;

Mendukung Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Yuniati Turjandini 25 Sep 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Empat aspek prioritas menjadi dasar penyusunan Peta Jalan Indonesia Emas 2045, yakni aspek meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan, aspek kesejahteraan, aspek inkluisivitas, dan aspek keberlanjutan. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia  berharap peta jalan tersebut mendukung Indonesia keluar dari jebakan middle income trap. Kadin Indonesia membuat Peta Jalan Indonesia Emas 2045. Dengan adanya Peta Jalan ini diharapkan dapat menjadi sebagai panduan yang melengkapi kerangka kebijakan pemerintah untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi sebagai panduan yang melengkapi kerangka kebijakan pemerintah untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2024, yaitu menjadi negara maju dan sejahtera. "Kadin telah menghimpun masukan dari setiap sektor industri dengan melibatkan UMKM lebih dari 150 asosiasi industri, 500 pelaku usaha 10 lembaga swadaya masyarakat 30 akademisi 20 serikat buruh, dan 5 organisasi keagamaan," kata Arsjad. (Yetede)

Persaingan Sengit Kurir E-Commerce

Yuniati Turjandini 25 Sep 2023 Tempo
JAKARTA – Berbelanja daring melalui platform e-commerce menjadi andalan Fitri Setyarini, 31 tahun, untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Dari bahan makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, produk perawatan tubuh dan kosmetik, hingga busana, dia beli dari lokapasar alias marketplace. Karyawan perusahaan swasta itu memiliki dua akun lokapasar favorit yang paling sering dikunjungi, selain platform social commerce dengan fitur live shopping yang juga mulai menarik perhatiannya.

"Alasan utama berbelanja online karena sangat memudahkan, lebih efisien, lebih murah, dan dalam pengirimannya juga banyak ditawarkan gratis ongkir (ongkos kirim)," ujar Fitri kepada Tempo. Terlebih ia tinggal di lokasi yang cukup jauh dari Jakarta, yaitu di Semarang, Jawa Tengah. Fitur gratis ongkir sering dia gunakan. Namun, dalam setahun terakhir, dia tak lagi bisa memilih jasa ekspedisi yang diinginkan. Sebab, platform e-commerce ataupun social commerce sudah menentukan sedari awal ekspedisi yang bertugas mengantar kirimannya. "Seringnya tidak bisa diubah atau ditulis kurir rekomendasi sehingga hanya bisa pasrah saja dengan yang dipilihkan."

Padahal selama ini dia memiliki preferensi kurir yang terbiasa dan memiliki jangkauan yang lebih dekat dengan lingkup daerah tempat tinggalnya. "Ada kurir ekspedisi yang memang sudah familiar dan biasanya lebih cepat kalau pakai itu di Semarang. Sedangkan sering kali kurir yang dipilihkan e-commerce barangnya malah lebih lama tiba," kata Fitri. (Yetede)

Berfokus di Segmen Usaha Kecil

Yuniati Turjandini 25 Sep 2023 Tempo
JAKARTA — Ketatnya persaingan bisnis ekpedisi dan pos, terutama dalam penguasaan pasar dari platform lokapasar, menuntut perusahaan logistik untuk terus berinovasi. Berfokus ke segmen pasar tertentu juga menjadi strategi agar mereka bisa bertahan.

Salah satu perusahaan yang menjalankan strategi tersebut adalah Ninja Xpress. Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, mengatakan, perusahaan kini berfokus melayani segmen usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang menjadi penjual di platform lokapasar. “Kami menekankan prinsip sederhana, yaitu pertumbuhan UMKM akan memicu perkembangan logistik,” kata Andi kepada Tempo, kemarin, 24 September 2023.

Tak hanya dari segi jumlah, perusahaan menargetkan pertumbuhan skala konsumen yang dilayani. Dari semula masih merupakan seller kecil menjadi menengah, kemudian besar, hingga dapat melakukan ekspansi secara nasional dan global. Andi mengatakan, satu inisiatif Ninja Xpress yang terus dipacu adalah program Ninja Xpress Seller Booster, yang berupa layanan tambahan untuk membantu setiap tahapan bisnis UMKM. (Yetede)

Maskapai Tersibuk di Asia Tenggara

Yuniati Turjandini 25 Sep 2023 Tempo
JAKARTA – PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air justru menjadi maskapai penerbangan tersibuk se-Asia Tenggara di tengah penyusutan jumlah pesawat domestik. Penyedia data perjalanan udara di London, OAG Aviation, mencatat Lion Air melayani 2,97 juta penumpang pada September.

