Bunga Naik, Biaya Dana Bank Bisa Naik
Peluang Bisnis Besar dari Ajang Olahraga
China Pertahankan Suku Bunga Acuannya
DMND Perkuat Inovasi Produk
Pensiun Dini PLTU Akan Dibiayai Anggaran Negara
ARAL MELINTANG TARGET INVESTASI
Pemerintah berhadapan dengan sejumlah tantangan untuk mewujudkan target investasi tahun ini sebesar Rp1.400 triliun. Selain gegap gempita tahun politik di Tanah Air, konflik geopolitik juga menjadi ancaman tersendiri bagi arus investasi.Kemarin, Jumat (20/10), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data perkembangan investasi sepanjang Januari—September 2023 yang mencapai Rp1.053,1 triliun atau 75,2% dari target. Dengan demikian, hanya tersisa waktu 3 bulan untuk mencapai target tersebut. Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai angka realisasi sepanjang 9 bulan pertama tahun ini masih terpaut cukup jauh dengan target yang dibidik.
Hal senada juga disampaikan oleh Di rektur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Dia menilai secara keseluruhan potensi pertumbuhan investasi di sisa tahun ini masih tetap ada, kendati agak sulit. Faktor geopolitik dunia, sambungnya, turut menahan upaya pemerintah untuk mencapai angka yang ditetapkan. Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia tetap optimistis target pemerintah bakal tercapai. Kendati memasuki tahun politik, Indonesia tetap mendapatkan kepercayaan investor baik asing maupun lokal, yang tecermin dari pertumbuhan investasi hingga kuartal III/2023. Khusus untuk periode Juli—September tahun ini, realisasi investasi tercatat sebesar Rp374,4 triliun. Dia menilai investor tidak lagi wait and see.
Beberapa investasi yang masuk pada kuartal ini antara lain Lotte Petrochemical dengan investasi Rp60 triliun untuk pembangunan pabrik hingga bahan baku baterai di Morowali dan Weda Bay. Selain itu, investasi Freeport untuk tembaga di Gresik tahun ini sekitar US$3,3 miliar.
Untuk mencapai target investasi Rp1.400 triliun tahun ini, Bahlil memastikan pihaknya akan mengejar sejumlah investor dan melakukan pendampingan secara langsung. “Kita tanyakan pengusaha apa masalah kalian, saya saja malam-malam datangi pengusaha karena kalau tidak begitu mereka tidak kita bantu, terlambat realisasi, target negara tidak tercapai,” tuturnya. Salah satu yang dikejar pada tahun ini adalah komitmen investasi perusahaan swasta asal China Xinyi Group pada proyek Rempang Eco City.
Korupsi Dana Desa & Partisipasi Masyarakat
Kasus dugaan korupsi Dana Desa kembali terjadi. Kali ini menjerat Nur Hakim, mantan Kepala Desa Tonjong, Kabupaten Bogor. Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok menangkap Nur Hakim terkait dengan kasus dugaan korupsi Dana Desa 2022 yang merugikan negara sebesar Rp500 juta.Nur Hakim diduga telah menyelewengkan Dana Desa yang semestinya untuk program Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Samisade adalah program unggulan dari pemerintah kabupaten Bogor yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan ekonomi dan sosial.Pemerintah Bogor mengalokasikan anggaran maksimal satu miliar per desa, dan nantinya desa-desa tersebut mengusulkan berbagai program pembangunan untuk desanya. Dalam hal ini, Desa Tonjong mengusulkan betonisasi jalan di wilayahnya dengan anggaran Rp838 juta yang terdiri dari dua periode.
Kasus ini membuktikan bahwa dana desa yang diberikan oleh pemerintah rentan terjadi korupsi. Keterlibatan kepala desa sebagai pelaku menunjukkan bahwa Pasal 26 ayat (4) huruf f UU Desa belum dilaksanakan secara maksimal. Di mana, kepala desa harus menerapkan prinsip tata pemerintahan desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari KKN dalam melaksanakan tugasnya.
Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW), sejak pemerintah mengucurkan dana desa pada 2015, tren kasus korupsi dana desa semakin meningkat. Pada 2016, jumlah kasus korupsi di desa sebanyak 17 kasus dengan 22 tersangka. Enam tahun kemudian, pada 2022, jumlah kasus melonjak drastis 155 kasus dengan 252 tersangka yang menimbulkan kerugian negara mencapai lebih Rp381 Miliar.
Pemerintah desa juga harus melibatkan seluruh masyarakat dalam musyawarah desa. Setiap masyarakat yang terlibat di undang melalui surat undangan maupun media undangan lainnya. Kemudian, meminta masyarakat berkomitmen untuk bersama-sama berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program desa.
AKSI KORPORASI : MAIN Sasar Pasar Luar Negeri
PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) agresif menyasar pasar internasional untuk menopang penjualannya tahun ini. Setelah melepas 18 ton produk olahan ayam ke Singapura, perusahaan berencana mengukuhkan produknya di pasar Jepang dan Uni Emirat Arab.Direktur Malindo Feedmill Rewin Hanrahan mengatakan, keberhasilan menjangkau pasar Singapura membuktikan bahwa bahwa produk MAIN memiliki daya saing, karena Singapura dikenal sebagai salah satu negara yang ketat dalam hal kualitas.MAIN memang kembali melakukan ekspor produk olahan ayam ke Singapura. MAIN melalui entitasnya PT Malindo Food Delight Cikarang melepas 3 kontainer 18 ton produk olahan dengan nilai US$90.000 pada Jumat (20/10).
