Forum B-20, Kolaborasi Menuju Pemulihan Global
Pertemuan perwakilan komunitas bisnis negara anggota G-20 atau Forum B-20 menjadi ajang membahas gagasan, aksi nyata, sekaligus membuka peluang investasi guna mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam Inception Meeting Forum B-20, Presiden Jokowi (27/1) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya membawa masalah, tetapi juga peluang, sejalan dengan fokus pilar Presidensi G-20 Indonesia, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energy, yang menjadi acuan mewujudkan tema Presidensi G-20 Indonesia, yaitu pulih bersama. Indonesia pun membuka pintu bekerja sama dengan pemimpin bisnis global yang tergabung di forum B-20. Presiden menyampaikan peluang investasi Indonesia di sejumlah sektor, seperti energi baru terbarukan dan industri hijau, ekonomi digital, serta arsitektur kesehatan global. Dengan jumlah penduduk besar dan daya beli yang terus meningkat, Presiden memaparkan daya tarik investasi di sektor digital, terutama yang berkontribusi langsung pada pemberdayaan UMKM dan pengembangan SDM.
Presiden mengajak komunitas B-20 berkolaborasi memobilisasi sumber daya, membiayai inovasi, dan mendorong akses produksi vaksin, obat-obatan, serta alat kesehatan yang lebih merata. Indonesia juga mendorong peningkatan investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri serta untuk memperkuat sistem kesehatan global. Mantan PM Inggris Tony Blair mengatakan, presidensi Indonesia menawarkan kesempatan besar mendorong kolaborasi global yang inklusif. Salah satu aspek yang ia tekankan ialah kebutuhan pascapandemi untuk mengembangkan arsitektur kesehatan global yang berbasis riset sains. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan, forum B-20 harus dapat menghasilkan ide dan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret bagi pemangku kebijakan negara anggota G-20. Selain itu, penyelenggaraan B-20 harus menghasilkan rekomendasi kebijakan efektif dalam mendorong digitalisasi, terutama bagi sektor UMKM. (Yoga)
Inovasi Teknologi Tingkatkan Produksi Ikan Budidaya
Inovasi teknologi berpeluang meningkatkan produksi perikanan budidaya, di antaranya aerator untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dan pemberi pakan otomatis (automatic feeder) agar lebih efisien, karena 60 % biaya produksinya dari belanja pakan. Pemanfaatan teknologi diharapkan mendukung pencapaian target produksi perikanan budidaya 2022 sebesar 18,77 juta ton, meliputi 8,69 juta ton ikan dan 10,08 ton rumput laut. ”Pendapatan pembudidaya ikan ditargetkan naik menjadi Rp 5 juta per bulan dari sebelumnya Rp 3,5 juta per bulan,” ujar Direktur Pembenihan Dirjen Perikanan Budidaya KKP Nono Hartanto dalam gelar wicara ”Aplikasi Teknologi untuk Meningkatkan Produksi Budidaya”, Kamis (27/1). Kendala yang dihadapi pembudidaya antara lain pembenihan, pemberian pakan, dan kualitas air. Hal ini berdampak pada hasil produksi yang kurang optimal. Juga persoalan pengolahan dan pemasaran.
