Renjana Seniman Jalanan Menghidupkan Kota
Lagu Dewa 19 berjudul ”Kangen” terdengar di tenda warung menemani
pengunjung makan, Kamis (14/12) di Jalan
Krendang Raya, Tambora, Jakbar. Suara Downy Ischan (27) membuat beberapa
pengunjung ikut bernyanyi. Downy mengucapkan selamat malam dan berterima kasih
kepada pengunjung yang telah memasukkan uang ke dalam kantong yang tersemat di
kepala gitarnya. Berpenampilan rapi,
ramah, dan modal suara tidak sumbang, ada saja pengunjung memberikan Rp 5.000,
bahkan lebih. Dalam sehari ia bisa mengantongi rata-rata Rp 200.000 dari pukul
18.00-23.00. ”Penolakan, tidak dikasih itu risiko. Kalau emosi, jangan jadi
pengamen jalanan karena jauh dari rezeki. Kita tetap harus menghargai orang
lain,” ujarnya. Pria asal Bekasi itu terjun ke dalam seni jalanan pada 2014. Ia
bisa bertahan karena merasa dunia tarik suara adalah sebuah renjananya. Terus
bernyanyi di jalanan dan renjana yang kuat membawa Downy diundang untuk mengisi
di kafe-kafe. Kini, ia rutin tampil di ruang publik di SCBD setiap akhir pekan.
Di Bendungan Hilir, Jakpus, Aris (25) dan Jojo (28) membuat
sejumlah pengunjung memberikan apresiasi atas bakat dua pengamen asal Medan,
Sumut, itu. Tembang hits dari Dewa 19, Slank, Aerosmith, dan Guns N Roses
menjadi andalan mereka. Mereka juga tetap menerima permintaan lagu lain dari
pengunjung. Dengan gitarnya, Aris mengiringi suara Jojo merangkap pengisi suara
latar. Bagi Aris dan Jojo, menjadi pengamen jalanan sejak 2019 awalnya karena
iseng. Saat itu, Jojo ingin membantu Aris yang kehilangan tas berisi laptop,
handphone, dan sejumlah uang senilai Rp 2 juta. Bermodal suara bagusnya,
ternyata dari hasil mengamen, Aris bisa bertahan hidup di Jakarta sebagai perantauan.
Dari awal hanya iseng, kini menjadi kegiatan yang serius. Tidak ingin dipandang
sebelah mata sebagai pengamen jalanan biasa, mereka membeli gitar akustik,
pakaian, dan sepatu baru, sebagai modal menjelajahi setiap sudut keramaian kota.
(Yoga)
Tantangan Daya Beli di Era Terakhir Jokowi
Daya beli bisa menjadi pekerjaan berat pemerintah Joko Widodo di tahun terakhirnya, 2024. Daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan berpotensi semakin tergerus inflasi. Efek El Nino masih akan menghantam harga pangan hingga tahun depan. Impor pangan dihadapkan tantangan retriksi global. Lalu, ada momen seperti Pemilu, Ramadan dan Idul Fitri yang bisa memacu inflasi di awal 2024. Aneka insentif, subsidi dengan bentuk bantuan sosial (bansos) dan perlindungan sosial (perlindos) belum mampu meredam inflasi kelas menengah dan rentan. Celakanya, kelas menengah juga terancam mengalami dompet kosong alias wallet empty lantaran hantaman inflasi. Tabungan tergerus untuk kebutuhan pokok yang naik. Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira bilang, gejolak harga pangan bisa mengerek inflasi menjadi 3,4% hingga 4,2% pada kuartal I-2024. Sementara itu, inflasi bahan makanan bisa meningkat menjadi 7,9% year on year (yoy) atau lebih tinggi dari posisi November 2023 sebesar 7,19% yoy. Menurut Bhima, regulasi upah minimum tak sesuai tantangan inflasi.
Dalam kondisi itu, yang paling kena efeknya adalah masyarakat kelompok pengeluaran menengah. Ini nampak dari pertumbuhan jumlah tabungan masyarakat kelas menengah yang terus turun akibat untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Kurniawati Yuli Ashari juga memperkirakan, inflasi kuartal I 2024 cukup tinggi ke level 3,1% yoy. Efek musiman mendekati Ramadan dan Idulfitri akan memacu inflasi. Risiko inflasi juga akan berasal dari barang impor alias imported inflation.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mewanti-wanti. Tak hanya dampak El Nino terhadap harga pangan, rencana penerapan cukai plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) akan memicu inflasi tahun depan. Hitungan dia, ada peningkatan inflasi secara moderat dari estimasi 2,81% yoy di akhir 2023 menjadi 3,17% yoy di akhir 2024.
