;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Chandra Asri Caplok Aset Chevron

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)
Aster Chemicals and Energy, perusahaan patungan milik emiten konglomerat Prajoyo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pabrik Glencore Asian Holdings Pte Ltd, mencaplok aset petrokimia berupa dioperasikan Chevron Philips Singapore Chemicals Pte Ltd (CSPC). Aster sebelumnya dikenal dengan nama Shell Energy dan Chemicals Park (SECP) dan resmi berubah nama menjadi Aster  setelah TPIA menuntaskan akusisi 100% saham milik Shell Singapore Pte. Ltd (SSPL) di SECP senilai US$ 253,7 juta. Pengambilalihan aset dilakukan Aster lewat entitas afiliasinya, Chandra Asri Capital Pte Ltd., setelah Aster mencapai kesepakatan jual beli dengan CSPC, yang merupakan perusahaan patungan antara Chevron Philips Chemical, EDB Investment Pte Ltd, dan Sumitomo Chemicals Company Ltd. CEO Grup Aster, Erwin Ciputra, menyampaikan akuisisi tersebut merupakan tonggak penting bagi Aster dalam upaya mendukung tujuan strategis. Berbekal kemampuan baru, dirinya meyakini, layanan  Grup Aster kepada pelanggan bakal semakin kuat. "Operasi manufaktur CPPSC akan memperkaya  ekosistem kami dan membuka peluang baru untuk inovasi dan kolaborasi. Kami menantikan bergabungnya CPSC dalam keluarga besar Aster, dan bersama tim yang mumpuni, kami akan mencapai pertumbuhan baru yang signifikan di industri," tutur Erwin. (Yetede)

Industri Penerbangan Mengalami Kelangkaan Suku Cadang Pesawat

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)

Pelaku industri penerbangan global saat ini tengah dihadapi tantangan akan langkanya suku cadang pesawat (spare part). Terkait hal tersebut, Garuda Indonesia Group telah menyiapkan strategi untuk bisa mengoptimalkan kapasitas produksinya. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PT Garuda Indonesia Tbk terkait persiapan haji 2025 di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/5), Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta manajeman untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan 15 pesawat Garuda yang dihentikan sementara operasionalnya (grounded). "Yang kami baca ada 15 pesawat yang di-grounded, banyak masyarakat khawatir jangan-jangan yang di-grounded, ini dipaksakan  untuk terbang  yang kemudian bisa membahayakan keselamatan jamaah," kata Mufti Anam.

Politisi dari Partai PDI Perjuangan tersebut juga meminta jajaran direksi Garuda Indonesia untuk mengantisipasi keterlambatan penerbangan atau delay pada layanan angkutan haji 2025. Menurutnya, angkutan haji yang dilayani Garuda pada tahun 2024  menjadi yang terburuk dalam 10 tahun terakhir. Mengingat tingkat keterlambatan penerbangan haji yang dilayani Garuda pada tahun itu mencapai 47,5% dari total 85 penerbangan. "Yang ingin kami tanyakan dari pesawat yang dioperasikan dalam layanan haji ini apakah ada pesawat yang dipaksakan untuk tetap terbang? Seperti diketahui delay karena kerusakan pesawat yang dipaksakan untuk tetap terbang? Seperti diketahui delay karena kerusakan pesawat jadi efek domino terhadap penerbangan lain. Untuk itu DPR meminta kepada Garuda agar betul-betul menyiapkan pesawat yang fit, bukan hanya untuk keselamatan jemaah tapi juga kepastian mereka bisa berangkat tepat waktu," tegasnya. (Yetede)