Gelar wicara itu juga berbarengan peluncuran AgResults yang merupakan kompetisi inovasi teknologi untuk meningkatkan penggunaan teknologi bagi pembudidaya skala kecil, untuk menambah produktivitas dan pendapatan perikanan budidaya. Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB Indra Jaya menjelaskan, teknologi aerator berfungsi menjaga kadar oksigen di dalam air, namun masih didominasi produk impor. Dosen Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Romi Novriadi mengatakan, penggunaan automatic feeder berfungsi agar pemberian pakan lebih merata dan jarak antarwaktunya dapat diatur sesuai kebutuhan. (Yoga)
Mencermati Peringatan IMF
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan perlunya semua negara memperhatikan berbagai perkembangan global akhir-akhir ini agar dampak negatifnya dapat dieliminasi atau diminimalkan, yaitu ketegangan politik yang dipicu ulah Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengancam akan mengirim militer dan persenjataannya ke Ukraina, dan ditanggapi AS dan sekutunya, NATO. Selain itu, terjadi peningkatan angka kasus Covid-19 varian Omicron, yang penyebarannya terus meningkat. Kemudian, dorongan inflasi di AS yang semakin nyata, menurunnya laju pertumbuhan ekonomi di China, belum berakhirnya gangguan rantai pasok global, meningkatnya harga energi dan bahan makanan. Semua itu berpotensi menimbulkan pengaruh negatif pada semua negara, terlebih negara yang lemah, apalagi negara dengan tingkat pinjaman nasional tinggi, beban angsuran dan suku bunga utang akan semakin dirasakan. Perekonomian yang mengalami masalah dalam valuta dianjurkan cepat menyelesaikannya, supaya tak kian memberatkan. (Yoga)
Dua ”Jurus” Baru Atasi Minyak Goreng
Pemerintah menerapkan kebijakan kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (DMO) CPO dan CPO olahan serta menetapkan HET baru untuk minyak goreng. Dua kebijakan itu diharapkan dapat menjaga pasokan bahan baku dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri. Kewajiban pemenuhan DMO berlaku untuk CPO dan CPO olahan atau yang telah mengalami proses pemucatan, penghilangan asam lemak bebas, dan bau (refined bleached and deodorized palm olein/RBDPO). Kuota DMO kedua produk itu ditetapkan 20 % dari volume ekspor setiap eksportir, harganya dipatok Rp 9.300 per kg untuk CPO dan Rp 10.300 per kilogram untuk produk RBDPO. HET baru aneka jenis minyak goreng per 1 Februari 2022 untuk minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, HET minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan HET minyak goreng premium Rp 14.000 per liter.
Mendag Muhammad Lutfi (27/1/2022) mengatakan, DMO wajib dipenuhi setiap eksportir produk tersebut. Kebijakan itu berlaku mulai 27 Januari 2022 hingga harga CPO global normal. Kebijakan minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter, selama masa transisi hingga 1 Februari 2022 tetap berlaku, mengingat penyediaan minyak goreng yang harganya disubsidi dana BPDPKS masih membutuhkan waktu untuk penyesuaian manajemen stok di tingkat pedagang hingga pengecer. Lutfi mengatakan, kebijakan DMO tak berlaku untuk eksportir minyak jelantah. Ekspor minyak jelantah ditunda sementara, karena khawatir minyak jelantah ini dioplos dengan minyak goreng kemasan atau terjadi pengalihan kode harmonized system (HS) atau nomenklatur klasifikasi barang. (Yoga)
Insentif untuk UMKM Diberikan Lagi Tahun Ini
Sektor UMKM masih memerlukan dukungan fiskal untuk pulih dari tekanan pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah kembali memberikan insentif PPh final UMKM yang ditanggung pemerintah (DTP) pada tahun ini. Stimulus untuk UMKM yang diperpanjang terdiri dari insentif pajak, subsidi bunga UMKM (baik KUR maupun non-KUR), serta penjaminan kredit UMKM. Menkeu Sri Mulyani menyampaikan hal itu dalam raker bersama Komisi XI DPR, Kamis (27/1/2022). (Yoga)
Dampak Ganda Hilirisasi Dinantikan
Realisasi investasi 2021 melampaui target, karena ditopang kebijakan hilirisasi mineral dan batubara yang digenjot pemerintah. Namun, dampak ganda investasi hilirisasi terhadap penciptaan lapangan kerja belum setimpal dengan besarnya nilai investasi. Data Kementerian Investasi menunjukkan, Januari-Desember 2021, investasi yang direalisasikan Rp 901,02 triliun, lebih tinggi dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 senilai Rp 858,5 triliun. Menurut Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, capaian investasi 2021 menunjukkan bahwa tujuan investasi prioritas bergeser dari sektor tersier (jasa) ke sektor sekunder (industri manufaktur), yang merupakan dampak kebijakan pemerintah yang menggenjot program hilirisasi pertambangan mineral dan batubara (minerba).
