;

Tahun 2024, Kemenkominfo Tuntaskan Proyek TIK

Yuniati Turjandini 05 Sep 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Komisi I DPR RI menyetujui alokasi pagu anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2024 sebesar Rp14,84 triliun dari usulan daftar daftar isian pelaksaan anggaran (DIPA) senilai Rp19,7 triliun. Sebagian besar anggaran atau Rp 9,86 triliun (66,44%) akan dialokasikan untuk melanjutkan  dan menuntaskan pembangunan infrastuktur teknologi, informasi,dan komunikasi (TIK). Ada lima program prioritas Kemenkominfo tahun 2024, yaitu program penyediaan infrastruktur TIK, diantaranya Palapa Ring, operasional satelit Satria-1, operasional  BTS 4G di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penyediaan akses internet dan digitalisasi  penyiaran publik (LPP), serta pengukuran kualitas layanan telekomunikasi. Menteri Komunikasi dan Komunikasi (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjelaskan, perubahan anggaran TA 2024 tersebut terjadi antara lain karena adanya pagu blokir (otomatic adjusment) Rp 358 miliar, realokasi anggaran blokir ke bendahara anggaran umum Rp39 miliar, serta penambahan anggaran terkait dukungan diseminasi Asean dan Pemilihan serentak tahun 2024 sebesar Rp 68 miliar. (Yetede)

Menlu RI: Situasi Sulit Jangan Mengganggu Kerja Keras Asean

Yuniati Turjandini 05 Sep 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengakui bahwa ada banyak situasi sulit yang sedang dihadapi di kawasan Asia Tenggara, khususnya blok Asean. namun, ia ingin, kesulitan-kesulitan ini tidak sampai  memenuhi kerja keras dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Asean ke-43 yang akan berlangsung pada 5-7 September 2023. Kita masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk situasi di Myanmar. Keketuaan kami telah bekerja keras untuk mendorong solusi Asean yang Bersatu, dan Asean hanya dapat melangkah  maju dengan kekuatan penuh jika kita dapat  memastikan solusi yang damai dan langgeng di Myanmar," ujar dia saat membuka  kegiatan Asean Foreign Ministers Meeting (AMM) pada Senin (04/08/2023) di Jakarta. Sesuai mandat dari para pemimpin, lanjut Retno, pihaknya  bakal melakukan tinjauan  konprehensif terhadap implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) dan menyiapkan rekomendasi untuk musyawarah para pemimpin. (Yetede)

Harga Tinggi Sejak di Hulu

Yuniati Turjandini 05 Sep 2023 Tempo

HAMPIR saban hari Dedi mondar-mandir ke penggilingan untuk mencari pasokan beras buat kiosnya. Biasanya, pedagang beras di Pasar Pagi, Kota Cirebon, itu mendapat kiriman langsung dari pengusaha penggilingan tanpa perlu diminta. Namun, seiring dengan melambungnya harga gabah dan beras, penggilingan baru akan mengirim kalau pedagang sudah memesan serta membayar. "Habis subuh saya biasanya pergi, mencari penggilingan langganan yang memiliki stok,” tuturnya kepada Tempo, kemarin. Tak jarang, Dedi mengaku harus mencari beras ke penggilingan di luar Cirebon, seperti ke Indramayu bahkan ke Subang. “Kalau sudah dibayar, baru beras dikirim."

Kini, jumlah pengiriman beras dari penggilingan pun tidak sebanyak sebelumnya. Biasanya, penggilingan bisa memasok pedagang hingga 20 ton. Kini, pasokan yang dikirim hanya separuhnya. "Saya juga enggak berani menjual beras mahal-mahal. Paling untung saya hanya Rp 300 per kilogram,” tutur Dedi. Kerepotan mencari beras juga dialami Amran, pedagang beras di Bogor. Ia mengatakan para pedagang mesti berebut beras ke pemasok atau gudang lantaran lumbung beras langganannya kehabisan pasokan. "Katanya banyak yang gagal panen," ujarnya. Menurut Amran, kelangkaan pasokan beras sudah terjadi selama tiga pekan terakhir. (Yetede)

