Perusahaan
( 1089 )Lesunya Harga Komoditas Menekan Laba Perusahaan
Menghargai Pekerja dengan Makan Siang Gratis
Dalam dunia kerja, ada perusahaan yang menyediakan makanan gratis untuk karyawannya. Salah satunya raksasa teknologi AS, Google. Institusi lain yang menerapkan hal serupa, ialah perusahaan jaringan profesional LinkedIn, perusahaan kartu ucapan Hallmark, dan kampus bioteknologi di wilayah selatan San Francisco. The Economic Times, Kamis (24/10) memaparkan penjelasan CEO Google Sundar Pichai tentang kebijakan perusahaan tersebut di stasiun televisi Bloomberg bertajuk The David Rubenstein Show, awal Oktober 2024, Pichai menjelaskan, penyediaan makanan gratis itu memiliki makna mendalam dari sekadar fasilitas dari kantor. ”Saat tim berkumpul untuk makan, ide-ide cemerlang muncul. Makan bersama mendorong kolaborasi dan inovasi. Hal ini menjadi bagian integral dari budaya Google,” katanya.
Situasi serupa ditemukan di kantor Hallmark. The New York Times pada 23 Januari 2023 melaporkan, JC Hall, pendiri perusahaan kartu ucapan, sengaja mendirikan kafetaria di kompleks perusahaan, karena di Kansas, Missouri, tak ada tempat makan lain selain restoran mahal. JC Hall mendirikan kafetaria yang diberi nama Crown Hall pada 1956. Banyak juru masak dipekerjakan di kafetaria itu. ”Kartu ucapan melambangkan perhatian. Sudah sepantasnya mereka yang membuatnya bekerja dalam kondisi terbaik yang dapat kami sediakan,” kata Hall saat itu. Jennifer A Chatman dari Sekolah Bisnis Haas, Universitas California, Berkeley, menjelaskan, penyediaan makanan oleh perusahaan menjadi salah satu cara merekrut karyawan dan juga mempertahankan karyawan.
”Makanan gratis menawarkan penghargaan psikologis. Ada nilai simbolis bahwa Anda diperhatikan oleh perusahaan,” ujarnya. Pichai mengungkapkan, inisiatif ramah karyawan ala Google berdampak positif pada dinamika di tempat kerja. Sebagai raksasa teknologi yang mempekerjakan bakat-bakat terbaik, adanya inisiatif ramah karyawan membuat 90 % kandidat pekerja menerima tawaran di sana. Di Indonesia, tidak banyak perusahaan menyediakan makan siang gratis bagi karyawan mereka. Sejumlah perusahaan memilih memberikan tunjangan uang makan. Di Indonesia, saat perusahaan tak menyediakan fasilitas makan gratis, karyawan menyiasatinya dengan memasak dan membawa bekal sendiri ke kantor. Selain makanan yang dibawa lebih sehat, dompet pun relatif aman. (Yoga)
Barito Renewabless Berhasil Menjalankan Laba Bersih Sebesar US$ 86,05 juta
Emiten milik Taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil menjalankan laba bersih sebesar US$ 86,05 juta (setara Rp 1,35 triliun) pada Januari-September 2024, naik 1,88% dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ini mampu diraih perseroan ditengah adanya gangguan bisnis geothermal yang menyebabkan penurunan pendapatan. Segmen angin dari hasil akuisisi Sidrap I, mampu menjadi penyokong kinerja bottom line BREN selama sembilan bulan ini. "Terlepas penurunan pendapatan dan EBITDA, kami berhasil mempertahankan laba bersih yang diartibusikan kepada pemilik perusahaan, didukung oleh dampak positif dari akuisisi Sidrap 1, serta peningkatan kepemilikan di Salak-Darajat," kata Direktur Utama Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan. Pada awal April 2024, Barito Renewables melalui anak usahanya yakni PT Abrito Renewables melalui anak usahanya yakni PT Barito Wind Energy telah menyelesaikan akuisisi 99,99% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap) dari UPC Renewables Asia Pacific Holding Pte Ltd, ACEN Renewables International Plt Ltd, UPC Renewables Asia III Limited, Sidrap (HK) Limited, dan Sunedison Sidrap BV senilai US$ 102,2 juta. Sidrap merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga angin yang pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 75 MW. (Yetede)
Kemenaker menyatakan dukungan terhadap Sritex bukan dana talangan
Kemenaker menyatakan dukungan pemerintah terhadap PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex bukan berbentuk dana talangan, tapi memastikan kasasi kasus pailit Sritex berjalan optimal melalui bantuan kurator dan mengkaji ulang regulasi ekspor-impor. Menaker Yassierli menyampaikan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Rabu (30/10) di Jakarta. ”Kami menyampaikan kepada Sritex agar tidak ada PHK sambil menunggu proses kasasi. Kami menyadari ada (pengaruh) isu regulasi ekspor-impor sehingga isu ini pun sudah kami sounding ke Kemenperin,” kata Yassierli. Dia menekankan, maksud pemerintah membantu Sritex tidak dimaknai bahwa pemerintah akan memberi dana talangan.
Pemerintah mempertimbangkan membantu memastikan kasasi berjalan dengan optimal dan mengkaji ulang dari sisi regulasi, seperti regulasi ekspor-impor. Dia menambahkan, akan ada bantuan kurator dari pemerintah dalam kasus Sritex yang bertugas memastikan proses produksi tetap berjalan dan hak pekerja diberikan. Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri menyebut, kurator biasanya hadir ketika perusahaan dinyatakan pailit. Perannya ialah menilai aset-aset dan kewajiban perusahaan. ”Kurator saat ini sedang bekerja sambil menunggu hasil putusan MA,” ucap Indah. (Yoga)
Menyelamatkan Sritex untuk Mencegah PHK
Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait perkembangan industri tekstil dalam negeri, termasuk upaya agar PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex bisa terus berjalan. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah berkomitmen menjaga kelangsungan industri tekstil dalam negeri yang tengah menghadapi tantangan. ”Beliau (Presiden) ingin update mengenai situasi terkini industri tekstil, salah satunya Sritex. Arahan beliau agar perusahaan tetap berjalan, nanti dicarikan jalan teknisnya,” ucap Airlangga seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/10).
