;

Raja Semen Andalkan Proyek IKN

Hairul Rizal 20 Oct 2023 Kontan
Emiten saham semen pelat merah, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), bakal mendapat berkah dari proyek-proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proyek IKN yang dikebut untuk tahun 2024 bakal mendorong kinerja SMGR di sisa tahun 2023. Secara historis, penjualan semen juga lebih besar di akhir tahun. Analis UOB Kayhian Sekuritas Limartha Adiputra menilai, SMGR mampu mencatatkan kinerja yang positif di tahun ini bahkan hingga tahun depan. Hal itu didukung oleh pulihnya permintaan semen. Pasokan batubara domestic market obligasition (DMO) juga telah diamankan sepenuhnya oleh SMGR. Secara nasional, Limartha melihat pandangan yang tetap positif dengan perkiraan pertumbuhan volume penjualan sebesar 2% year on year (yoy) pada tahun 2023. Prospek pasar semen di sisa tahun ini juga tetap positif, dengan Kalimantan sebagai pasar utama, khususnya untuk penjualan semen curah. Analis Samuel Sekuritas, Daniel Widjaja melihat potensi penjualan semen secara nasional akan lebih besar pada semester kedua 2023 karena faktor musiman. Terutama pada kuartal terakhir yang hampir selalu mencatatkan volume lebih tinggi dari periode lainnnya sejak tahun 2018 hingga 2022. Daniel mengungkapkan, penjualan semen domestik tumbuh sekitar 35% secara kuartalan dan 15% secara tahunan pada kuartal III-2023. Pertumbuhan volume juga disebabkan faktor low base pada kuartal kedua lalu. Ini karena adanya momentum Ramadan dan musim panas berkepanjangan yang membantu kelancaran distribusi. Sementara biaya bahan baku dianggap tidak berpengaruh signifikan karena SMGR sudah mengamankan 100% batubara dengan harga DMO. Namun, kenaikan harga minyak dunia kemungkinan bakal menambah beban ongkos distribusi. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Muhammad Gibran mengerek target pendapatan SMGR di tahun 2023-2024 menjadi Rp 39 triliun dan Rp 40 triliun. Perkiraan laba kotor juga direvisi naik menjadi Rp 12,1 triliun untuk tahun 2023 dan Rp 12,4 triliun di tahun 2024.

IKAI Memperluas Pasar ke Outlet Ritel Bangunan Modern

Hairul Rizal 20 Oct 2023 Kontan
Pasar properti yang mulai menggeliat membuat PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) memasang kuda-kuda. Lewat anak usahanya,  IKAI bakal menggenjot penjualan keramik di ritel modern. Untuk itu, produsen keramik merek Essenza ini bakal menambah jaringan di outlet ritel modern untuk mendongkrak penjualan. Direktur Utama Internusa Keramik Alamasri, Angelica Lie menjelaskan, saat ini penjualan keramik Essenza melalui distributor sebesar 70% dan sekitar 30% lewat outlet ritel modern. Saat ini distribusi penjualan Essenza telah masuk di sejumlah outlet ritel modern, khususnya ritel bahan bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perinciannya adalah  produk Essenza ada di 10 outlet milik Mitra 10, dua outlet di Depo Bangunan, sembilan outlet di Mitra Bangunan dan 15 outlet  di RKM Supermarket Bangunan. Angelica menjelaskan, para peritel bahan bangunan beberapa outlet di Jambi, Palembang, Pekanbaru, Lubuklinggau dan Lampung. Teranyar, Mitra Bangunan telah membuka cabang di selatan kota Jambi. Tak hanya itu, entitas usaha IKAI ini juga telah menambah modern outlet baru, yakni Belanja Keramik yang merupakan anak perusahaan Siam Cement Group (SCG). Ritel  ini sudah punya jaringan distribusi di Jabodetabek dan Jawa Timur. Setelah memperluas jaringan pemasaran, IKAI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi keramik di tahun 2024 nanti. Maka emiten ini berencana menghidupkan line 3 yang sudah ada mesin kiln (pembakaran) di Tangerang, Banten.

