;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Melonjaknya Jumlah Korban PHK 2024

KT3 24 Dec 2024 Kompas (H)
Jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK sepanjang Januari-Desember 2024, sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan, lebih kurang 80.000 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan total pekerja ter-PHK sepanjang tahun 2023 yang sekitar 60.000 orang. Hal tersebut disampaikan Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) C Heru Widianto dalam konferensi pers, Senin (23/12/2024), di Jakarta. Sebanyak 80.000 pekerja yang terdampak PHK tersebut berasal dari berbagai sektor industri. Di luar data 80.000 pekerja terkena PHK, Kemenaker menemukan ada 60 perusahaan, diantaranya berasal dari sektor tekstil dan garmen, yang berpotensi akan melakukan PHK. Heru mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian jumlah pekerja yang bakal terkena PHK di perusahaan-perusahaan itu dari mediator ketenagakerjaan di tingkat provinsi. ”Masih belum terkumpul kompilasi data jumlah berapa banyak lagi pekerja yang akan ter-PHK, terutama dari 60 perusahaan itu. Perkiraan kami, jumlahnya tidak akan mencapai 10.000 orang. Insya Allah, kita (pasar tenaga kerja) masih baik-baik saja,” ucapnya. Lebih jauh, Heru melanjutkan, data yang dimiliki Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, angka kesempatan kerja sebenarnya masih banyak. (Yoga)

Kemnaker Bersuara soal Putusan Kasasi Sritex

KT1 21 Dec 2024 Tempo
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer merespons putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex). Immanuel mengatakan, telah melakukan komunikasi dengan pihak Sritex mengenai hal tersebut. Dia berharap, putusan Kasasi MA tidak berdampak pada perubahan komitmen manajemen Sritex untuk menghindari PHK karyawannya. "Kami meminta pada manajemen agar menjamin tidak ada PHK. Kami sampaikan juga agar jangan main-main soal itu,” kata Immanuel saat dihubungi Tempo, Jumat, 20 Desember 2024.

Dia optimistis, apabila terjadi going concern, manajemen Sritex akan tetap mengedepankan kepentingan karyawan, khususnya dalam pemenuhan hak-hak mereka. Lebih lanjut, Immanuel mengatakan, Kemnaker siap memberikan dukungan semaksimal mungkin agar PHK tidak terjadi.  Sebagai langkah mitigasi, Kemnaker telah menyiapkan strategi untuk melindungi dan memberdayakan karyawan yang terdampak. Caranya, melalui Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Balai Latihan Kerja (BLK). Dia menjelaskan, program JKP memberikan perlindungan bagi karyawan yang kehilangan pekerjaan. Sedangkan, BLK menyediakan program upskilling dan reskilling untuk meningkatkan kompetensi karyawan.

“Dengan program-program yang ada, kami siap memberikan treatment yang terbaik bagi buruh Sritex,” kata dia. Sebelumnya,  Mahkamah Agung (MA) resmi menolak permohonan kasasi yang diajukan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex terkait putusan dari Pengadilan Niaga Semarang yang menyatakan perusahaan tekstil terbesar tersebut pailit. Putusan itu dibacakan dalam sidang pada Rabu, 18 Desember 2024 lalu. “Amar Putusan: Tolak,” bunyi putusan tersebut seperti dikutip dari laman resmi MA, Kamis, 19 Desember 2024. Putusan ini dengan sendirinya membuat status pailit terhadap raksasa tekstil tersebut sah secara hukum atau inkrah. Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang menyatakan Sritek pailit lewat putusan PN Semarang atas perkara nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg. (Yetede)

Turunnya Perekrutan Karyawan Baru

KT3 13 Dec 2024 Kompas

Tren perusahaan yang menambah tenaga kerja baru pada 2025 diperkirakan lebih sedikit. Pembukaan lowongan pekerjaan cenderung ditujukan untuk mengisi posisi yang kosong, seperti karyawan yang mengundurkan diri, bukan untuk menambah jumlah karyawan baru. Sesuai hasil survei yang dilakukan oleh Mercer Indonesia (perusahaan konsultan sumber SDM) kepada 585 perusahaan di Indonesia ditemukan, hanya 25 % dari total perusahaan yang disurvei mengatakan mau menambah karyawan baru pada 2025. Sebelumnya, dengan jumlah perusahaan yang sama, 35 % dari total perusahaan menyatakan menambah karyawan baru sepanjang 2024.

Temuan seperti itu merata di seluruh sektor industri. Di sektor industri otomotif, 23 % perusahaan mau menambah tenaga kerja baru pada 2024, pada 2025, hanya 18 % yang berencana menambah karyawan baru. Di sektor barang kebutuhan sehari-hari (consumer goods). Pada 2024, sebanyak 35 % perusahaan mau menambah tenaga kerja baru, di tahun 2025, turun menjadi 33 %. Di sektor teknologi tinggi, pada 2024, sebanyak 25 % perusahaan mau menambah tenaga kerja baru, turun jadi 19 % pada 2025.

