Aturan Baru Bunga Pinjaman Diharapkan Beri Manfaat Lebih Besar
OJK telah menerbitkan ketentuan baru yang mengatur tata
kelola industri pinjaman daring, salah satunya mengenai suku bunga pinjaman.
Aturan baru tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal oleh para
pelaku usaha industri pinjaman daring sehingga tidak membebani masyarakat.
Sebelumnya, OJK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 19/SEOJK.06/2023 tentang
Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Melalui
SE ini, OJK mengatur berbagai kegiatan usaha pinjaman daring, mulai dari
mekanisme penyaluran dan pelunasan, batas maksimum manfaat ekonomi (suku
bunga), hingga mekanisme penagihan. Aturan berlaku per 1 Januari 2024, dengan
bunga pinjaman produktif 0,1 $ per hari atau 36 persen per tahun dan menjadi
lebih rendah 0,067 % per hari atau 24,45 % per tahun pada 2026. Sementara itu,
batas atas bunga pinjaman konsumtif ditetapkan sebesar 0,3 % per hari atau
109,5 % per tahun dan berturut-turut akan diturunkan menjadi 0,2 % per hari
atau 73 % per tahun pada 2025 dan menjadi 0,1 % per hari atau 36 % per tahun
pada 2026.
SE OJK No 19/2023 itu juga menetapkan, batas maksimum denda
keterlambatan sama dengan batas atas suku bunga pinjaman. Secara keseluruhan,
batas suku bunga dan denda keterlambatan ditetapkan tidak lebih dari 100 %
nilai pendanaan yang diberikan. Pebriansyah (23), pelaku usaha minuman
tradisional di Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (4/1/2024), menyebut, sebagian modal
usahanya berasal dari pinjaman daring. Ketentuan baru mengenai bunga pinjaman
itu diharapkan tidak lagi memberatkan pelaku usaha yang menerima pinjaman
sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar. ”Kalau harapannya, bunganya
wajar saja dan syukur-syukur bisa lebih rendah karena bunga pinjaman itu mengurangi
keuntungan,” ucapnya. Perbandingan keuntungan antara saat ambil pinjaman daring
dan bukan, 1:3. ”Dengan modal sendiri bisa untung Rp 300.000, dari pinjaman
daring karena bayar bunga, untungnya hanya Rp 100.000,” ucapnya. (Yoga)
Momentum Investor Lama di Bursa Komoditas Berjangka
Tahun ini diperkirakan menjadi momentum baik bagi investor
ritel bermodal besar yang berpengalaman di perdagangan berjangka komoditas.
Komoditas emas menjadi salah satu produk berjangka yang pergerakan harganya semakin
menarik. Perdagangan berjangka komoditas menawarkan produk investasi dalam
bentuk fisik atau kontrak (derivatif) komoditas tertentu dengan pergerakan
harga sebelum kontrak sebagai dasar jual-belinya. Investasi ini masih akan
banyak dipengaruhi ketidak pastian politik dan perekonomian di luar negeri.
”Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi investor ritel yang sudah
berpengalaman dalam transaksi di bursa berjangka untuk mendapatkan keuntungan
karena momen ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan prediksi
The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga di paruh kedua 2024,”
jelas ekonom dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis
(4/1/2024).
Situasi global berpengaruh karena harga produk-produk dalam
sistem perdagangan komoditas berjangka dipengaruhi perdagangan luar negeri,
seperti produk emas, timah, minyak sawit mentah, hingga valuta asing dan indeks
pasar modal negara luar. Rencana penurunan suku bunga AS yang berpengaruh ke global
menjadi kabar baik bagi investor, kata Ibrahim, karena kondisi tersebut memberi
peluang pada perusahaan dan ritel berekspansi lebih giat dan menaikkan
kepercayaan akan membaiknya situasi ekonomi. Indonesia Commodity & Derivatives
Exchange (ICDX) Group, salah satu organisasi regulator mandiri perdagangan bursa
berjangka di Tanah Air, sudah merasakan efek dari sentimen-sentimen global di
awal Tahun Baru ini. ”Besaran transaksi dua hari perdana perdagangan tahun 2024
ini menjadi awal yang baik di industri perdagangan berjangka komoditas,
khususnya di ICDX. Kami optimistis, tahun 2024 transaksi akan tumbuh positif
dibandingkan dengan tahun 2023,” kata Dirut ICDX Nursalam dalam keterangan
tertulis. (Yoga)
ELPIJI SUBSIDI, Migrasi Jadi ”Miskin”
Persoalan distribusi elpiji 3 kg atau subsidi semakin tampak
dan mencuat ke permukaan. Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari
elpiji nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Mereka yang tidak berhak mendapat
subsidi semakin banyak mengonsumsi barang subsidi. Agar tepat sasaran, pemerintah
dan PT Pertamina (Persero), sejak 2023, mulai mendata konsumen. Kebijakannya, hanya
yang terdaftar nomor induk kependudukannya yang bisa membeli elpiji 3 kg,
terutama di tingkat subpenyalur atau pangkalan. Kementerian ESDM mencatat, pada
2020-2022, realisasi penyaluran elpiji subsidi meningkat 4,5 % persen.
