;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Peluang Bank Indonesia untuk Menurunkan Suku Bunga Acuan

10 May 2025
Peluang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) diperkirakan  pada semester II-2025. Hal ini dapat dilakukan jika RI memiliki ruang pelonggaran  moneter yang menandai, tingkat inflasi sesuai target, dan nilai tukar rupiah yang stabil. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 22-23 April 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Falicity 5,00%, dan suku bunga Lending Falicity 6,50%. Di sisi lain, Bank Sentral Amerika Serikat The Fed mempertahankan  suku bunga Deposit Facility 5,00%, dan suku bunga Lending Falicity 6,50%. Di sisi lain Bank Sentra AS Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,25%-4,50% dalam Federal Open Market Committe atau FOMC periode Mei 2025. The Fed mempertahankan suku bunga acuannya seiring meluasnya kekhawatiran atas tarif yang diberlakukan terhadap mitra dagang utama AS. Hal ini berarti Bank Sentral AS tersebut telah memeprtahankan suku bunga sejak pertama pada Januari dan Maret tahun ini. "Waktu yang realistis untuk penurunan suku bunga acuan lebih lanjut adalah pada semester II tahun 2025, dengan catatan bahwa kondisi global mulai membaik dan tekanan inflasi tetap rendah," kata Pakar Ekonomi Fakultas Bisnis Universitas Airlangga Tika Widiastuti. (Yetede)

Ekspor China Melampaui Proyeksi April 2025

10 May 2025
Ekspor China melampaui proyeksi April 2025, yang didorong oleh lonjakan permintaan bahan baku dari para produsen luar negeri, yang bergerak cepat mengirimi barang selama masa jeda pengenaan tarif selama 90 hari, yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Data bea cukai yang dirilis pada Jumat (09/05/2025) menunjukkan pengiriman barang keluar China naik 8,1% year on year (yoy) untuk April 2025. Angka ini melampaui prediksi kenaikan 1,9% dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, tetapi melambat dari lonjakan 12,4% pada Maret. Pabrikan di China berlomba melakukan ekspor untuk menantisipasi bea masuk  lebih tinggi, tetapi sekarang menunggu hasil negosiasi awal tarif antara tin negosiator AS dan China, yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss pada Sabtu (10/05/2025). Data tersebut juga menunjukkan, impor turun 0,2%. Dibandingkan ekspektasi penurunan 5,9%, data terbaru ini meunjukkan bahwa permintaan domestik China tahan banting daripada perkiraan. Tapi pemerintah China juga terus mengambil langkah-langkah untuk menyokong ekonomi negara yang bernilai US$ 19 triliun. (Yetede)

Ambisi Asus Jadi Penguasa Segmen Komputer RI

10 May 2025
Asus, produsen perangkat komputer, yang terdiri dari laptop, notebook, personal computer (PC) hingga desktops menargetkan untuk menjadi penguasa, alias raja produk komputer di pasar Indonesia. Upaya ini seiring dengan posisinya yang sudah menguasai segmen consumer dengan 30-35% pangsa pasar selama 5-10 tahun terakhir, serta menargetkan untuk menguasai segmen komersial dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. "Untuk consumer, selama 10 tahun terakhir ini kami posisi pertama di Indonesia dengan pangsa pasar saat ini sekitar 30-35%. Sedangkan untuk segmen komersial, targetnya dalam waktu 1-3 tahun ke depan menjadi nomor satu di Indonesia," kata Director of Commercial Products Asus Indonesia Yulianto Hasan di Batam. Penguatan di lini komersial ini, juga akan menjadi fokus utama Asus ke depannya. Karena permintaan perangkat bisnis ini terutama didukung oleh segmen pemerintah dan korporasi yang gencar melakukan digitalisasi, dan peremajaan perangkat seiring dengan rencana Microsoft yang akan mematikan sistem operasi Windows 10, dan beralih ke Windows 11 pada tahun ini. (Yetede)

Kritik Lanjut Terhadap Program Koperasi Pemerintah

10 May 2025

Kebijakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) menuai polemik luas, bahkan di kalangan akar rumput. Banyak penggiat koperasi, termasuk penulis artikel, menilai pendekatan top down yang diambil pemerintah justru bertentangan dengan prinsip dasar koperasi yang menekankan pada kemandirian, partisipasi, dan tanggung jawab sosial anggota. Pengalaman masa lalu seperti kegagalan BUUD/KUD pada era Orde Baru dan berbagai program koperasi pemerintah lainnya menunjukkan bahwa intervensi negara yang bersifat formalistik tanpa pembinaan profesional dan modal sosial yang kuat kerap berakhir pada kegagalan.

