;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Lesunya Harga Komoditas Menekan Laba Perusahaan

HR1 05 Nov 2024 Kontan
Mayoritas emiten tambang anggota holding industri pertambangan BUMN, Mind ID, menghadapi tantangan penurunan harga komoditas sepanjang Januari-September 2024, meskipun beberapa di antaranya mencatatkan pertumbuhan pendapatan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), misalnya, membukukan pendapatan Rp 30,65 triliun, naik 10,53% secara tahunan. Namun, laba bersihnya menurun 14,32% menjadi Rp 3,23 triliun akibat koreksi harga batu bara sekitar 28%. Niko Chandra, Sekretaris Perusahaan PTBA, menjelaskan bahwa meskipun volume penjualan batu bara meningkat 16%, fluktuasi pasar tetap menjadi tantangan utama.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam mencatat lonjakan pendapatan sebesar 39,85% yoy menjadi Rp 43,20 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,53% menjadi Rp 2,20 triliun, yang menurut Direktur Utama Antam, Nico Kanter, disebabkan oleh kendala operasional terkait perizinan di awal tahun.

Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih akibat penurunan rata-rata harga jual nikel (ASP) serta pembengkakan biaya bahan bakar. Sebaliknya, PT Timah Tbk (TINS) justru mencatat kinerja yang solid dalam periode yang sama.

Menurut Rizal Nur Rafly, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, tren penurunan ASP membuat kinerja PTBA, ANTM, dan INCO berada di bawah ekspektasi, dengan proyeksi penurunan laba bersih masing-masing hingga 2024. Namun, ia melihat prospek pemulihan kinerja ANTM mulai 2025 seiring perkiraan harga emas yang tetap tinggi.

Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimis bahwa peluang kenaikan harga komoditas dapat memperbaiki kinerja anggota Mind ID di sisa tahun ini. Ia merekomendasikan wait and see untuk saham ANTM, INCO, dan PTBA, serta trading buy untuk TINS dengan target harga Rp 1.410 per saham. Rizal merekomendasikan hold untuk saham INCO, PTBA, dan ANTM dengan target harga masing-masing Rp 4.000, Rp 2.900, dan Rp 1.700.

Menghargai Pekerja dengan Makan Siang Gratis

KT3 02 Nov 2024 Kompas

Dalam dunia kerja, ada perusahaan yang menyediakan makanan gratis untuk karyawannya. Salah satunya raksasa teknologi AS, Google. Institusi lain yang menerapkan hal serupa, ialah perusahaan jaringan profesional LinkedIn, perusahaan kartu ucapan Hallmark, dan kampus bioteknologi di wilayah selatan San Francisco. The Economic Times, Kamis (24/10) memaparkan penjelasan CEO Google Sundar Pichai tentang kebijakan perusahaan tersebut di stasiun televisi Bloomberg bertajuk The David Rubenstein Show, awal Oktober 2024, Pichai menjelaskan, penyediaan makanan gratis itu memiliki makna mendalam dari sekadar fasilitas dari kantor. ”Saat tim berkumpul untuk makan, ide-ide cemerlang muncul. Makan bersama mendorong kolaborasi dan inovasi. Hal ini menjadi bagian integral dari budaya Google,” katanya.

Situasi serupa ditemukan di kantor Hallmark. The New York Times pada 23 Januari 2023 melaporkan, JC Hall, pendiri perusahaan kartu ucapan, sengaja mendirikan kafetaria di kompleks perusahaan, karena di Kansas, Missouri, tak ada tempat makan lain selain restoran mahal. JC Hall mendirikan kafetaria yang diberi nama Crown Hall pada 1956. Banyak juru masak dipekerjakan di kafetaria itu. ”Kartu ucapan melambangkan perhatian. Sudah sepantasnya mereka yang membuatnya bekerja dalam kondisi terbaik yang dapat kami sediakan,” kata Hall saat itu. Jennifer A Chatman dari Sekolah Bisnis Haas, Universitas California, Berkeley, menjelaskan, penyediaan makanan oleh perusahaan menjadi salah satu cara merekrut karyawan dan juga mempertahankan karyawan.

