;

Kilau Emiten Emas Saat Konflik Global

Hairul Rizal 13 Oct 2023 Kontan

Saat ketidakpastian muncul, harga komoditas cenderung meningkat. Tengok saja saat konflik di Jalur Gaza kembali memanas, harga emas terlihat melonjak. Sebelum konflik, Jumat pekan lalu (6/10) kontrak pengiriman emas untuk Desember 2023 senilai US$ 1.845,20 per ons troi. Begitu konflik pecah, kontrak tersebut naik hingga US$ 1.864,30 per ons troi pada Senin pekan ini (9/10). Harga merangkak hingga 1.893,6 per ons troi, Kamis (12/10).Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menilai konflik di Timur Tengah dalam jangka pendek akan memicu kenaikan aliran dana ke safe haven, termasuk emas. Senior Equity Research Analyst Jasa Utama Capital Sekuritas, Samuel Glenn Tanuwidjaja memperkirakan, harga emas untuk tahun ini berada di kisaran US$ 1.850 - US$ 1.910 per  ons troi. “Di tahun 2024 saya menilai, sentimennya masih didominasi Amerika Serikat (AS) dan China,” ujar dia. Rizkia menilai, kenaikan harga emas dapat mendongkrak harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) emiten emas seperti  PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Sentimen ini dapat berdampak positif terhadap penjualan segmen emas dan berdampak positif kepada perusahaan. Ia memperkirakan, pendapatan segmen emas ANTM bersama dengan logam mulia lain dan segmen refinery akan relatif datar sekitar Rp 25,8 triliun dan Rp 26,2 triliun pada 2023 serta 2024. Pada  kuartal kedua 2023, kontribusi  segmen logam mulia dan refinery sekitar 26% terhadap laba bersih ANTM. Namun kontribusi lini tersebut terhadap total pendapatan ANTM lebih tinggi lagi,  sekitar 62,0%. Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario memasang rekomendasikan beli untuk saham HRTA dengan target harga  Rp 560 per saham. Pendorongnya, potensi pasar perhiasan di luar negeri dan perluasan domestik.

Impor Gula Cadangan Pemerintah Rendah

Yoga 13 Oct 2023 Kompas

Realisasi impor gula kristal putih dan mentah untuk cadangan gula pemerintah masih rendah, hanya 24,69 % dari 1,01 juta ton kuota tahun ini. Jika sisa kuota impor tidak segera direalisasikan, stok gula konsumsi akan menipis dan harganya akan semakin melonjak tinggi. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, produksi gula nasional pada tahun ini diperkirakan turun akibat dampak El Nino. Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan penugasan impor gula konsumsi dan mentah sebanyak 1,01 juta ton tahun ini kepada 16 perusahaan milik negara dan swasta. ”Namun, realisasinya masih rendah. Per 5 Oktober 2023, gula konsumsi yang didatangkan dari luar negeri baru 249.781 ton atau 24,69 % dari total kuota,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (12/10).

NFA mencatat, terdapat 16 perusahaan yang mendapatkan persetujuan impor gula konsumsi dan gula mentah yang akan diolah menjadi gula konsumsi. Dua perusahaan mendapatkan kuota impor gula konsumsi sebanyak 215.800 ton dan 14 perusahaan memperoleh kuota impor gula mentah 796.000 ton. Dari 16 perusahaan itu, 10 perusahaan sama sekali belum mengimpor gula. Salah satu perusahaan yang mendapatkan penugasan tersebut, yakni ID Food, telah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun untuk mendatangkan gula sisa kuota impor sebanyak 125.675 ton paling lambat Desember 2023. Sejak awal tahun hingga 5 Oktober 2023, ID Food sudah merealisasikan impor gula konsumsi sebanyak 107.900 ton. Arief menjelaskan, total realisasi impor 16 perusahaan itu masih rendah karena banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor harga gula dunia yang tinggi dan pelemahan rupiah. Ditengah kondisi itu, NFA tetap meminta perusahaan-perusahaan itu segera merealisasikan impor agar pemerintah memiliki cadangan gula cukup hingga tahun depan. (Yoga)

