;

Eropa Masih Dapat Menghindari Resesi

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Investor Daily

LONDON,ID-Kawasan Eropa disebut masih bisa menghindari resesi, meskipun sedang menghadapi dampak dari krisis ganda, geopolitik, dan ekonomi. Demikian disampaikan Komisioner Eropa urusan Economi, Paolo Gentilino pada Sabtu (02/09/2023). Seperti diberitakan, invasi Rusia ke Ukraina pada Februari  tahun lalu telah memicu kekhawatiran serius di Eropa. Dimana kawasan ini bakal memasuki perlambatan ekonomi yang signifikan. Namun, kawasan tersebut mampu mengamankan pasokan energi alternatif, pengganti dari Rusia, dan beberapa pemerintah mampu memberikan bantuan kepada konsumen yang menghadapi biaya energi tinggi. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF, pada akhir zona euro tumbuh di kisaran 3,5% untuk tahun lalu. IMF juga memperkirakan tingkat pertumbuhan 0,8% untuk zona euro tahun ini dan 1,4% pada 2024. "Saya kira kita sedang menghadapi dampak dari krisis ini juga berdampak pada Amerika Serikat dan seluruh dunia, namun dari sudut pandang ekonomi, krisis ini berdampak serius  pada Eropa dan Jerman khususnya," ujar Gentilino kepada CNBC. (Yetede)

Inovasi di Balik Transformasi Kota Jayapura

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Tempo

Pasca dilantik sebagai penjabat Wali Kota Jayapura, Papua, setahun lalu, Frans Pekey, tak butuh waktu lama untuk segera bekerja. Sejumlah program inovasi layanan pemerintahan dia gulirkan untuk melakukan perubahan. "Pertama, saya melakukan konsolidasi internal. Karena kekuatan saya adalah ditopang seluruh jajaran pemerintah daerah. Bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda),” kata Frans seusai meraih Penghargaan Apresiasi Tokoh Indonesia Inspiratif kategori Penjabat Kepala Daerah Inovatif dari Tempo Media di Jakarta, Selasa 29 Agustus 2023.

Frans memperkenalkan inovasi yang berorientasi pada enam budaya kerja berintegritas. "Pertama, tertib administrasi. Kedua, tertib aturan. Ketiga, pelayanan prima. Keempat, inovasi dan perubahan. Kelima, bebas korupsi. Keenam, tata kelola keuangan yang baik dengan tetap mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK," ujarnya. Dia juga fokus pada komunikasi dan kolaborasi dalam membangun Kota Jayapura agar lebih baik. "Pada 2023, saya membuat tema dan menyatakan sebagai Tahun Kolaborasi. Karena pemerintah kota menyadari bahwa kami memiliki kemampuan terbatas,” ucap Frans. Peran pemerintah pusat memajukan Kota Jayapura diwujudkan dengan pendirian Papua Youth Creative Hub. Menurut Frans, Presiden Joko Widodo dapat menghadirkan sebuah pusat kreativitas bagi anak-anak Papua. “Saya berterima kasih kepada Presiden Jokowi,” ujarnya. (Yetede)

Jalan Terjal Ekspor UMKM

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Tempo

JAKARTA — Asa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global tak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai tantangan membayangi langkah pelaku UMKM, sehingga menghambat laju peningkatan ekspor produk lokal secara keseluruhan. Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia Hermawati Setyorinny menuturkan, untuk masuk ke pasar ekspor, UMKM harus memperhatikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk. Karena itu, pelaku usaha membutuhkan pembinaan, pelatihan, hingga pengembangan untuk memastikan kesiapannya bersaing secara global.

“Eksposur ekspor UMKM ada peningkatan. Hanya, kalau dihitung dari jumlah UMKM, memang persentasenya masih kecil,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 3 September 2023. Padahal potensi ekspor UMKM sangat besar karena produk-produk Indonesia memiliki kelebihan berupa keunikan, keaslian, dan kualitas yang dapat menarik minat pasar global. Di antaranya produk kerajinan tangan, makanan dan minuman tradisional, tekstil, hingga produk alam lainnya.

