;

Aturan Baru Bunga Pinjaman Diharapkan Beri Manfaat Lebih Besar

Yoga 05 Jan 2024 Kompas (H)

OJK telah menerbitkan ketentuan baru yang mengatur tata kelola industri pinjaman daring, salah satunya mengenai suku bunga pinjaman. Aturan baru tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal oleh para pelaku usaha industri pinjaman daring sehingga tidak membebani masyarakat. Sebelumnya, OJK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 19/SEOJK.06/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Melalui SE ini, OJK mengatur berbagai kegiatan usaha pinjaman daring, mulai dari mekanisme penyaluran dan pelunasan, batas maksimum manfaat ekonomi (suku bunga), hingga mekanisme penagihan. Aturan berlaku per 1 Januari 2024, dengan bunga pinjaman produktif 0,1 $ per hari atau 36 persen per tahun dan menjadi lebih rendah 0,067 % per hari atau 24,45 % per tahun pada 2026. Sementara itu, batas atas bunga pinjaman konsumtif ditetapkan sebesar 0,3 % per hari atau 109,5 % per tahun dan berturut-turut akan diturunkan menjadi 0,2 % per hari atau 73 % per tahun pada 2025 dan menjadi 0,1 % per hari atau 36 % per tahun pada 2026.

SE OJK No 19/2023 itu juga menetapkan, batas maksimum denda keterlambatan sama dengan batas atas suku bunga pinjaman. Secara keseluruhan, batas suku bunga dan denda keterlambatan ditetapkan tidak lebih dari 100 % nilai pendanaan yang diberikan. Pebriansyah (23), pelaku usaha minuman tradisional di Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (4/1/2024), menyebut, sebagian modal usahanya berasal dari pinjaman daring. Ketentuan baru mengenai bunga pinjaman itu diharapkan tidak lagi memberatkan pelaku usaha yang menerima pinjaman sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar. ”Kalau harapannya, bunganya wajar saja dan syukur-syukur bisa lebih rendah karena bunga pinjaman itu mengurangi keuntungan,” ucapnya. Perbandingan keuntungan antara saat ambil pinjaman daring dan bukan, 1:3. ”Dengan modal sendiri bisa untung Rp 300.000, dari pinjaman daring karena bayar bunga, untungnya hanya Rp 100.000,” ucapnya. (Yoga)

Momentum Investor Lama di Bursa Komoditas Berjangka

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Tahun ini diperkirakan menjadi momentum baik bagi investor ritel bermodal besar yang berpengalaman di perdagangan berjangka komoditas. Komoditas emas menjadi salah satu produk berjangka yang pergerakan harganya semakin menarik. Perdagangan berjangka komoditas menawarkan produk investasi dalam bentuk fisik atau kontrak (derivatif) komoditas tertentu dengan pergerakan harga sebelum kontrak sebagai dasar jual-belinya. Investasi ini masih akan banyak dipengaruhi ketidak pastian politik dan perekonomian di luar negeri. ”Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi investor ritel yang sudah berpengalaman dalam transaksi di bursa berjangka untuk mendapatkan keuntungan karena momen ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan prediksi The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga di paruh kedua 2024,” jelas ekonom dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis (4/1/2024).

Situasi global berpengaruh karena harga produk-produk dalam sistem perdagangan komoditas berjangka dipengaruhi perdagangan luar negeri, seperti produk emas, timah, minyak sawit mentah, hingga valuta asing dan indeks pasar modal negara luar. Rencana penurunan suku bunga AS yang berpengaruh ke global menjadi kabar baik bagi investor, kata Ibrahim, karena kondisi tersebut memberi peluang pada perusahaan dan ritel berekspansi lebih giat dan menaikkan kepercayaan akan membaiknya situasi ekonomi. Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Group, salah satu organisasi regulator mandiri perdagangan bursa berjangka di Tanah Air, sudah merasakan efek dari sentimen-sentimen global di awal Tahun Baru ini. ”Besaran transaksi dua hari perdana perdagangan tahun 2024 ini menjadi awal yang baik di industri perdagangan berjangka komoditas, khususnya di ICDX. Kami optimistis, tahun 2024 transaksi akan tumbuh positif dibandingkan dengan tahun 2023,” kata Dirut ICDX Nursalam dalam keterangan tertulis. (Yoga)

ELPIJI SUBSIDI, Migrasi Jadi ”Miskin”