Mengenai status pailit Sritex, Airlangga mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dengan kurator terlebih dahulu. Menurut Airlangga, kurator terdiri atas empat orang yang bukan dari kalangan pemerintah. Pemerintah juga belum memastikan apakah bakal memberikan dana talangan bagi Sritex. ”Nanti dilihat dulu karena sekarang statusnya ada kurator, tentu harus ada pembicaraan dengan kurator,” ujarnya saat menjawab pertanyaan kemungkinan adanya kucuran dana talangan pemerintah ke Sritex. Saat ini, pemerintah berada pada tahap melakukan pemantauan.
”Yang pertama, bea cukai sudah menyetujui bahwa impor ekspornya bisa terus berjalan dan ini pernah dilakukan di Kawasan Berikat di daerah Jabar. Jadi, akan diberlakukan sama sehingga impor ekspornya terus berjalan sehingga kondisi perusahaan tidak terhenti,” kata Airlangga. Dengan Sritex terus berproduksi, maka pemerintah memastikan tenaga kerjanya pun masih bekerja. Menaker, Yassierli menyebutkan, pemerintah memastikan PHK tidak akan terjadi. Ia mengatakan, pemerintah menginginkan agar industri tekstil dalam negeri tetap berproduksi. Pemerintah juga minta agar semua karyawan tetap tenang karena pemerintah akan memberikan solusi yang terbaik buat mereka. (Yoga)
Mitratel Bersiap Melakukan Ekspansi Anorganik Tahun ini
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berencana untuk kembali beraksi dengan melakukan ekspansi organik untuk diekspektasikan tuntas pada akhir tahun ini. Direktur investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama mengungkapkan bahwa perseroan bersiap untuk melakukan akuisisi organik untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja. "Akuisisinya itu anorganik," jawab Hendra singkat kepada Investor Daily. Terlebih menurut Hendra sampai kuartal ke III-2024 perseroan belum melakukan aksi korporasi atau akuisisi apa pun, sehingga diharapkan pada tahun ini akuisisi tersebut bisa terlaksana. Kendati begitu, dia enggan untuk menyebut aset anorganik mana yang akan diambil oleh emiten menara grup usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut. "Nanti, kami akan share jika sudah bisa diumumkan," ujar Hendra. Kabar MTEL mengakuisisi aset anorganik sempat mencuat ketika santer diisukan bakal mencaplok aset serat optik milik emiten Menara Grup Sinar Mas, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBTS). namun aksi ini rupanya batal dan kompetitornya PT Sarana menara Nusantara Tbk (TOWR), yang justru akhirnya mencaplok IBTS. (Yetede)
Ekspansi Gerai Jadi Senjata Baru AMRT
Tekanan Penurunan Margin pada Laba Emiten
Sritex Ajukan Kasasi ke MA Atas Putusan Pailit
Setelah dinyatakan pailit oleh PN Semarang Kelas 1A, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mengajukan kasasi ke MA. Aktivitas perusahaan diklaim masih berjalan normal. Sejumlah pihak mendorong agar sengketa dagang yang dialami perusahaan itu bisa segera diselesaikan. Putusan pailit terhadap Sritex dikeluarkan PN Semarang Kelas 1A Khusus, Senin (21/10). Putusan ini terkait permohonan pembatalan perdamaian yang diajukan PT Indo Bharat Rayon, yang menjadi kreditor dari empat perusahaan tekstil, yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.
Tuntutan pembatalan perdamaian dilayangkan karena keempat perusahaan itu dinilai lalai memenuhi kewajiban pembayaran utang. Kabar itu direspons Pemkab Sukoharjo dengan memanggil perwakilan Sritex untuk klarifikasi di kantor Sekda Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Jumat (25/10). Dalam pertemuan itu, turut hadir sejumlah anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia. ”Kami lakukan upaya hukum berikutnya. Hari ini kami melayangkan kasasi ke MA. Kami juga menjelaskan beberapa hal karena kondisi masih berjalan normal,” kata GM HRD Sritex Group Hario Ngadiyono seusai pertemuan itu. Hario tak memungkiri sempat muncul keresahan di kalangan pekerja sesudah kabar pailit beredar.
Untuk itu, langkah awal yang ditempuh perusahaan ialah memberitahukan kepada para pekerja perihal upaya hukum yang tengah berjalan. Dalam kasus ini, perusahaan tidak berusaha memailitkan diri. Tuntutan pailit berasal dari pihak lain. Saat ini, lanjut Hario, mesin produksi masih beroperasi dalam tiga jam kerja seperti biasanya. Namun, utilitasnya hanya 60-70 %, karena terdapat kendala pemenuhan bahan baku. Dari empat perusahaan yang dituntut pailit, total terdapat sekitar 15.000 pekerja. Jumlah pekerja paling banyak berada di Sritex, Kabupaten Sukoharjo, yakni 10.000 orang sampai 11.000 orang. (Yoga)
Grup Barito Menganggarkan Dana US$ 4,4 Miliar untuk Capex
Pilihan Editor
-
Rencana Riset dan Inovasi 2022 Disiapkan
14 Dec 2021 -
Tujuh Kantor Pajak Besar Penuhi Target Setoran
14 Dec 2021 -
Yuk, Menggali Utang di Negeri Sendiri
14 Dec 2021