Sejak 2020, Malindo dengan produk olahan SunnyGold juga sudah berhasil ekspor ke pasar Jepang. Rewin menargetkan pada bulan depan pihaknya bisa mengekspor 2 kontainer ayam beku dan 2 kontainer produk olahan ke Singapura.Malindo juga berharap agar ekspor 1 kontainer produk olahan ke Uni Emirat Arab dan juga ke Jepang dapat segera terlaksana.
Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi optimistis ekspor yang dilakukan oleh MAIN dapat berimplikasi terhadap upaya pemerintah menekan impor dan memperkuat produksi dalam negeri.
Sektor pertanian merupakan komponen ekonomi nasional yang sangat strategis dan penting. Arief menyampaikan, Indonesia memiliki berbagai program unggulan, sehingga kegiatan ekspor harus digencarkan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah menyampaikan, ekspor tersebut bisa dicapai karena Kementerian Pertanian melakukan penerapan berbagai standar dan aturan yang sudah menjadi pegangan dalam menghasilkan produk pangan ternak berkualitas.
DAMPAK KEBIJAKAN MONETER : TANTANGAN PESONA SURAT UTANG
Keputusan Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan ke level 6% membuat investor harap-harap cemas, karena berpotensi melemahkan pasar surat utang Tanah Air. Chief Investment Officer STAR Asset Management Susanto Chandra mengatakan, pasar obligasi Indonesia berisiko melemah terimbas kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), seiring dengan dengan naiknya yield obligasi yang berpotensi menambah tinggi aksi jual surat utang oleh investor. “Dampak dari kenaikan suku bunga tersebut turut membuat yield pasar obligasi menyesuaikan ke atas, baik pada pasar obligasi pemerintah maupun korporasi,” ujar Susanto kepada Bisnis, Jumat (20/10). Menilik data Investing, yield SBN tenor 10 tahun naik tajam 2,74% ke level 7,2% pada Jumat, (20/10). Di lain sisi, US Treasury Yield 10 tahun juga naik ke posisi 4,99% atau level tertinggi sejak 2007.
Adapun, saat ini pemerintah juga tengah meluncurkan Obligasi Negara Ritel seri ORI024 dengan masa penawaran mulai 9 Oktober 2023 hingga 2 November 2023. Seri terbaru ORI terbaru ini juga ditawarkan dalam dua tenor yang berbeda, yaitu tenor 3 dan 6 tahun.
Terkait dengan prospek SBN Ritel seperti ORI024 dan ST011, CEO Pinnacle Persada Investama Guntur Putra mengatakan, bergantung kepada berbagai faktor, termasuk tingkat suku bunga atau kupon yang ditawarkan dan preferensi investor. “Jika tingkat kupon yang ditawarkan tetap kompetitif dan mengikuti tren pasar, maka SBN Ritel masih dapat diminati oleh investor yang mencari instrumen investasi yang relatif aman. Namun, pemerintah mungkin perlu memastikan tingkat suku bunga yang menarik untuk menjaga minat investor,” katanya kepada Bisnis.
Di lain sisi, pasar obligasi korporasi sepanjang tahun berjalan relatif masih landai dengan nilai outstanding atau jumlah seluruh obligasi yang beredar di pasar modal kurang dari 10% terhadap angka penyaluran kredit bank.Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pada pekan lalu, Jumat (13/10) total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2023 sebanyak 93 emisi dari 55 emiten senilai Rp98,2 triliun.
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David E. Sumual mengatakan, salah satu penyebab landainya pasar obligasi korporasi yaitu karena berbagai perusahaan lebih banyak yang mengandalkan perbankan untuk mencari dana, karena relatif lebih mudah dalam beberapa aspek.
PERDAGANGAN KOMODITAS : 14 Perusahaan Siap Ramaikan Bursa CPO
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) memastikan setidaknya akan ada 14 perusahaan sawit yang bakal menjadi anggota Bursa Crude Palm Oil atau CPO.Direktur ICDX Yugieandy Tirta Saputra mengatakan, pihaknya saat ini sedang memberikan pelatihan terkait dengan sistem perdagangan CPO melalui bursa kepada 14 perusahaan sawit yang masuk ke dalam pipeline anggota Bursa CPO.Selain itu, ke-14 perusahaan sawit tersebut juga masih harus melengkapi beberapa persyaratan untuk menjadi anggota Bursa CPO Indonesia, salah satunya adalah menyetorkan uang jaminan transaksi kepada ICDX selaku penyelenggara tunggal Bursa CPO.
Beberapa di antaranya adalah emiten sawit milik Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Ada juga PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP), dan PT Wilmar Nabati Indonesia.Adapun, target anggota Bursa CPO yang dibidik ICDX hingga pengujung 2023 adalah sebanyak 50 pengusaha sawit.
Perdagangan perdana di Bursa CPO terjadi pada kon-trak CPO bersertifi kat ISPO, dengan total 4 lot atau 100 metrik ton CPO pada harga Rp11.305. Terdapat dua perusahaan yang terlibat dalam transaksi tersebut.









