Lingkungan Hidup
( 5816 )Mitigasi Risiko Ketidakpastian Global
Belum reda tekanan akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, saat ini perekonomian global kembali dihadapkan pada ketidakpastian baru yang disebabkan perang Israel-Palestina. Krisis Timur Tengah yang menyeret AS dan sekutunya ini langsung membuat harga minyak dunia bergejolak. Keterlibatan AS dan sekutunya dalam pusaran konflik dengan menyerang Yaman langsung menaikkan harga minyak dunia jenis Brent sebesar 4 % menjadi 80 USD / barel dan jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2,79 % menjadi 74,03 USD / barel. Kenaikan tertinggi terjadi pada harga gas alam, sekitar 25 % pada 12 Januari 2024. Sebelumnya, ekonom Bank Investasi AMP di Australia, Shane Oliver, mengingatkan, serangan AS dan sekutunya terhadap Yaman meningkatkan peluang Iran terlibat langsung dalam konflik di kawasan (Kompas, 13/1/2024).
Akibatnya, pasokan minyak global akan terancam sehingga menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan dan inflasi global. Berakhirnya era suku bunga tinggi yang ditunggu-tunggu oleh pelaku usaha dan konsumen kembali buyar. Proyeksi bahwa inflasi AS akan turun signifikan sehingga memberi ruang bagi The Fed dan bank sentral secara global melonggarkan suku bunga acuan pada semester pertama 2024 mengalami ketidakpastian. Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings memperkirakan harga minyak dunia akan meningkat pada 2024 akibat perang Timteng yang dimulai dari konflik Hamas-Israel. Kenaikan harga minyak dunia akan mendongkrak inflasi dan menggerus pertumbuhan ekonomi global. Hasil simulasi Fitch Rating (2023) menunjukkan kenaikan harga minyak dunia sebesar 10 % akan menurunkan pertumbuhan ekonomi global 0,4 % menjadi 2,7 % pada 2024, dan 0,1 % tahun 2025 ke level 3,0 %.
Proyeksi ini didasarkan pada asumsi rata-rata harga minyak dunia 75 USD / barel tahun 2023 serta 70 USD / barel tahun 2024 dan 2025. Terhambatnya produksi minyak dunia dan gangguan pada rantai distribusi akibat meluasnya perang di Timteng dapat membuat harga minyak dunia naik signifikan, menjadi 120 USD / barel pada 2024 dan 100 USD / barel pada 2025 (Fitch Rating, 2023). Kenaikan harga minyak dunia akibat perang Timteng membuat arah pergerakan suku bunga global menjadi tidak menentu. The Fed dan bank sentral negara-negara EMEs berpotensi menunda menurunkan suku bunga acuan hingga semester kedua 2024. Respons kebijakan dari otoritas moneter EMEs, khususnya BI, adalah tetap konsisten pada kerangka kebijakan inflation targeting (IT) dengan target inflasi 2,5 % plus-minus 1 %. Dengan demikian, BI dituntut berhati-hati melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga acuan. (Yoga)
ESDM Pastikan Pasokan DMO Batu Bara Aman
Janji Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Penjualan Bijih Nikel Naik, Emas Menadah
ENERGI, Nikel, LFP, dan Eksplorasi Litium
Kabar ditinggalkannya baterai kendaraan listrik berbahan baku nikel dan berkembangnya baterai lithium ferro-phosphate atau LFP berembus kencang pasca debat keempat pemilihan presiden pada Minggu (21/1). Terlebih, harga nikel menunjukkan tren penurunan. Namun, kalangan pengamat menilai kedua teknologi itu berpotensi dikembangkan. Selama ini Indonesia sejatinya telah banyak memproduksi produk nikel, seperti feronikel, nickel pig iron (NPI), dan nickel matte, yang kemudian diarahkan menjadi baja nirkarat (stainless steel). Namun pemerintah mengarahkan untuk dijadikan mixed hidroxyde precipitate (MHP) untuk diolah menjadi nikel dan kobal sulfat yang nantinya menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik. Baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari nikel itu salah satunya ialah nickel manganese cobalt (NMC).
Di sisi lain, juga berkembang LFP. Dengan biaya lebih tinggi ketimbang LFP, NMC memiliki keunggulan, yaitu jarak tempuh yang lebih tinggi dan kapasitas lebih besar. Umur baterai LFP lebih panjang dari NMC. Harga LFP lebih murah 20-30 % dari NMC. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli berpendapat, ke depan, teknologi akan terus berkembang. Semua jenis baterai pun memiliki plus minusnya. ”LFP memang lebih murah, tetapi ada isu di recycle-nya. Dia kurang ekonomis. Negara-negara di Eropa dan AS kurang tertarik, tetapi di China berkembang pesat,” kata Rizal, akhir pekan lalu. Jika satu jenis baterai berkembang, bukan berarti jenis lainnya tergantikan. Jenis baterai yang ada akan sama-sama berkembang.
