Margin Bunga Meningkat, Laba BCA Meleset
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) masih melanjutkan pertumbuhan kinerja solid. Sepanjang semester pertama 2023, bank ini berhasil meraup laba bersih senilai Rp 24,19 triliun. Capaian ini tumbuh 34% secara tahunan. Pertumbuhan pesat keuntungan BCA terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 24,6% secara tahunan menjadi sebesar Rp 37,1 triliun. Padahal pada paruh pertama tahun lalu, pendapatan bunga bersih BCA hanya tumbuh 5,3%.
Secara total, pendapatan bunga BCA di enam bulan pertama 2023 tembus Rp 42,7 triliun. Sedangkan beban bunganya hanya Rp 5,66 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan, pertumbuhan laba di paruh pertama tahun ini didorong kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas kredit, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
Dari sisi intermediasi, kredit BCA hingga Juni 2023 naik 9% secara tahunan. "Kredit konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, diikuti oleh kredit komersial dan UKM," kata Jahja, Senin (24/7).
Pertumbuhan kredit BCA disertai dengan perbaikan kualitas aset. Non performing loan (NPL) turun ke level 1,9% dari 2,2% pada Juni 2022.
DILEMA JAGA PERFORMA DAGANG
Tugas pemerintah untuk menjaga kinerja dagang kian menantang. Selain harga sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia yang masih melandai, tersendatnya permintaan negara mitra dagang utama juga berisiko menghambat laju ekspor. Apalagi, pemerintah telah tegas melarang ekspor sejumlah komoditas, utamanya pertambangan. Teranyar, pemerintah merilis Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 22/2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor dan Permendag No. 23/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor. Beberapa komoditas yang dilarang dan/atau dibatasi ekspornya antara lain kayu, porang, pupuk, hewan dan produk hewan, konsentrat tambang, dan beras. Tak pelak, sejumlah kalangan pun berharap pemerintah mengantisipasi hal tersebut, salah satunya dengan mencari opsi subtitusi penerimaan ekspor. Hal itu urgen dilakukan agar pertumbuhan ekonomi yang berada di jalur positif tak lantas mengendur. Faktanya, pelemahan ekspor memang memiliki rentetan dampak yang tak bisa dibilang remeh. Ekspor yang lesu dapat mengakibatkan terbatasnya penerimaan negara yang bersumber dari pajak dan bea keluar, serta membatasi pertumbuhan ekonomi mengingat kontribusinya yang cukup signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). Apalagi, International Monetary Fund (IMF) dalam External Sector Report Juli 2023 merevisi proyeksi neraca transaksi berjalan Indonesia 2023 dari sebelumnya defisit US$3,8 miliar menjadi US$4 miliar. Selain ditekan oleh ekspor yang lemah, terbatasnya investasi asing langsung juga menjadi pemberat neraca transaksi berjalan. Pemerintah agaknya telah menyadari betul kondisi ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 kemarin, Senin (24/7), mengatakan prospek ekspor dihadapkan pada kendala yang cukup berat. Saat dikonfirmasi, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Nirwala Dwi Heryanto, mengatakan kedua Kepmenkeu itu merupakan tindak lanjut dari Permendag No. 22/2023 dan Permendag No. 23/2023. Dia menambahkan, Ditjen Bea dan Cukai hanya bertindak sebagai pelaksana teknis dari ketentuan Permendag untuk mengawasi aktivitas ekspor di setiap jalur perdagangan.
INACA Prediksi Rute Luar Negeri Cerah
Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association optimistis pasar penerbangan rute internasional melanjutkan tren pertumbuhan pada semester II/2023. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Bayu Sutanto menyatakan tren itu mengacu harga avtur yang relatif stabil dan periode high season. Salah satu faktor pendukung pertumbuhan sektor penerbangan pada paruh kedua 2023 adalah periode high season. Dia mengatakan industri penerbangan masih akan memasuki musim liburan pada Agustus 2023 dan masa libur Natal dan Tahun Baru pada Desember 2023. “Kami lihat semester II masih bagus prospeknya. Masih ada holiday season khususnya penerbangan internasional yang inbound sampai Agustus dan juga Natal Tahun Baru sampai akhir tahun,” jelasnya, Senin (24/7). Pada sisi lain, salah satu tantangan yang berpotensi dihadapi maskapai pada Semester II/2023 adalah ketimpangan antara ketersediaan armada dan pertumbuhan jumlah penumpang. Bayu menyebutkan terdapat antrean cukup panjang untuk perawatan pesawat dan mesinnya setelah pandemi usai. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menjelaskan jumlah pergerakan penumpang di bandara yang dikelola AP II telah mencapai sekitar 38 juta orang sepanjang Semester I/2023.