”Meskipun bidang pekerjaan yang diminati dapat meningkatkan produktivitas, perekrutan dan mempertahankan talenta saat ini untuk bidang-bidang tertentu menjadi semakin menantang,” ujar Market Leader Mercer Indonesia Astrid Suryapranata dalam konferensi pers, Rabu (11/12) di Jakarta. Ada tiga bidang pekerjaan yang sedang sulit untuk direkrut dan dipertahankan, yaitu; penjualan, pemasaran, dan manajemen produk; insinyur dan ilmu sains; serta teknologi informasi, telekomunikasi, dan internet. Selain kondisi perekonomian nasional yang semakin menantang dan salah satunya dipengaruhi oleh deflasi lima bulan berturut-turut, factor perkembangan teknologi yang terus berubah juga menyebabkan perekrutan baru cenderung lebih sedikit pada 2025. (Yoga)


Merger Jumbo XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel Ditargetkan Tuntas Semester I-2025

KT3 12 Dec 2024 Kompas

Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom mengumumkan tercapainya kesepakatan definitif untuk merger. Nilai gabungan pra-sinergi mencapai lebih dari 6,5 miliar USD atau Rp 104 triliun. Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera (XLSmart) yang diharapkan selesai semester I-2025. Penandatanganan kesepakatan definitif merger berlangsung Selasa (10/12) di Jakarta. Dalam merger ini, XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren Telecom (Smartfren) dan Smart Telecom (SmartTel) akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. Axiata Group Berhard (selaku pemegang saham utama XL Axiata) dan Sinar Mas (selaku pemegang saham pengendali di Smartfren) tetap menjadi pemegang saham pengendali bersama di entitas XLSmart.

Masing-masing akan memegang 34,8 % saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan. Sebagai bagian dari penggabungan, Sinar Mas akan menerima 21,7 % saham di XLSmart, sedangkan saham Axiata akan menjadi 47,9 %. Pada saat selesainya transaksi, Axiata akan menerima saham hingga senilai 475 juta USD. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima 400 juta USD beserta tambahan 75 juta USD pada akhir tahun pertama, bergantung pada pemenuhan syarat-syarat tertentu. Estimasi sinergi sebelum pajak tahunan mencapai 300 juta USD-400 juta USD setelah penyelesaian integrasi. Hingga triwulan III-2024, jumlah pelanggan XL Axiata mencapai lebih kurang 58,6 juta dan Smartfren 35,9 juta.

Estimasi total pelanggan setelah merger menjadi 94,5 juta. Pada periode yang sama, total pendapatan XL Axiata tercatat Rp 33,8 triliun dan Smartfren Rp 11,6 triliun. Proyeksi pendapatan setelah merger adalah Rp 45,4 triliun atau 2,8 miliar USD. Dalam sesi konferensi pers, Rabu (11/12), di Jakarta, Group CEO dan Managing Director Axiata Vivek Sood mengatakan, merger akan membawahi efisiensi operasional. Berkisar 20-30 % titik infrastruktur jaringan yang tumpang tindih bisa dikurangi. XLSmart juga bisa berinvestasi secara selektif di beberapa kota dengan fokus pada profitabilitas, bisa menyamakan harga buku untuk mendapatkan harga terbaik, optimalisasi biaya akuisisi pelanggan, dan menyediakan pengalaman digital yang superior di era 5G. (Yoga)  


Adaptasi Pekerja di Industri Teknologi yang Terus Terdisrupsi

KT3 12 Dec 2024 Kompas

Berdasarkan pengalaman Tiktok GM Content Operation Southeast Asia, Angga Anugerah Putra, bekerja di mana pun, apalagi di industri teknologi yang perubahannya cepat, sikap dan mentalitas utama yang harus dimiliki oleh pekerja adalah always day one. Ini adalah kemampuan untuk selalu siap menyesuaikan dan bergerak lincah. ”(Perubahan) industri berjalan cepat. Cepat sekali. Kalau tidak agile akan ketinggalan,” ucapnya, Selasa, di Jakarta. Tren konten dan produk budaya apa pun yang terjadi bulan sekarang mungkin tidak pernah ada pada bulan berikutnya. Ketika mendapatkan tantangan baru, ada kemungkinan membuka sesuatu penemuan baru.

