Anomali Defisit Transaksi Berjalan
Dari sekian banyak dampak buruk pagebluk virus Corona terhadap perekonomian Indonesia, defisit transaksi berjalan bukanlah salah satu di antaranya. Sebaliknya, kondisi pandemi justru mendorong neraca transaksi berjalan yang sebelumnya hampir selalu defisit, menjadi surplus. Sebelum pandemi, setiap tahunnya Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan hingga lebih dari US$30 miliar. Namun, sejak paruh kedua 2020 hingga awal 2023, transaksi berjalan mengalami surplus bahkan mencapai lebih dari US$12,6 miliar pada 2022. Anomali ini tentu sangat menarik. Apalagi, dua pembentuk utama transaksi berjalan yakni neraca perdagangan jasa dan neraca pendapatan, sebenarnya justru mengalami defisit yang makin lebar. Defisit jasa pada 2022 bahkan menembus US$20 miliar atau tiga kali lipat defisit prapandemi, sebagai efek anjloknya kunjungan wisatawan asing karena penyebaran virus Corona. Sayangnya, kondisi ini tidak bertahan lama. Pada kuartal kedua tahun ini, sejalan dengan terus melemahnya harga komoditas, neraca transaksi berjalan pun kembali jatuh defisit. Anomali nan menarik itu pun menjadi sebuah ironi. Ketika kondisi perekonomian membaik, performa neraca transaksi berjalan justru memburuk. Selain ketergantungan terhadap ekspor komoditas yang masih relatif besar, anomali transaksi berjalan ini juga disebabkan oleh belum mampunya pemerintah mengatasi defisit pendapatan primer dan defisit jasa yang sudah terjadi berpuluh-puluh tahun. Meredam defisit pada pendapatan primer memang merupakan bagian yang paling sukar. Memang Indonesia bukan satu-satunya yang langganan defisit pada jasa transportasi ini. Banyak negara berkembang lain juga menghadapi masalah yang sama. Akan tetapi, sejumlah negara tetangga terbukti mampu mengembangkan sektor jasa andalan yang dapat meredam defisit jasa transportasi yang mereka alami, sehingga neraca perdagangan jasa mereka pun berhasil surplus. Sebut saja, Thailand dengan sektor pariwisata yang menjadi andalannya, atau Filipina yang memiliki tenaga kerja terampil dalam jasa telekomunikasi lintas negara dan berbagai jasa bisnis lainnya. Transformasi ekonomi yang tengah digalakkan oleh pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada dasarnya sangat berkaitan erat dengan perbaikan kinerja transaksi berjalan. Dari sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menekan defisit transaksi berjalan, tulisan singkat ini menekankan pada sektor-sektor jasa yang menjadi kunci, yakni pariwisata dan jasa transportasi laut.
PERKERETAAPIAN : KA Cepat Optimal Januari 2024
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Kereta Cepat Jakarta Bandung melayani 68 perjalanan per hari pada Januari 2024. Pada tahap awal, Menhub mengatakan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) mulai beroperasi pada 1 Oktober 2023 dengan jumlah delapan perjalanan per hari. Menurutnya, jumlah perjalanan secara bertahap akan ditambah dengan menjadi 28 perjalanan per hari pada November 2023 hingga 40 perjalanan per hari sebulan berikutnya. Dalam uji coba itu, Budi Karya melakukan perjalanan kereta cepat dari Stasiun Halim menuju Stasiun Padalarang. Perjalanan berjalan mulus, waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan kecepatan tertinggi hingga 352 km per jam. Secara keseluruhan akan ada pembangunan skybridge di Stasiun Padalarang, Cimahi, dan Bandung, serta pembangunan Flyover Ciroyom dan Pusdikpom. Seluruh pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini.
KTF 2023 Pameran Wisata Ampuh Gaet Wisatawan
Pameran pariwisata atau travel fair perlu dioptimalkan guna turut mendukung promosi daerah tujuan wisata lokal. Jika ini konsisten dijalankan, akan membantu mendatangkan lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara ataupun pergerakan wisatawan Nusantara. ”Setiap kunjungan wisata mampu menciptakan enam kali lipat lapangan kerja di dalam negeri. Untuk mendorong semakin banyak pergerakan wisatawan Nusantara, kami mengoptimalkan program Kharisma Event Nusantara atau kumpulan event berkualitas dari 34 provinsi. Kami juga dorong agar semakin banyak penyelenggaraan pertemuan, perjalanan bonus, dan pameran (MICE) tercipta serta promosi destinasi yang di antaranya lewat transportasi darat,” ujar Menparekraf Sandiaga S Uno, Minggu (3/9) di acara penutupan Kompas Travel Fair (KTF) 2023 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Sandiaga menambahkan, desa wisata juga telah berubah menjadi pandemic winner atau destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama pandemi Covid-19.
