Ekspor Nonmigas Ditarget Rebound Tahun Ini
Yuniati Turjandini
05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan nilai ekspor nonmigas tahun ini bisa tumbuh 2,5%-4,5%, meski masih ada sejumlah tantangan di pasar global, terutama terkait harga komoditas. Jika diasumkan target ekspor nonmigas tahun lalu sebesar US$ 289,76 miliar (Rp 4.497 triliun) tercapai , maka ekspor di 2024 diharapkan bisa mencapai US$ 297 miliar hingga US$ 302,7 miliar atau Rp4.611 triliun hingga Rp Rp4.700 triliun. Menteri Perdagangan (Kemendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah optimistis dengan kondisi perekonomian global 2023. Dia menambahkan, Kemendag terus berupaya mendorong kinerja ekspor dengan memberikan kemudahan dan kepastian hukum, sehingga nilai ekspor yang selama 2023 mengalami pelemahan, kembali tumbuh (rebound) pada tahun ini. (Yetede)
Satu Putaran Lebih Baik dari Segi Fiskal Tetap Memperhatikan Laju Industri
Yuniati Turjandini
05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira mengungkapkan, banyak keuntungan akan didapat oleh bangsa Indonesia jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dapat berlangsung hanya satu putaran. Keuntungan yang diperoleh tersebut akan datang baik dari segi fiskal maupun stabilitas politik yang lebih terjaga. "Tentunyanya keuntungan dari pelaksanaan Pilpres satu putaran. Pemerintah dapat menghemat anggaran negara sebanyak Rp 17 triliun untuk KPU dan Rp 10 triliun untuk mendukung keamanan serta biaya-biaya lainnya," ungkap Anggawira. Selain itu, kata Anggarwira, pilpres satu putaran dapat mencegah instabilitas politik dan kemandekan ekonomi, terutama dalam hal investasi karena investor akan lebih bersikap menunggu (Wait and see). "Selain aspek finansial, manfaat lainnya adalah menghindari ketegasan idelogis yang dapat memolitisasi agama," papar dia. (Yetede)
Barito Renewables Diprediksi Masuk Indeks MSCI, Potensi Gain 25%
Yuniati Turjandini
05 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT Barito Renewables Energi Tbk (BREN) diprediksi masuk sebagai salah satu konstituen kuat indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia. Masuknya BREN ke Indeks MSCI membuka peluang kenaikan (Potential gain) saham emiten energi baru terbarukan (EBT) ini hingga 25% oleh posisi saat ini Rp7.525. Probabilitas emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi anggota indeks MSCI menyusul adanya penyesuaian (rebalancing) anggota MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Februari 2024 dan berlaku efektif 1 maret 2024. Indeks MSCI Indonesia merupakan indeks yang didesain untuk mengukur kinerja segmen pasar Indonesia yang berkapitalisasi besar dan menengah. Beranggotakan sebanyak 22 konstituen, indeks ini mencakup sekitar 85% pasar saham Indonesia. (Yetede)
Ekstensifikasi Cukai Tetap Memperhatikan Laju Industri
Yuniati Turjandini
05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBK) Kementerian keuangan (Kemenkeu) menyatakan, kebijakan ekstensifikasi cukai akan dilakukan sejalan dengan kondisi ekonomi dan industri sebagai wujud optimalisasi penerima cukai 2024. Pada saat yang sama, DJBC utur melakukan pengawasan terhadap impor barang ilegal. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani mengatakan, dari sisi pengawasan pihaknya akan menguatkan pengawasan pada tahap akhir administrasi (post clearance) dan objek kepabeanan cukai untuk mengoptimalkan sumber potensi penerimaan. DJBC akan memperkuat pemeriksaan barang dan dokumen ekspor impor dan mengatasi kegiatan ilegal bak impor maupun ekspor. "Kami yakin upaya ini akan membantu penerimaan negara dan membuat competitivenes kegiatan ekonomi di Indonesia lebih fair," jelas Askolani.
Gandeng Tangan Salurkan Pembiayaan Rp 174 Miliar
Yuniati Turjandini
05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Komitmen perusahaan peer-to-peer (P2) lending Gandengtangan untuk mendukung pertumbuhan UMKM lewat pembiayaan yang lebih mudah dan cepat terus terwujud. Hal ini dibuktikan dengan capaian positif GandengTangan yang mampu menyalurkan pendanaan hingga Rp174 miliar kepada 25.792 penerima dana sepanjang 2023. CEO GandnegTangan Jezie Setiawan mengatakan, tahun lalu GandengTangan mencetak rekor baru pendanaan besar tahunan sejak awal berdiri. Sementara hingga penyaluran pinjaman total sudah mencapai Rp 270 miliar. "Sementara dari laporan laba rugi, pertumbuhan pendapatan di 2023 meningkat sebesar 33% dibandingkan 2022," kata Jezzie. Pada 2024, GandengTangan berencana untuk terus tumbuh melalui prinsip cepat, nyaman, mudah yang siap diberikan baik kepada para lender maupun borrower. (Yetede)
Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5%
Yuniati Turjandini
05 Jan 2024 Investor Daily
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 dapat mencapai 5% ditengah tantangan global yang masih tinggi. Ditengah ketidakpastian dan pelemahan ekonomi global, perekonomian Indonesia cukup resilen. Pertumbuhan ekonomi sampai dengan kuartal III-2023 tercatat 5,07% secara year on date (ytd) terutama, terutama ditopang oleh permintaan domestik yang masih kuat dan inflasi yang terkendali serta didukung kebijakan fiskal Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Aktivitas investasi juga dalam tren menguat, didukung oleh progres penguatan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional (PSN). Dari sisi produksi sektor-sektor utama tumbuh positif, terutama manufaktur yang tumbuh 5,2% pada kuartal III-2023, didukung kuatnya permintaan domestik.