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita meramal, inflasi baru akan meningkat di pertengahan 2024, imbas berakhirnya masa panen raya.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengklaim, pergerakan harga pangan relatif moderat di 2024. Kenaikan akan terjadi hingga April 2024. Adanya potensi peningkatan permintaan masyarakat karena pemilu serta Ramadan dan Idulfitri jadi pendorong.
PMN Rp 37 Triliun Cair di Ujung Tahun
Di pengujung tahun 2023, Presiden Joko Widodo akhirnya mencairkan dana penyertaan modal negara (PMN) ke sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Nilainya mencapai Rp 37,3 triliun, baik secara tunai maupun pengalihan barang milik negara (BMN).
Pertama
, pemerintah mencairkan PMN kepada PT Hutama Karya senilai Rp 28,88 triliun berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2023.
Kedua, pencairan PMN kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) senilai Rp 1,53 triliun berdasarkan PP No. 56 Tahun 2023. Ketiga, PMN kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia senilai Rp 798,81 miliar. Hal ini tertuang dalam PP No. 57 Tahun 2023.
Keempat, PMN kepada PT Brantas Abipraya senilai Rp 211,98 miliar berdasarkan PP Nomor 59 Tahun 2023.
Kelima, PMN kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia senilai Rp 3 triliun yang bersumber dari APBN 2023. Hal ini tertuang dalam PP Nomor 60 Tahun 2023. Keenam, PMN kepada Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Rp 659,19 miliar, yang diatur dalam PP Nomor 61 Tahun 2023.
Ketujuh
, suntikan modal kepada PT LEN Industri senilai Rp 1,75 triliun, yang diatur dalam PP No. 62 Tahun 2023.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan, seluruh PMN tunai disertai dengan key performance indicator (KPI) dan kontrak kerja.
OPTIMISME MENYONGSONG PEREKONOMIAN INDONESIA 2024
Kendati menghadapi sejumlah gejolak ekonomi dunia pascapandemi
Covid-19 dan dampak perang antarnegara, perekonomian Indonesia relatif
terkendali sepanjang tahun 2023. Dengan capaian ini, Indonesia optimistis menghadapi
tantangan perekonomian global 2024 yang masih penuh ketidakpastian. Hingga
pengujung tahun ini, panorama ekonomi Indonesia menggambarkan kinerja yang
cukup positif. Kondisi tersebut tecermin dari pencapaian sejumlah indikator ekonomi
nasional. Sepanjang tiga triwulan 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di
kisaran 5 %, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global pada tiga triwulan
terakhir yang hanya 2,9 %. BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada
2023 berada di kisaran 4,5 % - 5,3 %. Pertumbuhan ekonomi yang relatif
terkendali itu disertai pula dengan kualitas pertumbuhan yang relatif baik, tecermin
dari besaran inflasi nasional yang relatif terkontrol di level 2,86 % pada
November 2023.
Angka itu jauh di bawah rata-rata inflasi global yang
mencapai 7,2 %. Indikator berikutnya terlihat dari kewajiban pemerintah terhadap
utang-utangnya. Nilai total utang Pemerintah Indonesia pada akhir November 2023
mencapai Rp 8.041,01 triliun atau 38,11 % terhadap PDB. Kendati total utang
pemerintah itu menembus rekor tertinggi baru, rasionya terhadap PDB turun
dibandingkan periode 2021-2022. Dari sejumlah indikator ekonomi nasional yang
secara umum baik capaiannya pada tahun 2023 ini mencerminkan adanya optimisme
pada tahun 2024 mendatang. Meskipun demikian, tetap harus mewaspadai adanya
ketidakpastian ekonomi dunia yang tampaknya masih terus berlanjut pada tahun
depan. (Yoga)
Inilah Saham-Saham Buruan Asing di 2023
Arus dana asing yang masuk ke bursa saham cukup deras sepanjang Desember ini. Tapi, jika dilihat sejak awal tahun, asing masih cenderung melakukan aksi jual. Total nilai jual bersih (
net sell
) asing sepanjang tahun 2023 ini mencapai Rp 7,06 triliun, per Kamis (28/12).
CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, arus
net buy
sempat berkurang saat suku bunga acuan Federal Reserve meningkat dan memicu kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Namun, dana asing kembali masuk ke pasar saham usai optimisme investor meningkat terhadap peluang stabilnya suku bunga The Fed ke depan.