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Persoalan distribusi elpiji 3 kg atau subsidi semakin tampak dan mencuat ke permukaan. Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari elpiji nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Mereka yang tidak berhak mendapat subsidi semakin banyak mengonsumsi barang subsidi. Agar tepat sasaran, pemerintah dan PT Pertamina (Persero), sejak 2023, mulai mendata konsumen. Kebijakannya, hanya yang terdaftar nomor induk kependudukannya yang bisa membeli elpiji 3 kg, terutama di tingkat subpenyalur atau pangkalan. Kementerian ESDM mencatat, pada 2020-2022, realisasi penyaluran elpiji subsidi meningkat 4,5 % persen. Sementara realisasi penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari total 8,6 juta ton realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya elpiji 3 kg. Artinya, pangsa pasar elpiji ”melon” mencapai 93,3 %.

Berdasar data Pertamina pada rapat di Komisi VII DPR, 14 Juni 2023, tren penyaluran elpiji subsidi meningkat dari 23.200 ton per hari pada Januari 2021 menjadi 26.000 ton per hari pada Januari 2023. Sebaliknya, penjualan elpiji nonsubsidi rumah tangga merosot dari sekitar 1.900 ton per hari pada Januari 2021 menjadi 1.300 ton per hari pada Januari 2023. Pada rapat itu disebutkan, yang mendorong kondisi tersebut ialah disparitas harga jual elpiji subsidi dan elpiji nonsubsidi di penyalur atau agen. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji nonsubsidi dengan elpiji subsidi Rp 7.333 per kg, yang terus meningkat hingga mencapai Rp 13.500 per kg pada Juli 2023. Berdasarkan Perpres dan Permen ESDM, harga jual eceran (HJE) elpiji 3 kg di titik serah atau agen/penyalur Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per tabung, sejak 2008.

Di pangkalan, harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan oleh setiap pemda daerah. Kompas mencatat, harga elpiji 12 kg di tingkat agen per 22 November 2023, untuk Pulau Jawa-Bali Rp 192.000 per tabung. Dibandingkan dengan harga elpiji 3 kg, yang jauh lebih terjangkau, meski sudah di atas HET setiap daerah. Di tingkat pengecer atau warung-warung, di Jabodetabek, harga isi ulang elpiji 3 kg berkisar Rp 19.000-Rp 21.000 per tabung. Terus melebarnya disparitas harga antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji ”melon” semakin marak. Sekilas, upaya pembenahan distribusi elpiji 3 kg, sederhana, yakni mengarahkan komoditas yang tadinya dijual secara bebas menjadi terarah kepada masyarakat miskin. Namun, praktiknya penuh tantangan. (Yoga)

Biaya Remitansi Tinggi Gerus Upah Buruh Migran

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Remitansi pekerja migran secara global sepanjang 2023 meningkat 3 % dibanding tahun sebelumnya, menjadi 860 miliar USD. Capaian ini merupakan yang tertinggi selama tiga tahun berturut-turut. Dengan catatan, biaya transfer masih tinggi. Demikian laporan Bank Dunia mengenai Migration and Development Brief 39 per Desember 2023. Peningkatan keseluruhan remitansi amat dipengaruhi oleh jumlah pengiriman menuju negara Asia bagian selatan, terutama India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal. Pengiriman uang ke India, disebut oleh Bank Dunia, adalah yang terbesar di Asia selatan, dengan total 125 miliar USD dan berkontribusi 60 % terhadap total pengiriman di Asia selatan.

Kenaikan nilai remitansi ke India berkaitan dengan warga negara India berketerampilan tinggi yang bekerja di AS, Inggris, dan Singapura. Salah satu keterampilan tinggi yang dimaksud adalah pemrograman teknologi informasi. Remitansi menuju negara-negara Asia timur dan Pasifik, kecuali China, naik 7 % pada 2023 dibanding 2022. Pengiriman uang ke Filipina, khususnya, masih berada di jalur pemulihan sejak 2021. Bank Dunia menyebut, mengurangi biaya transfer masih menjadi isu bagi negara berkembang. Padahal, PBB dalam sasaran pembangunan berkelanjutannya menargetkan pengurangan biaya transfer oleh pekerja migran menjadi kurang dari 3 % pada 2030. Mengutip Nikkei Asia, Bank Dunia mengatakan, biaya remitansi untuk nominal 200 USD mencapai 6,2 % pada triwulan II-2023. Angka ini naik tipis dari periode yang sama pada 2022, yaitu 6 %. Pada triwulan II-2023, biaya remitansi uang dari Jepang ke luar negeri 7,1 %. Ini menjadi biaya transfer tertinggi di antara negara G7.

