;

Rezeki Emiten Kabel Masih Panjang

Hairul Rizal 24 Aug 2023 Kontan

Emiten kabel tersengat sejumlah katalis positif hingga membawa mayoritas sahamnya bergerak di zona hijau. Seperti, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) mencetak kinerja paling moncer. Saham IKBI memimpin top gainers di sektor industri, dengan penguatan 230,95% year to date (YtD). IKBI juga membukukan kinerja keuangan positif semester I-2023. PT Voksel Electric Tbk (VOKS) membuntuti dengan kenaikan harga 40,29% sejak awal tahun. Gerak saham VOKS disinyalir dipicu rencana masuknya Hengtong Optic-Electric International untuk mengakuisisi emiten yang juga dimiliki konglomerat Low Tuck Kwong ini. Selain IKBI dan VOKS, gerak saham PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM), PT Supreme Cable Manufacturing Commerce Tbk (SCCO), dan PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) juga masih di zona hijau secara YtD. Meski di level kenaikan yang tidak signifikan. Pengamat Pasar Modal & Founder WH Project William Hartanto menilai pelaku pasar menangkap sinyal positif prospek bisnis emiten kabel. Tak hanya keperluan listrik, masih banyaknya pembangunan kawasan dan proyek infrastruktur bisa meningkatkan permintaan kabel. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menimpali, secara valuasi saham emiten kabel terbilang undervalued dengan rata-rata price to book value (PBV) di bawah 1 kali. Arjun memandang kondisi ini menjadi penopang kenaikan harga saham emiten kabel. Maka Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai emiten kabel ini cocok untuk investasi medium to long. Ia melirik saham IKBI yang berada pada fase downtend dan MACD sudah mengalami deadcross. Namun pergerakan IKBI masih tertahan di MA20, sehingga masih layak mencermati momentum trading buy.

RMK Energy Terus Menggenjot Kinerja Hingga Akhir Tahun

Hairul Rizal 24 Aug 2023 Kontan

Di tengah tren penurunan harga, geliat produksi batubara ternyata masih terus terjadi. Terlihat dari hasil kinerja perusahaan jasa tambang PT RMK Energy Tbk (RMKE). Perusahaan ini sudah membawa sebanyak 887.500 ton batubara ke kapal tongkang di periode Juli 2023. Hasil tersebut melonjak 48,1% dibanding bulan sebelumnya. Direktur Operasional RMKE, William Saputra menjelaskan, total angkutan batubara di periode tersebut merupakan yang tertinggi sejak RMKE beroperasi. Sepanjang tahun ini sampai Juli kemarin RMKE sudah memuat 664 tongkang dengan kapasitas 5,2 juta metrik ton batubara. Hasil ini naik 31,4% dari periode serupa tahun lalu. Sepanjang periode terebut, RMKE sudah membongkar sebanyak 2.867 gerbong kereta dengan muatan 7,5 juta MT atau meningkat 20,5% secara tahunan. Peningkatan kinerja operasional dari segmen jasa batubara ini tidak terlepas dari on-time performance (OTP) bongkar kereta yang jauh lebih cepat 40 menit. Yakni menjadi 3 jam 25 menit per kereta dibandingkan waktu bongkar kereta pada periode yang sama tahun lalu 4 jam 6 menit. Dengan hasil tersebut, Direktur Keuangan, Vincent Saputra optimistis dengan kinerja perusahaan jasa tambang ini.

Efek Bersih-Bersih KPR Bermasalah

Hairul Rizal 24 Aug 2023 Kontan

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencetak kinerja datar di semester I-2023. Sejumlah langkah dan strategi akan mendongkrak kinerja emiten ini di separuh kedua 2023. Analis Sinarmas Sekuritas, Arief Machrus menilai, bank yang fokus di kredit properti ini tidak mau ketinggalan dari bank besar lain. Meskipun menghadapi tantangan, BBTN berupaya membalikkan keadaan di semester II 2023. BBTN juga bakal meningkatkan kemampuan pada layanan digital perbankan (e-channel), meningkatkan kualitas aset, mengupayakan profitabilitas, serta memanfaatkan pendanaan dari perusahaan yang kuat. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas, Agus Pramono menyoroti, BBTN telah melakukan beberapa perbaikan. Biaya dana atau cost of fund stabil dan pertumbuhan pendapatan non bunga solid. Pada semester I-2023, laba bersih BBTN sebesar Rp 1.47 triliun baru mencapai 42.6% dari ekspektasi laba setahun penuh karena cost of fund lebih tinggi dan pertumbuhan pinjaman yang lebih rendah. Secara rinci, pertumbuhan pinjaman dengan KPR bersubsidi meningkat 10,9% secara tahunan. Sedangkan pinjaman perumahan non subsidi tumbuh sebesar 6,5% yoy. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Posmarito Pakpahan menambahkan BBTN tengah berupaya menyelesaikan penjualan aset bermasalah secara massal sebesar Rp 2,8 triliun di semester kedua 2023.

