Ekonomi
( 40733 )Prospek Cerah tapi Penuh Tantangan untuk Telkom Group
Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada kuartal I 2025 menunjukkan pertumbuhan yang moderat, bahkan mengalami penurunan pendapatan sebesar 2,1% year-on-year akibat melemahnya segmen layanan data. Meskipun IndiHome mencatat pertumbuhan pelanggan, kontribusinya belum mampu mengimbangi penurunan tersebut. EBITDA juga turun 6,1% yoy, namun perbaikan terjadi secara kuartalan.
Steven Gunawan, analis dari KB Valbury Sekuritas, menyatakan bahwa pencapaian TLKM masih berada di bawah ekspektasi pasar, dengan laba bersih yang juga menurun, meski margin laba bersih membaik berkat penurunan beban bunga.
Ranjan Sharma, analis J.P. Morgan, menilai awal tahun yang lemah bisa menjadi katalis negatif bagi TLKM sepanjang 2025. Namun, ia tetap optimistis terhadap potensi perbaikan melalui efisiensi biaya dan restrukturisasi IndiHome, terutama dengan dukungan infrastruktur jaringan TLKM yang kuat.
Di sisi lain, Hans Kwee, Co-Founder Pasar Dana, menyoroti bahwa layanan fixed broadband (FBB) seperti IndiHome bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan TLKM, seiring meningkatnya permintaan di sektor tersebut.
Namun, TLKM juga menghadapi tantangan non-operasional, seperti kasus hukum yang melibatkan anak dan cucu usaha, termasuk investasi kontroversial melalui MDI Ventures di TaniHub. Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah, mengakui adanya masalah substansi dan menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola ke depan.
Rumor terkait divestasi saham Telkomsel di GOTO juga menambah ketidakpastian. Namun, Oky Prakarsa, VP Investor Relation TLKM, membantah adanya rencana perubahan kepemilikan dalam waktu dekat.
Meskipun kinerja keuangan TLKM pada awal 2025 melemah dan dibayangi berbagai isu hukum serta persaingan di sektor mobile dan fixed broadband, para analis seperti Steven, Ranjan, dan Hans masih melihat potensi positif, terutama dari lini IndiHome. Perlu adanya efisiensi dan restrukturisasi agar TLKM tetap kompetitif di tengah dinamika industri dan tekanan eksternal.
Pertumbuhan Kredit Valas Mulai Tertahan
Pertumbuhan kredit valuta asing (valas) perbankan Indonesia masih mencatatkan angka dua digit hingga Maret 2025, yakni 13,3% year-on-year (yoy). Namun, laju pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, mencerminkan sikap hati-hati pelaku usaha dan perbankan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta volatilitas nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp 17.052 per dolar AS pada April.
Sejumlah bank besar seperti Bank Mandiri, CIMB Niaga, dan BCA tetap menyalurkan kredit valas, namun dengan pendekatan kehati-hatian.
M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, menyatakan bahwa mereka menyalurkan kredit valas secara selektif, terutama ke sektor ekspor-impor yang dianggap prospektif dan tangguh. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas aset di tengah volatilitas pasar.
Rusly Johannes, Direktur Business Banking CIMB Niaga, menambahkan bahwa CIMB juga berhati-hati dengan risiko valas yang semuanya di-hedging. Kredit valas mereka stabil dan banyak disalurkan ke sektor pertanian dan tambang.
Sementara itu, Hera F. Haryn, EVP Komunikasi Korporat BCA, mengatakan bahwa BCA menjaga pertumbuhan kredit valas secara terukur, dengan nilai mencapai US$ 3 miliar (sekitar 5% dari total kredit). Mereka juga melakukan stress test secara konsisten dan menjaga likuiditas serta modal yang kuat.
Meskipun menghadapi tantangan global dan depresiasi rupiah, bank-bank besar tetap menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan kredit valas, asalkan disertai mitigasi risiko yang disiplin dan penyaluran ke sektor yang resilien.
Besarnya Minat untuk Rumah Murah di Jakarta
Kuota calon penghuni Rusun Jagakarsa di Jaksel langsung penuh setelah dibuka 10 April lalu. Bahkan, jumlah pendaftar sampai dua kali lipat kuota yang tersedia. Saat itu, dibuka kuota untuk 200 orang. Namun, pendaftar melalui Sistem Informasi Perumahan dan Permukiman (Sirukim) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta mencapai 410 orang. Mereka seakan berlomba untuk bisa tinggal di unit hunian tipe 36 meter persegi itu. Unit tersebut terdiri dari dua kamar tidur, ruang tengah, wastafel, kamar mandi, dan balkon sekaligus tempat jemuran. Pendaftaran tahap pertama ditutup untuk verifikasi.
Hasilnya, 321 orang tak memenuhi syarat atau gugur dan 51 orang membatalkan permohonannya. Syarat yang tak terpenuhi yaitu kepala keluarga berusia maksimal 55 tahun, ber-KTP Jakarta, mengantongi bukti dari kelurahan bahwa belum punya rumah, slip gaji atau surat keterangan penghasilan rumah tangga Rp 2,6 juta-Rp 7,4 juta, punya rekening Bank DKI, dan bersedia memberikan jaminan tiga kali biaya sewa bulanan. Tarif sewa Rusun Jagakarsa mengacu Perda DKI Jakarta No 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, mulai dari Rp 865.000 sampai Rp 1,8 juta per bulan.
