Peringkat Utang Diturunkan, Menkeu AS Protes
Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Pemerintah Amerika Serikat dari AAA menjadi AA+, Selasa (1/8/2023). Alasannya, jumlah utang Pemerintah AS terus meningkat dan penanganannya memburuk serta pertumbuhan ekonomi AS akan menurun. Penurunan peringkat ini tidak menunjukkan kesulitan berarti tentang daya utang AS dalam waktu dekat. Meski demikian, Menteri Keuangan Janet Yellen memprotes putusan Fitch. (Yoga)
Penanganan Sampah Makanan Belum Terpadu
Pengelolaan sampah makanan di Indonesia belum satu visi. Hal ini ditandai belum semua pemda secara masif mendorong warganya untuk memilah sampah, terutama sampah makanan dari rumah tangga yang menjadi masalah lingkungan terbesar di dunia. Direktur Pengurangan Sampah Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Vinda Damayanti Ansjar mengutarakan hal itu dalam Forum Diskusi Denpasar 12 secara daring, di Jakarta, pada Rabu (2/8). Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 2021, timbulan sampah makanan di Indonesia mencapai 115-184 kg per orang per tahun, setara Rp 213 triliun sampai Rp 551 triliun atau bisa memberi makan kepada 61 juta sampai 125 juta orang di Indonesia.
Adapun total emisi karbon dari timbulan itu 1.702,9 ekuivalen karbon dioksida. Hal ini mesti jadi perhatian bagi setiap pemerintah daerah agar pangan tak mubazir. ”Kewenangan mengelola sampah ini ada di pemerintah kabupaten atau kota, KLHK akan membuat kebijakan pengurangan sampah. Kami sudah mengeluarkan surat edaran kepada pemda untuk pemilahan sampah, tetapi belum semua pemda berupaya mengurangi sampah,” kata Vinda. Selain itu, belum semua pemerintah daerah memasukkan data sampah ke Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Akibatnya, data pengelolaan sampah secara nasional tak bisa diukur secara akurat. Sejauh ini, tingkat pengurangan sampah secara nasional masih di angka 14,9 % atau jauh dari target pemerintah mengurangi sampah hingga 30 % pada 2025. (Yoga)
Jaga Keseimbangan, Acuan Gula Dinaikkan
Badan Pangan Nasional (NFA) resmi mengatur harga acuan gula kristal putih atau gula konsumsi. Hal itu ditempuh guna menjaga keseimbangan dan kewajaran harga di tingkat petani, penggilingan, pedagang, dan konsumen sesuai harga keekonomian saat ini. Harga acuan pembelian gula konsumsi di tingkat petani ditetapkan Rp 12.500 per kg, sementara harga acuan penjualan di tingkat konsumen dipatok Rp 14.500 per kg. NFA juga menetapkan harga gula konsumsi di wilayah Papua, Maluku, serta daerah perbatasan antarnegara dan 3T (tertinggal, terpencil, dan terdepan), yakni Rp 15.500 per kg.
Hal itu tertuang dalam Peraturan Bapanas No 17 Tahun 2023 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Kedelai, bawang Merah, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Keriting, Daging Sapi/Kerbau, dan Gula Konsumsi. Regulasi pengganti Peraturan Bapanas No 11Tahun 2022 itu diundangkan dan mulai berlaku pada 24 Juli 2023. Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, Rabu (2/8) mengatakan, perubahan harga acuan hanya terjadi pada gula konsumsi. Sebelumnya harga acuan gula konsumsi di tingkat produsen dipatok Rp 11.500 per kg. Adapun harga acuan ditingkat konsumen dipatokRp 13.500 per kg dan khusus Indonesia bagian timur Rp 14.500 per kg. (Yoga)
Nusantara Sejahtera Raya Raih Rp 2,25 Triliun
Pada akhir sesi kedua di hari perdana pencatatan, saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk ditutup naik 17,04 persen atau Rp 46 menjadi Rp 316 dari harga perdana Rp 270 per saham. Dari penerbitan saham perdana ini, Nusantara Sejahtera berhasil mendapatkan total dana publik Rp 2,25 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya Hans Gunadi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Yoga)
Insentif Ekstra bagi Eksportir Tidak Perlu Dipukul Rata
Pemerintah mempertimbangkan menambah insentif bagi eksportir sumber daya alam untuk menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri. Agar tidak mengurangi potensi tambahan devisa yang bisa didapat negara, insentif dan keringanan itu perlu diberikan secara selektif dan bertingkat sesuai kebutuhan likuiditas per sektor serta kepatuhan pengusaha. Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Triwulan II Tahun 2023, Selasa (1/8) mengatakan, pemerintah akan mengkaji opsi fasilitas dan insentif tambahan untuk menarik eksportir menyimpan DHE di sistem keuangan dalam negeri. Harapannya, eksportir bisa lebih mudah memutar devisa untuk kebutuhan modal kerja.