Menurut data OAG Aviation yang diakses Tempo, kemarin, 24 September 2023, angka itu sedikit di bawah torehan 3 juta kursi Lion Air pada Agustus lalu. Di bawah Lion, ada AirAsia yang menjual 2,31 juta kursi dalam daftar 10 Maskapai Teratas Berdasarkan Kursi di Asia Tenggara pada September 2023. Peringkat ketiga ditempati Vietnam Airlines dengan 2,07 juta kursi. Adapun Batik Air menduduki ranking kelima dengan 1,77 juta kursi setelah Vietjet di posisi keempat dengan 2 juta kursi.

Konsultan sekaligus pengamat penerbangan dari CommunicAvia, Gerry Soejatman, mengatakan jumlah armada yang dikelola Lion Air berkurang, dari 140 unit sebelum masa pandemi menjadi sekitar 100 unit pada saat ini. Namun penguasaan pasar maskapai berlambang singa merah tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia bila dilihat sebagai grup usaha. "Hasil keputusan dan negosiasi cepat mereka di era pandemi 2020-2021," kata dia kepada Tempo, kemarin. (Yetede)

Bantu Perusahaan Hemat Biaya Besar

Hairul Rizal 24 Sep 2023 Kontan
Bunker membantu perusahaan besar untuk bisa mengurangi biaya operasional. Dengan teknologi yang mereka miliki, Bunker membantu perusahaan bisa menghemat miliaran rupiah untuk urusan analisa dan memproses data keuangan. Dan, dengan pendanaan baru, Bunker bakalan lebih kencang lagi melakukan ekspansi di Indonesia. Penggunaan teknologi menjadi salah satu agenda efisiensi yang berbagai perusahaan lakukan dalam mengarungi bisnis. Salah satunya, teknologi analisis dan perencana keuangan. Peluang ini yang kemudian Bunker tangkap. Startup ini membantu menganalisis dan mengatur ribuan data milik perusahaan di tingkat transaksional dan buku besar, lalu menjadi kumpulan informasi mendalam. Dengan teknologi yang Bunker miliki, data-data itu menjadi lebih sederhana dimengerti dengan tingkat akurasi sempurna, serta proses pengolahan yang cepat. Founder dan CEO Bunker Shivom Sinha menyebutkan, perusahaan yang menggunakan layanan platformnya bisa mempertebal margin, dengan memangkas hingga 20% operational expenditure (opex). Menurut dia, software rancangan Bunker bisa menelusuri data melalui pemindaian ribuan baris transaksi serta data lainnya. Perusahaan yang menggunakan platform Bunker bisa dimudahkan mendapatkan shortcut. Misalnya, menemukan biaya khusus vendor hingga mengelola hubungan investor atau melakukan penggalangan dana dengan proses yang lebih lancar. Shivom mengatakan, Bunker telah terintegrasi dengan software seperti Xero, NetSuite, QuickBooks, Jurnal, Accurate, SAP.

MUSIK, Meretas Asa Menembus Pasar Global

Yoga 24 Sep 2023 Kompas (H)

Kirill Kuzmin dengan mata berbinar menyimak penjelasan Ketua Sora, Yadi Mulyadi, soal angklung. Rentetan pertanyaan lantas meluncur deras. ”Asalnya dari budaya apa? Mungkin lagu- lagumu terhubung dengan puisi? Apakah kamu memainkan musik spiritual?” tanyanya, Sabtu (23/9). Koordinator Proyek Musik Bactria Cultural Centre, Tajikistan, itu bahkan meminta buku yang ditulis Yadi dan menanyakan latar belakang pendidikan personel-personel Sora. Kuzmin tengah mengurasi 13 peserta Indonesian Music Expo (Imex) 2023. Di sela kesejukan Ubud, Bali, empat delegasi terlihat antusias bertanya kepada para musisi, satu per satu. Pakar musik, produser, dan perwakilan asosiasi musik dunia tersebut didampingi penerjemah. Setelah 10 menit, setiap delegasi bertukar peserta untuk bertatap muka. Para peserta tersebut bertekad merebut kemungkinan diundang berkonser di mancanegara, menempuh pelatihan, atau digandeng produser untuk rekaman. Mereka juga berkesempatan unjuk kebolehan di hadapan tim delegasi sekaligus meramaikan Imex yang berlangsung pada 21-24 September 2023.