Sementara realisasi penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari
total 8,6 juta ton realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya elpiji 3 kg.
Artinya, pangsa pasar elpiji ”melon” mencapai 93,3 %.
Berdasar data Pertamina pada rapat di Komisi VII DPR, 14 Juni
2023, tren penyaluran elpiji subsidi meningkat dari 23.200 ton per hari pada
Januari 2021 menjadi 26.000 ton per hari pada Januari 2023. Sebaliknya, penjualan
elpiji nonsubsidi rumah tangga merosot dari sekitar 1.900 ton per hari pada
Januari 2021 menjadi 1.300 ton per hari pada Januari 2023. Pada rapat itu disebutkan,
yang mendorong kondisi tersebut ialah disparitas harga jual elpiji subsidi dan elpiji
nonsubsidi di penyalur atau agen. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji
nonsubsidi dengan elpiji subsidi Rp 7.333 per kg, yang terus meningkat hingga
mencapai Rp 13.500 per kg pada Juli 2023. Berdasarkan Perpres dan Permen ESDM,
harga jual eceran (HJE) elpiji 3 kg di titik serah atau agen/penyalur Rp 4.250
per kg atau Rp 12.750 per tabung, sejak 2008.
Di pangkalan, harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan oleh
setiap pemda daerah. Kompas mencatat, harga elpiji 12 kg di tingkat agen per 22
November 2023, untuk Pulau Jawa-Bali Rp 192.000 per tabung. Dibandingkan dengan
harga elpiji 3 kg, yang jauh lebih terjangkau, meski sudah di atas HET setiap daerah.
Di tingkat pengecer atau warung-warung, di Jabodetabek, harga isi ulang elpiji
3 kg berkisar Rp 19.000-Rp 21.000 per tabung. Terus melebarnya disparitas harga
antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji ”melon” semakin
marak. Sekilas, upaya pembenahan distribusi elpiji 3 kg, sederhana, yakni
mengarahkan komoditas yang tadinya dijual secara bebas menjadi terarah kepada
masyarakat miskin. Namun, praktiknya penuh tantangan. (Yoga)
Biaya Remitansi Tinggi Gerus Upah Buruh Migran
Remitansi pekerja migran secara global sepanjang 2023 meningkat
3 % dibanding tahun sebelumnya, menjadi 860 miliar USD. Capaian ini merupakan
yang tertinggi selama tiga tahun berturut-turut. Dengan catatan, biaya transfer
masih tinggi. Demikian laporan Bank Dunia mengenai Migration and Development
Brief 39 per Desember 2023. Peningkatan keseluruhan remitansi amat dipengaruhi
oleh jumlah pengiriman menuju negara Asia bagian selatan, terutama India,
Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal. Pengiriman uang ke India, disebut
oleh Bank Dunia, adalah yang terbesar di Asia selatan, dengan total 125 miliar
USD dan berkontribusi 60 % terhadap total pengiriman di Asia selatan.
Kenaikan nilai remitansi ke India berkaitan dengan warga
negara India berketerampilan tinggi yang bekerja di AS, Inggris, dan Singapura.
Salah satu keterampilan tinggi yang dimaksud adalah pemrograman teknologi informasi.
Remitansi menuju negara-negara Asia timur dan Pasifik, kecuali China, naik 7 %
pada 2023 dibanding 2022. Pengiriman uang ke Filipina, khususnya, masih berada
di jalur pemulihan sejak 2021. Bank Dunia menyebut, mengurangi biaya transfer
masih menjadi isu bagi negara berkembang. Padahal, PBB dalam sasaran pembangunan
berkelanjutannya menargetkan pengurangan biaya transfer oleh pekerja migran
menjadi kurang dari 3 % pada 2030. Mengutip Nikkei Asia, Bank Dunia mengatakan,
biaya remitansi untuk nominal 200 USD mencapai 6,2 % pada triwulan II-2023.
