;

Tantangan Industri Karet Nasional

Yoga 05 Sep 2023 Kompas

Agenda ”mendorong keberlanjutan karet dan pengembangan karet berkelanjutan” jadi tema sentral temu Asosiasi Negara-negara Produsen Karet Alam di Palembang pekan lalu. Slogan ”keberlanjutan” mengemuka karena karet dihadapkan pada sejumlah tantangan yang mengancam kelangsungannya, antara lain, tren penurunan harga karet dunia,konversi tanaman karet, serta isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Selain itu, pasar karet alam dunia tengah berubah ke arah permintaan karet alam beserta produk turunannya yang berkelanjutan (Kompas, 4/9). Pertemuan negara-negara anggota ANRPC ini berlangsung di tengah gonjang-ganjing industri karet nasional. Berbagai faktor menyebabkan kian terpuruknya kinerja sektor ini, tecermin dari terus menurunnya produksi beberapa tahun terakhir. Sangat rendahnya produktivitas dan fluktuasi harga karet menjadi momok terbesar yang belum teratasi hingga kini. Rendahnya harga karet dunia menyebabkan petani karet tidak mampu merawat kebunnya. Banyak dari mereka yang akhirnya memilih menelantarkan kebun atau mengonversi tanaman karet menjadi tanaman lain yang lebih prospektif.

Akibatnya, berbeda dengan banyak negara lain, seperti Vietnam, Laos, Kamboja, dan Pantai Gading, yang justru melakukan ekspansi lahan, luasan perkebunan karet Indonesia justru terus menyusut karena konversi lahan. Tak terurusnya kebun membuat produktivitas lahan sangat rendah, hanya 300 kilogram (kg) karet remah/hektar/tahun, jauh di bawah negara penghasil karet lain yang bisa 1.300 kg/ hektar/tahun. Di sisi hilirnya, kita juga masih tertinggal dalam hilirisasi menuju produk karet hilir bernilai tambah tinggi karena pemerintah selama ini abai membangun industri hilirnya. Perlu uluran tangan pemerintah agar industri ini tak kian terpuruk. Tidak hanya dukungan di hilir dalam bentuk bantuan untuk peremajaan tanaman atau pemupukan, tetapi juga secara serius mendorong hilirisasi dan integrasi dengan  rantai pasok industri serta proyek-proyek pembangunan. (Yoga)


ASEAN Mendorong Ekonomi Hijau

Yoga 05 Sep 2023 Kompas

Penerapan prinsip-prinsip ekonomi hijau akan memperkuat daya saing sebuah negara, bahkan kawasan. Namun, kalangan pebisnis ASEAN menilai, ekonomi hijau perlu didorong secara inklusif untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat dan tidak memperbesar kemiskinan. Dalam sesi yang dipandu Mendag 2011-2014 Gita Wirjawan, Pendiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) Klaus Martin Schwab menyoroti penerapan ekonomi hijau yang dianggap hanya sebagai kewajiban demi menjaga stabilitas negara dalam menghadapi perubahan iklim. ”Padahal, di masa depan, hal itu (penerapan ekonomi hijau) dapat menjadi faktor daya saing yang kuat,” ujarnya dalam diskusi panel pada ASEAN Business and Investment Summit 2023 yang diadakan di Jakarta, Senin (4/9).

Klaus memaparkan, ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan tecermin dari pemanfaatan energi hijau. Semakin cepat suatu negara menciptakan inovasi-inovasi yang menyertai energi hijau tersebut, keunggulan kompetitif pun akan makin cepat diraih. Selain berinovasi dalam energi hijau, lanjut Klaus, kemitraan antara pebisnis dan pemerintah juga penting dalam menopang ekonomi lestari. Pemerintah dan pebisnis kini sama-sama perlu memperhatikan masyarakat sosial, lingkungan, dan kesejahteraan. Penguatan daya saing itu relevan dengan revisi angka proyeksi pertumbuhan PDB di kawasan ASEAN yang dimutakhirkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD, Minggu (3/9), yang pada edisi September 2023, memproyeksikan, pertumbuhan PDB di ASEAN sepanjang 2023 dan 2024 masing-masing sebesar 4,2 % dan 4,7 %. (Yoga)