Saham-saham di sektor perbankan, khususnya yang berkapitalisasi besar seperti BBRI dan BBNI menjadi yang paling banyak diburu oinvestor asing. Asing juga masuk ke saham pendatang baru berkapitalisasi pasar besar, seperti AMMN.
Sementara saham-saham yang paling banyak dijual investor asing kebanyakan dari sektor pertambangan dan energi.
Equity Research Analyst
Kiwoom Sekuritas. Vicky Rosalinda menambahkan, di kuartal terakhir tahun ini, dana asing tetap mengalir deras meskipun ada kekhawatiran karena Indonesia mulai menggelar kampanye pemilu.
Praska merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati, yaitu, ASII, ADMR, TLKM, INKP, dan TOWR.
Menurut Vicky, BBRI, BBNI, AMMN, ASII, UNVR, INDF, ICBP, CTRA, dan JSMR masih menjadi incaran investor asing di tahun depan. Di antara saham-saham itu, dia merekomendasi BBRI, ASII dan INDF.
GOOD Akuisisi 75% Saham Suntory Garuda
Emiten saham makanan dan minuman dalam kemasan, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) akan mengakuisisi 75% saham PT Suntory Garuda Beverage dari Great Wall Capital.
Suntory Garuda Beverage adalah produsen produk minuman dalam kemasan. GOOD akan menguasai mayoritas saham Suntory Garuda setelah proses transaksi ini tuntas, dari sebelumnya hanya memiliki saham minoritas.
Sekretaris Perusahaan Garudafood Putra Putri Jaya, I Made Astawa menyampaikan, penandatanganan transaksi jual beli tersebut dilakukan pada Kamis (28/12). "Transaksi ini bukan termasuk afiliasi dan tidak masuk kategori benturan kepentingan berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata dia, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/12).
Usai transaksi ini, GOOD akan mendapatkan tambahan portofolio produk kategori minuman, dan menggelar ekspansi operasi secara konsolidasi. Suntory Garuda Beverage merupakan bagian Grup Suntory yang berpusat di Osaka, Jepang. Berbagai produk minuman yang cukup populer seperti Jelly Okky, teh kemasan Mountea, teh dalam botol Mytea, air dengan vitamin Good Mood dan jus
blackcurrant
Ribena.
ADU MONCER SAHAM TAIPAN
Fluktuasi harga saham emiten-emiten milik para konglomerat mewarnai perjalanan pasar modal sepanjang 2023. Taipan pemilik emiten di sektor energi baru terbarukan (EBT), konsumer, dan perbankan mendulang cuan yang tebal. Sedikitnya ada 25 grup konglomerasi yang telah membawa sejumlah entitas bisnisnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan tercatat. Enam nama besar di antaranya ialah Grup Salim, Grup Sinar Mas, Grup Djarum, Grup Astra, Grup Lippo, dan Grup MNC. Emiten-emiten milik crazy rich juga mendominasi daftar perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang memiliki market cappaling jumbo di BEI sebesar Rp1.147 triliun ternyata terafi liasi dengan Grup Djarum. Posisi kedua ditempati oleh emiten milik taipan Prajogo Pangestu PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) dengan market cap Rp1.027 triliun. Sementara itu, emiten milik Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) eksis di posisi keempat dengan kapitalisasi pasar Rp661 triliun. EI mencatat top leaders IHSG pada 2023 ialah saham BREN.
Sejak melantai di BEI pada 9 Oktober 2023, BREN meroket 883,97% ke level Rp7.675 per saham dan berkontribusi 267,13 poin terhadap kenaikan IHSG secara year-to-date (YtD). Lonjakan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang terafi liasi dengan keluarga Panigoro juga berkontribusi signifi kan terhadap kinerja indeks komposit tahun ini. Saham AMMN sudah lompat 274,63% sejak listing pada 7 Juli 2023. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan kinerja saham emiten-emiten grup konglomerasi besar cukup beragam pada 2023. Hal itu akibat terjadinya pengetatan kebijakan moneter. Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beberapa emiten dari grup konglomerat, seperti INDF, ICBP, dan BBCA.Terpisah, Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project William Hartanto mengatakan moncernya saham-saham milik Prajogo Pangestu pada tahun ini terdorong katalis positif dari tren EBT. Bloomberg Billionaires Index menempatkan Prajogo Pangestu di posisi pertama orang terkaya Indonesia dan berada di posisi ke-47 orang paling tajir sejagat dengan estimasi kekayaan US$32 miliar.
Terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan saham BREN masih dapat mencetak rekor all-time-high (ATH).