Peneliti Center of Trade, Industry, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menilai, kendati capaian nilai realisasi investasi 2021 memuaskan karena melampaui target, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja belum signifikan. Data Kementerian Investasi menunjukkan, kenaikan investasi Rp 74,9 triliun pada 2020 sampai 2021,hanya menyerap penambahan tenaga kerja 51.532 orang dari 1.156.361 orang pada 2020 menjadi 1.207.893 orang pada 2021. Ia menilai Hal itu karena pengembangan proyek investasi di sektor hilirisasi minerba memang butuh waktu yang relatif panjang. (Yoga)
Laba Perbankan 2021 Tumbuh Signifikan
Industri perbankan mencatatkan laba signifikan pada 2021, bahkan melampaui perolehan 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. Penyaluran kredit melaju seiring pulihnya perekonomian. Hal itu menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan laba perbankan. Bank terbesar kedua di Tanah Air, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mencatat laba bersih Rp 28,03 triliun pada 2021 atau tumbuh 66,8 % dibandingkan 2020. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi (27/1), menjelaskan, pertumbuhan laba bersih itu ditopang optimalisasi fungsi intermediasi perseroan dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Laju tahunan kredit secara konsolidasi bertumbuh 8,86 % menjadi Rp 1.050,16 triliun. Segmen kredit korporasi menjadi motor penggerak pertumbuhan dengan realisasi Rp 370 triliun atau tumbuh 8 % secara tahunan. Penyaluran kredit UMKM pada Bank Mandiri meningkat 15 %, menembus Rp 103,5 triliun.
Bank terbesar ketiga di Indonesia, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, juga mencatat laba bersih konsolidasi 2021 sebesar Rp 31,4 triliun dan tumbuh 15,8 % dibandingkan 2020. Dirut BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, peningkatan laba berasal dari pertumbuhan penyaluran kredit 2021 sebesar 8,2 %. Total kredit yang disalurkan BCA Rp 636,98 triliun pada 2021. Pertumbuhan kredit BCA terjadi di hampir semua segmen, dan paling tinggi ditopang segmen korporasi dan KPR. Pertumbuhan tertinggi kredit BCA terjadi pada sektor KPR yang mencapai 8,2 % sebesar Rp 97,5 triliun. Jahja menjelaskan, pertumbuhan kredit yang meningkat tersebut dipicu kondisi ekonomi yang terus membaik. (Yoga)
Bank Besar Kompak Berpesta Laba Besar
Tiga bank besar Tanah Air mencatatkan kinerja yang mentereng di 2021. Selain pembanding kinerja di 2020 yang begitu tertekan karena pandemi Covid-19, kegiatan ekonomi yang memoles kinerja bank besar. Bank Mandiri Tbk, misalnya, membukukan laba bersih Rp 28,03 triliun, tumbuh 66,8% secara year on year (yoy). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pertumbuhan laba bersih ditopang oleh optimalisasi laju kredit yang secara konsolidasi tumbuh 8,86% yoy menjadi Rp 1.050,16 triliun. Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi 15,8% menjadi Rp 31,4 triliun di 2021. Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiatmadja menjelaskan, pertumbuhan laba diiringi oleh kenaikan kredit 8,2% yoy menjadi Rp 637,0 triliun.
Investasi Mengalir ke Jasa, Minim Ciptakan Lapangan Kerja
Di tengah pandemi Covid-19, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 901,02 triliun di 2021, melampaui target Presiden Jokowi sebesar Rp 900 triliun. Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi 2021 itu, naik 8,3% jika dibandingkan dengan 2020. Tahun ini, pemerintah memasang target investasi lebih besar yakni Rp 1.200 triliun, naik 33,3% yoy. Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy mengingatkan target investasi bukan semata angka, tapi kemampuan menciptakan lapangan kerja. "Artinya, investasi jadi solusi persoalan ketenagakerjaan belum terpenuhi," katanya. Ekonom Universitas Indonesia Teuku Riefky menyebut investasi ke sektor dengan nilai tambah rendah memang minim untuk bisa menciptakan pekerjaan.
RI-Cina Perbarui Bilateral Currency Swap Rp 550 Trliun
Bank Indonesia (BI) dan The People's Bank of China (PBoC) memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal alias Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA). Perjanjian baru ini, berlaku efektif sejak 21 Januari 2022. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, perjanjian BCSA tersebut memungkinkan dilakukannya pertukaran dalam mata uang lokal masing-masing negara hingga CNY 250 miliar. Angka itu, setara Rp 550 triliun atau ekuivalen sekitar US$ 38,8 miliar.









