Evaluasi Keuangan Akhir Tahun
Evaluasi keuangan adalah hal yang penting dilakukan saat
terjadi perubahan dalam tahapan kehidupan atau saat memasuki babak waktu yang baru,
sehingga akhir tahun menjadi momen yang sangat baik untuk melakukan evaluasi
keuangan. Evaluasi keuangan atau financial checkup adalah pemeriksaan keuangan
pribadi, mulai dari perjalanan arus kas saat ini, potret utang dan aset, hingga
perkembangan investasi untuk pensiun dan lainnya. Evaluasi dapat dilakukan
sendiri atau dengan bantuan pakar keuangan. Pertama, evaluasi jumlah penambahan
aset dan pinjaman. Aset dalam neraca keuangan pribadi terbagi menjadi tiga komponen,
yaitu aset kas, asset investasi, dan aset konsumsi. Area pertama
mengidentifikasi saldo berbagai aset yang dimiliki sejak awal tahun 2023 hingga
saat ini. Berikutnya, buat daftar saldo pinjaman yang belum lunas. Sangat disarankan
untuk menjaga arus kas rumah tangga agar tetap positif. Selisih antara jumlah
aset dan jumlah pinjaman merupakan kekayaan bersih.
Kedua, evaluasi saldo dana darurat. Dana darurat untuk rumah
tangga yang ideal jumlahnya setara 12 bulan dikalikan pengeluaran rutinnya, contoh,
bila pengeluaran rutin keluarga Rp 5 juta setiap bulan, dana darurat minimal
yang perlu dimiliki adalah Rp 60 juta. Ketiga, evaluasi kondisi dan situasi
sumber pemasukan. Bagi mereka yang mengalami penurunan penghasilan, perlu
menghemat dan merubah gaya hidup. Keempat, evaluasi apakah pengeluaran
bertambah atau dapat dihemat. Kelima, evaluasi penambahan jumlah tabungan dana darurat
serta aset investasi secara khusus. Selain melakukan evaluasi terhadap proses
dan kedisiplinan dalam menabung dan investasi, sebaiknya mengevaluasi apakah sudah
meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga di tahun ini. (Yoga)
Parade Berkah Tahun Baru
Malam Muda Mudi Jakarta Kota Global jadi tema utama pesta malam
Tahun Baru di Ibu Kota. Ada begitu banyak acara yang digelar untuk merayakan kegembiraan
warga. Monas menjadi salah satu tempat perayaan tersebut, seperti tahun-tahun
sebelumnya. Pada Jumat (29/12) Kompas melihat persiapannya. Tenda-tenda sudah
dibangun, kendaraan taktis aparat kepolisian pun ikut berbaris. Pesta itu
disambut gembira oleh pembuat properti karnaval hingga pedagang kaki lima. Bagi
mereka, pesta Tahun Baru kali ini berbeda karena tahun-tahun sebelumnya masih
ada pembatasan pandemi Covid-19. Kebahagiaan itu, terpancar dari wajah Jukiyono
(45) bersama puluhan pekerja tim artistik yang sedang berjibaku mendekorasi 11 mobil
hias peserta parade dengan beragam karakter kekayaan intelektual karya anak
bangsa. Beberapa di antaranya Sayuti Koboi Betawi, Maskot Jakarta-JeKaTe, Si
Juki, Si Unyil, dan Sri Asih. Jukiyono cukup sering berkeliling Indonesia untuk
mengerjakan dekorasi, tetapi baginya Jakarta memberikan upah paling besar, Rp 200.000-Rp
250.000 per hari. Jika pekerjaan lebih rumit, bayarannya ditambah menjadi Rp
150.000.