Setelah masing-masing peserta menuntaskan giliran berinteraksi dengan calon buyers atau pengguna karyanya, mereka dievaluasi. Ternyata belum satu pun kemitraan untuk menembus pasar global terealisasi, tetapi bukan tak mungkin kelak tawaran disorongkan. ”Belum terjadi deal (kesepakatan). Sebenarnya, Sora sudah beberapa kali ke luar negeri, tapi kami tetap senang soalnya menambah jaringan,” kata Yadi. Sora yang memainkan jaz progresif etnik sudah melanglang ke Korsel, Belanda, Singapura, Romania, Inggris, dan Selandia Baru. ”Kami mendiskusikan manajemen musik, termasuk finansial. Dukungan dari dalam negeri ikut dibahas,” ucap gitaris Sora, Whayan Christiana. Semua delegasi juga tertarik menelaah musikalitas kawanan asal Bandung, Jabar, itu, tetapi tetap mengacu kepada pertunjukan untuk menilai performanya. (Yoga) 

Perdagangan Intra-Asia Perluas Kesempatan Bisnis

Yoga 24 Sep 2023 Kompas

Nilai perdagangan dunia  pada 2022 mencapai 32 triliun USD. Nilai perdagangan barang global, tak termasuk jasa, sebesar 25 triliun USD. Kontribusi Asia sebesar 39,4 % terhadap total ekspor barang global dan 35,8 % terhadap impor global. Dari sisi tujuan ekspor dan asal impor, perdagangan Asia mengarah ke sesama Asia. Faktor geopolitik turut meningkatkan pola perdagangan intra-Asia. Sebanyak 59 % ekspor-impor Asia tertuju ke Asia dibandingkan dengan total ekspor-impor Asia ke seluruh dunia berdasarkan data tahun 2021. Fenomena ini melanjutkan prospek abad Asia. Mesin pertumbuhan global juga berpusat di Asia. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan global sebesar 67,4 % pada 2023, dengan kontribusi China 34,9 %.

Kenaikan jumlah kelas menengah Asia akan menopang prospek Asia dari sisi permintaan. Seperti dilansir World Economic Forum, diperkirakan jumlah warga kelas menengah Asia menjadi 3,5 miliar jiwa pada 2030, naik dari 2 miliar jiwa pada 2020. Pertumbuhan Asia juga didorong reformasi yang dilakukan pemerintahan, kemajuan teknologi digital, serta kolaborasi ekonomi di kawasan dalam kerja sama ekonomi. Perdagangan intra-Asia akan melejit dari 6 triliun USD pada 2020 menjadi 13 triliun USD pada 2030, melebihi nilai perdagangan intrakawasan mana pun di dunia. Para pebisnis hingga perusahaan kaliber raksasa multinasional semakin menancapkan kuku bisnis di Asia. ”Perusahaan perkapalan dan logistik melihat perdagangan intra-Asia yang meningkat sebagai kesempatan besar,” tulis situs TAPA, forum perusahaan manufaktur, penyedia jasa logistik, jasa angkutan barang global, dan jasa terkait, pada 27 April 2023. (Yoga) 

Siasat Terakhir Peladang Dayak Hadapi Gagal Panen

Yoga 24 Sep 2023 Kompas

Untuk kesekian kalinya, Ardianto (46), petani di Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, tidak bisa menikmati panen di sawah seluas dua hektar yang dikelolanya. Ia lagi-lagi gagal panen. Ardianto adalah satu dari banyak petani di Pulang Pisau yang mengikuti program lahan perluasan baru lumbung pangan atau food estate Kalteng. Ia harus belajar cara dan metode pertanian yang berbeda dengan yang dilakoni selama ini. Sebagai orang Dayak Ngaju, Ardianto hidup berladang. Ia membersihkan ladang dengan memotong kayu yang tumbuh di lading, lalu dibakar sampai menjadi abu. Ladang dibiarkan sehari sebelum ditanami. Keesokan harinya, peladang melubangi tanah yang bercampur abu dengan  kayu atau manugal dalam masyarakat Dayak Ngaju. Dalam satu petak, peladang bisa menanam berbagai jenis padi lokal. Di sela-sela padi, mereka menanam beragam sayuran. Sistem tanam itu terbukti menghasilkan panen yang baik. Ardianto, misalnya, bisa memanen 2-3 ton per sekali tanam selama 6 bulan. Situasi itu berubah ketika program food estate diterapkan pada 2021. Ardianto dan peladang lainnya diminta berganti cara tanam. Dia terpaksa menerima program itu. Peladang menilai program itu sebagai jalan keluar dari kebijakan larangan membakar lahan untuk membuka ladang, tahun 2015. Dengan mengikuti food estate, Ardianto dan keluarga dapat kembali beraktivitas di ladang. ”Namanya juga masih coba-coba. Orang bilang, sawah ini bisa berhasil setelah 7-10 kali masa tanam,” ujarnya.