Hermawati berujar, produk-produk UMKM yang sudah mulai diekspor masih terbatas pada produk-produk mentah, seperti kopi, karet, minyak kelapa sawit beserta turunannya, arang, cumi-cumi, sotong, dan udang. Sedangkan untuk produk olahan didominasi oleh makanan kemasan, busana, dan furnitur. Negara-negara yang menjadi tujuan utama adalah Singapura, Malaysia, Jepang, Cina, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. (Yetede)

Pamor Instrumen Investasi Berbasis ESG Meningkat

Hairul Rizal 04 Sep 2023 Kontan (H)

Geliat bisnis berbasis environment, social dan governance (ESG) di industri keuangan meningkat. Ini sesuai dengan peta jalan yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mengarahkan pelaku industri keuangan untuk menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan. Industri dana pensiun (dapen) misalnya, berusaha meningkatkan investasi di aset-aset ESG, terutama aset hijau. Salah satunya adalah PT Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM). Kami membuat program kerja yang bertujuan untuk mendukung ESG," ujar Ali Farmadi, Direktur Utama DPBM, Jumat (1/9). DPBM melakukan investasi pada obligasi korporasi berwawasan lingkungan dengan anggaran Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar. Secara return, Ali menilai investasi di aset ESG cukup bagus. "Instrumen reksadana ETF barbasis Sri-Kehati dan ESG menjadi penyumbang capital gain dan meningkatkan hasil usaha bersih. Untuk ETF kami lakukan trading dengan return sekitar 8,5%," ujar dia. PT BNI Life Insurance juga terus mengembangkan investasi di aset ESG. Saat ini portofolio investasi dengan prinsip ESG telah mencapai 5,25%. "Sektor investasi dengan prinsip ESG yang kami pilih adalah keuangan, barang baku, perindustrian, barang konsumen primer, infrastruktur dan kesehatan," ujar Eben Eser Nainggolan, Plt. Direktur Utama BNI Life. Direktur Institutional Banking PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie optimistis penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan masih akan tumbuh hingga akhir tahun. Setidaknya, bisa ada tambahan lagi sekitar Rp 1,5 triliun.Semoga portofolio kredit berkelanjutan di akhir tahun bisa mencapai Rp 5,5 triliun, ujar Kun beberapa waktu lalu. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn juga menilai peluang pembiayaan hijau masih prospektif. Per Juni 2023, penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan di BCA mencapai Rp 181,2 triliun, berkontribusi 24,3% terhadap total pembiayaan BCA. Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi dan Pajak Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) Simon Imanto mengungkapkan hal senada. Ia menyebut, portofolio investasi berprinsip ESG belum banyak tersedia. Apalagi, karakteristik produk berbasis ESG berbeda dan harus disesuaikan dengan portofolio aset.

Waspada Lonjakan Inflasi Jangka Pendek

Hairul Rizal 04 Sep 2023 Kontan

Meski semakin landai, pergerakan inflasi masih menjadi ancaman perekonomian dalam negeri. Tak hanya harga pangan, tetapi juga kenaikan harga energi. Berdasarkan data terkini Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi Indonesia pada Agustus 2023 mencapai 3,27% year on year (yoy). Meski tetap dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI), tingkat inflasi tahunan selama Agustus tahun ini rupanya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,08% yoy. Salah satu penyumbang kenaikan inflasi pada bulan lalu adalah komponen harga bergejolak. Komponen ini mencatat inflasi sebesar 2,42% yoy, setelah pada Juli 2023 mencatat deflasi 0,03% yoy. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi selama setahun terakhir adalah beras, bawang putih, daging ayam ras, serta telur ayam ras. Harga beras, baik medium maupun premium, mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama sepanjang tahun sebelumnya. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual pun mengingatkan, kenaikan harga pangan masih menjadi momok bagi pergerakan inflasi di sisa tahun ini maupun pada tahun depan. "Risiko timbul dari fenomena El Nino, yang bila berkepanjangan akan menimbulkan gagal panen," ungkapnya kepada KONTAN, Minggu (3/9). Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo juga mewanti-wanti soal potensi kenaikan inflasi dalam jangka pendek. Terutama, karena lonjakan harga pangan imbas dari fenomena El Nino. Tak hanya harga pangan, Banjaran mengingatkan hal lain yang mampu menyundut inflasi, yakni kenaikan harga minyak mentah global. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan biaya pendidikan juga berpotensi mengerek tinggi inflasi dalam jangka pendek. Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economics Action Institution Ronny P. Sasmita menambahkan, wacana Pertamina menghapus Pertalite dan menggantinya dengan Pertamax Green 92 pada tahun depan berpotensi besar turut menyulut inflasi berlari kencang.