PERDAGANGAN ELEKTRONIK : PEMERINTAH DIMINTA ATUR SOCIAL COMMERCE
Pemerintah didesak mengatur lebih ketat penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik, seiring dengan perkembangan pesat TikTok Shop di Indonesia yang mengancam UMKM dengan serbuan produk impor. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda membeberkan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 50/2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik masih longgar. Padahal, aktivitas transaksi melalui social commerce seperti TikTok Shop per April 2022 mencapai 99 juta pengguna, berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat sebagai pengguna TikTok terbanyak di dunia mencapai 136,4 juta orang. Social commerce adalah proses jual beli barang dan layanan secara langsung melalui media sosial. Menurutnya, pemerintah perlu menyempurnakan definisi dari penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE). Selama ini, lanjutnya, social commerce seperti TikTok Shop bebas dari peraturan tersebut karena dianggap bukan untuk transaksi perdagangan, melainkan komunikasi secara umum. Adapun, dalih TikTok dan platform media sosial lainnya mengeklaim hanya sebagai penyelenggara komunikasi people to people (P2P). Bukan hanya TikTok, dia menyatakan platform percakapan dan pesan singkat terdahulu, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan Kaskus juga marak dengan aktivitas niaga antarpenggunanya. Di sisi lain, pengendalian barang impor di dalam social commerce dan e-commerce juga perlu ditekankan dalam Permendag No. 50/2020. Musababnya, ada korelasi antara peningkatan aktivitas belanja online dan impor barang konsumsi. Nailul menyebut bahwa 74% produk yang dijual di platform digital masih berasal dari impor. Bahkan, pada 2021 peningkatan impor barang konsumsi mencapai 20% dibandingkan dengan 2020. Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim menyampaikan, revisi Permendag No.50/2020 tengah menunggu harmonisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
EKSPOR UMKM : Kadin Dorong Dukungan Aktif Korporasi Besar
Kamar Dagang dan Industri Indonesia mendorong korporasi besar untuk lebih aktif menyediakan dukungan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang potensial naik kelas menjadi pengekspor. Wakil Ketua Umum II Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kewirausahaan Aldi Haryopratomo mengatakan, saat ini banyak program dari pemerintah maupun korporasi besar untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Namun, dia menjelaskan bahwa sering kali program-program tersebut kurang dapat diakses oleh UMKM yang tepat. Oleh karena itu, Aldi mengatakan, Kadin berupaya mengambil tugas sebagai pihak yang menjembatani pertemuan UMKM potensial dengan program-program tersebut.
Saat ini, dia menjelaskan Kadin telah memiliki platform wikiwirausaha.id untuk memudahkan UMKM menemukan program kemitraan yang tepat untuk mengantarkan mereka naik kelas. Aldi menjelaskan, salah satu misi platform tersebut adalah menjadikan lebih banyak UMKM naik kelas dengan mengambil bagian dalam rantai pasok global.
Aldi memaparkan bahwa kolaborasi Kadin Indonesia dengan program BNI Xpora menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan kemitraan dengan korporasi besar dalam mendukung UMKM naik kelas. Menurutnya, kerja sama itu telah membawa beberapa jenama asal Tanah Air merambah Jepang antara lain Pipiltin Cocoa dan Kopi Kalyan.
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI Royke Tumilaar mengatakan, perseroan akan terus memperkuat program BNI Xpora agar dapat mendorong pelaku UMKM melompat lebih tinggi dan menembus pasar global.
KENDARAAN LISTRIK : Harga Tesla di RI Sulit Kompetitif
Harga Tesla di Indonesia tetap lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia lantaran banyaknya tarif pajak yang dipungut untuk produk impor, meskipun mobil listrik. Presiden Direktur Prestige Image Motorcars Rudy Salim menjelaskan, beberapa pajak yang dikenakan untuk Tesla adalah Bea Masuk sebesar 50%, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 10%. Selanjutnya, ada PPN 11% setelah PPNBM, serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk menjadi STNK. Adapun, Prestige Image Motorcars menjual unit Tesla secara daring melalui aplikasi Tokopedia. Dalam aplikasi tersebut harga OTR Tesla Model 3 dipatok Rp1,75 miliar dengan booking fee sebesar Rp99,99 juta.