Ekspansi Kredit Menyasar Perusahaan Negara Asal

Hairul Rizal 20 Oct 2023 Kontan
Bank-bank yang dikendalikan investor asing di Indonesia mengandalkan perusahaan-perusahaan asal negara investor tersebut untuk menggenjot kinerja keuangan. Salah satunya dalam hal penyaluran kredit. Bank-bank di Indonesia yang dimiliki investor asing cukup banyak menyalurkan kredit ke perusahaan-perusahaan dari negara asal investor asing. Salah satu alasannya, bank-bank tersebut dianggap memahami kebutuhan pendanaan perusahaan tersebut. Kondisi ini berdampak positif dalam meningkatkan pertumbuhan kinerja bank-bank milik asing tersebut, seperti dialami Bank KB Bukopin Tbk dan Bank JTrust Tbk. Dua bank ini gencar membidik perusahaan asal negaranya. Bank KB Bukopin masih merugi saat ini. Tetapi kerugiannya sudah mulai berkurang. Bank ini memang sedang fokus melakukan bersih-bersih aset bermasalah dan mendorong penyaluran kredit baru ke perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia, khususnya mereka yang memiliki hubungan bisnis dengan KB Kookmin Bank di Korea Selatan. Strategi tersebut dijalankan lewat program Korean Link. Bukopin tak hanya menyalurkan kredit secara langsung ke perusahaan-perusahaan tersebut, tetapi juga menyasar rantai pasoknya. Misalnya, setahun ini Bukopin banyak melayani kredit ke diler Hyundai. Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Jtrust Widjaja Hendra mengatakan, penyaluran kredit ke perusahaan Jepang masih cukup kecil, baru sekitar 400 miliar hingga Rp 500 miliar. Sedangkan total kreditnya Rp 22,99 triliun per Agustus. "Pinjaman kami lebih banyak dalam rupiah, ke lapis kedua dari perusahaan Jepang," ujarnya. Namun, ia yakin potensi masih besar. Berbeda, Direktur Danamon Dadi Budiana bilang, kredit ke perusahaan Jepang yang merupakan negara asal pemegang sahamnya bukan prioritas, sehingga nilai portofolionya kecil."Kredit langsung ke perusahaan Jepang tak sampai 5%,"  papar dia.

Siasat KEJU Menggenjot Bisnis

Hairul Rizal 20 Oct 2023 Kontan
Perusahaan produsen keju dan mayones, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), optimistis kinerja di kuartal III-2023 lebih baik dibandingkan dengan kuartal II-2023. Sejumlah inisiatif yang dilakukan oleh perusahaan ini diyakini mampu membuahkan hasil positif bagi kinerja emiten tersebut. "Penjualan kuartal III tumbuh di atas kuartal yang sama tahun lalu, termasuk per bulannya. Dan inilah baseline yang kami yakini nanti di pengujung tahun dapat mengejar di atas performa tahun lalu," ujar Paulus Tedjosutikno, Direktur Utama Mulia Boga Raya Tbk, kepada KONTAN, Kamis (19/10). Sebagai gambaran, pada kuartal II-2023, KEJU mencetak penurunan kinerja, baik pada segmen top line maupun bottom line. KEJU mencatatkan pendapatan Rp 476,04 miliar pada kuartal III-2023, atau turun 17,79% dibanding dengan kuartal II-2022 yang sebesar Rp 579,08 miliar. Paulus memaparkan, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu penurunan kinerja semester I-2023 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Di antaranya adalah pertumbuhan industri fast moving consumer goods (FMCG) yang melandai dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun 2023, seiring dengan situasi back to normal setelah tiga tahun lockdown di rumah karena pandemi, pengeluaran masyarakat cenderung ke arah out of home experience, seperti travel atau mobilitas dan cenderung berkurang masak dan makan di rumah dibanding tahun sebelumnya," paparnya. Sementara di tahun 2022, selain masih pandemi, ada beberapa kebijakan yang memicu kenaikan permintaan. Yakni, kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11% di April 2022, dan kenaikan harga jual produk di Juni 2022. Tingginya penjualan tahun 2022 juga berkat aksi KEJU yang membuka saluran pemasaran baru, seperti e-commerce. Meskipun channel pemasaran itu dapat membantu mendongkrak penjualan, namun dibutuhkan biaya investasi yang cukup tinggi.