Bahkan, bisa jadi ke depan baterai karbon ganda juga berkembang, yang juga bakal memengaruhi harga kendaraan listrik. Analis Industri dan Regional PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma mengatakan, dengan harga yang lebih murah dari baterai nikel saat ini, tren penggunaan LFP diperkirakan tinggi. Itu bukan berarti nikel ditinggal. Hingga saat ini, nikel masih dianggap lebih unggul sebagai bahan baterai listrik dalam perakitan mobil listrik bagi pasar kelas atas. Baterai yang menggunakan nikel diandalkan karena densitas energinya memberi rangka jarak tempuh tinggi. Adapun LFP diandalkan untuk perakitan mobil listrik pasar kelas menengah dengan harga yang lebih murah. (Yoga)
DKI Gelar Program Pangan Bersubsidi untuk Kendalikan Harga
Mitigasi Risiko Pangan, Meredam Inflasi
Bertumpu pada Impor Kedelai
PROYEK KELISTRIKAN : ‘POSISI SULIT’ BUMN LISTRIK
Agresifnya upaya pemerintah meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional menempatkan PT PLN (Persero) dalam posisi yang ‘tidak nyaman’. Badan Pemeriksa Keuangan pun menyoroti kekurangan pendanaan yang dialami perusahaan pelat merah itu dalam mengejar target RUPTL. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membeberkan terdapat kekurangan pendanaan atau gap funding senilai Rp108,67 triliun yang dicatat oleh PLN untuk membangun pembangkit dan infrastruktur ketenagalistrikan lainnya yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021—2030. Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PLN pada 2021 dan 2022, kebutuhan investasi untuk proyek yang tertuang di dalam RUPTL saat itu masing-masing sebesar Rp78,90 triliun dan Rp73,10 triliun. Sayangnya, PLN hanya bisa mengumpulkan pendanaan sebesar Rp19,93 triliun pada 2021, dan Rp23,4 triliun pada 2022. Pendanaan itu dihimpun dari subsidiary loan agreement (SLA), project loan, penyertaan modal negara (PMN), dana internal, hingga result based loan & pay for result loan (RBL). Berdasarkan praktik umum keuangan, kedua rasio tersebut merupakan syarat wajib yang akan dinilai oleh lembaga pembiayaan. BPK pun menilai kedua rasio itu akan membuat PLN kesulitan untuk memenuhi covenant yang dipersyaratkan. Audit senjang investasi kelistrikan itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Pengelolaan Batu Bara, Gas Bumi, dan Energi Terbarukan dalam Pengembangan Sektor Ketenagalistrikan untuk Menjamin Ketersediaan, Keterjangkauan dan Keberlanjutan Energi Tahun Anggaran 2020 sampai dengan Semester I 2022 pada Kementerian ESDM dan instansti terkait lainya. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan bahwa inisiatif itu diharapkan bisa menjadi alternatif investasi lain yang saat ini dimiliki PLN. Adapun, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan bahwa perseroan tetap berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang telah direncanakan dalam RUPTL 2021—2030. Sementara itu, Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengatakan bahwa gap funding yang dicatat oleh PLN saat ini membuat eksekusi proyek dalam RUPTL 2021—2030 berpotensi molor. “Adanya gap funding tentunya berdampak kepada realisasi pencapaian yang rendah,” kata Ketua Umum APLSI Arthur Simatupang.
STABILISASI HARGA PANGAN : PENYESUAIAN HET BERAS BUKAN SOLUSI
Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia berpendapat penyesuaian harga eceran tertinggi beras bukan solusi untuk menstabilkan harga komoditas pangan pokok di pasaran. Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso menyatakan persoalan utama harga beras bertahan tinggi adalah produktivitas padi yang stagnan. Pada saat yang sama, dia melanjutkan kebutuhan pangan khususnya beras terus meningkat. Di sisi lain, dia menyebutkan kapasitas produksi beras di Tanah Air tidak sebanding dengan kapasitas produksi padi. “HET bukan menyelesaikan masalah yang terjadi kalau menurut saya,” katanya kepada Bisnis, Selasa (30/1). Sutarto juga memprediksi harga beras tetap tinggi saat panen raya pada Maret-April 2024. Dia melanjutkan harga beras kualitas premium masih akan di level Rp15.000 per kilogram (kg) meskipun ada panen raya. “Prediksi kita, harganya akan tetap bertengger tinggi. Sekalipun ada penurunan paling tidak hanya sekitar 5%,” ujar Sutarto. Dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No.7/2023, HET beras medium di kisaran Rp10.900 per kg- Rp11.800 per kg, sedangkan beras premium sebesar Rp13.900 per kg-Rp14.800 per kg. Ketua Umum Komunitas Industri Beras Rakyat (Kibar) Syaiful Bahari juga tidak sependapat dengan usulan penaikan HET beras. Sementara itu, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menyatakan penyesuaian HET beras butuh kajian. Sampai saat ini, Bapanas belum berencana melakukan pertemuan dengan KSP membahas soal penyesuaian HET beras. “Belum kan belum ada rencana untuk ubah HET,” ujar Ketut. Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa harga beras yang tinggi di dalam negeri disebabkan terlambatnya masa tanam yang berimbas kepada terlambatnya panen dan produksi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat stok beras dalam negeri diperkirakan defisit sebesar 2,7 juta ton pada periode Januari-Februari 2024. Untuk mengatasi tingginya harga beras di pedagang eceran, Perum Bulog segera menyalurkan beras stabilitas pasokan dan harga beras (SPHP) dan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram ke 21 juta keluarga penerima manfaat (KPM) atau setara 210.000 ton per bulan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