Mencari Cara Mengerem Kenaikan Harga Beras

Yuniati Turjandini 05 Sep 2023 Tempo

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga pangan nasional secara umum cukup stabil, kecuali pada beberapa komoditas, antara lain gabah kering panen, gabah kering giling, beras medium, dan beras premium. Menyitir grafik di laman Bapanas, tren harga komoditas-komoditas tersebut terus menanjak setelah sempat menurun pada April-Juni lalu. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, berharap tren menanjak harga beras bisa direm dengan adanya intervensi pemerintah, dari pemberian bantuan pangan selama tiga bulan kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat mulai bulan ini, gerakan pangan murah, hingga program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Seharusnya itu bisa memenuhi pasar. Jadi, kami berharap harga stabil atau turun, terutama setelah bantuan pangan mulai turun,” kata Arief ketika ditemui Tempo di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin. Ia yakin model intervensi melalui bantuan pangan itu bisa mengerem kenaikan harga beras lantaran gelontoran beras sebanyak 210 ribu ton per bulan bisa setara dengan 7-8 persen konsumsi setiap bulan. “Seharusnya bisa menekan harga.” Harga beras belakangan terus naik. Harga beras medium kini berada di tingkat rata-rata Rp 12.510 per kilogram, dengan harga tertinggi berada di Papua Rp 15.920 per kilogram dan terendah di DKI Jakarta Rp 11.480 per kilogram. (Yetede)


KEKERINGAN, Bekasi Tanggap Darurat Bencana, 53.511 Jiwa Terdampak

Yoga 04 Sep 2023 Kompas

Bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi, Jabar, terus meluas. Sebanyak 13.655 keluarga yang tersebar di 10 kecamatan terdampak kekeringan. Pemkab Bekasi menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi mengakibatkan 53.511 jiwa atau 13.655 keluarga terdampak. Warga yang terdampak kekeringan itu tersebar di 31 desa di 10 kecamatan.

”Kami masih terus menyuplai air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan. Air bersih yang sudah kami distribusikan sampai kemarin mencapai 840.000 liter,” kata Muchlis, saat dihubungi pada Minggu (3/9) dari Jakarta. Muchlis menambahkan, tim BPBD Kabupaten Bekasi bersama dengan perangkat daerah kecamatan hingga kelurahan dan desa masih terus bekerja di lapangan untuk mendata dan memetakan wilayah dan warga yang terdampak kekeringan, diikuti dengan pendistribusian air bersih ke wilayah yang terdampak. (Yoga)


Laba Perbankan Masih Melaju

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Laba bersih emiten perbankan di Bursaa Efek Indonesia (BEI) masih melaju kencang memasuki semester II-2023. Hal ini ditopang pesatnya pertumbuhan kredit, stabilnya suku bunga acuan, penurunan inflasi, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Per Jui 2023, empat bank besar dari sisi market cap, yakni PT Bank Rakyat Asia Tbk (BRI/BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI), mencetak pertumbuhan laba bersih yang solid, melanjutkan tren positif semester I. Tak ketinggalan, bank dengan market cap di bawah Rp 100 triliun seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) turut menuai pertumbuhan laba bersih yang solid, melanjutkan tren positif semester I. Berdasakan data di lama resmi BCA, per Juli 2023, perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih 31,6% menjadi Rp 27,9 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp21,2 triliun. Ini terjadi seiring kenaikan  pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi Rp 40,4 triliun dari Rp32,9 triliun. (Yetede)

Asean Didorong, Jadi Tujuan Utama Investasi

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Lima isu penting bakal menjadi pokok pembahasan terkait bidang ekonomi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke-43 yang akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, pekan ini. Kelima isu tersebut adalah masalah geopolitik, fragmentasi rantai pasok, transisi hijau, inovasi digital, dan pertumbuhan inklusif. Selanjutnya, Asean akan didorong agar menjadi tujuan utama invetasi dan pusat produksi global yang berdaya saing dan terpercaya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pembahasan isu ekonomi KTT Asean akan diarahkan untuk meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan dalam rangka penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional. Selain itu, untuk membuat pilihan kebijakan guna meningkatkan daya saing, ketahanan, dan reformasi struktural yang didorong oleh keberlanjutan, digitalisasi, dan perubahan demografis. "(Selanjutnya untuk) menjadikan kawasan Asean sebagai pusat pertumbuhan regional dan mesin pertumbuhan global, tujuan utama investasi dan pusat produksi global yang berdaya saing dan terpercaya," ujar Airlangga saat memimpin rangkaian The 23rd Asean Economic Community Council Meeting di Jakarta. (Yetede)

