;

MESIN MANUFAKTUR MENDERU

Hairul Rizal 02 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Kinerja industri manufaktur yang berkilau menjadi stimulan penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini. Namun, pemerintah perlu mewaspadai gejolak eksternal yang bisa melemahkan daya ungkit ekonomi. Beberapa indikator ekonomi berhasil menunjukkan rapor positif, yang salah satunya tecermin dari keberlanjutan ekspansi manufaktur. Rekam jejak ini terlihat dari Purchasing Manager's Index (PMI) yang dipublikasikan S&P Global. Pada Agustus, PMI manufaktur Indonesia mencapai 53,9. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Juli yang sebesar 53,3. Laju ekspansi tersebut menjadi yang tercepat dalam periode hampir setahun terakhir. Selain itu, indikator dari Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus juga masih terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tercatat sebesar 3,27% (year-on-year/YoY), naik dari sebulan sebelumnya sebesar 3,08% (YoY). Artinya, masih berada di rentang target Bank Indonesia sebesar 2%-4%. Economics Associate Director S&P Global Jingyi Pan mengatakan data PMI manufaktur Indonesia memperlihatkan ekspansi yang solid pada produksi barang menuju akhir kuartal III/2023. “Sebab waktu tunggu pesanan sedikit lebih cepat pada Agustus, sedangkan tekanan harga pada umumnya menurun," katanya, Jumat (1/9). Capaian itu juga sejalan dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian. IKI pada Agustus terus ekspansif, yaitu menyentuh angka 53,22. Produk manufaktur yang mengalami peningkatan indeks di antaranya kendaraan bermotor, alat angkut lainnya, dan produk makanan minuman. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet melihat adanya permintaan ekspor yang meningkat di tengah pelemahan ekonomi China sebagai mitra dagang utama. Tak hanya China, permintaan ikut terangkat dari pasar non-tradisional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan survei PMI manufaktur dan IKI sudah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2023. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengingatkan momentum transisi kepemimpinan pada akhir tahun ini perlu menjadi perhatian agar jangan sampai menimbulkan keresahan publik secara sosial dan politik sehingga melemahkan konsumsi. Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kinerja investasi dan ekspor cukup menantang mengingat tren pelemahan harga komoditas tambang dan perkebunan. “Faktor eksternal dari China, AS dan Eropa sangat memengaruhi net ekspor,” ungkap Bhima.

Menjaga Inflasi & Mendorong Daya Beli

Hairul Rizal 02 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Tingkat inflasi yang tetap terjaga hingga memasuki kuartal III tahun ini kian membuka peluang percepatan pemulihan ekonomi Indonesia untuk segera memperkuat lini sumber pertumbuhan pengganti pelemahan ekspor akibat masih tertekannya permintaan global. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi sebesar 3,27% pada Agustus 2023 secara tahunan. Adapun untuk perhitungan secara bulanan, BPS mencatat deflasi sebesar 0,02%. Tingkat inflasi tersebut menurun dibandingkan dengan posisi inflasi bulan sebelumnya. Realisasi inflasi ini bahkan lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan para ekonom sebelumnya yang menduga inflasi pada Agustus akan naik bila dibandingkan dengan posisi Juli 2023. Sejatinya, inflasi rendah ini dapat dimaknai seperti dua sisi berbeda yaitu sebagai indikator keberhasilan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga. Faktanya, inflasi Indonesia memang termasuk salah satu yang terendah di dunia. Akan tetapi di sisi lain, inflasi rendah ini juga dapat dimaknai sebagai indikator daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Belanja masyarakat masih rentan kehabisan daya dorong pasca-perayaan dua hari besar sebelumnya seiring dengan besarnya pengeluaran rutin yang dialokasikan pada tengah tahun lalu saat memasuki musim anak sekolah. Selain itu, inflasi rendah saat ini juga belum berada dalam posisi aman karena ketahanan pangan domestik masih dibayangi risiko terganggunya rantai pasokan pangan akibat dinamika geopolitik. Konflik Rusia-Ukraina yang belum berakhir, dampak El Nino, masih ketatnya kebijakan moneter dan likuiditas dapat berdampak pada kenaikan suku bunga menjadi risiko yang perlu diantisipasi. Begitu pula dengan risiko volatilitas pasar keuangan global, serta meningkatnya biaya utang dapat menjadi faktor pemicu cost push inflation di kemudian hari. Cost push inflation adalah inflasi yang terjadi disebabkan oleh biaya produksi sehingga jumlah produk beredar terbatas tetapi permintaan stabil bahkan cenderung turun.