Negara-negara yang tergabung dalam G20 mempunyai target menurunkan biaya remitansi menjadi 5 persen. Namun, hanya pengiriman uang dari Korsel dan Arab Saudi yang sudah melampaui target itu. Biaya transfer dari Korsel turun menjadi 3,6 % dan Arab Saudi menjadi 4,7 %. Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, Kamis (4/1/2023), di Jakarta, mengatakan, rata-rata biaya remitansi secara internasional dalam satu dekade relatif belum turun. Kisarannya mencapai 10-12 %. Kalangan aktivis dan pegiat hak pekerja migran sering mengatakan bahwa salah satu pengisap upah pekerja adalah lembaga keuangan yang memfasilitasi pengiriman uang internasional. ”Biaya remitansi ke Indonesia mungkin masih tergolong moderat. Di wilayah lain, seperti pekerja migran asal Etiopia yang bekerja di Arab Saudi, terbebani dengan tingginya biaya pengiriman uang internasional yang mencapai 30 %,” ujarnya. (Yoga)

PT ADM Kembali Ekspor Mobil Daihatsu

Yoga 05 Jan 2024 Kompas
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali mengekspor mobil merek Daihatsu mulai 26 Desember 2023. Ekspor Daihatsu dari Indonesia tertahan menyusul isu skandal pemalsuan dokumen uji keselamatan oleh Daihatsu Motor Co Ltd di Jepang. ”ADM telah kembali melakukan pengiriman ekspor secara bertahap mulai 26 Desember 2023 ke lebih dari 60 negara tujuan ekspor,” kata Wakil Presiden Direktur PT ADM Erlan Krisnaring Cahyono dalam surat keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/1/2024). (Yoga)

Produksi Stagnan, Ekspor Sawit Turun

Yoga 05 Jan 2024 Kompas
Volume ekspor sawit turun. Rasio ekspor sawit terhadap produksi pada 2018 adalah 77 persen. Pada 2022,  rasionya anjlok ke 66 persen. Pada 2023 sampai dengan Oktober, rasionya turun lagi ke 64 persen. ”Produksi sawit empat tahun terakhir stagnan. Adapun konsumsi dalam negeri naik terus karena perubahan kewajiban biodiesel. Ekspor pun turun. Jadi, kuncinya adalah peningkatan produktivitas,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono saat kunjungan ke Redaksi Kompas di Jakarta, Kamis (4/1/2024). (Yoga)

Pemerintah Menjamin Stok Makanan Cukup

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, memasuki hari ke-13 pada Kamis (4/1/2024). Demi keselamatan warga, perkampungan di dekat puncak gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu diminta agar dikosongkan sementara. Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang tersebar di sejumlah titik. Pemerintah menjamin ketersediaan makanan bagi para pengungsi. Bantuan dari berbagai pihak juga terus berdatangan. Ketua Pos Pemantauan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef mengatakan, asap masih terlihat keluar dari kawah gunung. ”Asap condong ke barat dan barat daya,” katanya, kemarin. Dibandingkan erupsi pertama pada 23 Desember 2023 dan 2 Januari 2024, sebaran abu semakin berkurang.

Namun, gempa vulkanik yang terus terjadi membuka peluang erupsi masih akan berlanjut. Gempa vulkanik juga terjadi di Gunung Lewotobi Perempuan yang disebut kembaran dari Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terpaut jarak kurang dari satu kilometer.” Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi mengatakan, “Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang,” mereka berasal dari dua kecamatan, yakni Wulanggitang dan Ile Bura. Mereka mengungsi ke sejumlah kantor pemerintah dan gedung sekolah. Tim penanggulangan bencana, lanjut Doris, mendirikan dapur umum untuk para pengungsi. Sebanyak 100 ton beras milik pemerintah tersedia untuk kebutuhan makanan. ”Untuk bahan makanan, tidak perlu khawatir. Pemerintah akan berupaya memenuhi kebutuhan pengungsi. Mari mengungsi ke tempat yang aman,” ucapnya. (Yoga)

Ikhtiar Dorong Populasi Mobil Listrik

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Kehadiran mobil listrik di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir disambut baik publik Tanah Air, namun belum tecermin dari populasi mobil tanpa bahan bakar itu. Jumlahnya masih kecil di jalanan. Pemangku kepentingan harus mengatasi sejumlah tantangan untuk bisa mendorong kencang laju populasi mobil listrik di tahun 2024. Mengutip data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil listrik periode Januari-November 2023 mencapai 13.873 unit., baru 1,50 % dari total penjualan mobil, sebanyak 920.518 unit. Namun, angka itu bertumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-November 2022, total penjualan mobil listrik 10.183 unit, atau 1,08 % total penjualan mobil, sebanyak 942.886 unit.  Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, ada sejumlah tantangan yang menahan pertumbuhan penjualan dan populasi mobil listrik di Tanah Air.

