;

Pemerintah Terbitkan Regulasi Dukung Daya Saing Ekonomi

Yuniati Turjandini 18 Jan 2024 Investor Daily
Kementerian Keuangan (Kemenkeu)  menerbitkan payung hukum untuk memberikan  kemudahan bagi para pelaku usaha dalam mendukung peningkatan daya saing ekonomi nasional. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 137 Tahun 2023 tentang Operator Ekonomi Bersertifikat (Authorized Economic Operator/AEO) yang mulai berlaku sejak 11 Januari 2024. Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan  Bea Cukai Kementerian Encep Dudi Ginanjar menjelaskan, terbitnya MK ini dilatarbelakangi oleh beberapa  hal penting, antara lain mengikuti  pembaharuan beberapa  ketentuan internasional (WCO), proses bisnis  supply chain logistic global yang terus berkembang mengakomodasi pelayanan menggunakan teknologi informasi (online), penilaian operator ekonomi melalui pendekatan berbasis risiko, serta simplifikasi kondisi dan persyaratan AEO. (Yetede)

Indonesia Miliki 75 Startup Baru

Yuniati Turjandini 18 Jan 2024 Investor Daily
Indonesia menjadi rumah bagi 2.566 usaha rintisan berbasis teknologi (startup) hingga tanggal 17 januari 2024. Jumlah bertambah 75 dibandingkan Juli 2023 yang mencapai 2.491 startup. Pertumbuhannya ditopang oleh dukungan program inkubator swasta dan pemerintah untuk memgembangkan startup pemula serta banyaknya potensi ekonomi untuk digarap di Tanah Air. Jumlah startup di Indonesia tersebut berkontribusi 53,35% terhadap keseluruhan di Kawasan Asia Tenggara sebanyak 4.810. Dari startup rangking itu juga bisa disimpulkan bahwa  Indonesia menjadi rumah terbesar startup di kasawan Asia Tenggara. Dalam periode tersebut, jumlah bertambah 103 startup di kawasan ini dari enam bulan lalu 4.707. Indonesia jauh mengalahkan Singapura yang punya 1.180 startup. Filipina 338, Malaysia 327, Vietnam 144, Thailand 189, Myanmar 47, Kamboja 7, dan sisanya 9 startup di negara Brunei Darussalam, 2 di Laos, dan 1 di Timor Leste. (Yetede)

Sinergi Pengembang dan Bank Gairahkan Perekonomian

Yuniati Turjandini 18 Jan 2024 Investor Daily

Sinergi pengembang properti dengan bank bisa menggairahkan perekonomian nasional mengingat dampak turunan sektor properti yang cukup luas. Menurut Alvin Andronicus, chief marketing officer Elevee Condominium, properti memilki sifat efek berganda (mulitplier effect) yang cukup besar terhadap kegiatan industri lainnya. Selain itu, kata dia, juga mencipatkan lapangan pekerjaan  serta pendapatan baru dan pajak daerah hingga memberikan peningkatan nilai properti di sekitarnya. "Dengan perencanaan yang matang dan konsep yang kuat, sebuah proyek yang township akan memiliki nilai yang memberikan rasa nyaman untuk hunian, dan juga sebagai kawasan bisnis. dan untuk mewujudkan produk properti yang ada seperti hunian, maka diperlukan perbankan dalam pembiayaan kepada masyarakat," jelas Alvin. Dia menambahkan, sinergi  bank dengan pengembang  setidaknya mencakup kredit konstruksi dan kredit pemilikan rumah/apartemen. Bank memberikan pembiayaan kepada pengembang  dalam pembangunan  konstruksi proyek, sedangkan pembiayaan kepada konsumen bisa berupa KPR atau KPA. (Yetede)

Toyota Tak Gentar Digempur BEV

Yuniati Turjandini 18 Jan 2024 Tempo

Di tengah pertumbuhan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), Toyota belum menunjukkan gelagat ekspansi untuk mengikuti tren tersebut. Kendaraan hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) masih menjadi andalan perusahaan otomotif asal Jepang ini.