Umairoh (35), pedagang kaki lima di pusat kuliner Lenggang Jakarta,
juga bersyukur karena kawasan Monas ramai pengunjung. Ia mengaku bisa mendapatkan
uang Rp 1 juta dari hasil berjualan telur gulung di kawasan Monas. ”Alhamdulillah
beberapa minggu ini pembelinya banyak. Monas sedang ramai pengunjung selama
masa liburan,” ucapnya. Kegembiraan juga bisa jadi dirasakan para pelaku UMKM
yang akan terlibat di Malam Muda Mudi. Sebanyak 84 UMKM akan ikut andil dalam
bazar UMKM. Mereka akan berada dalam 42 tenant berbentuk warung listrik. Perayaan
Tahun Baru juga digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Hari
itu, gelaran cuci gudang Big Bang Festival memasuki hari ketujuh. Acar digelar
sampai Tahun Baru usai, total 11 hari. ”Pecah banget! Menurut saya ini di luar
prediksi, di luar ekspektasi sampai segede ini!” seru Okta Wibisono (26) pendiri
Baper Store, toko busana bekas, sepatu, hingga kemeja beken di Aula B1 JIExpo,
Kamis (28/12). Sebagian dijual dengan harga diskon besar dari normalnya Rp 350.000
menjadi Rp 200.000. Tak heran kiosnya ramai. (Yoga)
LEDAKAN SMELTER, Mengejar Mimpi ke Morowali
Tahun 2024 mestinya bakal penuh makna bagi Irfan Bukhari
(26), asal Polewali Mandar, Sulbar, yang berencana meminang kekasihnya.Tapi
ledakan tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di
kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Minggu (24/12) mengakhiri rencananya.
Irfan salah satu dari 19 korban tewas dalam insiden tersebut. Kaharuddin Qasyim
(31) bercerita sudah setahun keponakannya, Irfan, bekerja di ITSS, tiap bulan
Irfan mengirim uang ke orang tuanya. Dia juga membiayai sekolah adik bungsunya.
Ayahnya petani dan ibunya berjualan kue.
“Irfan sudah meminta bapak dan ibunya berhenti bekerja” katanya, Kamis (28/12).
Namun, tekad Irfan pupus secara tragis.
Bekerja dan menopang keluarga juga dilakoni Martinus (26)
korban ledakan smelter yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Morowali. Menurut
adik Martinus, Hendra (25), sejak bekerja di PT ITSS, kakaknya rutin mengirim
sebagian gajinya untuk membantu orangtua. ”Harusnya akhir tahun ini kami
berkumpul bersama orangtua. Ternyata, ceritanya lain. Sampai sekarang ibu belum
datang karena shock,” katanya. Menyebut Morowali berarti menyebut tambang,
industri nikel, dan peluang hidup. Beberapa tahun terakhir, usaha tambang dan
industri nikel tumbuh pesat di daerah ini, Morowali serupa tanah harapan. Tak hanya
pencari kerja, perintis usaha kecil dan besar turut berharap berkah dan peluang
di tengah maraknya industri.
Kamis (28/12), suasana sekitar PT Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) di Bahodopi riuh. Pekerja masuk keluar kawasan industri. Ribuan
sepeda motor pekerja diparkir dan tersebar di beberapa lokasi. Truk besar hilir
mudik menjemput dan mengambil material. Saat pertukaran sif kerja, kemacetan
panjang terjadi di jalan-jalan kawasan industri. Sepanjang jalan Bungku ke
Bahodopi, warung makan, toko penjual berbagai keperluan, bengkel, kos-kosan, penginapan,
dan tempat usaha lain memadati kiri kanan jalan. Di jalan yang tak seberapa
lebar itu, setiap truk besar melintas, sebagian kendaraan lain harus menepi. Alfian
(26) dari Tana Toraja, Sulsel, sudah sebulan menumpang di kamar kos kerabatnya
yang telah bekerja di PT IMIP. ”Saya memasukkan lamaran dan menunggu jadwal interview.
Saya tak tahu sampai kapan akan menunggu, akan diterima atau tidak. Semoga
nanti ada jawaban,” katanya.