Ide Konsolidasi Maskapai Udara BUMN Bangkit Lagi

Hairul Rizal 24 Aug 2023 Kontan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan rencana untuk menggabungkan atau merger tiga perusahaan maskapai penerbangan milik negara. Ketiga maskapai penerbangan pelat merah itu adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Citilink Indonesia dan PT Pelita Air Service. Nah, ketiga maskapai penerbangan itu akan dilebur dalam satu perusahaan. Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, rencana merger ini bertujuan agar ada konsolidasi di antara ketiga maskapai tersebut. Sehingga, BUMN maskapai hanya terfokus pada satu perusahaan saja di sektor transportasi udara. Selain itu, merger ini juga diharapkan akan menguatkan pangsa pasar mereka di industri penerbangan Tanah Air. Dalam skenario merger yang disiapkan Kementerian BUMN, nantinya setiap maskapai akan fokus menggarap kelas penerbangan yang berbeda. Di segmen premium akan dilayani Garuda Indonesia, medium to premium digarap Pelita Air, dan layanan berbiaya rendah (low cost carrier /LCC) akan dilayani Citilink. Setali tiga uang, Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengatakan, jika rencana ini berhasil dieksekusi, Citilink akan tetap difokuskan menggarap pasar LCC. Sementara Pelita Air merambah pangsa pasar medium to premium dan Garuda di kelas premium. Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai, rencana merger ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing maskapai negara dengan kompetitor. "Kalau merger terjadi maka kapasitas pesawat juga meningkat pesat," kata Toto, kemarin.

Indonesia Pilihan Pertama Investasi dan Relokasi Korsel

Yuniati Turjandini 24 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Indonesia bakal menjadi negara pilihan pertama bagi investor Korea Selatan (Korsel) sebagai tujuan investasi mau pun relokasi industri ke depan, mengalahkan negara-negara seperti Vietnam dan India yang selama ini menjadi favorite bagi banyak investor global. Diantara alasan dipilihnya Indonesia adalah ketersediaan bahan baku industri yang melimpah dan stabilitas politik yang terjaga.  Sementara pemerintah berjanji akan terus meningkatkan kepastian hukum sebagai salah satu kunci agar realisasi investasi di tanah Air makin meningkat. Dalam hal ini, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi  Penanaman Modal (BKPM) bakal mengoptimalkan peran Sistem Online Single Submission (OSS) sebagai upaya mempermudah proses pengurusan izin bagi pelaku usaha. hal tersebut mengemuka dalam diskusi Investor Daily Roundtable (IDR) seri 3 yang digelar Investor Daily dan B-Universe di Plataran Senayan. "Bagaimana Meningkatkan Investasi Indonesia di Tengah Kelesuan?" Seperti pada dua seri sebelumnya, diskusi Inevestor Daily Roundtable seri 3 tersebut kembali dipandu oleh Komisaris Utama B-Universe, Engartiasto Lukita. Lee mengatakan, kegigihan pemerintah Indonesia untuk meyakinkan bahwa Indonesia  adalah negara tepat untuk berinvestasi membuat investasi Korsel di Indonesia terus meningkat. (Yetede)

Insentif Fiskal Tingkatkan Investasi Ramah Lingkungan

Yuniati Turjandini 24 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah telah meningkatkan geliat investasi ramah lingkungan di Indonesia. Berbagai kebijakan fiskal termasuk insentif pajak pun berperan sebagai instrumen  katalisator untuk mendorong daya tarik investasi hijau di bidang energi yang efisien. Insentif tersebut khususnya terhadap investasi yang berhubungan dengan rantai pasok. kendaraan listrik. Insentif fiskal diberikan dalam bentuk tax holiday, tax allowance, fasilitas pajak pertambahan nilai, dan bea masuk. "Bagian terbesar dari investasi ini diarahkan pada produksi baterai yang mencapai US$ 15 miliar. Investasi fiskal dan kebijakan hilir dalam industri hijau diharapkan dapat mengurangi emisi karbon." kata Kepala Bidang Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Fabrio Nathan Kacaribu dalam seminar Energy Transition Mechanism. Febrio mengungkapkan, pemerintah melakukan mobilisasi pembiayaan inovatif  dengan menerbitkan green sukuk sebesar US$ 6,2 miliar dan obligasi SDG hingga US$ 577 juta baik di tingkat global   maupun nasional, yang diharapkan dapat mengurangi sekitar 10,6 juta emisi karbon dioksida. (Yetede)

