Persaingan Bunga Deposito: Berburu Tawaran Terbaik
Pastikan Hanya Sementara Waktu Saja
Moment Tepat Peluncuran Bank Emas
Ditengah tingginya animo masyarakat berinvestasi logam mulia emas, pemerintah resmi meluncurkan bank emas atau bullion bank hari ini. Hadirnya Bullion bank dinilai tepat waktu, mengingat harga emas global terus mengkilap didorong ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya permintaan aset lindungi nilai. Pada Selasa (25/2/2025), harga logam mulia emas tembus Rp 1,7 juta per gram, naik 13% dibandingkan dengan akhir tahun 2024 atau secara year to date (ytd). Saat ini, terdapat dua lembaga jasa keuangan (LJK) yang akan menjalankan kegiatan usaha bulion bank, yakni PT penggadaian yang merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Kemudian, PT Bank Syariah Indonesia (BS(), kedua LJK ini telah mendapatkan lisensi dari OJK. LJK bank emas juga akan berada di bawah pengawasan OJK.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, segala persiapam peluncuran bank emas telah dimatangkan. "Mudah-mudahan nggak akan ada masalah sama sekali, kalau saya lihat persiapan sudah sangat baik dan apa yang dicita-citakan betul-betul tercapai pengelolaan aset emas kita secara lebih baik lagi," kata Dian. Ke depan, prospek bisnis bullion bank diperkirakan semakin baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, usaha bullion dapat memaksimalkan added value dari sumber daya emas yang dimiliki masyarakat. Pengembangan usaha bullion akan memberikan keuntungan bagi pihak ketiga, yaitu pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha, serta LJK. (Yetede)
OJK Perhatikan Kinerja BUMN
Pertamina Menjamin Agar Distribusi Energi Berjalan Dengan Baik
Beban Anggaran Baru Desain Ulang Gedung di IKN
Menperin Terima Investasi Apple Senilai US$ 160 Juta
Apple Tetap Enggan Bangun Pabrik di Indonesia
Apple Segera Bawa iPhone 16 ke Pasar Indonesia
Presiden Menanjikan Adanya Transparansi Pengelolaan Keuangan BPI Danantara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara Indonesia resmi diluncurkan di Jakarta, Senin (24/2). BPI Danantara Indonesia adalah lembaga investasi kekayaan negara (sovereign wealth fund) dengan total dana kelolaan lebih dari 900 miliar USD atau Rp 14.674 triliun. Presiden Prabowo menjanjikan BPI Danantara Indonesia akan transparan dan menjalankan tata kelola yang baik. Peluncuran BPI Danantara Indonesia dilangsungkan di halaman tengah antara Istana Negara dan Istana Merdeka, Jakarta, pukul 10.00 WIB. Selain Wapres Gibran dan menteri Kabinet Merah Putih, hadir pula, antara lain, Presiden ke-7 RI Jokowi, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta para mantan wapres.
Sebelum peluncuran, Presiden Prabowo menandatangani sejumlah aturan terkait BPI Danantara Indonesia. Payung hukumnya UU No 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 19/2003 tentang BUMN dan PP No 10/2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara. Selain itu, ditandatangani pula Kepres No 30/2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Danantara. Penandatanganan dilakukan di Istana Merdeka pukul 09.30 WIB. BPI Danantara Indonesia dipimpin Rosan P Roeslani sebagai CEO, Pandu Sjahrir sebagai chief investment officer (CIO), dan Dony Oskaria sebagai chief operating officer (COO). Dewan Pengawas BPI Danantara Indonesia dipimpin Erick Thohir sebagai ketua dan Muliaman Hadad sebagai wakil ketua. Para mantan presiden, seperti SBY dan Jokowi, menjadi penasihat Danantara. (Yoga)