”Makanan gratis menawarkan penghargaan psikologis. Ada nilai simbolis bahwa Anda diperhatikan oleh perusahaan,” ujarnya. Pichai mengungkapkan, inisiatif ramah karyawan ala Google berdampak positif pada dinamika di tempat kerja. Sebagai raksasa teknologi yang mempekerjakan bakat-bakat terbaik, adanya inisiatif ramah karyawan membuat 90 % kandidat pekerja menerima tawaran di sana. Di Indonesia, tidak banyak perusahaan menyediakan makan siang gratis bagi karyawan mereka. Sejumlah perusahaan memilih memberikan tunjangan uang makan. Di Indonesia, saat perusahaan tak menyediakan fasilitas makan gratis, karyawan menyiasatinya dengan memasak dan membawa bekal sendiri ke kantor. Selain makanan yang dibawa lebih sehat, dompet pun relatif aman. (Yoga)


Barito Renewabless Berhasil Menjalankan Laba Bersih Sebesar US$ 86,05 juta

KT1 01 Nov 2024 Investor Daily (H)

Emiten milik Taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil menjalankan laba bersih sebesar US$ 86,05 juta (setara Rp 1,35 triliun) pada Januari-September 2024, naik 1,88% dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ini mampu diraih perseroan ditengah adanya  gangguan bisnis geothermal yang menyebabkan penurunan pendapatan. Segmen angin dari hasil akuisisi Sidrap I, mampu menjadi penyokong kinerja bottom line BREN selama sembilan bulan ini. "Terlepas penurunan pendapatan dan EBITDA, kami berhasil mempertahankan laba bersih yang diartibusikan kepada pemilik perusahaan, didukung oleh dampak positif dari akuisisi Sidrap 1, serta peningkatan kepemilikan di Salak-Darajat," kata Direktur Utama Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan. Pada awal April 2024, Barito Renewables melalui anak usahanya yakni PT Abrito Renewables melalui anak usahanya yakni PT Barito Wind Energy telah menyelesaikan akuisisi 99,99% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap) dari UPC Renewables Asia Pacific Holding Pte Ltd, ACEN Renewables International Plt Ltd, UPC Renewables Asia III Limited, Sidrap (HK) Limited, dan Sunedison Sidrap BV senilai US$ 102,2 juta. Sidrap merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga angin yang pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 75 MW. (Yetede)

Kemenaker menyatakan dukungan terhadap Sritex bukan dana talangan

KT3 31 Oct 2024 Kompas (H)

Kemenaker menyatakan dukungan pemerintah terhadap PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex bukan berbentuk dana talangan, tapi memastikan kasasi kasus pailit Sritex berjalan optimal melalui bantuan kurator dan mengkaji ulang regulasi ekspor-impor. Menaker Yassierli menyampaikan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Rabu (30/10) di Jakarta. ”Kami menyampaikan kepada Sritex agar tidak ada PHK sambil menunggu proses kasasi. Kami menyadari ada (pengaruh) isu regulasi ekspor-impor sehingga isu ini pun sudah kami sounding ke Kemenperin,” kata Yassierli. Dia menekankan, maksud pemerintah membantu Sritex tidak dimaknai bahwa pemerintah akan memberi dana talangan.

Pemerintah mempertimbangkan membantu memastikan kasasi berjalan dengan optimal dan mengkaji ulang dari sisi regulasi, seperti regulasi ekspor-impor. Dia menambahkan, akan ada bantuan kurator dari pemerintah dalam kasus Sritex yang bertugas memastikan proses produksi tetap berjalan dan hak pekerja diberikan. Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri menyebut, kurator biasanya hadir ketika perusahaan dinyatakan pailit. Perannya ialah menilai aset-aset dan kewajiban perusahaan. ”Kurator saat ini sedang bekerja sambil menunggu hasil putusan MA,” ucap Indah. (Yoga)


Menyelamatkan Sritex untuk Mencegah PHK

KT3 30 Oct 2024 Kompas (H)

Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait perkembangan industri tekstil dalam negeri, termasuk upaya agar PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex bisa terus berjalan. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah berkomitmen menjaga kelangsungan industri tekstil dalam negeri yang tengah menghadapi tantangan. ”Beliau (Presiden) ingin update mengenai situasi terkini industri tekstil, salah satunya Sritex. Arahan beliau agar perusahaan tetap berjalan, nanti dicarikan jalan teknisnya,” ucap Airlangga seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/10).

Mengenai status pailit Sritex, Airlangga mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dengan kurator terlebih dahulu. Menurut Airlangga, kurator terdiri atas empat orang yang bukan dari kalangan pemerintah. Pemerintah juga belum memastikan apakah bakal memberikan dana talangan bagi Sritex. ”Nanti dilihat dulu karena sekarang statusnya ada kurator, tentu harus ada pembicaraan dengan kurator,” ujarnya saat menjawab pertanyaan kemungkinan adanya kucuran dana talangan pemerintah ke Sritex. Saat ini, pemerintah berada pada tahap melakukan pemantauan.