Tertekan Isu Suku Bunga dan Polusi

Hairul Rizal 04 Sep 2023 Kontan

Penjualan otomotif dinilai masih berpotensi tumbuh di tahun ini. Meski masih akan terbatas. Volume penjualan domestik sepeda motor masih turun 3,7% secara bulanan menjadi 475.428 unit di bulan Juli 2023. Namun secara kumulatif hingga Juli 2023, volume penjualan sebesar 3,67 juta unit atau meningkat 42,9% secara tahunan (yoy). Sementara penjualan mobil sebesar 80.416 unit pada Juli 2023, turun 2,62% secara bulanan, namun 4,5% secara bulanan hingga Juli 2023 menjadi 586.401 unit. CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo mengatakan, prospek penjualan motor dan mobil baru masih landai. Ini sejalan dengan tren kenaikan suku bunga acuan dan penurunan laju pertumbuhan kredit nasional menjadi 8,5% per Juli 2023 dari yang sebelumnya mencapai lebih dari 10%. Di sisi lain, munculnya pemain baru seperti Neta di segmen mobil listrik dan Great Wall Motor (GWM) asal China meningkatkan kompetisi yang sudah ketat pada sektor ini. Hal tersebut dapat berdampak pada margin keuntungan produsen otomotif jika tidak segera berstrategi dalam persaingan yang semakin sengit. Head of Research Team & Strategist Mirae Asset, Robertus Hardy mengatakan, masuknya beberapa merek yang berasal dari China tidak akan menjadi ancaman yang signifikan bagi Toyota, Daihatsu, dan merek-merek ASII lainnya, yang saat ini menguasai sekitar 55,7% pangsa pasar hingga Juli 2023. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melanjutkan, pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) juga telah membantu mendorong peningkatan penjualan dari kendaraan bermotor. Analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia dan Ashalia Fitri memaparkan, penjualan mobil listrik menggunakan baterai hingga Juli 2023 secara nasional telah mencapai 6.931 unit. Naik sebanyak 626 unit secara tahunan.

Likuiditas Bank Kian Ketat

Hairul Rizal 04 Sep 2023 Kontan

Likuiditas perbankan mulai ketat. Kondisi ini tercermin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) perbankan yang melejit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, LDR perbankan pada Juli 2023 berada di level 82,90%. Padahal, pada Juni 2023, LDR perbankan masih 82,76%. Bahkan, posisi LDR di akhir 2022 hanya 81,43%. Artinya, baik secara tahunan maupun sejak awal tahun, LDR terus melonjak. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin melihat, meningkatnya LDR bank lebih banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK yang melambat. Menurut Amin, ada sejumlah faktor yang membuat DPK bank melambat. Salah satunya, semakin banyak instrumen investasi, seperti saham dan kripto. Seiring itu, banyak orang mulai mengalihkan dananya ke instrumen investasi lain yang memberi imbal hasil lebih menarik dari bank. Toh, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengklaim, saat ini likuiditas perbankan masih memadai. Ini terlihat dari rasio alat likuid terhadap non core deposit dan alat likuid terhadap DPK per Juli 2023 yang masing-masing 118,37% dan 26,57%. "Ini masih jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing yang sebesar 50% dan 10%," ujar Mahendra. Pernyataan Mahdendra diamini para bankir. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sunarso mengakui, saat ini tren likuiditas perbankan memang tampak semakin ketat. Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin mengakui, saat ini tingkat likuiditas bank tergolong ketat. Kondisi ini masih akan terjadi hingga akhir tahun. "LDR BTN saat ini sekitar 94%-95%," katanya.

Asuransi Jiwa Meninggalkan Premi Tunggal

Hairul Rizal 04 Sep 2023 Kontan

Pendapatan premi tunggal menurun dalam beberapa tahun terakhir. Namun di lain sisi pendapatan premi reguler terlihat meningkat tipis. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu memaparkan, AAJI mencatat premi reguler meningkat 1,4% secara tahunan menjadi Rp 50,37 triliun pada semester I-2023. Sementara itu, premi tunggal turun 22% jadi Rp 35,86 triliun. Togar menjelaskan, penurunan premi tunggal dan naiknya premi reguler bagus bagi perusahaan asuransi jiwa. "Memang premi tunggal dari kuartal ke kuartal makin menurun, sedangkan premi reguler makin menaik. Tapi, hal itu bagus buat going concern perusahaan," katanya. Di masing-masing perusahaan asuransi kondisinya pun sama. PT Asuransi BRI Life misalnya mencatatkan penurunan premi tunggal di semester I-2023. Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila menerangkan, premi tunggal turun 5% menjadi Rp 2,62 triliun di semester I-2023. Berbeda dengan BNI Life. Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan menjelaskan, premi reguler dan premi tunggal BNI Life mengalami kenaikan. PT Asuransi Allianz Life Indonesia mengakui telah mengubah metode pembayaran premi reguler sejak tahun lalu. Director & Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Edwin Prayitno mengaku, strategi fokus ke premi reguler diambil untuk memberikan manfaat jangka panjang.