Bentuk insentif tambahan itu masih dibahas pemerintah. Pemerintah akan lebih dulu mengevaluasi jalannya kebijakan wajib parkir DHE yang berlaku sejak 1 Agustus 2023. Sebelumnya, kebijakan DHE sempat memancing protes dan keluhan dari eksportir SDA. Mereka khawatir kewajiban memarkir 30 % devisa di sistem keuangan domestik selama minimal tiga bulan itu bisa mengganggu arus kas perusahaan. Di beberapa sektor tertentu, DHE umumnya langsung diputar kembali untuk modal kerja, seperti mengimpor bahan baku atau membayar kebutuhan operasional lainnya. (Yoga)
Dampak El Nino, Produksi Beras Diproyeksi Turun 530.000 Ton
Akibat kekeringan yang dipicu El Nino, produksi beras Indonesia sepanjang Januari-September 2023 diperkirakan turun 530.000 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk mengatasi dampaknya, beras impor yang sudah masuk dapat diandalkan sembari memperkuat produksi. Data BPS per Juli 2023 menunjukkan, realisasi produksi beras Indonesia sepanjang Januari-Juni 2023 diperkirakan 18,4 juta ton. Sementara proyeksi produksi pada Juli-September 2023 berkisar 7,24 juta ton. Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari-September 2023 diproyeksikan 25,64 juta ton, lebih rendah dibandingkan produksi beras periode sama tahun lalu yang tercatat 26,17 juta ton Di sisi lain, konsumsi beras Indonesia meningkat. Sepanjang Januari-September 2023, angka proyeksi konsumsi beras nasional mencapai 22,89 juta ton, sementara pada periode sama tahun lalu 22,62 juta ton.
Penurunan produksi itu berkaitan dengan fenomena iklim El Nino. Prediksi BMKG menunjukkan, puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus-September 2023. El Nino yang mengakibatkan curah hujan rendah berpotensi memicu kekeringan pada lahan tanaman semusim yang membutuhkan air. Imbasnya, ada risiko gagal panen. Guna menghadapi penurunan produksi beras tersebut, anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menilai, dalam jangka pendek, Indonesia perlu mengandalkan beras impor yang dikelola Perum Bulog. Namun, produksi dalam negeri tetap perlu diupayakan karena situasi pangan dunia tengah tertekan. ”Dalam kondisi ini, kemandirian pangan tetap perlu dijaga agar tidak terlalu tergantung pada situasi pangan di luar negeri,” katanya saat dihubungi, Rabu (2/8). (Yoga)
Kawasan Industri Dongkrak Penjualan Listrik
Kawasan industri di Jawa Tengah turut mendongkrak penjualan listrik pada semester I-2023. ”Kontribusinya terhadap pertumbuhan penjualan listrik hingga Rp 249,4 miliar. Angka ini meningkat 10,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan DI Yogyakarta Mochamad Soffin Hadi, dalam siaran pers, Rabu (2/8/2023). (Yoga)
Pemerintah Pusat Siapkan Lumbung di Kabupaten Puncak
Pemerintah pusat akan membangun lumbung pangan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Upaya ini untuk mengantisipasi kasus kelaparan yang sering kali dialami masyarakat setempat ketika terjadi cuaca ekstrem. Hal ini disampaikan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Timika, Papua Tengah, Rabu (2/8). Kepala BNPB Letjen Suharyanto turut mendampingi Muhadjir di Timika, meninjau pusat penyimpanan bantuan di Timika untuk masyarakat Kabupaten Puncak yang kelaparan selama sebulan terakhir karena bencana kekeringan dan menyerahkan bantuan bagi perwakilan warga yang terdampak bencana kekeringan. Menurut rencana, Muhadjir dan Suharyanto akan meninjau tempat penampungan bantuan di Distrik Sinak, Puncak, pada Kamis (3/8) ini.
Keduanya akan bertemu perwakilan warga terdampak kekeringan di Sinak. Muhadjir menuturkan, pusat akan menyiapkan fasilitas lumbung pangan di salah satu distrik (kecamatan) di Kabupaten Puncak. Sebab, diperkirakan bencana kekeringan yang melanda tiga distrik di Kabupaten Puncak akan berkepanjangan dan terjadi setiap tahun dari bulan Mei hingga Juli. Tiga distrik yang terdampak bencana kekeringan di Puncak adalah Agandugume, Lambewi, dan Oneri. Sekitar 10.000 jiwa mengalami kelaparan di tiga distrik tersebut. Bencana kekeringan dipicu cuaca ekstrem dengan suhu udara minus 10 derajat celsius, musim kemarau berkepanjangan, hingga terjadi fenomena embun es sejak Mei 2023 yang mengakibatkan tanaman warga, seperti ubi dan keladi, gagal panen. (Yoga)
Jaring Laba Digitalisasi Ekonomi Hijau
Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF) telah tuntas digelar pada Jumat hingga Minggu (21-23/7/2023). Ajang ini tidak hanya memanggungkan produk UMKM yang fokus pada ekonomi hijau digital, tetapi juga mencatatkan transaksi penjualan hingga Rp 1,2 miliar. Ingatan Yuli Hasan (46) belum bisa lepas dari CEF yang digelar Kantor Perwakilan BI Cirebon kedelapan kali tahun ini. CEF menampilkan aneka produk UMKM dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) di Provinsi Jabar. Puluhan pelaku UMKM, termasuk Yuli, mencoba membawa pesan sesuai tema, ”Ciayumajakuning Tumbuh, Hijau, dan Berkelanjutan”.
Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Larangan, Kota Cirebon, Jabar, Selasa (1/8), pemilik UMKM dengan jenama Swarna Alam ini antusias bercerita soal CEF. ”Saya sudah tiga kali ikut CEF. Setiap ikut, omzetnya bisa sampai Rp 10 juta,” ucap Yuli, yang menjual produk fashion berbasis ecoprint, teknik mewarnai kain dan membentuk motif menggunakan bahan alam, seperti dedaunan, bunga, hingga ranting pohon. Bagi Yuli, meraup uang sejumlah itu dalam tiga hari hanya bisa terwujud dalam ajang seperti CEF. Namun, bagi Yuli, cuan bukan satu-satunya tujuan. Baginya, ajang itu menjadi ruang kampanye ecoprint, yang belum setenar batik.
”Baju dari pabrik, misalnya, hanya digunakan dua tahun. Tapi, kalau baju ecoprint bisa bertahan empat tahun. Bahan-nya juga tidak membuat kulit iritasi,” ucapnya menunjukkan telapak tangannya yang mulus. Suja’i, pengelola Galeri Batik Ciwaringin, juga menikmati berkah CEF. Mengusung batik tulis pewarna alam, produknya termasuk jadi incaran pengunjung. ”CEF tahun ini, hasil penjualan semuanya Rp 12 juta. Ini meningkat dibandingkan tahun lalu, Rp 6 juta,” katanya. ”Perkiraan penjualan UMKM selama periode kegiatan (CEF) mencapai Rp 1,2 miliar, meningkat 15 % dari tahun lalu,” ucap Kepala KPw BI Cirebon Hestu Wibowo. (Yoga)
TERMINAL PETI KEMAS : AKSI EKSPANSI SPTP KE BUMI BORNEO
Pengoperasian dua terminal peti kemas anyar milik PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP diyakini bakal makin menyokong arus bongkar muat yang pada paruh pertama tahun ini terus melanjutkan tren penaikan.
Perseroan memperluas area kerja melalui pengoperasian Terminal Peti kemas (TPK) Bagendang dan TPK Bumi Harjo di Kalimantan Tengah mulai 1 Agustus 2023. Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan bahwa pengoperasian kedua terminal peti kemas itu merupakan kelanjutan dari aksi korporasi setelah penggabungan Pelindo. “Secara bertahap kegiatan pelayanan terminal peti kemas akan diserahoperasikan dari holding [Pelindo] kepada SPTP. Dengan bertambahnya 2 TPK di Kalimantan Tengah ini menambah daftar terminal yang kami kelola menjadi 29 terminal peti kemas,” jelasnya, Selasa (1/8).Dia menjelaskan bahwa sejak 2022 SPTP menerima serah operasi terminal di 14 kantor cabang dan inbreng 7 anak perusahaan. Dengan serah operasi TPK Bagendang dan TPK Bumi Harjo yang menjadi 1 cabang, maka total terdapat 15 kantor cabang dengan keseluruhan terminal menjadi 29 terminal peti kemas.
“Seluruh terminal peti kemas akan memiliki standar pelayanan yang sama sesuai dengan kelas masing-masing guna memudahkan kontrol dan monitoring bagi SPTP selaku operator maupun perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa,” jelasnya. Dalam catatan perseroan, performa arus bongkar muat di kedua terminal peti kemas ini cukup moncer.
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat kinerja arus petikemas selama semester I/2023 ini mencapai 644.770 TEUs atau meningkat tipis sebesar 3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya 625.946 TEUs. Direktur Utama TPS Wahyu Widodo mengatakan pihaknya memang memiliki pangsa layanan internasional yang berkontribusi 80% dari total layanan peti kemas di kawasan Tanjung Perak.
Wahyu mengatakan peningkatan kinerja TPS tidak hanya terjadi pada arus peti kemas tetapi juga pada kinerja bongkar muat yang saat ini berada pada angka 56,09 box/ship/hour.Angka ini imbuhnya, jauh di atas kinerja bongkar muat 48 box/ship/hour yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak di Surabaya.
Direktur Utama TTL David P. Sirait mengatakan peningkatan kinerja arus peti kemas itu juga diiringi dengan peningkatan jumlah kunjungan kapal peti kemas ke TTL pada semester I/2023 yang tercatat sebanyak 658 unit atau naik 5,3% YoY.