Ledakan tungku smelter di PT ITSS, tenant di bawah PT IMIP,
tak jadi soal bagi pencari kerja. Mereka tetap berharap bisa bekerja di sana. Kadisnakertrans
Sulteng Arnold Firdaus menyampaikan, Morowali hingga Morowali Utara menjadi
magnet tenaga kerja. Di IMIP, ada 72.000 tenaga kerja, 87 % adalah pekerja local,
selebihnya pekerja asing. ”Pekerja lokal sebagian besar dari luar daerah, baik
dari Sulsel, Sultra, Gorontalo, maupun Jawa. Pekerja dari Sulteng berkisar 20 %,”
ujar Arnold, kemarin. Jumlah pekerja itu belum termasuk ribuan pekerja di perusahaan
lainnya. Di Morowali Utara, ada perusahaan lainnya yang memiliki hingga 15.000
tenaga kerja. Kehadiran industri ini menekan tingkat pengangguran terbuka
Sulteng. Pada Agustus 2023 sebanyak 47.080 orang menganggur atau 2,95 % dari
total angkatan kerja. Jumlah ini turun 2.000 orang dibandingkan Agustus 2022. (Yoga)
Persoalan Pangan Kian Serius
Masalah pangan kian serius, tetapi penanganannya makin tidak
menemui titik terang. Perubahan iklim dan persoalan lahan perlu segera
ditangani. Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan gula.
Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan produksi
berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia tengah
membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah penurunan
produksi pada tahun ini. Fase paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan
terjadi berbarengan, yakni pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam I padi di
sejumlah daerah produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember
2023 akibat dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil musim tanam I
mundur dari Maret-April 2024 menjadi April-Mei 2024. Meski ada panen pada
Januari-Maret 2024, hasilnya masih belum berlimpah (Kompas, 26/12). Masalah
pangan merupakan masalah yang kompleks, dari mulai hulu, yaitu pertanaman,
hingga hilir, yaitu perdagangan di tingkat konsumen.
Masalah pertanaman mulai dari penyediaan benih atau bibit,
penyediaan air, penyediaan lahan, hingga soal penanganan hama serta penyediaan
penyuluh lapangan dan buruh tani. Sementara di hilir, persoalan perdagangan
sejak dulu kerap bermasalah akibat para pemburu rente dan juga masalah dengan
impor beras. Akan tetapi, dari berbagai masalah itu, akar utamanya adalah
perubahan iklim dan penyediaan lahan. Perubahan iklim telah mengubah berbagai
aspek dalam pertanian tanaman padi dan tebu. Otomatis penyediaan benih atau
bibit, pasokan air, dan penanganan hama juga telah berubah. Sementara masalah
lahan makin kompleks karena desakan kebutuhan permukiman dan kebutuhan
industri. Kita dengan mudah melihat peralihan lahan di sentra-sentra padi dan
tebu di berbagai daerah, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, maupun Jatim.
Sampai saat ini tidak ada langkah yang bisa menekan perubahan lahan. Nilai
tukar petani yang makin rendah tidak sedikit mengakibatkan mereka menjual aset
yang sangat berharga, yaitu lahan. Keterdesakan kebutuhan sehari-hari telah
membuat mereka memilih menjual lahan. Penghasilan dari pertanian padi dan tebu
sudah tidak bisa lagi menopang pengeluaran mereka. (Yoga)
Sektor Riil Jadi Daya Ungkit
Kebijakan tepat untuk menggerakkan sektor riil pada 2024
menjadi kunci menggairahkan konsumsi masyarakat yang tahun ini melemah.
Pemerintahan dituntut untuk dapat merespons dengan cepat berbagai siklus krisis
global dan domestik yang diprediksi masih akan terjadi beberapa tahun ke depan.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Aviliani berharap di tahun 2024 transisi pemerintahan dapat berjalan mulus.
Pasalnya, kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun kedepan diharapkan bisa
adaptif untuk mengakomodasi dinamika perekonomian ke depan. Tahun ini berbagai
dinamika dan krisis, baik di sektor ekonomi maupun politik global, telah
berdampak terhadap pelemahan aktivitas konsumsi dan sektor riil, yang imbasnya
turut menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai krisis, lanjut Aviliani,
masih akan terjadi di tahun 2024 dan 2025.