Hati-hati Ekonomi Melambat
JAKARTA,ID-Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2023 diperkirakan masih sesuai ekspektasi di kisaran 5% secara tahunan (year on year). namun, pemerintah perlu berhati-hati karena laju perekonomian ke depan akan cenderung melambat akibat berbagai faktor, seperti penurunan ekspor, pelemahan konsumsi domestik, dan perlambatan investasi. Selain itu, pemerintah diminta fokus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan cara menggerakkan sumber-sumber pertumbuhan yang inklusif. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi nasional akan mampu menciptakan pemerataan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Tingkat ketimpangan di Indonesia saat ini sudah tergolong tinggi. Hal itu diungkapkan ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky, ekonom Institute fot Demografic and Poverty Studies (Ideas) Askar Muhammad, Guru Besar, dan Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Bustanul Arifin, serta pengamat ekonomi Universitas Paramadina Handi Riza secara terpisah di Jakarta, Senin dan Minggu malam (23-24/7/2023). (Yetede)
Produksi Menurun, Realisasi Cukai Hasil Tembakau Anjlok 12,61%
JAKARTA,ID- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi cukai hasil tembakau mencapai Rp 102,38 triiun pada semester I-2023. jika dibandingkan periode sama tahun yang 2022, realisasi cukai hasil tembakau mengalami kontraksi pada bulan Maret diikuti produksi pada bulan Maret diikuti produksi April yang relatif stagnan. " Untuk cukai tembakau, penerimaan cukai dari hasil tembakau bulan Juni juga mengalami kontraksi 12,61% secara year on year. Terutama karena produksi hasil tembakau dari golongan I dan II yang mengalami penurunan dengan kenaikan dari cukai," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan fakta (Kita) Edisi Juli 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (24/7/2023). Hasil produksi tembakau pergolongan terbagi dalam beberapa golongan dengan rincian golongan pertama sebesar 38,80% batang. Angka ini turun 29,58% dari periode yang sama tahun 2022 yang saat ini mencapai 55,10 miliar batang. Golongan kedua sebanyak 17,88 miliar batang turun 12,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 20,42 miliar batang. Golongan ketiga yaitu 12,69 miliar batang atau meningkat 24,68% dari periode Mei 2023 yang sejumlah 10,18 miliar batang. (Yetede)
Industri Makanan Perlu Modernisasi Teknologi
JAKARTA,ID- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan bahwa Indonesia perlu melakukan industrialisasi dan modernisasi pemrosesan makanan tradisional menggunakan teknologi mesin. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, rasa, dan ukuran yang seragam dibandingkan dengan pembuatan manual. "Kadang-kadang pasar global ingin yang rasanya bagus, packagingnya menarik, tidak besar-kecil. Sehingga terjadi industrialisasi pangan tradisoinal." kata Adhi dalam acara "Problem-Solving Forum: Indonesia Food Tecknology Overseas Expert System 2023" di Jakarta, Senin (24/07/2023). Adhi mengatakan, penggunaan teknologi mesin pada makanan tradisional dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Selain itu, dengan teknologi terkini dapat membuat kemasan produk lebih menarik dan terjamin higienitasnya. Lebih lanjut lagi, salah satu negara yang sudah menerapkan teknologi mesin dalam pemrosesan makanan adalah Taiwan. Menurut Adhi, hasil inovasi Taiwan mampu menciptakan mesin untuk membuat makanan seperti dimsum, nastar, hingga onde-onde. (Yetede)
Waspadai Kenaikan Harga Pangan
Keputusan Rusia menarik partisipasinya dalam inisiatif biji-bijian Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative mengguncang pasar komoditas pangan dunia karena memicu kenaikan harga. Indonesia perlu mewaspadai dampaknya pada kenaikan harga komoditas utama yang didistribusikan lewat inisiatif tersebut, yakni jagung, gandum, dan bunga matahari. Setelah beberapa kali diperpanjang, pada 17 Juli 2023, Rusia menarik keterlibatannya dalam inisiatif tersebut, karena, menurut Rusia, ekspor biji-bijian Ukraina tidak banyak dinikmati negara-negara miskin. Data Black Sea Grain Initiative Joint Coordination Centre, Senin (24/7) menunjukkan, produk biji-bijian yang diekspor Ukraina, 16,89 juta ton di antaranya merupakan jagung. Gandum menempati posisi kedua dengan 8,91 juta ton. Volume ekspor minyak biji bunga matahari dan minyak bunga matahari berada di posisi berikutnya, masing-masing 1,85 juta ton dan 1,65 juta ton. Dikutip dari laman BBC, data Pusat Koordinasi Bersama PBB menyebut, 57 % bahan makanan yang diekspor dari Ukraina satu tahun terakhir itu dikirim ke negara-negara berkembang. Sisanya, 43 %, dikirim ke negara-negara maju.
Penerima terbesar adalah China, Spanyol, Turki, dan Italia. PBB mencatat, 725.000 ton biji-bijian dari Ukraina dikirim ke Afghanistan, Djibouti, Etiopia, Kenya, Somalia, Sudan, dan Yaman melalui Program Pangan Dunia (WFP). Saat ini sejatinya harga pangan dunia tengah melandai. Rata-rata indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada Juni 2023 senilai 122,3 poin atau menurun 1,4 % dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini lebih rendah 20,94 % dibandingkan posisi Juni 2022 dan terjun 23,4 % dari puncak rata-rata indeks harga pangan pada Maret 2022. Namun, penarikan diri Rusia dan serangan atas gudang biji-bijian Ukraina akan berdampak serius pada dunia. Dosen Ekonomi Internasional Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Esther Sri Astuti, memperkirakan, tidak berlanjutnya partisipasi Rusia dalam inisiatif biji-bijian Laut Hitam akan menimbulkan inflasi pangan dunia. Indeks pangan FAO kemungkinan akan naik. ”Apalagi, pasokan pangan dunia tengah tergerus akibat ancaman gagal panen yang disebabkan El Nino. Ketika permintaan tetap, sedangkan pasokan menurun, harga akan naik,” ujarnya saat dihubungi, Senin. (Yoga)