Pengolahan lahan dalam food estate menggunakan alat berat untuk meratakan tanah dan mengubah ladang menjadi sawah. Sawah juga harus dibajak untuk menggemburkan tanah. Benih padi juga tidak langsung dimasukkan ke lubang, tetapi disemaikan dulu di rumah sebelum ditanam di sawah. Hal lain yang harus dipelajari ialah pengelolaan air. Karena tidak ada saluran irigasi, sawah mereka menggunakan air dari Sungai Kahayan. Untuk memastikan air mencukupi, peladang harus memperhatikan pasang surut sungai. Aksesibilitas menuju sawah juga menjadi persoalan. Untuk bisa ke sawah, Ardianto harus menggunakan kelotok atau perahu kayu bermesin, 20-25 menit dari rumah ke sawah. Segala hal baru ini menjadi tantangan bagi peladang. Tidak heran, mereka berkali-kali gagal panen. Gagal panen berkali-kali ini tidak pernah dialami ketika ia berladang. ”Tapi nanti dimarahi kalau kami membakar (berladang tradisional),” kata Mariana (41), istri Ardianto. Ironisnya, saat panen tidak kunjung memberi bahagia, justru tradisi lama yang menyelamatkan. Ardianto dan Mariana menanam singkong, cabai rawit, hingga tomat di pematang sawah. Ada juga sayur khas Dayak, seperti kelakai (Stenochlaena palustris) dan rimbang (Solanum torvum). Selain padi, mereka menanam sayur, buah, hingga membuat kolam ikan, di lahannya. Ada pula cabai rawit, singkong, dan tomat, pisang, dan semangka untuk dijual. (Yoga) 

Dunia Usaha Pacu Pembangunan IKN

Yoga 24 Sep 2023 Kompas

Presiden Jokowi mengajak kalangan dunia usaha, terutama para investor Tanah Air, turut membangun Nusantara. Keterlibatan para pengusaha itu diyakini dapat menjadi motor yang memacu pembangunan di ibu kota negara baru tersebut. ”Kita hanya ingin menyampaikan kepada dunia usaha bahwa pembangunan di Ibu Kota Nusantara ini tidak hanya dilakukan pemerintah saja, tetapi dunia usaha juga sudah masuk,” kata Presiden Jokowi saat melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Hotel Vasanta di kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Sabtu (23/9). (Yoga) 

JAMINAN KESEHATAN, Kepatuhan Membayar Iuran Perlu Ditingkatkan

Yoga 23 Sep 2023 Kompas

Kepatuhan peserta membayar iuran menjadi tantangan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kesadaran warga akan risiko penyakit berdampak pada tingkat kepatuhan. Selain itu, selisih antara kemampuan dan kemauan peserta membayar iuran turut berpengaruh. BPJS kesehatan mencatat, per 31 Agustus 2023, tingkat kepatuhan pembayaran iuran peserta JKN-KIS 95,01 persen dari total peserta. Dengan total peserta 260 juta jiwa, berarti ada 12,9 juta peserta tak patuh membayar iuran JKN-KIS. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2022, angka kepatuhan pembayaran iuran JKN-KIS 99,47 % dan pada 2021 ke-patuhan mencapai 97,37 %.

Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan HuMAS BPJS Kesehatan Agustian Fardianto menuturkan, tantangan terbesar meningkatkan kepatuhan peserta membayar iuran yakni ada peserta dengan pendapatan tak tentu. Tantangan lain yakni warga lupa membayar dan tak mau antre bayar. Berbagai inovasi dilakukan untuk mendorong kepatuhan peserta membayar iuran, termasuk memudahkan pembayaran. ”Kami bermitra dengan bank agar peserta bisa membayar autodebet. BPJS Kesehatan juga melakukan telekolekting pada peserta, tiap bulan ada 4 juta-5 juta peserta dihubungi langsung,” tutur Agustian, Jumat (22/9), di Jakarta. BPJS Kesehatan juga menggandeng kader JKN untuk menagih iuran peserta. Ada 1.400 kader JKN tersebar di seluruh Indonesia. Ada juga mekanisme pembayaran bertahap  bagi peserta yang menunggak iuran minimal tiga bulan. (Yoga) 

Pilihan Editor