Laba Bersih Adaro Lampaui Estimasi

Yuniati Turjandini 24 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Laba bersih PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) semester I-2023 merosot 27,94% menjadi US$ 873,83, dibandingkan semester 1 tahun lalu. Jumlah itu melampaui estimasi konsensus analis yang direkap Bloomberg sekaligus estimasi Mandiri Sekuritas (Mansek). Sementara itu, pendapatan raksasa batu bara Indonesia ini turun 2% menjadi US$ 3,47 miliar, sedangkan beban pokok pendapatan naik hingga 34% menjadi US$ 2,03 miliar. Semester I-2023, volume produksi dan penjualan seluruh entitas bisnis Adaro naik 19% masing-masing menjadi 33,41 juta ton dan 32,62 juta ton. Namun, harga jual rata-rata batu bara Adaro turun 18%. Adapun keuangan perseroan tetap sehat dengan posisi kas bersih US$ 1,32 miliar hingga akhir Juni 2023. "Semester I-2023 menunjukkan kekuatan operasional Adaro di tengah fluktuasi  harga dan kenaikan biaya. Walaupun ada tantangan-tantangan ini, kami berhasil mencatat margin yang sehat dengan menghasilkan laba inti US$ 1,024," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir, Rabu (23/08/2023). (Yetede)

Berbenah NPL, Perbankan Jual Aset Kredit Macet

Yuniati Turjandini 24 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Memasuki akhir kuartal III-2023, sejumlah bank melakukan bersih-bersih macet (non-performing loan/NPL), salah satunya dengan melakukan penjualan aset debitur bermasalah. Dengan aksi tersebut, diharapkan dapat menekan NPL bank tahun ini. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Juni 2023 NPL gross industri perbankan berada di level 2,44%, membaik dari posisi  Desember 2022 tercatat sama di level 2,44%. Sementara secara tahunan, NPL gross bank ini menurun, dari 2,86% pada juni 2022. Terkait langkah perbangkan dalam penjualan aset dari debitur bermasalah, OJK mengingatkan agar tetap memperhatikan risiko dan tata kelola yang baik. "OJK selalu meminta agar langkah-langkah bank, dalam rangka penyelesaian kredit bermasalah, harus tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, kewajaran transaksi, termasuk aspek manajemen resiko dan tata kelola yang baik," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, dikutip Rabu (23/08/22023). (Yetede)

Indonesia Darurat Judi Online

Yuniati Turjandini 24 Aug 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Indonesia disebut sudah masuk kondisi darurat praktik perjudian online yang terlihat dari makin marak dan terang-terangannya para pelaku mempromosikan usaha ilegalnya. Teranyar, seorang selegram berinisial SZM (22) telah dicokok oleh Polri karena mempromosikan dan menjadi brand ambassador dua situs judi online. Upaya keras dan kolaboratif dari pihak berwenang pun perlu dilakukan untuk  memberangusnya. kementerian Informasi dan Informatika (kemekominfo) menyebutkan telah memutuskan akses/blokir terhadap 886.719 situs/aplikasi yang mengandung konten perjudian online sejak 2018 hingga 7 agustus 2023. Bahkan sepekan setelah  Budi Ari Setiadi dilantik sebagai Menteri komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada 17 juli 2023 lalu, terdapat 11.333 konten judi online telah diblokir. Tak hanya itu, Kemekominfo juga menerima aduan penyalahgunaan rekening perbankan untuk mendukung praktik perjudian online. Sepanjan Januari-17 Juli 2023 saja, Kemenkominfo menerima  1.859 aduan pemanfaatan rekening perbankan untuk kegiatan judi online. (Yetede)

Derasnya Arus Mudik Modal Asing

Yuniati Turjandini 24 Aug 2023 Tempo

JAKARTA – Selisih suku bunga acuan Bank Indonesia, BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate), dengan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, makin tipis setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan secara agresif sepanjang tahun ini. Akibatnya, arus modal asing deras meninggalkan Tanah Air atau capital outflow. Suku bunga acuan Amerika atau Fed Fund Rate saat ini berada di level 5,25-5,50 persen, hanya terpaut 0,25 persen dari BI Rate yang berada di level 5,75 persen. Adapun The Fed menaikkan bunga acuan untuk meredakan tekanan inflasi.

Kenaikan suku bunga The Fed yang menyebabkan selisih dengan suku bunga di Indonesia menipis membuat aset di Amerika tersebut lebih menarik investor. Para investor pun menjual aset di Indonesia untuk dialihkan ke Negeri Abang Sam. Pergerakan arus modal keluar berturut-turut terjadi di Tanah Air sejak The Fed memutuskan kenaikan suku bunganya akhir Juli lalu. Pada pekan ketiga Agustus, capital outflow yang terjadi sebesar Rp 6,79 triliun, yang terdiri atas jual neto di pasar surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3,65 triliun serta jual neto di pasar saham sebesar Rp 3,14 triliun. Secara akumulasi, sepanjang bulan ini, investor asing tercatat membukukan jual bersih hingga lebih dari Rp 17,55 triliun. (Yetede)

Pilihan Editor