Sebelum menjabat GM Content Operation Southeast Asia, Angga mengawali kariernya di bidang penjualan di majalah milik salah satu grup perusahaan media nasional di Jakarta, dia sempat bergeser mengerjakan urusan komunikasi marketing. Di tempat kerja itu, dia bekerja dari 2009 hingga 2017. Selama periode dia bekerja di sana, adopsi media sosial mulai booming di Indonesia. Konten media sosial yang berbentuk video pun mulai memikat masyarakat sehingga lahirlah generasi kreator video awal, seperti SkinnyIndonesia24, Fathia Izzati, Reza Arap, dan Eka Gustiwana. Kala itu, dia melihat berbagai platform tersebut saling melengkapi.

Majalah yang berbasis teks memberikan kedalaman, sedangkan media sosial menyediakan kebaruan informasi. Dari terpapar dunia video media sosial, Angga menemukan perjalanan kariernya sampai sekarang. Setelah memutuskan mengundurkan diri dari grup perusahaan media nasional itu, pijakan pertama yang dia pilih langsung berkarier di industri yang tidak jauh dari konten kreatif, seperti video. Selama setahun dia bekerja di FamousID Network (MCN), perusahaan memberdayakan kreator, menciptakan koneksi, dan membantu merek untuk membuat kampanye video yang sukses.

Periode 2017-an, ekosistem media sosial beserta pendukungnya mulai terbentuk. Saat itulah dia langsung  berpikir sepertinya video akan menjadi industri masa depan. ”Konsisten untuk selalu memberikan kerja terbaik (trying out my best) dan konsisten untuk selalu mau bertumbuh. Kalau saya refleksi ke diri saya mengapa sampai Tiktok memercayakan posisi ini, mungkin karena saya dan tim di Indonesia melakukan pekerjaan dengan usaha terbaik,” katanya. Konsistensi mengusahakan yang terbaik dalam pekerjaan, meski di tengah perusahaan industri yang cepat, pada akhirnya akan membuka peluang baru bagi pekerja. (Yoga)  


Hero Supermarket Resmi Ganti Nama Jadi DFI Retail Nusantara

KT1 09 Dec 2024 Tempo
Pemegang saham PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) sepakat mengubah nama perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk. Keputusan ini jadi salah satu langkah lanjutan dari Hero untuk fokus di unit usaha IKEA dan Guardian. Kesepakatan untuk mengubah nama perseroan diambil pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu, 4 Desember 2024 lalu. “Menyetujui pengubahan Pasal 1 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Nama Perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 9 Desember 2024. Selain itu, pada RUPSLB tersebut, Hero resmi mengangkat Anna Hull sebagai direktur baru di perseroan. Sebelumnya, Anna Hull berkiprah di lini usaha Guardian.

Sebagai informasi, pada 19 April 2024 lalu Hero mengumumkan telah menandatangani conditional sale and purchase agreement untuk mengalihkan bisnis retail Hero Supermarket kepada PT Hero Retail Nusantara. Pengalihan bisnis Hero Supermarket bernilai Rp135 miliar sebelum pajak.Selain itu, PT Hero Retail Nusantara juga terbilang perusahaan baru. Perusahaan tersebut berdiri berdasarkan Akta Pendirian No. 31 tanggal 20 Februari 2024. Perseroan mengonfirmasi bahwa langkah yang diambil menjadi upaya untuk fokus pada bisnis Guardian Health & Beauty dan waralaba IKEA di Indonesia. “Perseroan memutuskan untuk menyempurnakan fokus bisnisnya secara eksklusif pada optimalisasi dan pertumbuhan segmen bisnis Guardian dan IKEA serta menyelesaikan peralihan dari ritel makanan,” tulis manajemen. (Yetede)

Momentum Kebangkitan Saham BUMN

HR1 07 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun kinerja saham sejumlah emiten BUMN mengalami penurunan sepanjang tahun, ada potensi kebangkitan yang dapat terjadi hingga akhir tahun, didorong oleh sejumlah katalis positif. Sentimen yang dapat menjadi momentum bagi saham BUMN antara lain penggunaan sisa anggaran lebih (SAL) dalam APBN untuk pinjaman BUMN dan pembentukan Danantara, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas BUMN. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, dan Associate Director BUMN Research UI, Toto Pranoto, mendukung kebijakan ini, namun menekankan pentingnya penggunaan SAL untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek.

Tantangan tetap ada, terutama dengan arus modal asing yang belum stabil dan kinerja IHSG yang masih tertinggal dibandingkan indeks saham Asia Tenggara. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo, serta ekonom Aviliani menilai bahwa sentimen global dan ketidakpastian geopolitik masih berpengaruh. Namun, dengan adanya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), kehadiran infrastruktur publik dan jaminan investasi dapat menarik lebih banyak investor.

Pada akhirnya, momentum akhir tahun seperti Santa Claus rally dan window dressing diprediksi akan membantu meningkatkan harga saham BUMN besar. Analis Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham BUMN seperti BNI, BBRI, BMRI, TLKM, PGEO, PGAS, dan ANTM, yang diprediksi dapat menunjukkan pertumbuhan seiring dengan kebijakan moneter pro-growth dan pertumbuhan kredit.