BANK SENTRAL DI PERSIMPANGAN

Hairul Rizal 20 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)

Arah kebijakan moneter dalam jangka panjang tampaknya tengah berada di persimpangan. Maklum, kebijakan pengetatan maupun pengenduran yang dieksekusi oleh bank sentral masing-masing memiliki konsekuensi yang tak bisa dianggap remeh.Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin, Kamis (19/10), Bank Indonesia (BI) menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%. Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan ini dalam rangka merespons pelemahan rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global dan sebagai langkah preemptive dan forward looking memitigasi dampaknya ke imported infl ation.Akan tetapi, jika dipahami dengan saksama, menaikkan suku bunga acuan bisa dibilang langkah aman yang bisa ditempuh oleh BI pada saat ini. Musababnya, rupiah masih rawan pelemahan akibat besarnya arus keluar modal asing. Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan memiliki efek yang tak ramah bagi perekonomian nasional. Secara teori, makin tinggi suku bunga maka makin tinggi pula biaya pinjaman yang diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha. Sebaliknya, jika BI mempertahankan suku bunga acuan di tengah tingginya volatilitas mata uang Garuda, maka cadangan devisa berisiko makin menyusut lantaran besarnya intervensi yang dilakukan di pasar valuta asing. Inilah yang kemudian memosisikan bank sentral di persimpangan.Solusinya adalah, otoritas moneter pun wajib mengoptimalkan instrumen lain untuk menenangkan rupiah, terutama dua program anyar, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan penempatan valuta asing Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Gubernur BI Perry Warjiyo, menyadari betul kondisi yang dilematis itu. Menurutnya, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) memberikan hantaman bagi mata uang lain, termasuk rupiah. Sejalan dengan itu, selain memaksimalkan instrumen yang ada, BI juga akan menerbitkan senjata baru untuk mendorong masuknya aliran modal asing ke dalam negeri, yakni Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).Kedua instrumen tersebut akan diimplementasikan pada 21 November 2023. SVBI diterbitkan pada tenor 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan, sedangkan SUVBI akan diterbitkan dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan. "Penerbitan SVBI dan SUVBI sebagai instrumen moneter yang pro market untuk pendalaman pasar uang dan menarik portfolio inflows, dengan mengoptimalkan aset surat berharga dalam valuta asing yang dimiliki BI sebagai underlying," jelas Perry. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pelemahan rupiah dalam 3 bulan terakhir telah memukul pelaku usaha, khususnya dalam bentuk penggelembungan overhead cost.Anjloknya rupiah menyebabkan penurunan produktivitas usaha dan daya saing ekspor. Bahkan, banyak pebisnis terpaksa menaikkan harga jual akibat kenaikan overhead cost impor bahan baku, bahan penolong, dan barang modal.

DINAMIKA PASAR SAHAM : ARUS MODAL ASING TERPELANTING

Hairul Rizal 20 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Tingginya ketidakpastian global yang memantik ketidakpastian di pasar keuangan mendorong berlanjutnya aliran modal asing di pasar saham Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing membukukan aksi jual bersih Rp1,05 triliun pada perdagangan Kamis (19/10). Akibatnya, net sell di pasar saham secara kumulatif meningkat menjadi Rp8,2 triliun sepanjang tahun berjalan 2023.Arus keluar dana investor asing juga dicatat oleh Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global mendorong aliran keluar modal asing (net outfl ows) dalam bentuk investasi portofolio pada kuartal III/2023 sebesar US$2,1 miliar.“Tekanan terhadap aliran modal asing terus berlanjut pada kuartal IV/2023 yang hingga 17 Oktober 2023 mencatat net outfl ows sebesar US$0,4 miliar,” tuturnya dalam keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (19/10).Dalam RDG tersebut, BI memutuskan untuk mengerek naik suku bunga acuan atau BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) 25 basis poin ke level 6%. Di tengah sentimen suku bunga acuan, indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot 1,18% ke level 6.846,42 pada akhir perdagangan kemarin. Koreksi itu membuat IHSG berbalik memerah secara year-to-date(YtD) dengan return -0,06%.Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata memperkirakan BI pada Desember nanti akan memonitor segala perkembangan data ekonomi global dan nilai tukar rupiah sebelum memutuskan perubahan suku bunga lebih lanjut. Terpisah, Head of Research InvestasiKu (Mega Capital Sekuritas) Cheril Tanuwijaya mengatakan peningkatan suku bunga acuan BI ini cukup mengejutkan pasar karena di luar konsensus. “Investor bisa simak saham-saham perbankan yang fundamentalnya masih kuat, dan energi, khususnya minyak. Saham pilihannya adalah BBCA, BBNI, MEDC, dan ELSA,” ujar Cheril.Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan pasar merespons negatif peningkatan suku bunga acuan BI. Respons negatif ini terutama terjadi pada saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti perbankan.