Jaringan Gas Rumah Tangga untuk Kurangi Beban Subsidi Elpiji

Yoga 13 Oct 2023 Kompas

Beban subsidi elpiji 3 kg terus membengkak. Beberapa usaha dilakukan pemerintah, seperti mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas rumah tangga dan subsidi elpiji berbasis penerima. Sementara itu, konsumsi elpiji nonsubsidi menunjukkan tren menurun. Hal itu terungkap dalam rapat tertutup tentang jaringan gas rumah tangga dan pendistribusian elpiji 3 kg yang dipimpin Presiden Jokowi, Kamis (12/10) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat tersebut juga dibahas soal beban fiskal subsidi elpiji 3 kg yang terus meningkat. Tahun ini kuota elpiji bersubsidi 8 juta ton dengan nilai subsidi Rp 117,85 triliun. Kuota elpiji bersubsidi terus naik.Tahun 2021 sebanyak 7,46 juta ton dan pada 2022 sebanyak 7,8 juta ton. Kenaikan konsumsi elpiji bersubsidi tersebut berbanding terbalik dengan konsumsi elpiji nonsubsidi. Pada 2021 dan 2022, misalnya, alokasi elpiji nonsubsidi masing-masing 0,6 juta ton dan 0,46 juta ton.

Menurut Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk mengurangi beban fiskal subsidi elpiji yang terus membengkak, solusi pertama yang dilakukan pemerintah adalah memperluas jaringan gas rumah tangga. Sayangnya, kemajuan jaringan gas rumah tangga di Indonesia masih terbilang lamban. Target pemasangan 4 juta sambungan gas rumah tangga pada 2024 diperkirakan bakal gagal. Hingga saat ini, baru 835.000 rumah tangga di Indonesia yang sudah menikmati jaringan gas. Dari jumlah tersebut, 241.000 sambungan didanai oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan sisanya digarap pemerintah. ”Jadi, dari 835.000 sambungan, sekarang diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 2,5 juta  sambungan jaringan gas), tetapi yang mengerjakan nanti pihak swasta atau pihak ketiga,” kata Airlangga. (Yoga)

Jenama Lokal Pakaian Olahraga Didukung

Yoga 13 Oct 2023 Kompas

Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pameran bertajuk ”Indonesia Sport & Active Wear Exhibition  2023” untuk mendukung pengembangan jenama lokal pakaian olahraga. Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Reni Yanita, Kamis (12/10/2023), pameran itu akan diselenggarakan pada 1-4 November 2023 di Jakarta. Pameran tersebut bakal memamerkan produksi dari 40 jenama lokal pakaian dan alat olahraga. (Yoga)

Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Diperhitungkan Dunia Usaha

Yoga 13 Oct 2023 Kompas

Para pelaku usaha mulai mengalkulasi dampak dari meletusnya konflik antara kelompok Hamas dan Israel di Timur Tengah terhadap aktivitas industri. Konflik tersebut diprediksi berdampak pada harga energi di Tanah Air yang berpotensi mengganggu produksi industri manufaktur. Ketua Bidang Industri dan Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan, konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga energi, khususnya minyak mentah dan gas bumi. Pasalnya, meski Israel dan Palestina bukan produsen minyak, konflik terjadi di tengah kawasan penghasil minyak dan gas di Timur Tengah yang menyumbang hampir sepertiga pasokan minyak dunia.

”Persediaan energi di dalam  negeri terbatas sehingga sebagian besar kebutuhan bahan baku energi, seperti minyak bumi dan gas, untuk keperluan industri masih dipenuhi melalui impor,” ujar Bobby saat dihubungi pada Kamis (12/10). Dia mencontohkan, Indonesia hanya memproduksi 600.000 barel minyak bumi per hari, sedangkan kebutuhan minyak dalam negeri di atas 1,5 juta barel per hari. Sama halnya dengan minyak bumi, kapasitas produksi gas bumi (untuk elpiji) dalam negeri juga belum mampu menutupi kebutuhan nasional. ”Jika pasokan minyak dan gas terganggu, imbasnya harga keduanya akan naik. Kondisi ini akan mengganggu aktivitas produksi dan pertumbuhan industri dalam negeri,” katanya. (Yoga)

Ada 98.258 Penerima Bansos Tidak Layak

Yoga 13 Oct 2023 Kompas

Hasil pemutakhiran data penerima bantuan sosial pendidikan di DKI Jakarta, yakni melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), ditemukan 98.258 penerima tidak layak. Plt Kadis Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo, Kamis (12/10/2023), menyatakan, ketidaklayakan itu antara lain karena datanya kosong, tak sesuai alamat, punya mobil, memiliki NJOP di atas Rp 1 miliar, merupakan keluarga PNS/TNI/Polri, meninggal dunia, pindah ke luar DKI Jakarta, serta tidak padan dengan data Kementerian Dalam Negeri. Terkait itu, warga dapat mengecek status bansos pendidikannya melalui laman kjp.jakarta.go.id. (Yoga)