”Untuk merespons berbagai krisis ke depan seharusnya tak
perlu menunggu undang-undang. Karena siklus krisis ke depannya akan semakin pendek dan dinamis.
Regulator harus membuat kebijakan lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya dalam ”Diskusi
Ekonom Perempuan Indef” yang berlangsung secara daring, Kamis (28/12). Geliat
sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja menjadi syarat utama pertumbuhan konsumsi
masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan moneter, fiskal,
dan perbankan harus berjalan bersama-sama untuk menopang setiap aktivitas di
sektor riil. Berbagai insentif fiskal perlu diarahkan dan dipertajam sesuai
sasaran kebutuhan sektor riil. Di sisi lain, kebijakan moneter dan perbankan diharapkan
bisa bergerak secara fleksibel untuk meningkatkan akses keuangan dari
sektor-sektor penyerap tenaga kerja. (Yoga)
Berbenah Problem Klasik Penyaluran Pupuk
Kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat musim tanam berulang
kali terjadi di berbagai daerah sentra pertanian menjadi problem pelik dan
klasik di Indonesia. Padahal, pupuk menjadi elemen krusial dalam upaya menggenjot
peningkatan produksi pertanian. Di sisi lain, pemerintah memiliki agenda besar
kedaulatan pangan, misalnya dengan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat.
Menurut pengamat ekonomi pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Andalas, Padang, Muhammad Makky, saat dihubungi pada Kamis (28/12)
pengawasan saja tak cukup dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Namun, bagaimana
pengawasannya konsisten dan menyeluruh. Juga perlu insentif dan hukuman
(punishment) bagi yang menjalankannya dengan baik atau sebaliknya. Pengawasan
yang menyeluruh, hingga level terbawah, dapat menekan potensi kebocoran. Dengan
demikian, secara bertahap, diharapkan masalah-masalah yang ada di lapangan teratasi
dan tak ada lagi kelangkaan saat musim tanam tiba.
Sebelumnya, Koordinator Pupuk Subsidi Ditjen Prasarana dan
Sarana Pertanian Kementan Yanti Erma, dalam diskusi tentang transformasi kebijakan
pupuk bersubsidi, Rabu (6/12), mengatakan, dana subsidi pupuk pada 2024 dianggarkan
Rp 26,68 triliun dengan alokasi 4,8 juta ton. Padahal, kebutuhan pupuk urea dan
NPK bersubsidi 10,7 juta ton. ”Artinya, kalau merujuk pada Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK), pupuk bersubsidi yang diterima petani tidak sampai
separuhnya,” ujarnya. Per 5 Desember 2023, Kementan menutup pengajuan RDKK
meskipun hampir semua provinsi mengajukan perpanjangan masa pengusulan. RDKK
itu masih perlu penyelarasan kembali dan harus mendapatkan SK kepala daerah
kabupaten/kota per akhir Desember 2023. Penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun
depan akan dimulai per Januari. (Yoga)
Adu Siasat Bank Berbasis Layanan Digital
Dalam lima tahun terakhir, sejumlah perbankan yang
mengukuhkan diri sebagai bank dengan 100 % berbasis layanan digital atau ’bank
digital’ mulai bermunculan. ’Bank digital’ juga masuk kategori bank umum, seperti
bank-bank lain. Bedanya, bank konvensional memiliki layanan fisik dan digital
atau hibrida, maka ’bank digital’ semata-mata bertumpu pada kanal distribusi
digital atau berbasis layanan digital secara penuh. Dengan demikian, bank
berbasis layanan digital penuh hanya butuh satu kantor utama saja untuk
memberikan layanan 1 x 24 kepada seluruh nasabah yang tersebar di berbagai daerah.