Tokoh penting dalam diskursus ini, yaitu para penggerak koperasi, menekankan pentingnya pendekatan berbasis klaster dan penguatan koperasi yang sudah ada daripada membentuk koperasi baru yang seragam dan dipolitisasi. Solusi yang ditawarkan mencakup penguatan ekosistem koperasi, pembentukan lembaga pembiayaan khusus, pengembangan akses pasar dan tata niaga, hingga peningkatan profesionalisme dan adopsi teknologi digital. Dengan pendekatan ini, dana sebesar Rp400 triliun akan lebih efektif digunakan untuk memperkuat koperasi yang sudah memiliki praktik terbaik dan fondasi kuat, sehingga lebih mungkin mencapai target pemerintah secara berkelanjutan.


Performa Buyback Emiten Masih di Bawah Ekspektasi

10 May 2025

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi, mencatat bahwa realisasi pembelian kembali saham (buyback) tanpa persetujuan RUPS masih tergolong rendah, hanya mencapai 5,55% dari total rencana dana Rp16,9 triliun dalam periode 20 Maret—30 April 2025. Meskipun terdapat 32 emiten yang mengajukan rencana buyback, hanya 24 yang telah merealisasikannya dengan nominal sekitar Rp937,42 miliar. Beberapa emiten besar seperti PT Telkom Indonesia, Adaro, Medco, dan Mayora termasuk dalam daftar yang mengalokasikan dana signifikan untuk buyback saham mereka.

Inarno menegaskan bahwa buyback dilakukan berdasarkan POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023, yang mempertimbangkan arus kas sebagai salah satu kriteria penting, namun tidak menjadi satu-satunya acuan analisis oleh OJK. Selain itu, untuk menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global, OJK juga telah mengambil langkah mitigatif seperti penundaan transaksi short selling, penyesuaian batas trading halt, dan penerapan asymmetric auto rejection.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa langkah-langkah OJK diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan investor dan meningkatkan kembali partisipasi aktif di pasar modal Indonesia.


Danantara Bakal Kelola Aset Ikonik Negara

10 May 2025

Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan mengelola sejumlah aset strategis negara, termasuk Gelora Bung Karno (GBK), Hotel Sultan, dan ke depan juga Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta Kemayoran. Pengalihan pengelolaan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset negara.

Prasetyo menegaskan bahwa meskipun pengelolaan aset selama ini terkesan berjalan lancar, hasil evaluasi internal—termasuk dari tim audit—mengindikasikan bahwa banyak potensi yang belum tergarap secara optimal, khususnya dalam bentuk kerja sama dan pemanfaatan aset. Oleh karena itu, pendekatan baru melalui Danantara yang lebih profesional diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara.

Terkait dengan sengketa lahan Hotel Sultan, Prasetyo memastikan penyelesaiannya telah mendekati final dan aset tersebut akan segera kembali sepenuhnya ke pengelolaan negara.


RI Bakal Setop Impor dari Negeri Tetangga

10 May 2025

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia akan mengurangi impor BBM dari Singapura secara bertahap dalam enam bulan ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyeimbangkan dinamika geopolitik dan geoekonomi, sekaligus merespons kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan sejak masa Presiden Donald Trump.

Sebagai gantinya, Indonesia akan meningkatkan impor minyak mentah, BBM, dan LPG dari AS, yang saat ini porsinya masih relatif kecil dibandingkan Singapura. Bahlil menegaskan bahwa hal ini juga bagian dari negosiasi dagang untuk menurunkan tarif perdagangan AS terhadap Indonesia. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah akan meminta PT Pertamina (Persero) membangun infrastruktur pelabuhan dan dermaga yang mampu menerima kapal tanker besar, karena pengiriman dari AS memerlukan kapal berukuran besar, berbeda dengan dari Singapura.

Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication Pertamina, menyatakan bahwa perusahaan masih menunggu arahan resmi dan akan menyesuaikan rencana sesuai kebijakan pemerintah. Bila terealisasi, kebijakan ini akan mengubah peta pasokan energi Indonesia dan berdampak signifikan terhadap pasar tanker regional, menurut analisis dari Sentosa Shipbrokers.



Paus Leo XIV Sampaikan Visi Dunia Baru

10 May 2025

Kardinal Robert Francis Prevost secara resmi diumumkan sebagai Paus baru Gereja Katolik sedunia dengan nama Paus Leo XIV, melalui pengumuman tradisional Habemus Papam yang disampaikan oleh Kardinal Protodeacon Dominique Mamberti di Vatikan pada Kamis malam (8/5). Prevost menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, dan latar belakangnya sebagai biarawan Ordo Santo Agustinus serta pengabdiannya selama dua dekade di wilayah miskin di Peru menegaskan komitmennya terhadap kaum marjinal, mengikuti jejak Paus Fransiskus.