Sementara itu, Nafan menilai penguatan harga saham emiten-emiten Grup Tanoko seperti CLEO, DEPO, dan AVIA dalam sepekan terdorong oleh trading jangka pendek. Salah satu sentimennya, CLEO berencana mengoperasikan pabrik air minum di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sementara itu, Nafan menilai penguatan harga saham emiten-emiten Grup Tanoko seperti CLEO, DEPO, dan AVIA dalam sepekan terdorong oleh trading jangka pendek. Salah satu sentimennya, CLEO berencana mengoperasikan pabrik air minum di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Dari Grup Harita, Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) Roy Arman Arfandy mengungkapkan fasilitas pemurnian nikel HPAL kedua berkapasitas 65.000 ton per tahun diharapkan mulai operasi pada pertengahan 2024.
SGIE & Ekonomi Syariah 2024
Debat Cawapres yang digelar di JCC Senayan pada 22 Desember 2023, masih menyisakan perdebatan ‘lanjutan’ di ruang publik. Pasalnya, pertanyaan Cawapres Gibran, “bagaimana langkah Gus Muhaimin untuk meningkatkan peringat Indonesia di SGIE”, sempat menimbulkan sedikit ketegangan. Sebab, pertanyaan tersebut dijawab Gus Imin, “terus terang saya tidak paham SGIE”. Ketidakpahaman ini boleh jadi karena akronim SGIE tidak sepopuler akronim KPU misalnya, tentu akan lebih bijak jika langsung diiringi dengan kepanjangan singkatan tersebut. Kini, SGIE terlanjur viral di media sosial. Pertanyaan yang mengusik nalar kritis, bagaimana strategi pemerintah dalam waktu yang relatif singkat, bisa mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia, sehingga mampu mengerek peringkat Indonesia di SGIE? Laporan State of The Global Islamic Economy (SGIE) merupakan laporan hasil survei untuk mengukur total pencapaian perkembangan ekonomi syariah secara global. Laporan SGIE diterbitkan oleh lembaga riset DinarStandard yang berkantor pusat di Dubai Uni Emirat Arab (UEA). Terdapat sejumlah indikator yang digunakan SGIE untuk memeringkat perkembangan ekonomi syariah, atau yang disebut dengan peringkat Indikator Ekonomi Syariah Global (Global Islamic Economy Indicator/GIEI).
GIEI mengukur 10 besar terbaik dengan indikator yang meliputi, makanan halal, keuangan syariah, pariwisata halal, fesyen halal, ekonomi kreatif syariah dan farmasi-kosmetik halal. Sementara itu, perkembangan berikutnya pada laporan SGIE 2022, Malaysia masih bertahan menduduki peringkat pertama untuk semua indikator (overall score 207,2). Kemudian diikuti Arab Saudi (peringkat 2) dan UEA (peringkat 3). Sedangkan Indonesia mengalami lompatan kenaikan peringkat yang cukup spektakuler dibandingkan 2018-2019. Perkembangan ekonomi syariah nasional pada 2022, berada pada peringkat keempat dengan skor total sebesar 68,5. Terdapat sejumlah indikator yang mengerek kenaikan peringkat Indonesia secara keseluruhan, yakni makanan halal (peringkat 2), fesyen halal (peringkat 3), keuangan syariah (peringkat 6) dan farmasi-kosmetik (peringkat 9). Terutama yang menjadi prioritas, meningkatkan indikator yang skornya masih rendah, dan tidak masuk tiga besar. Indikator kelompok ini meliputi, keuangan syariah (peringkat 6), farmasi-kosmetik (peringkat 9), wisata ramah muslim (tidak masuk 10 besar), dan ekonomi kreatif syariah (tidak masuk 10 besar). Untuk meningkatkan peringkat indikator ini, diperlukan sejumlah strategi. Pertama, penguatan keuangan syariah dan infrastrukturnya. Kedua, peningkatan produktifitas dan daya saing. Ketiga, penerapan dan penguatan kebijakan/regulasi. Kempat, penguatan merek dan kesadaran halal.