Pajak Karbon & Insentif Energi Listrik untuk Polusi

Hairul Rizal 02 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Tak pelak, hal ini menimbulkan ancaman bagi keselamatan jiwa masyarakat. Pidato pengukuhan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Agus Dwi Susanto pada 11 Februari 2023 mengingatkan bahwa polusi udara yang kian parah saat ini bisa memicu berbagai penyakit paru, seperti infeksi saluran pernapasan atas, tuberculosis, asma, dan penyakit paru obstruksi kronis. Alhasil, ini juga membebani perekonomian kita dari segi pengeluaran anggaran kesehatan. Lihat saja, data BPJS Kesehatan menunjukkan selama periode 2018-2022, anggaran yang ditanggung untuk penyakit respirasi mencapai angka signifikan dan memiliki kecenderungan peningkatan tiap tahunnya. Pemerintah jelas tidak tinggal diam. Sejumlah solusi jangka pendek maupun jangka panjang pun dipersiapkan. Solusi jangka pendek antara lain berupa pemberlakuan kembali kebijakan bekerja dari rumah alias work from home bagi para Aparatur Sipil Negara demi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang ditengarai menjadi salah satu sebab utama perburukan polusi. Beberapa solusi jangka panjang juga diterapkan. Dua di antaranya yang menjadi fokus tulisan ini adalah pemberlakuan pajak karbon bagi industri yang menghasilkan emisi karbon tinggi—satu sebab utama lain dari polusi—dan pemberian insentif bagi kendaraan listrik yang dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Kontraproduktivitas juga bisa terjadi pada insentif yang diberikan pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT) lain di luar listrik. Merujuk Donny Yusgiantoro dalam Kebijakan Energi Lingkungan (LP3ES, 2017), pemanfaatan sejumlah EBT juga mengandung sejumlah masalah serius. Misalnya, kegiatan geotermal berpotensi mengubah kontur permukaan tanah dan dapat menyebabkan terjadinya longsor.

EMITEN RITEL : Guardian Topang Kinerja HERO

Hairul Rizal 02 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall mengatakan, Guardian Health & Beauty mencetak pemulihan yang kuat sepanjang semester I/2023, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas. Di sisi lain, pemulihan IKEA disebut berjalan lebih lambat. “Guardian terus membukukan pemulihan yang solid setelah pandemi. Toko-toko berlokasi di mal dan area wisata terus memberikan keuntungan dari pertumbuhan jumlah kunjungan pelanggan yang terus meningkat,” ujarnya, dikutip Jumat (1/9). Secara keseluruhan, penjualan like-for-like Guardian meningkat lebih dari 30% pada semester I/2023. Profitabilitas juga naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan dan operating leverage yang solid. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2023, HERO mencetak laba periode berjalan sebesar Rp131,92 miliar. Jumlah itu melesat dibandingkan dengan semester I/2022 yang tercatat membukukan rugi bersih Rp113,77 miliar. Seiring dengan peningkatan laba, perseroan juga meraih kenaikan pendapatan bersih dari posisi Rp2,14 triliun menjadi Rp2,51 triliun pada paruh pertama tahun ini.