Public Relations Manager PT Toyota Astra Motor Arie Hermawan menuturkan perusahaan masih perlu pengkajian lebih dalam sebelum memutuskan mengembangkan bisnis BEV. Selain itu, Toyota memiliki target menyediakan berbagai pilihan buat masyarakat. "Kami punya BEV, juga beberapa jenis hibrida, seperti HEV, PHEV (plug-in HEV), dan FCEV (fuel-cell electric vehicle)," tuturnya kepada Tempo, Rabu, 17 Januari 2024.

Toyota sendiri baru menjual satu jenis kendaraan listrik murni di dalam negeri, yaitu BZ4X. Sementara itu, jenis kendaraan listrik hibrida merek ini lebih banyak, seperti Alphard, Camry, Innova, dan Yaris. Sepanjang Januari-November 2023, perusahaan mencatat penjualan kendaraan listrik meningkat hingga 54,3 persen secara tahunan. Total 33.603 unit kendaraan listrik terjual dengan kontributor terbesar berasal dari Kijang Innova Zenix, yang terjual 24.250 unit. (Yetede)

Kesalahan Kronis Tata Kelola Jagung

Yuniati Turjandini 18 Jan 2024 Tempo

NAIKNYA harga pakan ternak karena masalah yang sama menunjukkan pengambil kebijakan tak belajar dari kesalahan sebelumnya. Pemerintah tak punya program yang bisa memastikan pasokan jagung, bahan pakan ternak, tersedia merata sepanjang tahun. Akibatnya, selalu ada periode stok jagung minim, yang berakibat terkereknya harga pakan ternak dan berdampak pada naiknya harga telur serta daging ayam.

Kesalahan pemerintah bahkan sangat mendasar: tak memperhitungkan dampak musim terhadap produksi jagung. Badan Pangan Nasional menyatakan tak menyangka produksi jagung bakal turun drastis pada musim kemarau panjang yang disebabkan oleh El Nino. Padahal El Nino adalah siklus yang bisa diprediksi jauh-jauh hari. Sungguh mengherankan lembaga pemerintah yang bertugas menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan abai akan hal tersebut.

Dalam sepekan terakhir, harga pakan ternak naik hingga 20 persen. Penyebabnya, produksi jagung terus menukik. Pekan lalu, harga rata-rata jagung Rp 6.900 per kilogram. Kini, harganya naik menjadi Rp 7.300-7.500 per kilogram. Di wilayah Solo, misalnya, harga jagung sudah mencapai Rp 9.000 per kilogram, dari harga “normal” Rp 6.000 per kilogram. Padahal harga acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 5.000 per kilogram.

Setahun terakhir, harga jagung di pasaran sudah di atas harga acuan pembelian. Pada awal 2023, harga rata-rata jagung Rp 5.639 per kilogram, naik dari rata-rata pada 2020. Akibat kenaikan itu, sepanjang tahun lalu, harga pakan ternak berada di atas Rp 7.000 per kilogram, yang menambah beban produksi peternak. (Yetede)

Antrean IPO Panjang Jangan Terkecoh Harga Murah

Hairul Rizal 18 Jan 2024 Kontan (H)