PENGEJARAN ASET : TEKA-TEKI MASA BAKTI SATUAN TUGAS BLBI
Teka-teki perihal masa depan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia masih tak pasti. Perpanjangan yang diharapkan pun belum mendapat lampu hijau dari Kepala Negara, meski urgensi untuk menambah napas kinerja petugas sangatlah tinggi. Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 6 Tahun 2021 jo. Keputusan Presiden RI Nomor 16 Tahun 2021, dan berakhir pada 31 Desember 2023.Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, di tingkat kementerian teknis yang mencakup Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM telah mencapai kata sepakat untuk memperpanjang masa tugas Satgas BLBI.Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menjadi mitra kerja dari satgas pun memberikan dukungan penuh agar masa bakti tim khusus tersebut diperpanjang. Apalagi, kinerja Satgas BLBI sejauh ini masih terbilang biasa-biasa saja. Dari total hak tagih negara yang harus dikejar senilai Rp110 triliun, satgas baru berhasil mengeksekusi senilai Rp34 triliun atau sektar 30%.Inilah kemudian yang mendasari tingginya urgensi dari perpanjangan masa tugas tersebut. Terlebih, pemanggilan yang dilakukan terhadap obligor/debitur tak sepenuhnya berjalan mulus. Banyak pula yang mangkir atau tidak diketahui keberadaannya.
Sejatinya, sejumlah pejabat Satgas BLBI telah aktif bergerilya meminta dukungan perpanjangan. Ketua Satgas BLBI sekaligus Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, misalnya, telah mengusulkan hal itu ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.Pun dengan Mahfud Md, Menkopolhukam sekaligus Ketua Dewan Pengarah Satgas BLBI, beberapa waktu lalu langsung berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo untuk meminta perpanjangan. Hanya saja, hingga detik ini masih belum ada legalitas hitam di atas putih perihal permintaan tersebut. Sementara itu, masa kerja Satgas BLBI hanya menyisakan 3 hari. Rasanya mustahil dalam 3x24 jam satgas mampu mengeksekusi kekurangan hak tagih negara senilai Rp76 triliun.Kalangan ekonom pun meminta kepada pemangku kebijakan untuk bertindak cepat dan taktis dalam rangka memulihkan hak tagih negara tersebut. Perpanjangan pun menjadi satu-satunya solusi cermat. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menilai perpanjangan masa kerja Satgas BLBI memang mendesak sehingga tidak ada pekerjaan rumah ketika terjadi suksesi kepemimpinan. Di sisi lain, Bhima tidak menampik bahwa upaya untuk mengambil alih Rp110 triliun cukup sulit apabila tidak diimbangi dengan optimalisasi instrumen lain. Di sisi lain, perpanjangan masa tugas itu juga patut diimbangi dengan gerak lincah satgas agar pengambilalihan hak negara bisa akseleratif.
Tahun lalu, pemangku kebijakan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2022 tentang Pengurusan Piutang Negara oleh Panitia Pengurusan Piutang Negara (PUPN), yang bisa menjadi pisau untuk senjata perampas aset BLBI.Dalam regulasi itu, pemerin-tah secara sah dapat mengalienasi hak serta keberadaan debitur apabila tidak kooperatif. Tindakan keperdataan meliputi tidak memperoleh hak atau pelayanan dari lembaga jasa keuangan. Berdasarkan catatan Bisnis, ada delapan obligor BLBI yang menetap di negara tersebut. Persoalannya, tidak semua obligor kooperatif dengan Pemerintah Indonesia.Instrumen regulasi lain adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset yang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak kunjung dibahas meski telah menerima Surat Presiden (Surpres) Joko Widodo.Faktanya, rancangan RUU itu menjadi senjata tambahan yang bisa mempermudah fungsi Satgas BLBI. Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Mukhamad Misbakhun, mendorong pemerintah untuk melakukan penelusuran aset guna mengoptimalisasi hasil kerja satgas.
PERFORMA MANUFAKTUR : Pemilu Picu Optimisme Pengusaha
Juru bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, optimisme pelaku usaha terus mengalami peningkatan pada semester II/2023. Hal tersebut diyakini bakal berlanjut seiring dengan banyaknya momentum yang bisa memacu peningkatan produk manufaktur pada tahun depan. “Mayoritas responden yang menjawab optimistis menyampaikan keyakinannya terhadap kondisi pasar bakal terus membaik, dan kepercayaannya ditopang oleh kebijakan pemerintah yang lebih baik,” katanya, Kamis (28/12). Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perindustrian tercatat bahwa 62,4% responden menyatakan optimismenya terhadap kondisi usaha di dalam negeri hingga 6 bulan ke depan. Kepercayaan tersebut juga sejalan dengan persentase pelaku usaha yang menyebutkan kondisi kegiatan usahanya meningkat yang mencapai 31,8% pada Desember 2023, dan 46,8% lainnya menyatakan kondisi usahanya stabil. Setidaknya ada 15 subsektor yang mengalami ekspansi pada kuartal III/2023, di antaranya makanan, kendaraan bermotor trailer, minuman, dan tembakau.