IHSG September Tertekan, Momentum Tepat Akumulasi Saham

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Memasuki bulan September, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Saham Indonesia (BEI) akan dibayangi aksi ambil untung (profit taking) investor yang membuat pergerakannya  cenderung tertekan. Kondisi ini bisa dimnafaatkan untuk mengakumulasi saham yang harganya sudah terdiskon. Sepanjang September, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.750 dan resistance 70.30 dari penutupan tahun lalu di posisi 6.977. IHSG pada September 2023 berpotensi bergerak sideway cenderung melemah dalam kisaran 6.850-7.50. Jika IHSG mengalami koreksi, momentum tersebut bisa dijadikan peluang untuk akumulasi saham saat harga sedang terdiskon," kata financial expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih kepada Investor Daily, Minggu (3/9/2023). Ratih menyebutkan, katalis domestik dan global berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG pada September tahun ini. Dari domestik, sentimen yang dicermati pelaku pasar adalah inflasi tahunan yang tercatat pada Agustus 2023, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 3,08%. (Yetede)

BRI Hapus Buku Rp 24,13 Triliun Kredit Restrukturisasi

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Sejak awal pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha UMKM yang terdampak. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan akumulasi restrukturisasi kredit UMKM sebanyak Rp 263,8 triliun, dari jumlah tersebut BRI telah menghapus buku Rp24,13 triliun kredit yang tidak bisa diselamatkan dari dampak Covid-19, per Juni 2023. Lebih dari 3 juta nasabah UMKM telah diberikan relaksasi BRI dari restrukturisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Sekarang yang restrukturisasi tinggal Rp 83,23 triliun, jadi turun Rp180 triliun lebih. Kemana saja turunnya? Alhamdulillah Rp101,59 triliun mampu membayar dan sisanya itu tidak bisa di apa-apakan Rp 24,13 triliun kami hapus buku," ujar Direktur Utama BRI Sunarso, akhir pekan lalu. Dengan demikian, lanjut Sunarso, situasi ini relevan dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Untuk hapus buku, perseroan sudah melakukan dan telah dicadangkan atau dikeluarkan biaya senilai Rp24,13 triliun dari kredit yang tidak bisa diselamatkan tersebut. Maka sekarang tinggal status Rp24,13 triliun hapus buku itu yang diluar neraca mau hapus tagih, karena mereka ada yang masih punya kemampuan dan bisa berusaha lagi dan itu yang dikasih kesempatan," urai Sunarso. (Yetede)

Indosat Dorong Inklusi Digital Indonesia Timur

Yuniati Turjandini 04 Sep 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Indosat Ooredoo Hutchinson (PT Indosat Tbk) mendorong inklusi digital di Indonesia Timur melalui peningkatan pengalaman  pelanggan di wilayah Nusa Tenggara. Peningkatan terus menerus  ini dilakukan untuk memberdayakan dan memaksimalkan potensi masyarakat lokal. Jaringan Indosat kini pun telah  menjangkau lebih dari 80%  populasi di wilayah Nusa Tenggara, dengan penambahan pemancar jaringan (sites) BTS dan kapasitas internet yang meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Khusus di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), jaringan Indosat, bahkan, sudah menjangkau 100% populasi untuk mendukung kemudahan akses informasi dan membuka peluang lebih banyak. Kami yakin pemanfaatan teknologi digital, memaksimalkan potensi yang ada, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ujar Danny, dalam pernyataan di Jakarta, dikutip Minggu (3/9/2023). Menurut dia, hal tersebut menjadi awal untuk mewujudkan tujuan Indosat yang lebih besar dalam menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mempercepat transformasi digital bangsa. (Yetede)

Pilihan Editor