;
Tags

Investasi lainnya

( 1343 )

Mempercepat Realisasi Investasi Padat Karya

KT1 09 May 2025 Investor Daily (H)
Gelombang PHK di sejumlah industri- dari manufaktur, perhotelan hingga media- beberapa waktu belakangan ini adalah salah satu dampak dari situasi industri yang sedang surut. Untuk itu salah satu solusi yang paling efektif dalam membendung gelombang PHK ke depan adalah dengan mempercepat realisasi investasi di sektor padat karya, termasuk melindungi industri dari gangguan premanisme. Ini artinya, penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terkena PHK dinilai jauh lebih penting untuk dipikirkan, dibandingkan dengan isu angka PHK pada 2025. Oleh karena itu, kehadiran Satuan Tugas (Satgas) PHK diharapkan tidak semata berfokus pada perlindungan hak-hak korban PHK, tapi juga upaya untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Apalagi, gelombang PHK tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan negara seperti Singapura. Sementara itu, Sekretaris Kementerian Bidang Perekonomian Susiwijoyo Moegiarso mengungkapkan, pihaknya telah merampungkan penyusunan naskah keputusan presiden (keppres) terkait pembentukan Satuan Tugas PHK. Saat ini, naskah keppres tersebut tengah diproses di Sekretariat Negara (Sekneg) untuk mendapatkan tanda tangan Presiden Prabowo Subianto. Selain Keppres satgas PHK, proses yang juga sama tengah dilewati Keppres Satgas Deregulasi dan Satgas Perundingan Indonesia - Amerika. Pembentukan ketiga keppres yang bertujuan untuk menjaga daya tahan perekonomian Indonesia, di tengah besarnya tekanan ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang, ditargetkan tuntas pekan ini. (Yetede)

Deposito Bank Digital Menjadi Daya Tarik Masyarakat

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)

Kemudahan akses dan suku bunga yang kompeititf dinilai menjadi daya tarik masyarakat yang ingin berinvestasi lebih aman pada deposito bank digital. Di tengah dinamika ekonomi global saat ini, kebutuhan akan intrusmen keuangan yang stabil meningkat. Dalam hal ini, deposito yang ditawarkan oleh bank-bank digital bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, karena menawarkan imbal hasil yang cenderung tinggi. Bahkan, ada bank digital yang memberikan suku bunga hingga 10% per tahun demi menggaet deposan. Meskipun demikian, masyarakat diharapkan tetap memahami risiko-risikonya. Sebab, tingkat bunga LPS untuk simpanan rupiah bank umum sebesar 4,25%.

Artinya, apabila bank menawarkan suku bunga di atas 4,25%, maka simpanan nasabah tidak dijamin oleh LPS. Perbankan pun minta untuk transparan kepada para nasabahnya mengenai hal ini. Adapun, bank digital yang menawarkan suku bunga tertinggi adalah PT Super Bank Indonesia (Superbank), yakni mencapai 10% per tahun untuk produk Celengan by Superbank. Berdasarkan laporan keuangan bank digital milik EMTK tersebut, tabungan mengalami pertumbuhan 846,14% secara yoy pada kuartal 1-2025 menjadi Rp1,38 triliun. Sementara itu deposito naik signifikan 1.482,45% (yoy) menjadi Rp 5.61 triliun dari tahun sebelumnya Rp354,3 miliar. (Yetede)

Kementerian ESDM Mendorong Bali untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik PLTP