Pertama, harga jualnya relatif mahal untuk konsumen Indonesia. Mobil yang laku keras di pasaran harganya di bawah Rp 300 juta per unit. Sementara harga mobil listrik dari berbagai merek kebanyakan masih di atas Rp 700 juta. ”Harga yang lebih mahal dibandingkan kemampuan rata-rata pasar Indonesia ini menjadi disinsentif populasi mobil listrik,” ujar Kukuh, akhir Desember lalu. Tantangan kedua adalah soal teknologi baru, konsumen butuh penyesuaian saat beralih ke kendaraan listrik. Perlu edukasi lebih luas lagi mengenai perbedaan mengemudi mobil listrik dengan bahan bakar. Dari sisi produsen mobil, pabrikan harus menyiapkan sistem manufaktur mobil yang baru, menyiapkan bahan baku produksi mobil listrik, seperti baterai yang menjadi 40-60 % dari total komponen. Mereka perlu terus berinovasi untuk menciptakan kendaraan yang bisa diandalkan dan lebih terjangkau. Mengingat harganya yang relatif lebih mahal dan menggunakan teknologi yang baru, membuat mobil listrik di Indonesia kebanyakan bukan dibeli konsumen yang baru pertama kali beli mobil (first time buyer) tapi konsumen yang sudah punya mobil lainnya.

Di 2024, Kukuh optimistis industri mobil listrik Tanah Air akan terus berkembang dan penjualannta bertumbuh karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik sehingga menopang konsumsi dalam negeri, termasuk permintaan mobil listrik. ”Untuk meningkatkan populasi mobil listrik, para pemilik merek mobil listrik ini perlu impor dulu ke Indonesia. Agar harganya kompetitif, pemerintah memberikan insentif pajak ini,” ujar Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin pada jumpa pers pertengahan Desember lalu. Rachmat menjelaskan, insentif itu untuk mendorong pengembangan pasar yang belum terbentuk. Karena itu, pemerintah memberi peluang kepada investor untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia. (Yoga)

PERPAJAKAN, Gol ”Hattrick” dan Rasio yang ”Tengkes”

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Sudah tiga tahun berturut-turut, setoran pajak selalu melampaui target alias mencetak hattrick. ”Penerimaan pajak ini istilahnya hattrick. Tiga kali gol berturut-turut sejak 2021 sampai 2023, semuanya di atas 100 % (dari target). Ini akhir perjalanan sejak pandemi yang ditutup dengan husnul khatimah (akhir yang baik),” kata Menkeu Sri Mulyani pada konferensi pers APBN Kita, di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada 2020, setoran pajak jeblok akibat pandemi. Saat itu, pajak tumbuh minus 19,6 % atau hanya 89,4 % target. Rasio perpajakan (tax ratio) pun anjlok ke 8,33 % dari 9,77 % pada 2019, jauh di bawah level ideal negara berkembang sebesar 15 %. Pada 2021, setoran pajak kembali tumbuh positif 19,3 %, terbantu oleh efek basis pertumbuhan yang rendah di tahun sebelumnya. Bahkan, pertama kalinya dalam 12 tahun, capaian pajak berhasil melampaui target, yaitu 104 % di atas target APBN 2021. Pada 2022, penerimaan pajak kembali tembus target untuk kedua kalinya, yakni 115,6 % berkat harga komoditas dunia yang naik tinggi, hingga tumbuh dua digit sebesar 34,3 %.