Angka ini naik tipis dari periode yang sama pada 2022, yaitu 6 %. Pada triwulan
II-2023, biaya remitansi uang dari Jepang ke luar negeri 7,1 %. Ini menjadi
biaya transfer tertinggi di antara negara G7.
Negara-negara yang tergabung dalam G20 mempunyai target
menurunkan biaya remitansi menjadi 5 persen. Namun, hanya pengiriman uang dari
Korsel dan Arab Saudi yang sudah melampaui target itu. Biaya transfer dari Korsel
turun menjadi 3,6 % dan Arab Saudi menjadi 4,7 %. Direktur Eksekutif Migrant Care
Wahyu Susilo, Kamis (4/1/2023), di Jakarta, mengatakan, rata-rata biaya
remitansi secara internasional dalam satu dekade relatif belum turun. Kisarannya
mencapai 10-12 %. Kalangan aktivis dan pegiat hak pekerja migran sering mengatakan
bahwa salah satu pengisap upah pekerja adalah lembaga keuangan yang
memfasilitasi pengiriman uang internasional. ”Biaya remitansi ke Indonesia
mungkin masih tergolong moderat. Di wilayah lain, seperti pekerja migran asal
Etiopia yang bekerja di Arab Saudi, terbebani dengan tingginya biaya pengiriman
uang internasional yang mencapai 30 %,” ujarnya. (Yoga)
PT ADM Kembali Ekspor Mobil Daihatsu
Produksi Stagnan, Ekspor Sawit Turun
Pemerintah Menjamin Stok Makanan Cukup
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT,
memasuki hari ke-13 pada Kamis (4/1/2024). Demi keselamatan warga, perkampungan
di dekat puncak gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu
diminta agar dikosongkan sementara. Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang
tersebar di sejumlah titik. Pemerintah menjamin ketersediaan makanan bagi para
pengungsi. Bantuan dari berbagai pihak juga terus berdatangan. Ketua Pos
Pemantauan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef mengatakan, asap masih
terlihat keluar dari kawah gunung. ”Asap condong ke barat dan barat daya,”
katanya, kemarin. Dibandingkan erupsi pertama pada 23 Desember 2023 dan 2
Januari 2024, sebaran abu semakin berkurang.
Namun, gempa vulkanik yang terus terjadi membuka peluang
erupsi masih akan berlanjut. Gempa vulkanik juga terjadi di Gunung Lewotobi
Perempuan yang disebut kembaran dari Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terpaut
jarak kurang dari satu kilometer.” Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi
mengatakan, “Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang,” mereka berasal dari dua kecamatan,
yakni Wulanggitang dan Ile Bura. Mereka mengungsi ke sejumlah kantor pemerintah
dan gedung sekolah. Tim penanggulangan bencana, lanjut Doris, mendirikan dapur
umum untuk para pengungsi. Sebanyak 100 ton beras milik pemerintah tersedia untuk
kebutuhan makanan. ”Untuk bahan makanan, tidak perlu khawatir. Pemerintah akan
berupaya memenuhi kebutuhan pengungsi. Mari mengungsi ke tempat yang aman,”
ucapnya. (Yoga)
Ikhtiar Dorong Populasi Mobil Listrik
Kehadiran mobil listrik di Indonesia sejak beberapa tahun
terakhir disambut baik publik Tanah Air, namun belum tecermin dari populasi
mobil tanpa bahan bakar itu. Jumlahnya masih kecil di jalanan. Pemangku
kepentingan harus mengatasi sejumlah tantangan untuk bisa mendorong kencang laju
populasi mobil listrik di tahun 2024. Mengutip data terbaru Gabungan Industri
Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil listrik periode
Januari-November 2023 mencapai 13.873 unit., baru 1,50 % dari total penjualan
mobil, sebanyak 920.518 unit. Namun, angka itu bertumbuh dibandingkan periode
yang sama tahun lalu. Pada Januari-November 2022, total penjualan mobil listrik
10.183 unit, atau 1,08 % total penjualan mobil, sebanyak 942.886 unit. Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara
mengatakan, ada sejumlah tantangan yang menahan pertumbuhan penjualan dan
populasi mobil listrik di Tanah Air.