ASEAN BAC Luncurkan Delapan Proyek

Yoga 05 Sep 2023 Kompas

ASEAN Business Advisory Council 2023 menetapkan lima agenda prioritas, yakni pemberdayaan UMKM, konektivitas masyarakat secara digital, memastikan ketahanan pangan dan kesehatan, dekarbonisasi ekonomi, serta memfasilitasi investasi dan perdagangan negara-negara ASEAN. Sejalan dengan itu, ASEAN BAC 2023 meluncurkan delapan proyek. Ketua ASEAN Business Advisory Council Arsjad Rasjid, yang juga Ketua Kadin Indonesia, mengemukakan, lima isu prioritas ASEAN BAC 2023 diterjemahkan ke dalam delapan proyek. Proyek-proyek itu dinilai menjadi solusi inovatif bagi kawasan.

Proyek warisan ASEAN-BAC 2023 meliputi ASEAN QR Code, Marketplace Lending Platform, Wiki Entrepreneur, ASEAN Net Zero Hub, dan Carbon Center of Excellence. Selain itu, ASEAN One Shot Campaign, Inclusive Closed-Loop Model of Agriculture Product, dan Representative of ASEAN Business Entity. ”Upaya mencapai integrasi ekonomi ASEAN harus memberikan dampak yang konkret,” ujar Arsjad, dalam ASEAN Business and Investment Summit 2023, di Jakarta, Senin (4/9). (Yoga)


OJK Bersinergi dengan FSC Korea dan CIFC

Yoga 05 Sep 2023 Kompas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Financial Services Commission (FSC) Korea dan Council on International Financial Cooperation (CIFC) sepakat memperkuat pengembangan keuangan berkelanjutan guna menjaga stabilitas keuangan serta meningkatkan  pertumbuhan ekonomi global. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Senin (4/9/2023). (Yoga)

Merah Putih Fund Akselerasi Usaha Rintisan

Yoga 05 Sep 2023 Kompas

Sejumlah perusahaan modal ventura milik negara bersinergi membentuk Merah Putih Fund, yang pada putaran pendanaan pertama berhasil mengumpulkan investasi sebesar 300 juta USD. Merah Putih Fund bertujuan mempercepat pengembangan ekosistem usaha rintisan di Tanah Air. ”Setiap modal ventura milik BUMN perlu disinergikan. Tujuannya agar mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi ekosistem perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up dalam negeri. Suntikan investasi yang akan dilakukan oleh Merah Putih Fund bersifat akselerasi bagi start up yang sedang menuju status unicorn,” ujar Wakil Menteri BUMN Rosan Perkasa Roeslani, saat menghadiri acara Perjanjian Partisipasi Merah Putih Fund, Senin (4/9) di Jakarta.

Perjanjian Partisipasi Merah Putih Fund dilakukan oleh Mandiri Capital Indonesia (Bank Mandiri), MDI Ventures (Telkom), BRI Ventures (BRI), Telkomsel Mitra Inovasi (Telkomsel), dan BNI Ventures (BNI). Perjanjian partisipasi tersebut menandai peresmian Merah Putih Fund. Dari 300 juta USD dana investasi putaran pertama yang terkumpul, porsi yang paling besar berasal dari Telkom Grup. Rosan menekankan agar Merah PutihFund menjaga prinsip keterbukaan dan akuntabilitas selama proses penyuntikan dana kepada start up. Legalitas start up juga harus diutamakan. (Yoga)


Investasi Sektor Hiburan IKN Rp 20 Triliun

Yoga 05 Sep 2023 Kompas

Total investasi swasta di sektor hiburan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp 20 triliun. ”Ini mainly play, artinya entertainment, hotel, dan sebagainya, termasuk ruang terbuka hijau,” kata Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono dalam keterangan tertulis, Senin (4/9/2023). Sampai saat ini, Otorita IKN sudah menerima 270 minat investasi dalam dan luar negeri. (Yoga)