Rekam Jejak Blackrock

KT1 05 Dec 2024 Investor Daily (H)
Blackrock, perusahaan aset manajemen terbesat di dunia besutan Larry Fink yang didirikan pada 1988 di New York merupakan  pemegang saham di emiten-emiten bluechip Indonesia di berbagai industri. Emiten-emiten Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu juga tidak terkecuali.  Berdasarkan data terminal Bloomberg, Blackrock memiliki sekitar 808 juta lembar Barito Pacific (BRPT). Di Chandra Asia Pacific (TPIA), Blackrock memiliki 227 juta lembar, dengan total Rp 1,7 triliun. Kemudian, total jumlah kepemilikan saham Blackrock di Barito Renewables (BREN) adalah 137 juta lembar, dengan nominal total Rp 1 trilun. Tidak kalah bergengsi, Vanguard, perusahaan investasi berbasis di Pennysylvania, Amerika Serikat, justru memiliki 50 juta lembar total Rp356,7 miliar. Vanguard juga memiliki 1 juta lembar saham di BPRT dengan nilai total mendekati Rp 1 triliun. (Yetede)

Petrindo Raih Penghargaan Recognized

KT1 02 Dec 2024 Investor Daily (H)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk berhasil meraih penghargaan "Recoqnized Commitment ESG" atas komitmen dan kontribusinya dalam Penerapan bidang Environmental, Social, and Governance (ESG). Apresiasi itu diberikan oleh B-Universe berkolaborasni dengan BGK Foundation di acara Investor Daily ESG Appreciation Night yang di Hotel Westin, Jakarta Selatan. Petrindo menjadi salah satu perusahaan yang dinilai memiliki komitmen tinggi, dan secara aktif terlibat dalam mendorong, serta mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan dalam operasional. Chef Finansial Officer PT Petrindo Jaya Kreasi, Kartika Hendrawan mengungkapkan ini pihaknya semakin berkomitmen untuk mengimplementasikan prinsip-prisnip ESG, terutama yang berkaitan langsung dengan aspek sosial dan masyarakat. "Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan, semoga penghargaan ini dapat menjadi insentif bagi para pelaku usaha untuk terus mengedepankan  prinsip ESG dalam setiap aspek operasionalnya, sehingga bersama-sama kita dapat mencipatkan keberlanjutan yang nyata dan berdampak positif bagi lingkungan, masyarakat serta perekonomian," ujarnya. (Yetede)

Potongan Wajib yang menjepit pekerja

KT3 02 Dec 2024 Kompas

Pekerja mengeluhkan upah yang mereka peroleh per bulan semakin terkikis oleh aneka potongan, baik pajak maupun potongan nonpajak. Biaya hidup juga terus naik tanpa diikuti kenaikan upah yang memadai. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, Jumat (29/11) di Jakarta, menjabarkan berbagai potongan yang dikenai pada gaji pekerja/buruh. Potongan pertama adalah Pajak Penghasilan (PPh 21) sebesar 5 persen. Saat ini, nilai penghasilan tidak kena pajak adalah Rp 4,5 juta per bulan. Sementara, upah minimum di kawasan industri telah di atas Rp 4,5 juta sehingga mayoritas buruh di kawasan itu terkena potongan pajak PPh 21. Potongan kedua ialah Jaminan Hari Tua (JHT), besaran iurannya 5,7 % dari upah pekerja. Rinciannya 2 % ditanggung pekerja dan 3,7 persen ditanggung perusahaan.

Untuk Jaminan Pensiun, peserta jaminan sosial ketenagakerjaan wajib membayar 3 % dari upah per bulan. Rincian dari iuran itu ditanggung bersama dengan ketentuan 2 % dari perusahaan dan 1 % dari pekerja. Untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi karyawan, besarannya 5 % dari gaji atau upah per bulan, dengan 4 % dibayarkan oleh pemberi kerja (perusahaan) dan 1 % dibayarkan oleh peserta. Kemudian, setiap tahun pekerja/buruh berstatus karyawan yang menerima tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan, maka THR yang diterima juga dikenai pajak. Selanjutnya, apabila karyawan sudah memasuki usia pensiun atau terkena PHK, saat dia mengambil Jaminan Pensiun dan pesangon pun akan dikenai pajak. ”Jika tabungan perumahan rakyat (tapera) jadi diberlakukan wajib bagi karyawan swasta, gaji mereka setelah dipotong PPh 21 dan iuran jaminan sosial tadi akan dikurangi lagi untuk membayar iuran tapera. Iuran tapera untuk karyawan swasta adalah 3 % dari upah atau gaji, dengan rincian 2,5 % ditanggung pekerja dan 0,5 % ditanggung pemberi kerja,” kata Said. (Yoga)