Danantara Trust Segera Dibentuk

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana untuk membentuk badan filantropi Danantara Trust, dan mengajak Bill & Media Gates Foundation untuk bekerja sama. Badan ini nantinya bakal menampung 1% hingga 2,5% dividen BUMN yang diterima Danantara setiap tahun. "Kami sudah running number-nya. Di awal tahun, kami memang  akan taruh dahulu US$ 100 juta dan kami sudah lihat angkanya mungkin dalam waktu 5-6 tahun, kitsa sudah bisa memberikan US$ 1 miliar ke Danantara Trust Fund," kata CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Ia menggelar jumpa pers selepas menghadiri pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Bill gates, tokoh filantropi dunia dan pendiri Microsoft. Bill Gates tiba di istana Merdeka, pukul 08.15 WIB dan kedatangannya disambut langsung oleh Presiden Prabowo. Menurut Rosan, Dannatara Trust menggunakan uang yang dia kelola untuk menjalankan program-program pemberdayaan di berbagai bidang, termasuk diantaranya pendidikan dan kesehatan. "Rencana kolaborasi itu yang sudah kami bicarakan dengan Gates Foundation kemarin, untuk mereka juga bersama-sama menaruh danan, juga bersama-sama dengan kami," kata Rosan. (Yetede) 

TPT Harus Dimulai dengan Mengurangi Pekerja Informal

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
penurunan jumlah pengangguran terbuka (TPT) harus dimulai dengan mengurangi pekerja informal.  Kenaikan jumlah pekerja akan memberikan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan TPT mencapai 4% pada 2029. Adapun target TPT pada tahun ini sekitar 4,5% sampai 5%. Oleh karena itu, pemerintah harus konsisten meningkatkan kesempatan kerja lebih tinggi dari penambahan jumlah usia angkatan kerja. Berdasarkan data BPS, 7,28 juta penduduk termasuk dalam kelompok TPT pada Februari 2025 dengan presentase TPT mencapai 4,76%. Bila diteiti lagi, penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 86,58 juta orang (59,4%), sedangkan yang bekerja ada kegiatan formal sebanyak 59,19 juta orang (40,6%). Dibanding Februari 2024, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal mengalami penurunan sebesar 0,23%. Deputi Bidang kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappanas Maliki mengatakan, untuk menyerap bonus demografi yang saat ini dialami oleh Indonesia tidak bisa sekedar menciptakan laangan kerja, tetapi harus menghadirkan lapangan kerja formal. Pencipataan lapangan kerja harus dibarengi juga dengan persiapan tenaga kerja. (Yetede)

Sektor Ritel Berpotensi Bertumbuh

KT1 07 May 2025 Investor Daily
Berkat kebijakan tarif Trump, sektor ritel berpotensi bertumbuh, Hal ini tercermin dengan adanya investor asing yang akan membangun pabrik di Indonesia. "Sekarang sudah banyak yang datang untuk bikin pabrik," kata Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah. Dia menerangkan, hal ini merupakan peluang bagi industri ritel di Tanah Air. "Peluangnya banyak , karena Indonesia dikenakan tarif yang itdak terlalu mahal selama 90 hari," kata Budiharjo. Adapun investor yang akan membangun pabrik berasal dari bisnis plastik, elektronik, dan makanan. Mereka kebanyakan dari China dan kesulitan ekspor ke AS. "Jadi mereka mau cari (pasar)," kata dia. Sayangnya, Budiharjo mengaku belum mengetahui besaran nilai investasi yang akan masuk ke Indonesia. "Mereka sudah ingin mencari partner dan ya nggak langsung masuk besok jadi. Artinya mungkin dalam 3-4 tahun ini mereka akan mulai investasi," terang dia. Walau begitu, Budiharjo mengatakan hal ini merupakan hal positif buat ritel, karena mereka sudah membawa delegasi untuk berpartner bikin pabrik. Dia meyakini, sektor ritel akan bertumbuh positif hingga akhir tahun. "Kalau menurut saya masih positif karena penduduk kita banyak. tadi Pak Menteri bilang ada 270 juta penduduk Indonesia, kita masih punya market yang gede ditambah lagi kita bisa ekpor. Jadi Indonesia kalau di-twist lagi masih bagus," kata Budiharjo.(Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

Permasalahan Menggelayuti Pasar Kerja Dalam Negeri

KT3 07 May 2025 Kompas (H)

Jumlah pekerja yang terkena PHK cenderung meningkat, hingga menambah jumlah penganggur. Hal ini menunjukkan kondisi pasar kerja Indonesia masih menantang. Per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,76 % atau yang paling rendah setelah pandemi meski jumlah penganggur sedikit meningkat dibanding tahun 2024 menjadi 7,28 juta orang. Laporan ”World Economic Outlook: A Critical Juncture Amid Policy Shift” dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada April 2025 memprediksi, tingkat pengangguran Indonesia pada 2025 sebesar 5 %, naik dibanding tahun 2024, di 4,9 %.