Ciptakan Usaha Beras yang Adil

Yoga 05 Sep 2023 Kompas

Dampak El Nino bukan satu-satunya tantangan sektor perberasan pada akhir dan awal tahun ini. Ada persoalan lain yang perlu dicari solusinya oleh pemerintah dan pemangku terkait, yakni perlunya keadilan usaha perberasan dan harga beras. Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja Kemendag dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen di Jakarta, Senin (4/9). Menurut anggota Komisi VI DPR Ananta Wahana, kehadiran korporasi besar memang menguntungkan petani karena mampu membeli gabah dengan harga tinggi. Namun, hal itu dapat mematikan penggilingan-penggilingan padi kecil. Di Serang, Banten, misalnya, sudah banyak penggilingan padi kecil yang berhenti beroperasi karena kalah bersaing mendapatkan gabah. Penutupan itu juga menyebabkan pengangguran. Rerata penggilingan kecil itu memiliki 10 pekerja. 

Di sisi lain, pembelian gabah dengan harga tinggi mendongkrak harga beras. Konsumen, khususnya masyarakat bawah, terbebani. ”Pemerintah diharapkan mencari solusi ini agar petani tetap untung, penggilingan padi kecil tidak mati dan bisa mempertahankan pekerja, serta konsumen tidak terbebani kenaikan harga beras,” ujarnya. Kekeringan akibat El Nino dapat menggerus produksi serta mengerek harga gabah dan beras.  Kementan memperkirakan, dampak El Nino sedang dapat menyebabkan produksi beras berkurang 380.000 ton. Namun, jika yang terjadi El Nino kuat, produksi beras yang hilang bisa mencapai 1,2 juta ton. (Yoga)


Aji Baru Pendorong Kredit Usaha Rakyat

Hairul Rizal 05 Sep 2023 Kontan (H)

Perbankan kini bisa lebih ngebut,  memacu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Aturan besaran subsidi bunga KUR terbaru terbit, meskipun penerbitan beleid ini terbilang lambat dari janji pemerintah. Itu pula yang biang kerok atas penyaluran KUR sejak awal tahun berjalan bak siput. Sebab, jauh-jauh hari pemerintah menebar janji untuk mengubah aturan main penyaluran KUR, berikut subsidi baru. Alhasil, banyak pihak memilih wait and see, menunggu kepastian aturan. Saking lambatnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian  bahkan memangkas target KUR tahun ini dari semula Rp 450 triliun menjadi hanya  Rp 297 triliun. Dus, Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomer 317 tahun 2023 diharapkan bisa memacu KUR lebih cepat di sisa tahun ini. Apalagi, aturan itu juga memperluas cakupan penerima KUR.  Menetapkan besaran subsidi bunga KUR super mikro sebesar 15%,  dengan besaran bunga 3% dibebankan ke nasabah, sesuai dengan Permenko Bidang Perekonomian Nomor 1/2023, maka bunga dasar KUR super mikro sebelum dapat subsidi adalah 18%. General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Sunarna Eka Nugraha menyebut, BNI sudah menyalurkan KUR 50% dari kuota yang diberi pemerintah tahun ini. Sebelumnya, BNI minta kuota KUR turun jadi Rp 22 triliun dari semula Rp 36,5 triliun. Bank Syariah Indonesia (BSI) siap menggenjot KUR. BSI mendapat jatah Rp 14 triliun dan hingga akhir Agustus sudah disalurkan Rp 7,97 triliun atau 56,9%. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna bilang, BSI mendorong penyaluran KUR melalui ekosistem islamik, skema klaster dan komunitas, serta mendorong UMKM naik kelas. "Terbitnya KMK subsidi bunga/margin dapat mendorong percepatan KUR," ujar dia.