GERAK-GERIK BRICS

Hairul Rizal 04 Sep 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kekuatan BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan memiliki tambahan kekuatan baru mulai awal tahun depan. Sebanyak enam negara memastikan bergabung dalam poros tersebut. Indonesia yang sempat disebut menjadi salah satu negara kawasan Asean yang akan bergabung ke BRICS, urung melakukannya. Adanya berbagai kerja sama strategis yang dalam proses pembahasan dengan sejumlah negara, menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Dari BRICS, Indonesia punya modal berharga karena napas KTT Asia Afrika di Bandung pada 1955 berhasil digelorakan. Sebuah seruan antarbangsa negara-negara Asia dan Afrika yang ingin menghadirkan terciptanya keadilan. Semangat dari Afrika Selatan yang diharapkan menular dalam pertemuan puncak pemimpin kawasan Asia Tenggara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean yang akan berlangsung di Jakarta pekan ini. Pertemuan yang dihadiri mitra dagang penting Asean itu, harapannya menghadirkan energi baru dalam kerja sama antarnegara di berbagai kawasan.

Memacu Kolaborasi Antarnegara

Hairul Rizal 04 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Dinamika global yang begitu tinggi diiringi tantangan dari perang dan konflik saat ini telah menyebabkan tragedi kemanusiaan, krisis pangan menyebabkan puluhan juta orang jatuh miskin, dan ancaman perubahan iklim yang mengintai umat manusia. Semua krisis global tersebut tidak akan terselesaikan apabila negara-negara bekerja sendiri atau dilakukan oleh sekelompok negara saja. Dibutuhkan solidaritas dan kerja sama antarnegara. Itulah yang menjadi perhatian pemerintah kita, sekaligus termasuk dalam pesan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada 24 Agustus 2023. BRICS merupakan aktor hubungan internasional baru dengan anggota utama Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Poros baru ini mewakili sekitar 40% dari total penduduk dunia. Adapun dari sisi ekonomi, lima negara itu mewakili sekitar 26% dari total gross domestic product (GDP) global. Kekuatan BRICS bertambah menyusul bergabungnya Arab Saudi, Argentina, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab mulai 1 Januari 2024. Keberadaan BRICS merupakan sebuah upaya untuk menciptakan sebuah tatanan dunia alternatif, yang lebih bersimpati kepada negara-negara berkembang, dibandingkan dengan negara-negara maju. Dominasi negara-negara maju dalam tataran ekonomi global memang begitu kuat. Namun, poros baru seperti BRICS menawarkan kerja sama menguntungkan yang lepas dari kekangan negara maju. Ambil contoh kerja sama dua negara calon anggota BRICS yaitu India dan Uni Emirat Arab. Transaksi minyak kedua negara yang menggunakan mata uang rupee menandai upaya setiap negara mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Sebagai organisasi, beberapa pengamat menilai BRICS masih belum matang dan menghadapi persoalan institusional. Belum lagi, sejumlah negara inti BRICS memiliki hubungan yang kurang akur seperti India dan China. Tren alih mitra dagang atau friendshoring yang makin massif dari negara-negara maju, terutama para pemegang kendali kekuatan ekonomi lama, seperti AS, Eropa, dan Jepang secara tidak langsung membuat pengaruh BRICS menguat. Indonesia sejatinya sempat diisukan akan bergabung dengan BRICS. Bahkan, jelang KTT Afsel berakhir, pemerintah sempat mempertimbangkan sikap untuk segera bergabung. Namun, rencana itu dibatalkan. Alasannya, Pemerintah Indonesia dalam posisi sedang melakukan pembahasan perjanjian kerja sama perdagangan dengan beberapa negara, bahkan termasuk sejumlah perubahan perjanjian. Keputusan Pemerintah Indonesia tersebut dapat dimaklumi karena negara kita harus berhati-hati mengambil banyak peluang tanpa terkekang dengan satu poros hubungan internasional. Indonesia dan Asean sebenarnya berada dalam posisi unik karena dianggap tetap netral.

Pilihan Editor