Pertama, harga jualnya relatif mahal untuk konsumen
Indonesia. Mobil yang laku keras di pasaran harganya di bawah Rp 300 juta per
unit. Sementara harga mobil listrik dari berbagai merek kebanyakan masih di
atas Rp 700 juta. ”Harga yang lebih mahal dibandingkan kemampuan rata-rata
pasar Indonesia ini menjadi disinsentif populasi mobil listrik,” ujar Kukuh,
akhir Desember lalu. Tantangan kedua adalah soal teknologi baru, konsumen butuh
penyesuaian saat beralih ke kendaraan listrik. Perlu edukasi lebih luas lagi
mengenai perbedaan mengemudi mobil listrik dengan bahan bakar. Dari sisi
produsen mobil, pabrikan harus menyiapkan sistem manufaktur mobil yang baru, menyiapkan
bahan baku produksi mobil listrik, seperti baterai yang menjadi 40-60 % dari
total komponen. Mereka perlu terus berinovasi untuk menciptakan kendaraan yang
bisa diandalkan dan lebih terjangkau. Mengingat harganya yang relatif lebih
mahal dan menggunakan teknologi yang baru, membuat mobil listrik di Indonesia
kebanyakan bukan dibeli konsumen yang baru pertama kali beli mobil (first time
buyer) tapi konsumen yang sudah punya mobil lainnya.
Di 2024, Kukuh optimistis industri mobil listrik Tanah Air
akan terus berkembang dan penjualannta bertumbuh karena pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang baik sehingga menopang konsumsi dalam negeri, termasuk permintaan
mobil listrik. ”Untuk meningkatkan populasi mobil listrik, para pemilik merek
mobil listrik ini perlu impor dulu ke Indonesia. Agar harganya kompetitif,
pemerintah memberikan insentif pajak ini,” ujar Deputi Bidang Infrastruktur dan
Transportasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin pada
jumpa pers pertengahan Desember lalu. Rachmat menjelaskan, insentif itu untuk
mendorong pengembangan pasar yang belum terbentuk. Karena itu, pemerintah
memberi peluang kepada investor untuk membangun pabrik kendaraan listrik di
Indonesia. (Yoga)
PERPAJAKAN, Gol ”Hattrick” dan Rasio yang ”Tengkes”
Sudah tiga tahun berturut-turut, setoran pajak selalu
melampaui target alias mencetak hattrick. ”Penerimaan pajak ini istilahnya
hattrick. Tiga kali gol berturut-turut sejak 2021 sampai 2023, semuanya di atas
100 % (dari target). Ini akhir perjalanan sejak pandemi yang ditutup dengan
husnul khatimah (akhir yang baik),” kata Menkeu Sri Mulyani pada konferensi
pers APBN Kita, di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada 2020, setoran pajak jeblok
akibat pandemi. Saat itu, pajak tumbuh minus 19,6 % atau hanya 89,4 % target.
Rasio perpajakan (tax ratio) pun anjlok ke 8,33 % dari 9,77 % pada 2019, jauh
di bawah level ideal negara berkembang sebesar 15 %. Pada 2021, setoran pajak kembali
tumbuh positif 19,3 %, terbantu oleh efek basis pertumbuhan yang rendah di
tahun sebelumnya. Bahkan, pertama kalinya dalam 12 tahun, capaian pajak berhasil
melampaui target, yaitu 104 % di atas target APBN 2021. Pada 2022, penerimaan
pajak kembali tembus target untuk kedua kalinya, yakni 115,6 % berkat harga
komoditas dunia yang naik tinggi, hingga tumbuh dua digit sebesar 34,3 %.
Kinerja pajak juga terbantu oleh Program Pengungkapan
Sukarela (PPS) atau Program Pengampunan Pajak jilid II dan kenaikan tarif PPN
yang menambah setoran pajak. Pada 2023, penerimaan pajak kembali melampaui
target untuk ketiga kalinya. Setoran pajak mampu melampaui batas konservatif
dan tumbuh 8,9 % sebesar Rp 1.869,2 triliun, alias 102,8 % di atas target. Target
penerimaan berhasil dilampaui tanpa berkah momentum musiman, seperti ledakan harga
komoditas, pengampunan pajak, dan kenaikan tarif PPN, seperti tahun 2022. Tak
ada pula efek basis pertumbuhan rendah yang mendongkrak kinerja pajak seperti
pada 2021. Menurut Sri Mulyani, kinerja pajak 2023 didorong oleh peningkatan
pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap wajib pajak terdaftar.