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan  Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Listiani Dewi mendorong Provinsi Bali untuk mengembangkan pembangkit listrik  tenaga panas bumi (PLTP) sendiri guna memperkuat pertahanan dan kemandirian energi di wilayahnya. Hal ini sebagai respon menyusul kejadian padam listrik massal atau blackout yang melanda seluruh wilayah Bali pada Jumat (2/5/2025) selama hampir 12 jam. "Aku cuma dorong, ini ada kesempatan untuk Bali mempunyai PLTP. Karena selama ini wilayah kerja panas buminya itu di wilayah Bedugul," kata Eniya dikutip dari kantor berita Antara di Jakarta. Dia menekankan pentingnya setiap pulau di Indonesia memiliki kemandirian energi yang tidak tergantung pada pasokan dari wilayah lain. Saat ini, sebagian besar pasokan listrik untuk Bali masih berasal dari sistem kelistrikan Jawa melalui jaringan kabel laut. Kondisi ini membuat sistem kelistrikan Bali rentan terganggu jika terjadi gangguan pada jalur transmisi tersebut. Menurut Eniya, Bali memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi panas bumi, khususnya di wilayah Bedugul. ia menilai peluang tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk membangun PLTO sebagai sumber energi bersih dan andal di daerah tersebut. (Yetede)

Danantara Trust Segera Dibentuk

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana untuk membentuk badan filantropi Danantara Trust, dan mengajak Bill & Media Gates Foundation untuk bekerja sama. Badan ini nantinya bakal menampung 1% hingga 2,5% dividen BUMN yang diterima Danantara setiap tahun. "Kami sudah running number-nya. Di awal tahun, kami memang  akan taruh dahulu US$ 100 juta dan kami sudah lihat angkanya mungkin dalam waktu 5-6 tahun, kitsa sudah bisa memberikan US$ 1 miliar ke Danantara Trust Fund," kata CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Ia menggelar jumpa pers selepas menghadiri pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Bill gates, tokoh filantropi dunia dan pendiri Microsoft. Bill Gates tiba di istana Merdeka, pukul 08.15 WIB dan kedatangannya disambut langsung oleh Presiden Prabowo. Menurut Rosan, Dannatara Trust menggunakan uang yang dia kelola untuk menjalankan program-program pemberdayaan di berbagai bidang, termasuk diantaranya pendidikan dan kesehatan. "Rencana kolaborasi itu yang sudah kami bicarakan dengan Gates Foundation kemarin, untuk mereka juga bersama-sama menaruh danan, juga bersama-sama dengan kami," kata Rosan. (Yetede) 

Aksi Premanisme yang Marak Ganggu Iklim Investasi

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)
Aksi premanisme yang marak terjadi di berbagai tempat sangat mengganggu kegiatan dunia usaha. Karenanya langkah tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum  harus segera direalisasikan agar hal tersebut tidak  berkepanjangan dan mengganggu iklim investasi. Aksi premanisme mencakup pemerasan, pungutan liar (pungli), pengeroyokan, bahkan hingga penganiayaan individu maupun kelompok. Aksi premanisme ini sudah menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Pada berbagai kesempatan, Presiden menyatakan perang terhadap premanisme. Presiden meminta organisasi  kemasyarakatn tidak mengganggu apalagi melakukan pemalakan yang dapat mengganggu dunia usaha. Perintah Prabowo itu disampaikan Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasioan Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman usai sidang kabinet yang digelar Senin (5/5/2025). " Tadi juga Bapak Presiden menyampaikan masalah ormas, yang tertib, yang kemudian tidak mengganggu, apalagi memalak, dan sebagainya. Presiden sudah menekankan seperti itu," ujar Dudung. Dudung mengatakan, ormas dapat dimanfaatkan dalam memberi masukan dan mendorong pembangunan. Karenanya, ia mengungkapkan bahwa Prabowo ini ormas dan pemerintah dapat bersinergi. "Jadi kalau misalnya ada ormas, silahkan bersinergi dengan pemerintah, memberikan masukan, dan mendorong pembangunan pemerintah itu sendiri," ujar Dudung. (Yetede)

Investasi Tertekan Ketidakpastian Global

KT3 07 May 2025 Kompas

Data perlambatan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto atau PMTB yang sejalan dengan data realisasi investasi di triwulan I-2025, menggambarkan lesunya investasi di awal tahun ini. Ketidakpastian global, lemahnya permintaan domestik, serta faktor musiman jadi penyebab terhambatnya pertumbuhan investasi. BPS mencatat, pertumbuhan PMTB tercatat hanya 2,12 % secara tahunan pada triwulan I-2025, lebih rendah ketimbang pertumbuhan triwulan IV-2024, di 5,03 %, sekaligus menjadi laju pertumbuhan terendah dalam dua tahun terakhir. PMTB merupakan pengeluaran untuk barang modal dengan masa manfaat lebih dari satu tahun dan bukan barang konsumsi. PMTB secara umum dikenal sebagai bentuk investasi fisik.