Cengkeh dan Ikan yang Membingkai Maluku Utara

Yoga 13 Oct 2023 Kompas

Ratusan ribu pohon cengkeh menusuk kumpulan awan yang menutupi sebagian puncak Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara. Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah, adalah satu dari puluhan desa yang bergantung pada cengkeh dan pala. Sementara Pulau Obi, Halmahera Selatan, menjadi salah satu areal cengkeh terbesar di provinsi itu. Muhammad Saleh (74), warga Kelurahan Marikurubu, melihat beberapa cengkeh dan pala di lahan seluas 2 hektar miliknya, tak jauh dari rumahnya, Minggu (8/10), yang berada di lereng Gunung Gamalama dengan kemiringan 35 derajat. Sekali panen, Saleh mendapatkan 300 kg cengkeh dari 10-15 pohon. Cengkeh dihargai Rp 130.000-Rp 140.000 per kg. Tangkainya dihargai Rp 10.000 per kg. Tiap panen, ia meraup pendapatan Rp 40 juta hingga Rp 50 juta. Untuk memanen, Saleh mempekerjakan buruh petik selama 4-5 hari dengan upah Rp 150.000 per hari. Berkat cengkeh dan pala, Saleh yang berpendidikan SMA ini mampu menghidupi istri dan enam anaknya, juga membangun rumah.

Sebelum triwulan III-2021, perekonomian Maluku Utara didukung sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Namun, kontribusi itu terus menurun. Pada 2020, kontribusi sektor pertanian terhadap lapangan kerja 46 %, tetapi di awal 2023 turun menjadi 25 %. Sementara kontribusi pertambangan dan pengolahan terhadap lapangan kerja naik dari 7 % pada 2020 menjadi 25,62 % pada 2023. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Halmahera Tengah Badar Manawi mengatakan, potensi kelautan untuk wisata maupun peruikanan tangkap menunjukkan masyarakat tidak harus bergantung pada pertambangan. Ia risau ketika industri ekstraktif merusak lingkungan.  Mitra Lingkungan Malut Siti Barora mengatakan, kehadiran industri pertambangan dan pengolahan melalui skema Proyek Strategis Nasional acap kali memicu perubahan tata ruang, dimana zona pertanian dialihkan menjadi zona pertambangan. (Yoga)

JALAN TERJAL JAYAPURA TARIK INVESTASI

Yoga 13 Oct 2023 Kompas

Investasi-investasi baru diharapkan terus masuk dan bertumbuhan di Jayapura, Papua. Salah satu sektor industri yang potensial menyerap investasi di kota itu adalah sektor perikanan. Sayangnya, masalah infrastruktur atau sengketa lahan adat yang menjadi lokasi pengembangan infrastruktur kerap menjadi ganjalan menarik minat investor. Menurut Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey, persoalan sengketa lahan kerap disebabkan oleh masalah komunikasi antara investor dan masyarakat setempat. Umumnya adalah masalah pelepasan lahan dan lahan itu menjadi lokasi untuk pembangunan infrastruktur. Namun, apabila lahan tersebut sudah dilepas secara adat dan dibuat sertifikatnya, umumnya relatif tidak ada masalah.

”Selama ini, mayoritas lahan yang bermasalah dialami pemerintah daerah dan masyarakat adat. Hal itu berkaitan dengan sejarah peralihan dari masa pendudukan Belanda ke Pemerintah Indonesia. Saat itu, tak ada proses pelepasan adat sehingga kejadian itu yang banyak diprotes masyarakat adat,” ujar Frans saat dijumpai di kantornya, Selasa (3/10/2023), di Jayapura. Terkait investasi di Jayapura, lanjut Frans, hal itu banyak didominasi oleh sektor jasa. Pemda tengah mendorong agar investasi di sektor produksi barang, terutama oleh pelaku UMKM, mulai bertumbuhan. Harapannya adalah produksi para pelaku UMKM tersebut dapat mengisi kekosongan kontainer pengirim barang dari luar Papua saat kontainer itu kembali. Sejatinya, segala jenis investasi dibutuhkan untuk masuk ke Papua. Namun, bidang yang paling prioritas dibutuhkan adalah peternakan, ayang potong, ayam petelur, ataupun pakan ayam. Pemerintah Kota Jayapura telah berupaya memikat investor dengan beragam cara. Harapannya, usaha-usaha ini dapat berbuah manis guna mendorong roda perekonomian di Jayapura. (Yoga)