PROYEK TANGGUH TRAIN 3 : Tambahan Tenaga Ketahanan Energi Nasional

Hairul Rizal 20 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Pemerintah bisa sedikit bernapas lega setelah akhirnya fasilitas Tangguh Train 3 mengirimkan kargo liquefied natural gas atau LNG pertamanya menuju fasilitas regasifikasi milik PT PLN (Persero) di Arun, Aceh.Pengiriman pertama kargo LNG tersebut sekaligus menandai bahwa proyek senilai US$11 miliar tersebut sudah masuk ke fase operasi komersial, sehingga menambah kapasitas produksi tahunan dua train proyek Tangguh lainnya menjadi total 11,4 juta ton per tahun.Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, Tangguh merupakan produsen LNG terbesar di Indonesia yang produksinya berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target nasional. Pengapalan perdana kargo LNG tersebut pun diyakini bakal memberikan sentimen positif terhadap serapan gas di dalam negeri. Sementara itu, AnjaIsabel Dotzenrath, EVP Gas and Low Carbon Energy bp memastikan Tangguh Train 3 telah beroperasi dengan aman. Dalam perjalanannya, proyek itu sempat terdampak pandemi Covid-19, dan membutuhkan waktu hingga 6,5 tahun untuk penyelesaian setelah mendapatkan persetujuan akhir investasi pada 2016.

Menjaga ”Leye”, Benih Tertua di NTT

Yoga 19 Oct 2023 Kompas (H)

Di Pulau Lembata, NTT, ada keluarga yang menjaga tradisi kuno menanam dan mengonsumsi leye. Tanaman pangan lokal bergizi ini merupakan biji-bijian pertama yang dibudidayakan leluhur orang NTT. Kristina Lolon, nenek berusia 80 tahun, memakan biji leye yang disangrai dan dipipihkan dengan batu. Rasanya tawar. Tradisi mewajibkan Lolon hanya boleh mengonsumsi biji leye sebagai makanan pokok sampai akhir hayat. ”Ini makanan sehari-hari. Saya tak boleh makan nasi, tak makan jagung,” ujar Lolon, di rumahnya, Desa Hoelea, Omesuri, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (13/8). Leye atau di Jawa disebut jali-jali atau jelai (Coix lacryma-jobi L) merupakan biji-bijian kuno yang pernah jadi sumber pangan penting di banyak wilayah Nusantara, tapi kini makin langka.

Sebagai istri dari pria tertua dalam keluarga Lamadike, Lolon bertugas sebagai penjaga tradisi mengonsumsi leye. Ia mulai menunaikan kewajiban itu setelah ibu mertuanya meninggal sekitar tahun 1990. Lolon boleh makan leye dengan sayur atau lauk lain seperti ikan. Yang dilarang hanya karbohidrat. Menurut kepercayaan keluarga Lamadike, dengan mengonsumsi leye, Lolon menjaga relasi spiritual keluarga itu dengan Dewi Langit yang mereka yakini menganugerahkan berbagai jenis tanaman pangan yang menghidupi mereka. Jika tak mengonsumsi leye atau melanggar pantangan dengan mengonsumsi jagung atau nasi, Lolon akan sakit. Keluarga Lolon menanam leye di kebun dan halaman rumah. Setahun hasil panen 100 kg, cukup untuk kebutuhan makan Lolon. Kendati hanya mengonsumsi leye, fisik dia kuat, Lolon mampu berjalan di permukiman hingga ke kebun. Bicaranya juga lancer dan matanya awas.