Pemerintah Impor Gula 5,4 Juta Ton
Yuniati Turjandini
05 Jan 2024 Investor Daily
Pemerintah memutuskan untuk mengimpor gula sebesar 5,4 juta ton tahun ini, dengan rincian impor gula konsumsi sebanyak sebesar 708.609 ton dan gula rafinasi atau untuk industri sebanyak 4,7 juta ton. Volume impor gula konsumsi pada tahun ini lebih rendah 28,5% dari kuota impor gula 2023 sejumlah 991.00 ton. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menerangkan, besaran impor gula tahun ini sudah diputuskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Jadi ini bukan saya yang memutuskan. Gula rafinasi itu ada di surat pak Menko berdasarkan ratas, gula konsumsi itu kira-kira 700 ribu ton," kata Mendag. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso mengatakan, jumlah ekspor gula konsumsi memang menurun dari tahun lalu yang ditetapkan sebanyak 900 ribu ton. Namun, besaran impor berubah seiring dengan evaluasi dari pemerintah. (Yetede)
Mengamankan Portofolio di Tahun Politik
Hairul Rizal
05 Jan 2024 Kontan (H)
Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi para investor. Di tahun ini para investor harus menjaga portofolio mereka di tengah penyelenggaraan hajatan pemilihan umum (pemilu). Pemodal perlu menerapkan strategi investasi agar tetap bisa menghasilkan cuan yang optimal di tahun politik. Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Robertus Yanuar Hardy mencermati, terdapat kecenderungan indeks saham bergerak stagnan atau menurun di tahun ini. Namun, indeks biasanya akan membaik setelah ada kejelasan hasil pemilu. Dia meyakini, potensi meningkatnya volatilitas pada paruh pertama 2024 tidak akan berdampak besar terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Arah IHSG kemungkinan didukung saham sektor sektor ritel, konsumsi, dan saham energi terbarukan. Jika digabungkan dengan sentimen kepastian hasil pemilu, Mirae Asset Sekuritas menyarankan strategi alokasi aset yang lebih agresif di paruh kedua tahun 2024 ini. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni sepakat. Ia menyebut, pasar akan cenderung lebih dinamis di tahun politik. Sebab, pelaku pasar akan terus memonitor dan mengkalkulasi hasil pemilu. Salah satunya terkait kebijakan yang sudah berjalan dan nasibnya ke depan, terutama terkait perekonomian. Senada, Kepala Riset BCA Sekuritas Christopher Andre Benas menilai, investor bisa mempertimbangkan untuk memasukkan portofolio ke instrumen saham. Andre melihat kondisi pasar yang cenderung pricing in terhadap kebijakan pemangkasan suku bunga acuan. Sedangkan Reza Priyambada, Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia cenderung menyarankan portofolio yang berimbang tahun ini. Baik itu di saham, obligasi dengan rating minimal BBB, hingga di reksadana pasar uang, jika butuh uang kas. Menurut Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan, investor dengan profil risiko agresif bisa mengalokasikan 50% dananya ke reksadana saham, 30% ke reksadana pendapatan tetap, dan 20% ke reksadana pasar uang. Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) Eri Kusnadi menyarankan agar investor melakukan investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka masing-masing. Sementara Mirae Asset Sekuritas tahun ini memberikan sorotan khusus ke beberapa saham. Di sektor perbankan, Mirae menjatuhkan pilihan ke saham BBCA dan BBRI. Di sektor telekomunikasi, ada TLKM dan ISAT. Lalu di sektor otomotif, saham ASII bisa menjadi pilihan. Sementara Agung menyebut, saham media seperti EMTK dan SCMA, juga akan diuntungkan dari hajatan pemilu. Selain itu, saham dari sektor barang konsumsi dan rokok seperti ICBP, CPIN, dan HMSP juga akan terimbas katalis pemilu. Reza menyarankan investor agar bisa mencermati saham-saham yang punya korelasi dengan pasangan capres dan cawapres semisal PMMP, WIRG, BRMS, VKTR, MIKA, IRRA, hingga HEAL.