Hal ini dianggap IMF sebagai yang tertinggi di antara empat negara Asia Tenggara lain yang dikelompokkan dalam ASEAN-5, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. IMF memproyeksikan tingkat pengangguran di Indonesia masih akan naik. Pada 2026, tingkat pengangguran Indonesia diprediksi naik menjadi 5,1 %. Fenomena PHK hingga lulusan baru yang susah mencari kerja pun terjadi di mana-mana. ”Seluruh dunia menghadapi tekanan ketenagakerjaan yang seragam,” katanya. Menurut Presiden Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia, Irham Ali Saifudin, Indonesia terlambat memutakhirkan mesin industri dan keterampilan SDM.

Persoalan penganggur usia muda belum serius ditangani. Akhirnya, keluaran pendidikan tidak bisa mengejar dunia kerja. Pendidikan transisi pasca lulus sekolah, seperti vokasi industri, terbilang minim. ”Sejak 15 tahun terakhir, penganggur usia muda Indonesia paling tinggi se-ASEAN,” ucap Irham. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi menyebutkan, di tengah situasi isu pengangguran dan PHK meningkat, cara pandang pemerintah semestinya mengutamakan penyerapan tenaga kerja dalam negeri. Pemerintah bisa mulai dengan mengupayakan langkah penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil berorientasi pasar domestik luar negeri, tetapi tidak kompetitif. (Yoga)


BPS Mencatat Jumlah Pengangguran Sebanyak 7,28 Juta Orang

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Dinamika perekonomian nasional berimplikasi langsung terhadap kondisi ketenagakerjaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran sebanyak 7,28 juta orang atau 4,75% dari total angkatan kerja pada Februari 2025, meningkat sebanyak 83 ribu orang dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meski terjadi peningkatan secara jumlah, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 4,82% menjadi 4,76% pada Februari 2025. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja atau angkatan kerja yang  bekerja masih lebih besar dari kenaikan jumlah pengangguran. "Ke depan, tren TPT akan sangat bergantung pada arah pemulihan ekonomi nasional dan global, serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas," jelas Josua kepada Investor Daily. Secara keseluruhan petumbuhan ekonomi kuartal 1-2025 mencapai 4,87%. Perekonomian Indonesia  berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.264.5 triliun pada kuartal 1-2025. Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2024 perekonomian Indonesia terkontraksi 0,98%. (Yetede)

Ambisi Bandara Soekarno-Hatta Gaet 94 Juta Penumpang

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Cengkareng Banten, terus berbenah. Setelah Terminak 2F bertransformasi menjadi terminal khusus haji dan umrah, pada tahun depan Terminal 1F akn digunakan khusus maskapai bertarif rendah atau low cost carrier (LCC). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Angkasa pura Indonesia atau InJourney Airports tengah melakukan revitalisasi di Terminal 1 Bandara Soetta. Setelah rampung, Terminal 1F aklan melayani maskapai penerbangan LCC untuk rute tujuan internasional. "Jadi nanti yang low cost 1F itu Insya Allah, kita akan resmikan di kuartal 1-2026," kata Erick. Menurut Erick, penyegaran terminal yang dilakukan di Bandara Soetta bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas pengunjung yang  ditargetkan mencapai 94 juta penumpang per tahunnya. "Setelah Terminal 2F, nanti Terminal 1 kita akan upgrade lagi untuk low cost," imbuhnya. Saat ini, Bandara Internasional Soetta memiliki total kapasitas  sebanyak 55 juta penumpang per tahunnya. Dengan optimalisasi pada setiap terminal, diharapkan dapat meningkatkan jumlah menjadi 90 juta penumpang. (Yetede)