”Yang pertama, bea cukai sudah menyetujui bahwa impor ekspornya bisa terus berjalan dan ini pernah dilakukan di Kawasan Berikat di daerah Jabar. Jadi, akan diberlakukan sama sehingga impor ekspornya terus berjalan sehingga kondisi perusahaan tidak terhenti,” kata Airlangga. Dengan Sritex terus berproduksi, maka pemerintah memastikan tenaga kerjanya pun masih bekerja. Menaker, Yassierli menyebutkan, pemerintah memastikan PHK tidak akan terjadi. Ia mengatakan, pemerintah menginginkan agar industri tekstil dalam negeri tetap berproduksi. Pemerintah juga minta agar semua karyawan tetap tenang karena pemerintah akan memberikan solusi yang terbaik buat mereka. (Yoga)


Mitratel Bersiap Melakukan Ekspansi Anorganik Tahun ini

KT1 30 Oct 2024 Investor Daily (H)

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berencana untuk kembali beraksi dengan  melakukan ekspansi organik  untuk diekspektasikan tuntas pada akhir tahun ini. Direktur investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama  mengungkapkan bahwa perseroan bersiap untuk melakukan akuisisi organik untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja. "Akuisisinya itu anorganik," jawab Hendra singkat kepada Investor Daily. Terlebih menurut Hendra sampai kuartal ke III-2024 perseroan belum melakukan aksi korporasi atau akuisisi apa pun, sehingga diharapkan pada tahun ini akuisisi tersebut bisa terlaksana. Kendati begitu, dia enggan untuk menyebut aset anorganik mana yang akan diambil oleh emiten menara grup usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut. "Nanti, kami akan share jika sudah bisa diumumkan," ujar Hendra. Kabar MTEL mengakuisisi aset anorganik sempat mencuat ketika santer diisukan bakal mencaplok aset serat optik milik emiten Menara Grup Sinar Mas, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBTS). namun aksi ini rupanya batal dan kompetitornya PT Sarana menara Nusantara Tbk (TOWR), yang justru akhirnya mencaplok IBTS. (Yetede)

Ekspansi Gerai Jadi Senjata Baru AMRT

HR1 30 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diperkirakan tetap kuat hingga akhir 2024, terutama dengan dukungan ekspansi gerai dan strategi diskon akhir tahun. Analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya, menyatakan bahwa AMRT optimis mencapai target pertumbuhan penjualan sekitar 10%-11% dengan same store sales growth (SSSG) pada kisaran satu digit menengah. Ekspansi di luar Jawa diharapkan mencapai 37%-38% dari total toko dalam jangka panjang, dengan fokus menjaga profitabilitas di tengah kenaikan sewa dan gaji di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Vanessa juga menyoroti bahwa toko perawatan diri Dan+Dan memiliki potensi besar, dengan 318 toko per Juni 2024. Selain itu, kontribusi penjualan online AMRT mencapai 6% dari total penjualan, didukung oleh lebih dari 3.100 toko yang berfungsi sebagai titik pengiriman. Jody Wijaya, analis Verdhana Sekuritas Indonesia, menilai AMRT mampu mengelola produk fast-moving consumer goods (FMCG) terlaris dan memanfaatkan pertumbuhan konsumsi di luar Jawa.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menekankan bahwa ekspansi 1.000 gerai baru AMRT akan berdampak positif dalam jangka panjang meskipun memerlukan biaya besar. AMRT juga berencana memperluas pusat distribusi di Gorontalo dan Palopo untuk menstabilkan biaya logistik. Inisiatif digital seperti Alfagift menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.

Analis memproyeksikan target harga AMRT, dengan Vanessa dan Jody merekomendasikan beli dengan target harga Rp 3.800 dan Rp 3.830 per saham, sedangkan Patricia Gabriela dari BNI Sekuritas memberikan target Rp 3.700.

Tekanan Penurunan Margin pada Laba Emiten

HR1 29 Oct 2024 Kontan
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat penurunan kinerja di sembilan bulan pertama 2024, dengan laba bersih turun 14,07% yoy menjadi Rp 1,46 triliun dan pendapatan turun 4,55% yoy menjadi Rp 28,61 triliun. Segmen perdagangan dan distribusi BBM menjadi kontributor terbesar, namun margin laba kotor dan EBITDA mengalami penurunan signifikan.