Kendati demikian, kesadaran orang terhadap destinasi ini harus terus ditingkatkan. Pihak swasta perlu diajak bekerja sama untuk memopulerkan desa wisata. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini menambahkan, tahun-tahun lalu, pameran pariwisata cenderung dikenal sebagai ajang untuk mencari kebutuhan berwisata ke luar negeri. Kini, warga semakin memahami bahwa berkunjung ke pameran pariwisata juga akan menemukan kebutuhan wisata domestik. ”Sekarang, sudah banyak event yang menjual destinasi Indonesia. Sebanyak 75 desa wisata meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan mereka harus makin banyak dikenal di kalangan wisatawan. Pemilik biro perjalanan pariwisata PT Rafael Todowela Tours & Travel, Rafael, yang jadi peserta KTF 2023, menceritakan, selama tiga hari pameran, dirinya banyak menerima pengunjung yang antusias bertanya cara berkunjung ke Pulau Komodo dan sekitarnya. Ini berarti warga semakin sadar dan tertarik mengenai keindahan destinasi domestik. (Yoga)
ASEAN Perkuat Rantai Pasok Regional
Untuk mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global, negara-negara Asia Tenggara bersepakat memperkuat rantai pasok regional yang lebih inklusif. Dengan demikian, keterlibatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kawasan yang selama ini sulit menembus pasar global akan lebih terjamin. Pada 2022, total nilai PDB ASEAN tercatat 3,6 triliun USD. Di antara negara-negara anggota ASEAN, Malaysia mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi (8,7 %), disusul Vietnam (8 %), Filipina (7,6 %), Indonesia (5,31 %), dan Kamboja (5,1 %). Meski demikian, perekonomian negara-negara ASEAN lainnya masih sulit bangkit selepas pandemi.
Di tengah pemulihan yang masih berlangsung itu, kondisi ekonomi global semakin tidak pasti. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Minggu (3/9) mengatakan, proyeksi perekonomian global yang tak menentu ke depan ikut mengindikasikan adanya potensi pelemahan dan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di kawasan. Penguatan integrasi ekonomi kawasan pun penting untuk menjamin ketahanan ekonomi ASEAN di tengah ancaman krisis dan perubahan lanskap ekonomi global. ”Kondisi ekonomi pada masa mendatang sangat dinamis dan penuh tantangan. Kita harus meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan lewat penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional,” katanya seusai pertemuan ASEAN Economi Community Council (AECC) Ke-23 di Jakarta. (Yoga)
Terlena Batubara
Alam menyediakan banyak hal yang kerap membuat penghuninya terlena. Salah satunya batubara, yang menjadi andalan sejumlah daerah di Indonesia. Tapi, negara-negara di dunia berkomitmen mewujudkan emisi nol karbon pada 2050. Upaya yang ditempuh, di antaranya, melalui transisi menuju energi baru terbarukan dan ramah lingkungan serta mengakhiri operasional pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara. Penggunaan energi bersih kian terpacu seiring investasi teknologi energi bersih yang meningkat. Menurut International Energy Agency, investasi energi bersih diperkirakan tumbuh 24 % pada 2021-2023. Pada 2023, investasi teknologi energi bersih diproyeksi 1,7 triliun USD.
Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, perlu persiapan dan kesiapan untuk mengakhiri eksplorasi dan penggunaan batubara. Sebab, komoditas sumber daya alam nonmigas itu memiliki andil signifikan dalam perekonomian nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Berdasarkan data BPS, Indonesia mengekspor 360,115 juta ton batubara senilai 46,764 miliar USD pada 2022. Berdasarkan data Kemenkeu melalui APBN Kinerja dan Fakta, iuran produksi atau royalti batubara menyumbang PNBP. Pada Januari-Juli 2023, royalty batubara Rp 66,22 triliun atau tumbuh 130,46 % dibandingkan Januari-Juli 2022. Peran batubara dalam perekonomian daerah dan nasional hendaknya mulai dialihkan ke sektor lain secara bertahap melibatkan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat serta bukan ke komoditas mentah. Dengan cara itu, akan ada nilai tambah yang diciptakan, tenaga kerja dan teknologi yang diserap, serta sesuai dengan kondisi setiap daerah. (Yoga)
Australia Barat Minati Program Dekarbonisasi
Perdana Menteri Australia Barat Roger Cook, Minggu (3/9/2023), di Jakarta, mengatakan, pihaknya meminati program pengembangan energi hijau dan ekosistem kendaraan listrik di kawasan ASEAN. Menurut dia, peluang dekarbonisasi di kawasan ASEAN dapat terwujud lewat kerja sama ekosistem baterai, baik dari sisi sumber energinya maupun materialnya. Dari sisi sumber energi terbarukan, Australia Barat memiliki tenaga surya dan tenaga angin yang berlimpah. (Yoga)
Hambatan Nontarif Perlu Dilonggarkan
Pelaku bisnis di kawasan ASEAN merekomendasikan penghapusan hambatan nontarif dalam perdagangan antarnegara anggota demi menunjang ketahanan pangan di kawasan tersebut. Pemerintah mencoba menyelesaikannya lewat sistem harmonisasi perizinan se-ASEAN. ASEAN-Business Advisory Council Indonesia Policy Manager for Food Security Arif P Rachmat mengemukakan, ada empat aspek rekomendasi kebijakan yang diharapkan pelaku industri dan usaha di Asia Tenggara di bidang pangan dan pertanian, yakni perdagangan eksternal ataupun intra-ASEAN, infrastruktur dan teknologi pertanian, inklusivitas akses pasar, serta pembangunan kapabilitas petani.
”Dalam perdagangan eksternal dan intra-ASEAN, kami merekomendasikan penghapusan hambatan nontarif berdasarkan prinsip-prinsip yang sudah disepakati untuk menyeimbangkan aturan yang diperlukan dan fasilitas perdagangan,” tuturnya dalam forum kebijakan bertajuk ”Safeguarding ASEAN’s Food Security in a Time of Growing Uncertainty” pada ASEAN Business & Investment Summit di Jakarta, Minggu (3/9). Dia juga merekomendasikan percepatan proses bea dan cukai untuk benih, biji, pupuk, dan peralatan pertanian melalui harmonisasi standar, regulasi, dan persetujuan. Agar dapat bernegosiasi secara optimal dengan mitra eksternal, ASEAN diimbau untuk mengelola pengadaan kolektif.
Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga menyampaikan, regulasi perizinan setiap negara berbeda-beda. ”Oleh sebab itu, tantangan (hambatan nontarif) tersebut perlu dilihat secara spesifik. Pertemuan AEM (ASEAN Economic Ministers) secara maksimal mendorong hal itu karena kami ingin menguatkan prinsip-prinsip konektivitas. Salah satunya terwujud lewat ASEAN single window yang mengharmonisasi perizinan,” ucapnya. (Yoga)
ASEAN Pacu Ekonomi yang Makin Inklusif
Ketua ASEAN Business Advisory Council atau ASEAN BAC Arsjad Rasjid mengemukakan, relevansi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global atau sentralitas ASEAN dinilai perlu terus dipacu melalui inovasi dan inklusivitas. Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN-BAC Tahun 2023 secara signifikan telah menciptakan landasan kokoh untuk memudahkan para pelaku usaha berkontribusi positif dalam pembangunan ekonomi di kawasan. Menurut Arsjad, sentralitas ASEAN perlu dimaknai tidak hanya dari aspek geografis kawasan, tetapi juga rekonstruksi cara pandang yang telah menyebabkan negara-negara ASEAN sulit tumbuh bersama. Selain itu, perlu meninjau kembali ketahanan ekonomi setiap negara anggota ASEAN dalam berbagai sektor, serta membentuk kembali konsolidasi dengan mitra-mitra utama.