Saham memang jenis investasi yang tergolong high risk and high return. Dalam konteks saham emiten pendatang baru, skala potensi risiko dan peluang keuntungannya bahkan terbukti jauh lebih besar lagi. Tengok saja, dari tujuh saham anyar yang dicatatkan pada Januari 2024, tiga diantaranya; ASLI, ACRO dan MANG sudah berada di bawah harga perdana. Hingga Rabu (17/1), ketiga saham tersebut belum juga mampu kembali ke posisi harga saat IPO.Kondisi serupa juga terjadi pada saham emiten yang menggelar initial public offering (IPO) tahun lalu. Betul, dari 79 pendatang baru hanya 19 emiten yang di hari perdana nyungsep di bawah harga IPO. Namun, dari 19 saham tersebut, hingga kemarin hanya tiga yang mampu merangkak kembali ke atas harga perdana, yakni KING, PTPS dan SURI. Di sisi lain, tak ada jaminan emiten yang moncer di hari perdana bakal terus bersinar. Sebab faktanya, dari 60 saham yang menghijau di hari perdana, 31 saham diantaranya kini sudah melorot ke bawah harga IPO. Sejatinya banyak faktor yang bisa menjadi pedoman bagi calon investor untuk memilih saham IPO.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengakui tingkat permintaan saham IPO bukan satu-satunya jaminan performa suatu saham bakal apik. "Calon investor juga tak boleh terkecoh hanya oleh valuasi pasca IPO yang murah. Sebab," kata Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi, penting untuk membandingkan valuasi perusahaan dengan para pesaing di industri yang sama. "Selain itu, perlu juga mengevaluasi rekam jejak dan pengalaman manajemen perusahaan," ujarnya. Tipikal pembeli saham IPO juga bisa berpengaruh terhadap performa di pasar sekunder. Investor ritel misalnya, banyak yang memilih menggunakan strategi jangka pendek untuk mengamankan keuntungan. Sehingga jika pembeli suatu saham IPO didominasi investor ritel, potensi tekanan harganya bisa saja lebih besar. Tak kalah pentingnya, risiko tinggi di saham IPO sebetulnya bisa diredam jika saringan awalnya sudah ketat. Orientasi otoritas bursa tak boleh semata menarik sebanyak-banyaknya emiten baru. Kualitas calon emiten sama sekali tak boleh diabaikan. Dus, pengamat pasar modal Teguh Hidayat sepakat otoritas bursa perlu memperketat syarat bagi perusahaan untuk menggelar IPO. "Kembalikan (aturannya) seperti dulu, misalnya perusahaan harus profit tiga tahun berturut-turut baru bisa IPO," tandasnya.

Bunga Acuan Menciut, Ekonomi Bisa Mencuat

Hairul Rizal 18 Jan 2024 Kontan
Peluang berakhirnya era suku bunga tinggi semakin dekat dan berpotensi memberikan nafas lega bagi aktivitas ekonomi. Alhasil, perekonomian nasional pada 2024 diyakini tumbuh lebih kuat dibandingkan 2023. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu (17/1), Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan alias BI rate di level 6%, setelah kenaikan terakhir kali sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober 2023. BI membuka peluang penurunan suku bunga acuan pada tahun ini. "Dengan arah-arah ke depan, tentu saja saya sampaikan ada ruang penurunan suku bunga BI rate. Namun, harus melihat beberapa kriteria," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, kemarin. Kriteria yang dimaksud, pertama, kecepatan penguatan nilai tukar rupiah. Pasalnya, hingga 16 Januari 2024, nilai tukar rupiah masih mencatatkan pelemahan, meski tipis, yakni 1,24% dari akhir Desember 2023. Kedua, tetap terkendalinya inflasi, khususnya inflasi inti, juga pergerakan inflasi pangan. Ketiga, bagaimana bank sentral melihat dukungan kredit dalam pembiayaan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, menurut Perry, akan didukung permintaan pasar domestik. Hal tersebut sejalan adanya momentum pemilihan umum (pemilu) dan peningkatan investasi khususnya bangunan terkait kelanjutan proyek strategis nasional (PSN), termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun kinerja ekspor Indonesia belum cukup kuat karena perlambatan ekonomi dunia dan penurunan harga komoditas di pasar global. BI meyakini pertumbuhan akan menguat pada industri manufaktur, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta konstruksi, juga transportasi dan pergudangan. Secara spasial, prospek positif terjadi di seluruh wilayah, terutama Sulawesi, Maluku, Papua dan Jawa. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky menilai, pemangkasan suku bunga acuan BI akan menciutkan cost of credit sehingga menjadi stimulus ekonomi lokal. Sementara Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi, ekonomi tahun ini tumbuh di rentang 5%-5,2%.