Sejumlah Risiko Membayangi PGAS

Hairul Rizal 13 Oct 2023 Kontan
Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bakal diwarnai sentimen beragam di sisa tahun 2023. Pengoperasian dua proyek pendistribusian minyak dan gas (migas), yakni Blok Rokan dan pipa transmisi gas Gresik-Semarang bisa mendongkrak pendapatan PGAS tahun ini. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, selain didorong dua proyek itu, PGAS juga disokong potensi kenaikan permintaan energi dari industri maupun pembangkit listrik. Kendati begitu, PGAS tidak bisa sepenuhnya menentukan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) karena diintervensi pemerintah. Apalagi belum lama ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menolak usulan PGAS menaikkan harga gas industri untuk pelanggan non-Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Pada semester I-2023, PGAS membukukan pendapatan sebesar US$ 1,78 miliar atau tumbuh 2,5% yoy. Kepala Riset Ciptadana Sekuritas, Arief Budiman mencatat, realisasi ini sudah memenuhi 50% dari estimasi setahun penuh 2023 dari Ciptadana Sekuritas. Faktor pendukung utama kenaikan pendapatan ini adalah peningkatan volume distribusi migas sebesar 3,4%. Di sisi lain, perolehan laba bersih PGAS pada paruh pertama tahun ini di bawah ekspektasi dengan penurunan sebesar 39,1% yoy menjadi US$ 145 juta dari US$ 239 juta pada periode sama tahun 2022. Realisasi ini setara 41%-43% dari proyeksi Ciptadana Sekuritas dan konsensus untuk setahun penuh 2023. Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, adanya provisi atas sengketa pajak sebesar US$ 29,86 juta dan provisi atas kontrak LNG sebesar US$ 4,42 juta. Kedua, tarif pajak efektif yang lebih tinggi, yakni sebesar 36% pada kuartal II-2023 dari 20% pada kuartal I-2023. Ketiga, penurunan margin segmen hulu menjadi 12,8% pada semester 1 2023 dari 40% pada semester 1 2022 karena melemahnya harga minyak. Keempat, operational expenditure (opex) yang lebih tinggi di kuartal II-2023. Terakhir, adanya pengeluaran lain-lain US$ 3 juta dan kepentingan minoritas yang lebih tinggi 35,3% yoy juga membebani profitabilitas. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan mengatakan, kesenjangan pasokan pada 2023-2024 tetap menjadi risiko PGAS. Ditambah, Kementerian ESDM menolak rencana kenaikan harga bahan bakar untuk pelanggan non-HGBT. SKK Migas juga menyatakan tidak akan ada kenaikan harga gas di hulu.


Bank Besar Optimistis Memenuhi Target Kredit

Hairul Rizal 13 Oct 2023 Kontan

Laju pertumbuhan kredit perbankan sudah kembali meningkat dalam dua bulan terakhir setelah sebelumnya dalam tren melambat. Kondisi ini membuat regulator optimistis kredit perbankan tumbuh dua digit di tahun ini sesuai target awal. Bank-bank besar juga meyakini target yang sudah ditetapkan dalam rencana bisnis bank (RBB) akan tercapai tahun ini. Pasalnya, pertumbuhan kredit selama tahun berjalan sudah tumbuh dua digit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan per Agustus 2023 sudah tumbuh 9,06%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kenaikan kredit dalam dua bulan terakhir menjadi indikasi positif bagi bank untuk dapat mencapai target pertumbuhan kredit dua digit. “Secara siklus, umumnya permintaan kredit juga meningkat di akhir tahun, khususnya kredit modal kerja,” ujar Dian, Selasa (11/10). Hingga Agustus 2023, kelompok bank modal inti (KBMI) 4 tercatat sudah menorehkan pertumbuhan kredit di kisaran target RBB. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara bank only menorehkan pertumbuhan 10,05%, sedangkan targetnya tahun ini tumbuh 10-12%. PT Bank Rakyat Indonesia  Tbk (BRI) mencatat pertumbuhan kredit bank only sebesar 11,88%. Target kredit di RBB bank pelat merah ini juga sekitar 10%-12%. PT Bank Mandiri Tbk juga menargetkan kredit tahun ini tumbuh 10%-12%. Per Agustus, realisasinya sudah tumbuh 12,3%. Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan kredit tumbuh 7%-9% dan realisasi sampai Agustus sudah tumbuh 8,44%. BRI tetap mempertahankan target RBB tahun ini. "Per September, penyaluran kredit BRI bank only positif sesuai target," kata Agustya Hendy Bernadi, Sekretaris Perusahaan BRI, Selasa (12/10). Budi Frensidy, Pengamat Keuangan dari Universitas Indonesia, memperkirakan, kredit perbankan di tahun ini akan tumbuh sekitar 9%-10%. Untuk tahun depan, ia memproyeksi pertumbuhan akan lebih tinggi jika suku bunga The Fed mulai stabil.

Pilihan Editor