Artinya, biaya operasional bank berbasis layanan digital akan jauh lebih rendah
ketimbang bank berbasis layanan fisik. Beberapa bank berbasis layanan digital
penuh, antara lain PT Bank JagoTbk, PT Allo Bank Indonesia Tbk, PT Bank Sea Bank
Indonesia, dan PT Bank Neo Commerce Tbk. Terdapat pula bank berbasis layanan
kanal digital penuh di bawah korporasi pelat merah, yakni PT Bank Hibank Indonesia
milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Raya Indonesia Tbk,
anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Hingga kuartal III-2023, rata-rata bank berbasis layanan digital
penuh tersebut mampu membukukan pertumbuhan laba bersih yang menyentuh persentase
dua digit, bahkan ada pula yang sampai tiga digit. Hal itu sekaligus membuat
saham beberapa di antara mereka meroket di papan bursa efek Indonesia. Dirut Bank
Jago Arief Harris Tandjung menyampaikan, kolaborasi dengan ekosistem digital
menjadi sesuatu yang tidak terelakkan bagi bank dengan basis layanan 100 %
digital. Siasat ini dinilai paling mumpuni mengingat sebagian pangsa pasar telah
dikuasai oleh bank-bank hibrida yang sudah lama terjun di lini bisnis
perbankan. ”Upaya untuk mengakuisisi nasabah tidaklah mudah bagi bank berbasis
layanan digital karena rata-rata calon nasabah sudah punya rekening bank dan mahal
sekali jika harus buka cabang dulu. Maka, konsep digital harus diimbangi kolaborasi
ekosistem sebagai upaya untuk akuisisi nasabah,” katanya saat ditemui di Kantor
Bank Jago, pertengahan bulan ini. Berkolaborasi dengan ekosistem PT GoTo Gojek
Tokopedia Tbk melalui platform GoPay, Bank Jago mampu menjangkau nasabah yang
telah masuk dalam ekosistem Gojek dan Tokopedia. (Yoga)
Hilirisasi Masih Terhambat Transformasi Industri
Hilirisasi yang digenjot Pemerintah Indonesia lima tahun
terakhir, khususnya di sektor tambang mineral, dinilai sudah menunjukkan hasil
positif. Namun, belum mampu menggenjot kontribusi industri pengolahan terhadap
ekonomi Indonesia. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi)
Rizal Kasli mengatakan, hilirisasi saat ini, terutama untuk nikel, sudah
mengalami kemajuan. Indonesia sejauh ini masih lebih banyak berinvestasi untuk memberi
nilai tambah pada produk tambang nikel. ”Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya
smelter nikel di Indonesia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara. Indonesia
saatini sudah menjadi produsen nikel terbesar di dunia dengan tingkat produksi 1,8
juta ton per tahun,” katanya saat dihubungi, Kamis (28/12) di Jakarta. Menurut
data Badan Geologi Kementerian ESDM, total sumber daya nikel Indonesia 17,3 miliar
ton dengan jumlah cadangan 5,08 miliar ton, yang diolah di 44 smelter lewat pemrosesan
nikel dengan pirometalurgi atau ke arah produk stainless steel, dengan produk
akhir feronikel, nikel matte, dan nickel pig iron (NPI). Sebagian lagi diolah
di tiga smelter hidrometalurgi atau ke arah baterai untuk kendaraan listrik.
Rizal berpendapat, sebaiknya kapasitas pengolahan produk
antara menjadi barang jadi dimaksimalkan. Saat ini, Indonesia masih banyak
mengekspor produk antara ke negara lain untuk diolah menjadi produk jadi,
seperti alat kesehatan, alat rumah tangga, alat transportasi seperti pesawat,
kapal, kendaraan termasuk kendaraan listrik, dan produk pertahanan. ”Dengan
menjadikan industrialisasi produk turunan ini, nilai tambah yang didapat Indonesia akan
jauh lebih besar. Bahkan, Indonesia akan menjadi negara industri. Untuk itu diperlukan
visi dan misi pemimpin bangsa ke depan yang dapat mentranformasi industrialisasi
ini menjadi kekuatan bangsa,” kata Rizal. Kepala Center of Industry, Trade, and
Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry
Satryo Nugroho berpendapat, konsep hilirisasi yang dilakukan pemerintah masih pada
upaya menghentikan ekspor barang mentah dan menarik permodalan untuk membangun
industri pengolahannya. (Yoga)