Cukai Minuman Manis Tunggu Data Ekonomi

Hairul Rizal 18 Jan 2024 Kontan

Pengenaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) berpotensi diimplementasikan pada tahun ini. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) masih menunggu data pertumbuhan ekonomi. Kepala Seksi Potensi Cukai Subdirektorat Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Barang Kena Cukai Ditjen Bea Cukai Kemkeu, Ali Winoto mengatakan, pihaknya sedang menunggu data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Salah satu indikator ekonomi makro tersebut akan menjadi dasar penerapan cukai MBDK pada tahun 2024. Meski demikian, pungutan cukai MBDK baru bisa berjalan apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 berada di atas 5%. "Katakanlah tahun kemarin bicara overall, pertumbuhan ekonomi bagus. Kalau (pertumbuhan) di atas 5% itu sebenarnya lampu hijau untuk mengenakan cukai MBDK," ujar Ali, belum lama ini.

Senada, Kepala Subdirektorat Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Barang Kena Cukai Ditjen Bea Cukai Kemkeu, Aris Sudarminto menjelaskan, masih ada peluang pemerintah untuk mulai memungut cukai MBDK apabila berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi 2023 masih di atas 5%. "Kalau patokannya (pertumbuhan ekonomi) masih di atas 5%, sebenarnya masih on the track untuk dijalankan," tambah Aris. Seperti diketahui, pemerintah telah memasukkan target cukai MBDK senilai Rp 4,39 triliun dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2023 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Sejatinya, pemerintah juga telah memasukkan target cukai MBDK sebesar Rp 3,08 triliun dalam APBN 2023. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03% pada kuartal I-2023 dan sebesar 5,17% pada kuartal II-2023. Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat ke level 4,94% pada kuartal III-2023.

MYRX & COWL Bisa Didepak dari Bursa

Hairul Rizal 18 Jan 2024 Kontan
Bertambah lagi emiten yang terancam terdepak dari lantai bursa. Terbaru, saham PT Hanson International Tbk (MYRX) dan saham PT Cowell Development Tbk (COWL). Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam keterangan Rabu (17/1) mencatat perdagangan sahamnya MYRX sudah dihentikan atau suspensi sejak 16 Januari 2020 silam. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan III, Lidia M Panjaitan menyampaikan, mengacu pada peraturan Bursa No I-I tentang Penghapusan Pencatatan dan Pencatatan Kembali atau Relisting Saham, bursa dapat menghapus pencatatan saham. Pertama, perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat. Kedua, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. Suspensi MYRX  sendiri sudah berlangsung 48 bulan per 16 Januari 2024. Lantas saham PT Cowell Development Tbk juga terancam dihapus oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan peraturan serupa, BEI berhak melakukan pencabutan perdagangan sebuah saham. Untuk COWL porsi publik sebanyak 6,41% yang memegang 312 juta saham COWL. Pemegang saham COWL terbesar adalah PT Gama Nusapala memegang 3,46 miliar saham. Jumlah tersebut setara 71,12% dari total saham COWL. Sedangkan pemegang saham MYRX adalah Asabri 5,4%, terpidana Benny Tjokrosaputro 4,25% saham MYRX. Dan sisanya yakni 90,35% dipegang publik. Bursa meminta investor publik mencermati informasi perseroan ini.