Pemerintah juga mengoptimalkan perluasan basis pajak, terutama di sektor
ekonomi digital, serta membenahi pelayanan pajak bagi masyarakat. (Yoga)
Rezeki Mengalir dari Rumah Tua di Tepian Sungai Musi
Rumah ataupun bangunan tua di tepian Sungai Musi, Palembang,
bukan sekadar benda usang. Kalau dikelola dengan serius, jejak perdagangan masa
lampau itu bisa menjadi tempat wisata yang mengalirkan rezeki. Keberkahan
tersebut dirasakan pasangan Budiman (56) dan Ani Srimayanti (50) serta tiga
anak mereka yang menghuni Rumah Baba Ong Boen Tjit, rumah peninggalan saudagar
rempah asal China, Ong Eng Twan, di tepian Sungai Musi di Kelurahan 3-4 Ulu,
Palembang, Sumsel. Budiman adalah generasi keenam dari Ong Eng Twan. ”Rumah ini
didirikan Ong Eng Twan lebih kurang 300 tahun lalu. Namun, kami memilih
menamakan rumah ini dengan Ong Boen Tjit, salah satu dari tiga anak Ong Eng Twan
yang sukses meneruskan usaha tersebut,” ujar Ani saat dijumpai, Rabu (20/12/2023).
Rumah Baba Ong Boen Tjit tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga
Budiman. Rumah itu terus berdiri kokoh dan bentuknya tidak pernah berubah
karena terbuat dari kayu unglen atau kayu besi berkualitas tinggi.
Rumah yang memadukan arsitektur Palembang dan China itu turut
memberikan manfaat lebih untuk kebutuhan hidup keluarga Budiman. Enam tahun
terakhir, mereka mendapat tambahan rezeki setelah rumah itu sukses menyedot
turis sebagai salah satu destinasi wisata Palembang. ”Mungkin ini berkat
harapan leluhur yang tertulis di rumah ini. Tulisan beraksara China di pintu
depan artinya masa berjaya dan sepanjang tahun, sedangkan tulisan beraksara
China di pintu tengah artinya paviliun panjang usia dan hutan rezeki,” kata Ani,
perempuan asal Pacitan, Jatim, yang ikut bermukim di rumah tersebut sejak 1999.
Ani mengisahkan pada November 2017, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sumsel
mengajak berkolaborasi untuk membentuk Pasar Baba Boen Tjit sebagai ruang diskusi
komunitas dan berjualan penganan khas Palembang yang memberdayakan masyarakat
sekitar. Setelah sembilan bulan atau pada Agustus 2018,
Genpi Sumsel menganggap Budiman dan Ani mampu berdikari dalam
mengelola potensi wisata. Dengan beragam inovasi, Budiman dan Ani mengembangkan
usaha wisatanya dari sekadar menjual rumah sebagai tempat berfoto hingga menjadi
wisma tamu (guest house). Seusai itu, Budiman dan Ani mencoba usaha kuliner. Mereka
menerima pesanan makanan khas Palembang dan bisa makan di tempat dengan minimal
pesanan 20 porsi per kelompok. Pelan tetapi pasti, konsep yang melibatkan para tetangga
itu diterima wisatawan dalam dan luar Sumsel. Kini, dalam sebulan, mereka bisa
menerima 12 kelompok. Harga kuliner itu beragam, seperti ragit Rp 15.000 per porsi,
pindang Rp 35.000-Rp 80.000, serta nasi hainan dan fuyunghai Rp 35.000-Rp
40.000. Ada pula paket ngidang atau tradisi makan bersama khas Palembang dengan
menu nasi ayam kecap seharga Rp 250.000 untuk empat orang. Usaha itu menambah
pemasukan yang telah stabil dari kunjungan wisatawan dengan rata-rata 25 orang
per hari. Adapun tarif karcis kunjungan Rp 10.000 per orang. ”Sejak ada
tambahan penghasilan dari pariwisata, gaji suami sebagai wiraswasta bisa
disisihkan untuk ditabung,” ujar Ani. (Yoga)