Kinerja pajak juga terbantu oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Program Pengampunan Pajak jilid II dan kenaikan tarif PPN yang menambah setoran pajak. Pada 2023, penerimaan pajak kembali melampaui target untuk ketiga kalinya. Setoran pajak mampu melampaui batas konservatif dan tumbuh 8,9 % sebesar Rp 1.869,2 triliun, alias 102,8 % di atas target. Target penerimaan berhasil dilampaui tanpa berkah momentum musiman, seperti ledakan harga komoditas, pengampunan pajak, dan kenaikan tarif PPN, seperti tahun 2022. Tak ada pula efek basis pertumbuhan rendah yang mendongkrak kinerja pajak seperti pada 2021. Menurut Sri Mulyani, kinerja pajak 2023 didorong oleh peningkatan pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap wajib pajak terdaftar. Pemerintah juga mengoptimalkan perluasan basis pajak, terutama di sektor ekonomi digital, serta membenahi pelayanan pajak bagi masyarakat. (Yoga)

Rezeki Mengalir dari Rumah Tua di Tepian Sungai Musi

Yoga 05 Jan 2024 Kompas (H)

Rumah ataupun bangunan tua di tepian Sungai Musi, Palembang, bukan sekadar benda usang. Kalau dikelola dengan serius, jejak perdagangan masa lampau itu bisa menjadi tempat wisata yang mengalirkan rezeki. Keberkahan tersebut dirasakan pasangan Budiman (56) dan Ani Srimayanti (50) serta tiga anak mereka yang menghuni Rumah Baba Ong Boen Tjit, rumah peninggalan saudagar rempah asal China, Ong Eng Twan, di tepian Sungai Musi di Kelurahan 3-4 Ulu, Palembang, Sumsel. Budiman adalah generasi keenam dari Ong Eng Twan. ”Rumah ini didirikan Ong Eng Twan lebih kurang 300 tahun lalu. Namun, kami memilih menamakan rumah ini dengan Ong Boen Tjit, salah satu dari tiga anak Ong Eng Twan yang sukses meneruskan usaha tersebut,” ujar Ani saat dijumpai, Rabu (20/12/2023). Rumah Baba Ong Boen Tjit tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga Budiman. Rumah itu terus berdiri kokoh dan bentuknya tidak pernah berubah karena terbuat dari kayu unglen atau kayu besi berkualitas tinggi.

Rumah yang memadukan arsitektur Palembang dan China itu turut memberikan manfaat lebih untuk kebutuhan hidup keluarga Budiman. Enam tahun terakhir, mereka mendapat tambahan rezeki setelah rumah itu sukses menyedot turis sebagai salah satu destinasi wisata Palembang. ”Mungkin ini berkat harapan leluhur yang tertulis di rumah ini. Tulisan beraksara China di pintu depan artinya masa berjaya dan sepanjang tahun, sedangkan tulisan beraksara China di pintu tengah artinya paviliun panjang usia dan hutan rezeki,” kata Ani, perempuan asal Pacitan, Jatim, yang ikut bermukim di rumah tersebut sejak 1999. Ani mengisahkan pada November 2017, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sumsel mengajak berkolaborasi untuk membentuk Pasar Baba Boen Tjit sebagai ruang diskusi komunitas dan berjualan penganan khas Palembang yang memberdayakan masyarakat sekitar. Setelah sembilan bulan atau pada Agustus 2018,

Genpi Sumsel menganggap Budiman dan Ani mampu berdikari dalam mengelola potensi wisata. Dengan beragam inovasi, Budiman dan Ani mengembangkan usaha wisatanya dari sekadar menjual rumah sebagai tempat berfoto hingga menjadi wisma tamu (guest house). Seusai itu, Budiman dan Ani mencoba usaha kuliner. Mereka menerima pesanan makanan khas Palembang dan bisa makan di tempat dengan minimal pesanan 20 porsi per kelompok. Pelan tetapi pasti, konsep yang melibatkan para tetangga itu diterima wisatawan dalam dan luar Sumsel. Kini, dalam sebulan, mereka bisa menerima 12 kelompok. Harga kuliner itu beragam, seperti ragit Rp 15.000 per porsi, pindang Rp 35.000-Rp 80.000, serta nasi hainan dan fuyunghai Rp 35.000-Rp 40.000. Ada pula paket ngidang atau tradisi makan bersama khas Palembang dengan menu nasi ayam kecap seharga Rp 250.000 untuk empat orang. Usaha itu menambah pemasukan yang telah stabil dari kunjungan wisatawan dengan rata-rata 25 orang per hari. Adapun tarif karcis kunjungan Rp 10.000 per orang. ”Sejak ada tambahan penghasilan dari pariwisata, gaji suami sebagai wiraswasta bisa disisihkan untuk ditabung,” ujar Ani. (Yoga)

Pilihan Editor