Menurut Samsudin Sama, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan di Lembata, leye ini biji-bijian berumpun setinggi 2-3 meter. Setiap lima rumpun bisa menghasilkan 1 kg leye. Leye ditanam di lahan tadah hujan, di antara padi, jagung, dan berbagai tanaman pangan. ”Leye nyaris tak terserang hama. Tumbuh terus tiap tahun. Bijinya disimpan bertahun-tahun bisa dimakan,” ujarnya. Selain tumbuh di berbagai kondisi tanah, tanaman leye bisa diratun. Jadi saat panen, dengan memotong batang dan menyisakan 10-15 sentimeter dari tanah, tanaman ini bisa menghasilkan biji kembali. Siprianus Luran, Sekdes Desa Hoelea, menambahkan, selain Lolon, ada yang mengonsumsi leye, tapi bukan jadi kewajiban. Namun, konsumsi leye merosot seiring dominasi beras dan terigu. (Yoga)

Stimulus untuk Solusi Berbasis Riset

Yoga 19 Oct 2023 Kompas

Dana padanan dari pemerintah bagi dosen dan perguruan tinggi menjadi stimulus riset yang mendukung pengembangan industri ataupun UKM. Dengan demikian, perguruan tinggi terdorong untuk berkolaborasi dan mengembangkan inovasi berbasis kepakaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dana padanan penugasan dari program Kedaireka untuk Politeknik Negeri Jember, Jatim, tahun 2022, misalnya, dimanfaatkan untuk mencari solusi legalitas perizinan produk pengalengan ikan, roti, dan kopi yang potensial di wilayah ini. ”Untuk politeknik ada skema dana padanan penugasan. Kami manfaatkan untuk mengatasi masalah terkait legalitas usaha.

Sebagai politeknik badan layanan umum kami harus bisa mengembangkan potensi sesuai keilmuan yang kami miliki,” kata Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember, Budi Hariono, di Jember, Rabu (18/10/2023). Manajer teaching factory pengalengan Politeknik Negeri Jember M Mardiyanto mengatakan, ada potensi ikan lemuru yang berlimpah di tempat pengelolaan ikan Puger. ”Kami melihat industri pengalengan ini harus dikembangkan. Kami memiliki kepakaran dan teknologi pengalengan berstandar industri yang bisa mendukung peningkatan harga nilai jual ikan lemuru tangkapan nelayan yang rendah,” kata Mardiyanto. (Yoga)

Kebijakan Energi Diperbarui, Peran Batubara Dipangkas

Yoga 19 Oct 2023 Kompas

Dewan Energi Nasional atau DEN telah merampungkan draf Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional, yang nantinya akan memperbarui regulasi yang lama. Peran energi fosil, yaitu minyak dan batubara, diminimalkan. Kebijakan energi yang berlaku saat ini mengacu pada PP No 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), yang menyebutkan, dalam memproyeksikan kebutuhan energi nasional hingga 2050, diperhitungkan parameter yang berpengaruh dan asumsi yang digunakan. Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, Herman Darnel Ibrahim, dalam Energy Transition Conference and Exhibition di Jakarta, Rabu (18/10) mengatakan, penyusunan draf Rancangan PP Kebijakan Energi Nasional telah tuntas.

”Tekanannya adalah grand strategy dalam mengutamakan keamanan pasokan dan keterjangkauan harga. Kemudian, meningkatkan serta menjaga konservasi dan efisiensi energi berlangsung di semua aktivitas masyarakat,” kata Herman. KEN terbaru ini akan memaksimalkan peran energi terbarukan dan meminimalkan energy fosil. ”Sebelumnya (pengurangan fosil) hanya pada BBM, sekarang batubara juga. Sementara gas menjadi energi yang digunakan sementara dalam transisi,” ujar Herman. Herman menambahkan, draf PP tentang KEN yang baru juga membahas penggunaan energy nuklir untuk menyeimbangkan dan mencapai target dekarbonisasi sebagai bagian upaya menjawab tantangan transisi energi di Indonesia. (Yoga)

Pilihan Editor