Paus Leo XIV dikenal memiliki pandangan sosial dan politik yang dekat dengan rakyat kecil, sebagaimana terlihat dari sambutan hangat masyarakat Peru yang mengenalnya sebagai tokoh yang peduli dengan kaum bawah. Perayaannya di Katedral Santa María mencerminkan harapan besar umat terhadap kepemimpinan baru yang berpihak kepada mereka yang terpinggirkan.


Emas dan Bitcoin Masuki Fase Volatilitas Tinggi

10 May 2025

Keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga acuan di level 4,25%–4,50% berdampak signifikan terhadap pergerakan komoditas emas dan aset kripto. Dalam pernyataannya, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter harus tetap fleksibel dan The Fed belum terburu-buru untuk menurunkan suku bunga, meskipun ketidakpastian akibat perang dagang dan kebijakan tarif Presiden Donald Trump terus membayangi. Powell juga memperingatkan bahwa risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan tetap menjadi perhatian utama.

Kondisi tersebut mendorong investor untuk mencari aset lindung nilai seperti emas, yang sempat mencetak rekor di atas US$3.500 per ons meskipun kembali terkoreksi. Sementara itu, Bitcoin menunjukkan tren penguatan, sempat menyentuh US$99.000, dan diprediksi bisa kembali menembus level psikologis US$100.000, didukung oleh spekulasi pelonggaran regulasi di bawah kepemimpinan Trump yang dikenal pro-kripto. Namun, volatilitas pasar masih tinggi akibat ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dan geopolitik AS.

Menurut analis kripto Fahmi Almuttaqin, sentimen pasar kripto tetap positif pasca pertemuan The Fed karena tidak ada sinyal negatif yang mengkhawatirkan. Kinerja pasar saham AS juga ikut terdorong, terutama sektor teknologi, setelah adanya sinyal bahwa Presiden Trump mempertimbangkan pelonggaran pembatasan ekspor chip AI, dan indeks-indeks utama seperti Dow Jones dan Nasdaq ditutup menguat.



Gerbang Ekspor-Impor Indonesia Timur melalui Terminal Petikemas Bitung

10 May 2025

Terminal Petikemas Bitung di Sulut berpeluang besar menjadi gerbang ekspor-impor di Indonesia bagian timur. Selain letaknya strategis, terminal ini mampu menampung ratusan ribu peti kemas per tahun. Hanya butuh waktu 30 menit dari Kota Manado ke Terminal Petikemas (TPK) Bitung di Kota Bitung, Sulut, pagi, Rabu (7/5) lewat tol. Jarak terminal yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Petikemas ini hanya 20 menit dari Kawasan Ekonomi Khusus Bitung. Laut Bitung juga dilintasi alur laut kepulauan Indonesia atau ALKI II dan III, yang merupakan alur perdagangan dari dan ke Asia Pasifik. ”Jadi, lokasi Bitung sudah strategis untuk perdagangan,” ujar Manajer Pengelolaan Operasi TPK Bitung. Muhammad Habibi. Siang itu, kapal Tanto Sejahtera dan Selat Mas yang berukuran besar tengah bersandar di dua dermaga dengan panjang 355 meter dan 327 meter.

Menurut Habibi, Pelabuhan Bitung mampu menampung kapal ”Post Panamax”, yang ukurannya raksasa dan tidak bisa melalui Terusan Panama. Sebab, kedalaman dermaga di pelabuhan bisa mencapai minus 15 meter low water spring. ”Di sini hampir tidak ada pengerukan,” ujarnya, berbeda dengan perairan di wilayah Jawa yang kerap menghadapi masalah sedimentasi. Lebar laut menuju pelabuhan pun mencapai 600 meter, jauh lebih lebar dibanding pelabuhan lainnya yang berkisar 150 meter. Tidak heran, kapal banyak bersandar. Triwulan pertama 2025 ini saja, tercatat 98 kapal yang berlabuh atau naik dari periode serupa tahun lalu, yakni 81 kapal. Tahun lalu, sebanyak 391 kapal bersandar atau meningkat dibanding 2023 dengan 306 kapal. Volume bongkar muat peti kemas pun terus bertambah. Triwulan pertama tahun ini, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tercatat 74.928 TEUs. (Yoga)