”Kompetisi itu penting, tetapi (negara-negara) Asia Tenggara membutuhkan kerja sama ekonomi untuk saling melengkapi satu sama lain,” ujar Arsjad, yang juga Ketua Umum Kadin Indonesia, dalam Pembukaan ASEAN Business & Investment Summit 2023, di Jakarta, Minggu (3/9). ASEAN BAC diikuti sekitar 3.005 peserta. Menurut Arsjad, kekuatan utama ASEAN bukan hanya pada sumber daya, tetapi juga pada ketahanan sebagai asosiasi negara-negara yang solid untuk tumbuh dengan saling melengkapi. Sebagai kontribusi dari sektor bisnis, pihaknya telah menyusun ASEAN Business Roadmap 2045. Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn mengemukakan, lanskap ekonomi global jangka menengah cepat berubah dengan Revolusi Industri 4.0 mengarah ke inklusivitas yang semakin besar. ASEAN, sebagai asosiasi negara kawasan dan komunitas bisnis, dinilai perlu mendukung pertumbuhan inklusif sebagai bagian integrasi perekonomian ASEAN. (Yoga)
RI-ANRPC Dorong Pengembangan Karet Berkelanjutan
Indonesia mengajak Asosiasi Negara-negara Produsen Karet Alam atau ANRPC mempererat kerja sama mendorong keberlanjutan karet dan pengembangan karet berkelanjutan. Upaya itu penting di tengah tren penurunan harga karet dunia, konversi tanaman karet, serta isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Kelompok Kerja Karet Alam Berkelanjutan ANRPC yang digelar secara hibrida di Palembang, Sumsel, 29-31 Agustus 2023. Pertemuan itu dihadiri 30 delegasi ANRPC dari Bangladesh, Indonesia, India, Malaysia, Myanmar, China, Sri Lanka, dan Thailand.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Sabtu (2/9) mengatakan, saat ini, industri karet alam tengah menghadapi sejumlah tantangan. Komoditas tersebut harus memiliki standardisasi yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Uni Eropa, misalnya, mulai menerapkan UU Produk Bebas Deforestasi (EUDR) untuk sejumlah komoditas, termasuk karet. Oleh karena itu, lanjut Djatmiko, RI mengajak negara-negara produsen karet mempererat kerja sama untuk membawa perubahan positif di industry karet alam,terutama petani-petani kecil. Indonesia juga meminta ANRPC bersama-sama menghadapi dampak implementasi EUDR. Sejumlah langkah konkret dapat dilakukan, mulai dari memperkuat kelembagaan petani, hilirisasi karet, hingga pengembangan tanaman dan produk karet berbasis penelitian. (Yoga)
Bolak-balik Berburu Diskon Tur
Eko Nugrianto (54) serius menyimak penjelasan petugas One Two Trip. Berkas tur silih berganti disorongkan pegawai biro perjalanan yang melayaninya dengan ramah dan cekatan. Hampir pukul 22.00, pameran menjelang tutup, namun, Eko masih berkutat dengan beberapa rekomendasi. Lebih dari satu jam terbenam dalam tawaran-tawaran kompetitif, barulah ia beranjak. Tak berarti pilihan sudah dia jatuhkan. Eko ternyata masih saja menimbang-nimbang rencananya liburan ke luar negeri. Ke Turki, Eropa, atau Jepang. ”Belum booking (pesan) soalnya mau putuskan tur terbaik,” ujar Eko pada ajang Kompas Travel Fair (KTF) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/9). Eko menyambut KTF dengan antusias karena membuka kesempatan untuk membandingkan beragam layanan.
Vice President Marketing & Communications Dwidayatour Yohannes Heraldo menyampaikan, para calon pelancong memperlihatkan tren ketertarikan pada produk tur dan cruise, terutama untuk destinasi Jepang, Korea, Hong Kong, Australia, Skandinavia, dan wisata domestik, seperti Labuan Bajo. Tren ini mengacu pada transaksi yang terjadi di cabang-cabang milik Dwidayatour sepanjang tahun ini. ”Kini paket wisata yang digemari para tamu kami adalah paket wisata 10 hari ke Jepang yang tamu bisa ikuti hanya dengan Rp 23 juta-an dan paket tur ke Korea selama delapan hari hanya dengan Rp 15 jutaan,” tutur Yohannes. Fenomena orang berduyun-duyun datang ke berbagai pameran wisata, termasuk KTF, dalam beberapa bulan terakhir ini menunjukkan bahwa tren perjalanan wisata ”balas dendam” (revenge tourism) seiring meredanya pandemi Covid-19 masih berlanjut. (Yoga)