CARI CELAH BUNGA MAHAL

Hairul Rizal 18 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

Industri perbankan rupanya harus bermanuver lebih tajam guna mendongkrak penyaluran kredit tahun ini. Maklum saja, suku bunga yang masih sulit dipangkas, dapat menjadi batu sandungan dalam mengakselerasi fungsi intermediasi.Jika ditengok, di tengah iklim suku bunga mahal yang menekan pertumbuhan dana simpanan, industri perbankan melewati tahun lalu dengan pertumbuhan kredit 10,38% secara tahunan. Capaian tersebut memang sesuai dengan koridor proyeksi Bank Indonesia (BI) yakni 9% hingga 11%. Namun demikian, jika suku bunga terus di level tinggi, amat mungkin kinerja kredit tergerus, dan berdampak negatif pada kinerja keuangan perusahaan. Terlebih, BI masih menahan diri untuk melonggarkan kebijakan moneter. Buktinya kemarin, Rabu (17/1), Rapat Dewan Gubernur BI, memutuskan untuk menahan BI-Rate pada level 6%, alias tak berubah sejak Oktober 2023. Dus, kalangan perbankan pun berharap bank sentral mulai memangkas suku bunga acuan pada tahun ini, sembari terus menyiapkan strategi agar ruang margin keuntungan tetap lapang. Pasalnya, belakangan ini potret margin keuntungan tercatat melandai. Berdasarkan data BI, hingga November 2023, margin keuntungan bank umum swasta nasional tercatat turun paling dalam yakni dari 2,89% pada November 2022 menjadi 2,39% pada November 2023. Kemudian, diikuti oleh kantor cabang bank asing dan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Merespons kebijakan suku bunga acuan, sejumlah bank ancang-ancang menyesuaikan suku bunga kredit dan simpanannya. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR) Yuddy Renaldi menantikan suku bunga acuan yang lebih longgar. Dengan demikian, bank bisa melakukan penyesuaian suku bunga acuan terhadap bunga kredit dan simpanan. Yuddy juga memperkirakan tren longgar suku bunga acuan pada tahun ini akan berdampak positif bagi kinerja bank. 

Sementara itu, dari kalangan bank cilik, Direktur Kepatuhan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) Efdinal Alamsyah mengatakan penyesuaian bunga simpanan lebih responsif terhadap perubahan suku bunga, sedangkan penyesuaian bunga kredit lebih selektif karena terkait dengan risiko pinjaman. Oleh karena itu, di masa suku bunga tinggi, perusahaan menyeimbangkan dana pihak ketiga (DPK) dengan ekspansi kredit sehingga ada ruang margin bunga bersih (net interest margin/NIM) lebih tinggi. Hal serupa ditempuh PT KB Bukopin Tbk. (BBKP). Corporate Relation Department Head KB Bukopin Adi Pribadi mencatat rasio likuiditas perseroan masih sangat sehat, yang tecermin pada AL/NCD dan AL/DPK masing-masing stabil di atas 250% dan 35%. Dengan demikian, perusahaan bisa meraih margin dan pendapatan bunga lebih tebal. Dengan prospek penurunan suku bunga, pada 2024, perseroan optimistis mencetak laba operasional sebelum pencadangan dan biaya akuisisi (Pre-Provision Operating Profi t/PPOP) positif. Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Lani Darmawan. Dia memperkirakan penurunan suku bunga acuan paling cepat terealisasi pada medio 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ruang penurunan suku bunga acuan ke depan tetap terbuka sejalan dengan arah kebijakan moneter yang pro stabilitas. Di sisi lain, Perry mengatakan sinyal positif terlihat dari kinerja dolar AS yang tak lagi menguat dan cenderung melemah pada awal tahun. Dengan kondisi ini, tekanan penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang pun redup, sejalan dengan kembali mengalirnya modal asing, termasuk ke Tanah Air. Adapun, Chief India and Indonesia Economist HSBC Pranjul Bhandari memprediksi pertumbuhan kredit Tanah Air berada pada 9% secara tahunan pada 2024. Hal ini seiring perkiraan bahwa BI bakal menurunkan suku bunga sebesar 100 basis poin (bps).

Pilihan Editor