Pengusaha Merancang Aneka Proyek di ASEAN

Hairul Rizal 05 Sep 2023 Kontan

Para pelaku usaha di kawasan ASEAN menyusun sejumlah rencana aksi dan merancang kesepakatan bisnis. ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) meluncurkan delapan proyek warisan alias legacy projects dalam ASEAN Business and Investment Forum. Delapan proyek tersebut adalah upaya bersama antara pemerintah dan pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN. Kedelapan proyek tersebut adalah pengembangan dari lima isu prioritas yang menjadi perhatian. Kelimanya adalah geopolitik, fragmentasi rantai pasok, transisi hijau, inovasi digital dan pertumbuhan inklusif. "Jadi legacy ini sebenarnya suatu aksi yang in progress dan berjalan," kata Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid di ASEAN Business and Investment Forum, Senin (4/9). Adapun delapan proyek yang dimaksud, pertama, ASEAN QR untuk memfasilitasi pembayaran lintas batas. Harapannya, proyek ini memudahkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memperluas basis pelanggannya dan menjangkau pasar baru di kawasan ASEAN. Proyek kedua, Marketplace Lending Platform untuk menghubungkan UMKM yang membutuhkan pendanaan dengan pemberi pinjaman massal yang berorientasi pada dampak dan mencari keuntungan menarik. Ketiga, Wiki Entrepreneur yang dapat menjadi solusi terpadu yang menghubungkan UMKM dengan berbagai sumber daya dan peluang untuk meningkatkan kinerja dan daya saingnya. Keempat, ASEAN Net Zero Hub untuk menyediakan platform yang memungkinkan para pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik terkait upaya mengurangi emisi dan mencapai net zero emisi. Kelima, ASEAN Carbon Centre of Excellence terkait solusi berbasis alam dan perdagangan karbon. Keenam, One Shot Campaign untuk mengatasi masalah kesetaraan dan aksesibilitas vaksin. Ketujuh, Inclusive Closed-Loop Model of Agriculture Product yang akan menempatkan petani kecil sebagai pusat ekosistem multi-pemangku kepentingan. Terakhir, Badan Usaha ASEAN yang akan mendorong investasi intra-ASEAN dengan menawarkan keuntungan bagi dunia usaha yang beroperasi di kawasan seperti penyederhanaan peraturan dan penyederhanaan prosedur.

Berharap Daya Beli Lebih Kuat

Hairul Rizal 05 Sep 2023 Kontan

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sukses membukukan pertumbuhan kinerja di kuartal I-2022. Realisasi kinerja ICBP sejalan proyeksi para analis. Pendapatan ICBP naik 14% secara tahunan jadi Rp 17,19 triliun. Sedangkan laba bersih tumbuh 12% menjadi Rp 1,94 triliun. Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika mengungkapkan, kinerja tersebut inline dengan proyeksi Ciptadana maupun konsensus. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis menambahkan, semua segmen pendapatan ICBP naik. Penjualan mi misalnya naik 16%. Pertumbuhan signifikan terjadi pada segmen food seasoning dan segmen nutrition & special food, masing-masing tumbuh 37% dan 30%. "Bottom line ICBP pun didorong berkurangnya beban keuangan, sehingga laba bersih naik," papar Abdul. Abdul sejatinya juga percaya jika pendapatan ICBP masih bisa tumbuh, seiring mulai pulihnya daya beli masyarakat. Tapi dia menyangsikan efek kenaikan harga komoditas, khususnya gandum, bisa price-in ke harga jual secara langsung. Menurut Abdul, ini bisa jadi beban bagi ICBP. Tapi Analis Maybank Sekuritas Indonesia Willy Goutama, dalam riset 19 Mei, menuliskan, branding ICBP yang kuat bisa menjadi bantalan yang bagus saat menghadapi kenaikan harga komoditas. ICBP bisa meningkatkan harga jual untuk mengurangi tekanan dari biaya produksi tanpa khawatir kehilangan konsumen. Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya menuliskan, kekuatan produk ICBP adalah harga yang terjangkau dibanding kompetitor. Dia memprediksi ICBP bisa membukukan pertumbuhan pendapatan 15% secara tahunan jadi Rp 65,4 triliun di 2022. Menurut dia, ICBP akan didukung peningkatan volume mi instan hasil akuisisi Pinehill dan penyesuaian harga.

Pilihan Editor