Target Pajak 2024 Mini, Setoran Bisa Hattrick Lagi
Hairul Rizal
05 Jan 2024 Kontan
Realisasi penerimaan pajak pada tahun lalu tercatat melampaui target. Alhasil, pertumbuhan target penerimaan pajak di sepanjang tahun 2024 akan menjadi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sejauh ini, pemerintah belum menaikkan target penerimaan pajak. Sebagai gambaran, realisasi penerimaan pajak di sepanjang tahun 2023 mencapai Rp 1.869,2 triliun. Dengan target yang dipasang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang sebesar Rp 1.988,9 triliun, maka pertumbuhannya hanya 6,4% dibandingkan realisasi realisasi penerimaan pajak pada tahun lalu. Sementara itu, jika dibandingkan target penerimaan pajak yang dipatok pemerintah dalam APBN 2023 sebesar Rp 1.718 triliun, maka target penerimaan pajak tahun ini tumbuh 15,77% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan jika dibandingkan outlook dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2023 sebesar Rp 1.818,2 triliun, maka target tahun ini tumbuh 9,39%. Pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 6,4% dibandingkan realisasi 2023 kemungkinan mudah dicapai oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Sebab, pemerintah saja pada tahun ini menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dengan target inflasi sebesar 2,8%. Direktur Eksekutif MUC Tax Research Wahyu Nuryanto mengemukakan, penyusunan target penerimaan pajak dalam APBN 2024 terbilang konservatif. Alhasil, "Menurut saya target tersebut seharusnya bisa tercapai, bahkan melebihi target," ucap Wahyu kepada KONTAN, (4/1). Sementara Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai, target yang dipatok oleh pemerintah tersebut cukup realistis. Namun demikian, menurut dia, pemerintah saat ini tak perlu menaikkan target penerimaan pajak, meski didukung beberapa inovasi. Wahyu maupun Prianto sepakat bahwa penerimaan pajak di sepanjang tahun ini masih akan dibayangi sejumlah tantangan. Wahyu menyebutkan, pemilu dan kondisi perekonomian nasional akan berdampak pada kinerja korporasi maupun daya beli masyarakat. Hal ini pula yang akan mempengaruhi penerimaan pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah akan fokus dalam mencapai target yang sudah ditetapkan dalam APBN 2024, termasuk dalam mendulang penerimaan pajak. Meski demikian, Sri Mulyani tak menampik kalau tahun 2024 akan tetap banyak risiko yang mengadang, tetapi pemerintah akan tetap siaga. Terutama, dalam mendorong APBN menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi untuk menjadi lebih baik dan berkualitas.
Penggalangan Dana Pasar Modal Ramai
Hairul Rizal
05 Jan 2024 Kontan
Tahun ini, pasar modal masih akan dibanjiri penggalangan dana sejumlah emiten. Sentimen positif yang masih menyelimuti pasar diperkirakan bakal mendorong emiten untuk menjaring dana dari pasar modal. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum terus meningkat. Ini tercermin dari capaian sepanjang 2023. Sepanjang tahun lalu, total penjaringan dana di pasar modal mencapai Rp 255,21 triliun, di atas target sebesar Rp 200 triliun. OJK telah mengeluarkan surat pertanyaan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum 222 penawaran di 2023. Dari 222 kegiatan itu, 80 di antaranya merupakan pendaftaran perusahaan baru. Sedangkan dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang tahun lalu terdapat 79 perusahaan baru yang telah mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO). Nilainya sebesar Rp 54,14 triliun. Kemudian ada 60 perusahaan yang telah menerbitkan Efek Bersifat Utang/Sukuk (EBUS) dengan 120 emisi senilai Rp 127 triliun pada 2023. Lalu, terdapat 28 emiten yang telah melakukan rights issue dengan nilai emisi sebesar Rp 51,4 triliun. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengatakan, pihaknya optimistis dapat mencapai target yang lebih tinggi di tahun 2024. Mulai dari peningkatan likuiditas hingga pencatatan efek baru. BEI menargetkan akan ada 230 pencatatan penerbitan efek seluruh instrumen sepanjang 2024. Target tersebut lebih tinggi 30 efek dari tahun 2022 yang hanya 200 efek. Sejauh ini, BEI udah mengantongi sebanyak 30 rencana penawaran umum perdana saham alias IPO. Jika tidak ada aral melintang 30 calon emiten itu akan menggelar IPO pada 2024. Sementara itu, masih ada 13 emisi dari 10 penerbit EBUS dalam pipeline BEI. Kemudian masih ada 24 emiten yang akan menggelar right issue. Direktur Investment Banking MNC Sekuritas, Hary Herdiyanto mengatakan, penerbitan obligasi masih akan menarik bagi para investor karena pada saat suku bunga tinggi penerbit surat utang akan menawarkan bunga yang atraktif. Setali tiga uang, Direktur Utama RHB Sekuritas Thomas Nugroho mengatakan, potensi penggalangan dana di Indonesia pada tahun ini diperkirakan tetap positif, meskipun suku bunga masih berada di level tinggi. "BEI juga menargetkan 62 perusahaan melakukan IPO di 2024. Seharusnya penggalangan dana lewat IPO masih positif," jelas dia.