Richard Jerry dari BRI Danareksa mengidentifikasi penurunan margin sebagai penyebab utama kinerja lemah, terutama akibat kontribusi lebih rendah dari penambang. Meski demikian, ia optimis AKRA akan tumbuh pada 2025 dengan rencana peningkatan kapasitas melalui kapal tanker baru. Edo Ardiansyah dari Phillip Sekuritas memperkirakan penjualan lahan JIIPE dapat mencapai 100 hektare, didukung oleh kebijakan pro-investasi pemerintah dan lokasi strategis.

Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas melihat potensi pertumbuhan seiring peningkatan permintaan BBM industri, meski mengingatkan risiko dari tensi geopolitik. Ia menyoroti pentingnya produk AKRA dalam sektor industri dan manufaktur.

Proyeksi untuk 2024 bervariasi, dengan BRI Danareksa memprediksi pendapatan mencapai Rp 37,6 triliun dan laba bersih Rp 2,73 triliun, sementara Phillip Sekuritas memperkirakan pendapatan Rp 43,2 triliun dan laba bersih Rp 3,2 triliun. Analis memberikan rekomendasi beragam, dengan target harga saham AKRA berkisar antara Rp 1.390 hingga Rp 1.870 per saham.

Sritex Ajukan Kasasi ke MA Atas Putusan Pailit

KT3 26 Oct 2024 Kompas

Setelah dinyatakan pailit oleh PN Semarang Kelas 1A, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mengajukan kasasi ke MA. Aktivitas perusahaan diklaim masih berjalan normal. Sejumlah pihak mendorong agar sengketa dagang yang dialami perusahaan itu bisa segera diselesaikan. Putusan pailit terhadap Sritex dikeluarkan PN Semarang Kelas 1A Khusus, Senin (21/10). Putusan ini terkait permohonan pembatalan perdamaian yang diajukan PT Indo Bharat Rayon, yang menjadi kreditor dari empat perusahaan tekstil, yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.

Tuntutan pembatalan perdamaian dilayangkan karena keempat perusahaan itu dinilai lalai memenuhi kewajiban pembayaran utang. Kabar itu direspons Pemkab Sukoharjo dengan memanggil perwakilan Sritex untuk klarifikasi di kantor Sekda Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Jumat (25/10). Dalam pertemuan itu, turut hadir sejumlah anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia. ”Kami lakukan upaya hukum berikutnya. Hari ini kami melayangkan kasasi ke MA. Kami juga menjelaskan beberapa hal karena kondisi masih berjalan normal,” kata GM HRD Sritex Group Hario Ngadiyono seusai pertemuan itu.  Hario tak memungkiri sempat muncul keresahan di kalangan pekerja sesudah kabar pailit beredar.

Untuk itu, langkah awal yang ditempuh perusahaan ialah memberitahukan kepada para pekerja perihal upaya hukum yang tengah berjalan. Dalam kasus ini, perusahaan tidak berusaha memailitkan diri. Tuntutan pailit berasal dari pihak lain. Saat ini, lanjut Hario, mesin produksi masih beroperasi dalam tiga jam kerja seperti biasanya. Namun, utilitasnya hanya 60-70 %, karena terdapat kendala pemenuhan bahan baku. Dari empat perusahaan yang dituntut pailit, total terdapat sekitar 15.000 pekerja. Jumlah pekerja paling banyak berada di Sritex, Kabupaten Sukoharjo, yakni 10.000 orang sampai 11.000 orang. (Yoga)


Grup Barito Menganggarkan Dana US$ 4,4 Miliar untuk Capex

KT1 26 Oct 2024 Investor Daily (H)
Grup Barito yang digawangi oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bakal menganggarkan dana  hingga US$ 4,4 miliar atau setara Rp68,75 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) di proyek-proyek strategis di tiga anak usahanya yakni PT Barito Renewabless Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Indo Raya Tenaga. Proyek-proyek bernilai jumbo tersebut akan dikerjakan untuk rentang waktu 2024-2027. "Kami telah menganggarkan capex US$ 4,4 miliar untuk beberapa tahun ke depan. Sekitar US$ 800 juta untuk pembangunan pabrik chlor alkali, US$ 346 juta untuk penambahan kapasitas bisnis geothermal, serta US$ 3,3 miliar untuk proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Indoorganik, yang juga diimbangi dengan pertumbuhan secara organik," tutur dia. Selain konsistensi melakukan ekspansi Direktur Barito Pacific David Kosasih mengatakan, pihaknya tetap membuka peluang kilang ini. TPIA dapat mengolah minyak mentah secara langsung dan menghasilkan produk-produk bahan bakar seperti bensin, solar, avtur, dan aspal yang belum dapat diproduksi oleh fasilitas TPIA sebelumnya. (Yetede)