INDEKS HARGA KONSUMEN : OPTIMISME PENUH JAGA INFLASI

Hairul Rizal 02 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Optimisme terhadap perekonomian nasional tetap terjaga meski Badan Pusat Pusat Statistik atau BPS mencatat inflasi secara tahunan pada Agustus 2023 meningkat menjadi 3,27%, dari bulan lalu yang ada di kisaran 3,08% Ekonom Bank Danamon Irman Faiz meyakini inflasi pada bulan ini akan kembali melandai setelah bulan lalu terdorong oleh inflasi musiman, utamanya dari kelompok pendidikan. Inflasi pada sisa tahun ini pun diyakini bakal bergerak terkendali di kisaran target Bank Indonesia (BI) di level 3% plus minus 1%. “September nanti ada potensi inflasinya di bawah 3%, karena efek base yang tinggi pada tahun lalu,” katanya, dikutip Jumat (1/9). Keyakinan yang sama disampaikan oleh Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual yang menyebut inflasi bakal lebih terkendali di sisa tahun ini, meski capaian pada Agustus lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 3,08%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini memang mencatat peningkatan inflasi secara tahunan pada Agustus terjadi seiring dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,57 pada Agustus 2022 menjadi 115,22 pada Agustus 2023. Pudji menjelaskan bahwa berdasarkan kelompok pengeluaran, transportasi tercatat menjadi kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yakni di angka 9,65% year-on-year (YoY). Sementara itu, komoditas Solar turut menyumbangkan inflasi sebesar 0,03%, sedangkan tarif kereta api 0,03%. Selain itu, inflasi dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 3,51% YoY dengan andil 3,27%terhadap inflasi umum. Adapun, Bank Indonesia menilai gerak inflasi yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah. Secara tahunan, inflasi inti Agustus 2023 tercatat sebesar 2,18% YoY, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,43% YoY. Selain itu, inflasi kelompok volatile food juga tercatat menurun. Kelompok volatile food pada Agustus 2023 mengalami deflasi sebesar 0,51% secara bulanan, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,17%. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyadari betul bahwa intaian inflasi masih belum sepenuhnya meninggalkan Tanah Air. Aneka siasat pun kembali disiapkan oleh pemangku kebijakan untuk dapat merebut kembali IHK.

Mendongkrak Ketahanan Pangan Asean

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Meski mayoritas negara-negara Asean adalah negara agraris dengan lahan pertanian yang luas, namun indeks ketahanan  pangan kebanyakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini justru di bawah rata-rata indeks dunia maupun Asia Pasifik. Ketersediaan pasokan (availabality) dan kualitas nutrisi (qualitity and safety), menjadi dua di antara masalah paling utama yang memicu indeks ketahanan pangan kebanyakan negara Asean masih dalam kondisi cekak. Oleh karena itu, kerja sama dalam upaya penguatan ketahanan pangan akan menjadi salah satu topik pembahasan prioritas dalam konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke43 yang akan dilangsungkan di Jakarta, 5-7 September 2023. Dalam Keketuaan Asean Indonesia tahun ini yang mengusungkan tema Asean Matters Epicentrum of Growth, kerja sama penting lainnya yang juga didorong adalah bidang ketahanan energi, kesehatan, dan stabilitas keuangan. "Poin-poin (problem utama ketahanan pangan Asean) itu yang kita masukkan, ya yang mengenai availability, kemudian quality. Itu memang di Indonesia sedang pararel dilakukan (diatas)," kata Kepala Badan Pangan nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi kepada Investor Daily, Jumat (01/09/2023). (Yetede)

Harga Komoditas Seret Turun Laba Emiten MIND ID hingga 46%

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Laba bersih emiten-emiten yang tergabung dalam MIND ID anjlok 46,58% pada semester I-2023 menjadi Rp 4,08 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp8,76 triliun akibat turunnya  harga komoditas baru. Penurunan laba terutama dialami oleh PT Timah Tbk (TINS) yang mencapai 98,49% dan PT Asam Tbk (PTBA) sebanyak 54,92%. Sementara PT Aneka tambang Tbk (ANTM) mempu mencatatkan kenaikan laba bersih 23,84% pada semester I-2023 dibanding periode sama 2022. mengatakan, laba periode berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan pada paruh pertama 2023 turun 98,49% menjadi Rp16,29 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp1,08 triliun. Anjloknya laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan sebanyak 39,9% dari Rp7,47 triliun menjadi Rp4,57 triliun. Penurunan pendapatan itu dipengaruhi  merosotnya harga komoditas logam timah dunia. "Penurunan sebagian harga logam pada akhir semester I-2023 ditengah permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang LME mengakibatkan harga logam timah bergerak fluktuatif cenderung menurun," kata Fina dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (1/9/2023). (Yetede)