Verifikasi langsung kepada 38 orang yang lolos pendaftaran. Lima orang tak memenuhi syarat dan tiga orang lainnya mengundurkan diri. Akhirnya terpilih 30 warga untuk pengundian kunci unit pada Kamis (8/5). Pengundian dilakukan setelah peresmian oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Wagub Rano Karno. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta akan membuka pendaftaran tahap kedua setelah 30 warga masuk ke rusun. Secara keseluruhan tersedia 723 unit hunian dengan tiga di antaranya khusus warga disabilitas. (Yoga)
UMKM didorong Naik Kelas oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra
Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus berkomitmen mendorong pelaku UMKM naik kelas. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-45, YDBA telah membina 13.633 UMKM yang menyerap 75.541 tenaga kerja. Salah satunya, para pelaku usaha dibimbing untuk mengubah dari sentra industri tradisional menjadi sentra industri modern. YDBA merupakan salah satu pelaksana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) PT Astra International Tbk yang memberikan pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan kepada UMKM. YDBA menggelar seremoni kolaborasi dengan Kemperin serta Kementerian UMKM di YDBA Gallery, Sunter, Jakut, Jumat (9/5). Dalam acara tersebut, yayasanjuga memberikan penghargaan bagi UMKM binaan Astra.
Ketua Pembina YDBA yang juga Direktur PT Astra International, Gita Tiffany Boer menegaskan, YDBA terus fokus untuk menjalin kolaborasi dalam pemberdayaan UMKM. Untuk itu YDBA menerapkan filosofi untuk memberi bantuan berupa kail, bukan ikan, sehingga bisa mendorong UMKM naik kelas, mandiri, dan memiliki bisnis berkelanjutan. Selama ini, YDBA telah memfasilitasi 1.425 UMKM untuk naik kelas dan 384 UMKM untuk mandiri dari berbagai sektor, antara lain manufaktur, bengkel, kerajinan, dan kuliner. ”Perjalanan 45 tahun adalah perjalanan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Gita. Menurut Gita, YDBA memiliki misi, visi, dan tujuan yang sejalan dengan pemerintah, yaitu membangun kemandirian UMKM. Berkolaborasi dengan Kementerian UMKM, YDBA juga menyelenggarakan program training of trainers (ToT) bagi para pendamping di lembaga inkubator bisnis. (Yoga)
Mobil China Kini Dominasi dan Mengguncang Penjualan Jepang
IKK pada April 2025 Berada pada Level Pptimis
Antam Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana menambah lini usaha baru di bidang industri barang perhiasan, custom product, dan barang lainnya dari logam mulia, untuk mengoptimalkan peluang dari segmen emas. Dari bisnis baru ini, perseroan menargetkan tambahan omzet penjualan hingga Rp 1 triliun dalam lima tahun ke depan. Menejemen Antam mengungkapkan bahwa penambahan kegiatan usaha komoditas logam mulia ini, akan dapat meningkatkan segmen emas dan pemurnian perseroan. "Selain itu pengembangan kegiatan usaha komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja perusahaan dalam jangka panjang," ujar manajemen Antam. Dalam penjelasannya, manajemen Antam menyebut bahwa sejalan dengan rancana jangka panjang perusahaan (RPJJ) tahun 2025-2029, komoditas emas memiliki peluang optimasi penjualan emas dengan verifikasi produk, pasar, dan ekspansi jaringan ritel distribusi.
Terkait hal itu, salah satu tema strategis dalam jangka panjang adalah penguatan fungsi emas, termasuk penetrasi ke lini pasar baru melalui kolaborasi, akuisisi, maupun kegiatan lainnya. "Untuk mendukung pencapaian target penjualan komoditas emas, perseroan melalui unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia (UBPPLM) memiliki strategi yang berfokus pada kualitas dan penyediaan produk, pengembangan produk dan keunggulan daya saing, serta pemasaran. Perseroan telah merencanakan berbagai program kerja, diantaranya pengembangan produk berupa produk perhiasan dan costum product termasuk product termasuk produk industri untuk keperluan teknik dan atau laboratorium yang terbuat dari logam mulia," papar manajemen Antam. (Yetede)
BI Memutuskan untuk Mempertahankan BI-Rate Sebesar 5,75%
Pemegang Polis Jiwasraya Nasibnya Masih Belum Jelas
PT Sumber Global Energy Teken Kontak Batu Bara US$ 10 Juta
Emiten perdagangan komoditas, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menandatangani kontrak ekspor batu bara bernilai US$ 10 juta atau setara Rp165,25 miliarm bersama COALIMEX, perusahaan di bawah Kementerian Listrik dan Batu Bara Vietnam. Kontrak tersebut diteken pada Senin (5.5.2025 oleh konsorsium TGS yang dipimpin oleh SGER. Adapaun jenis batu bara yang dikapalkan merupakan antrasit berkualitas tinggi sesuai paket pengadaan No 01/2024/TNK-CLM. "Kontrak ini merupakan hasil proses pengadaan yang telah melalui evaluasi dan disetujui Keputusan No 30T tertanggal 23 Januari 2025," kata Direktur Utama SGER Welly Thomas. Welly menjelaskan, nilai kontrak sebesar US$ 10 juta tersebut berpotensi terus bertambah seiring permintaan energi yang tinggi dari Vietnam. Dia juga menyebutkan bahwa kontrak ini adalah bagian dari upaya memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Vietnam. COALIMEX sendiri merupakan pemain lama dalam batu bara dunia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Sejak didirikan pada 1982, perusahaan ini telah mengalami transformasi kelembagaan dan kini berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









