, Kanada dan Meksiko pun  bereaksi keras. Meksiko lantas membalas dengan menerapkan tarif mulai dari 5% hingga 20%  dan Kanada mengumumkan tarif balasan sebesar 25% pada impor AS senilai US$ 155 miliar. (Yetede)

Bank Swasta Dongkrak Pertumbuhan Laba Industri

Yuniati Turjandini 04 Feb 2025 Investor Daily (H)
Menjelang akhir 2024, industri perbankan nasional mengantongi laba bersih sebesar Rp237,15 triliun, tumbuh 7% dibandingkan posisi November 2023 senilai Rp221,63 triliun.  Laba bersih tersebut didukung dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp499,48 triliun. Apabila dirinci berdasarkan kepemilikannya, data OJK menunjukkan bahwa bank persero membukukan laba bersih Rp 119,39 triliun, tumbuh 3,6$ (yoy) per November 2024 dalam setahun. Berikutnya, bank umum swasta nasional (BUSN) meraup laba bersih RP 92,66 triliun. Artinya, pertumbuhan laba industri perbankan didorong dari peningkatan laba BUSN. Meskipun, kantor cabang bank luar negeri (KCBLN) mencatatkan pertumbuhan laba 15,8% (yoy) menjadi Rp12,75 triliun. Sedangkan, Bank Pembangunan Daerah (PDB) mengalami kontraksi 6,8% (yoy) menjadi Rp12,34 triliun per November 2024. Menanggapai data tersebut, Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan, laba Himbara yang tumbuh mini karena sejumlah faktor. Mulai dari kenaikan biaya dana akibat suku bunga tinggi, peningkatan biaya  pencadangan untuk mengantisipasi potensi pemburukan kualitas kredit. (Yetede)

Pilihan Editor