Menakar Potensi Ekspor Hybrid

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Pelan tapi pasti kendaraan Hybrid Elctric Vehicle (HEV) mulai diterima konsumen Indonesia. Tak hanya domestik, mobil hybrid buatan Indonesia juga mulai diekspor oleh pabrikan otomotif seperti Toyota dan Suzuki. Indonesia mempunyai keunggulan dibandingkan negara kompetitif seperti Thailand dari sisi  penjualan domestik  yang lebih banyak, yang membuat harga mobil hybrid ekspor menjadi lebih ekonomis. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menerapkan, pada tahun ini mobil hybrid mulai banyak peminat didalam negeri dan menjadi landasan yang cukup kuat untuk potensi buat ekspor. "Pada saat yang sama  negara-negara lain juga perlu hybrid. Harusnya bisa kita rebut itu, jadi dalam negeri bagus dan ekspor juga bagus," kata dia kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (1/9/2023). Kukuh mengungkapkan, sebenarnya mobil hybrid sudah muncul di Indonesia sejak 10 tahun lalu, hanya saja harganya yang mahal membuatnya tidak banyak dilirik konsumen. Baru ketika banyak masyarakat mulai peduli akan isu emisi dan lingkungan, mobil hybrid mulai menjadi pilihan apakah tetap mau mobil konvensional atau mobil listrik. (Yetede)

Manufaktur Zona Euro dan RRT Siap Bangkit

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

LONDON,ID-Penurunan aktivitas manufaktur di zona euro mereda pada bulan lalu, sehingga mengindikasikan bahwa masa terburuk telah berakhir bagi pabrik-pabrik di blok mata uang tunggal Eropa tersebut. Sementara itu, rebound tak terduga aktivitas manufaktur di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memberikan harapan bagi negara yang tergantung pada ekspor tersebut. Demikian berdasarkan survei swasta yang dirilis pada Jumat (01/09/2023). Data Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur zona euro terbaru yang dikeluarkan HCBO dan disusun oleh S&P Global menunjukkan kenaikan ke level tertinggi dalam tiga bulan. Sebagai informasi ambang batas PMI di bawah 50 poin menunjukkan kontraksi. Indeks pengukur output-dimasukkan ke dalam PMI komposit- yang dijadwalkan diriliss pada Selasa (05/09/2023) dan dipandang sebagai tolok ukur yang baik untuk kesehatan ekonomi, naik 42,7 menjadi 43,4. "Posisi kita sekarang lebih baik daripada perkiraan banyak orang, mengingat suku bunga telah naik cukup tinggi dan pesat. Hal ini (akan) membuat Bank Sentral Eropa (ECB) jeda sejenak untuk berpikir karena tidak ingin terlalu kuat mengendalikan  inflasi tetapi akan merugikan perekonomian,"' kata Craig Erlam, analis OANDA, yang dilansir Reuters. (Yetede)

Naik 22,54%, Penumpang Udara Domestik Capai 36,4 Juta

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Badan Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik kumulatif jumlah penumpang angkutan udara domestik kumulatif Januari-Juli 2023 mencapai 36,4 juta atau tumbuh 22,54% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan jumlah penumpang pada Juli 2023 tercatat sebanyak 6 juta atau masih meningkat 9,11% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month). "Jumlah penumpang terbesar tercatat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang yang mencapai 10,6 juta orang atau sebesar 8,41% dari keseluruhan penumpang domestik," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi rilis berita statistik di jakarta, Jumat (01/09/2023). Pudji Ismartini menuturkan, selama Januari-Juli 2023, jumlah penumpang internasional sebanyak 8,4 juta orang atau melonjak tajam 258,55% dibanding realisasi pada periode  yang sama tahun 2022. Adapun jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) pada Juli 2023 turun 5,51% menjadi 1,3 juta orang dibanding bulan sebelumnya. (Yetede)

Pilihan Editor