EkonomCenter of Reformon Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai perlambatan pertumbuhan investasi menunjukkan adanya gangguan sentimen dari sisi eksternal. Ketidakpastian global yang dipicu eskalasi perang tarif AS dinilai berpotensi menurunkan minat investasi. ”Hal ini diperparah oleh penurunan indeks harga komoditas energi dari 100,8 pada 2024 menjadi 94,5 pada 2025. Penurunan harga ini tidak hanya menekan pendapatan ekspor, tetapi juga mengurangi daya tarik sektor ekstraktif bagi investor,” ujar Yusuf, Selasa (6/5) di Jakarta. Faktor domestic juga turut memengaruhi perlambatan investasi. Ketidakpastian politik dan kebijakan fiskal selama masa transisi pemerintahan membuat pelaku usaha cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati (wait and see). (Yoga)


Saham Antam Melaju Rp 3.000

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham favorit pelaku pasar, dengan kenaikan agresif selama sebulan terakhir hingga 81,43% ke level Rp2.540 di penutupan perdagangan Selasa (6/5/2025). Fundamental solid dengan lonjakan laba hingga 10 kali lipat, tren bullish harga emas, serta valuasi yang murah,  membuat analis percaya, saham produsen logam mulia ini akan terus melaju hingga Rp 3.000. "Melihat pola historis, arah pergerakan (ANTM) selanjutnya secara teknikal berpotensi menguji kembali level psikologis 3.00, yang merupakan area tertinggi pada tahun 2022. Jika momentum saat ini terus terjaga, level tersebut menjadi target rasional selanjutnya dalam jangka pendek hingga menengah," kata Invesment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan kepada Investor Daily. Topan melihat, kenaikan harga saham ANTM dalam sebulan terakhir didorong oleh beberapa sentimen utama. Pertama, lonjakan harga emas global yang mencapai rekor US$ 3.400 per troy ounce pada April 2025. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko resesi global. Sebagai produsen emas terintegrasi, Antam secara langsung mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut. (Yetede)

IHSG Siap Uji Level 7.000

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
IHSG semakin mendekati level psikologis 7.000, seiring dengan solidnya sentimen domestik dan dukungan dari kinerja emiten kuartal 1-2025. Meski tetap dibayangi potensi aksi ambil untung dan tekanan global, analis menilai tren positif masih akan berlanjut hingga akhir kuartal II-2025. Pada perdagangan Selasa (06/05/2025), IHSG ditutup menguat sebesar 66,24 poin (0,97%) ke level 6.898,19. Ini reli penguatan selama tujuh hari beruntun. Di saat yang sama, ada lima saham menjadi mesin cuan pemodal ini, dan masuk daftar top gainers hari ini, bahkan ada tiga yang mentok batas auto rejection atas (ARA). Berdasarkan data RTI, sebanyak 333 saham terpanntau naik, 268 saham turun, dan 205 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 16,7 triliun. Volume perdagangan sebanyak 23,18 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.249.292 kali. Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar. Penguatan terbesar terjadi pada sektor baku 3,1%. Diikuti penguatan di sektor barang energi 2%, sektor konsumsi non primer 1,2%, dan sektor infrastruktur 0,8%. Sedangkan pelemahan terjadi pada sektor teknologi 0,5%, sektor properti 0,2%, sektor transportasi 0,1%, dan sektor industrian 0,1%. (Yetede)

Sektor Ritel Berpotensi Bertumbuh

KT1 07 May 2025 Investor Daily
Berkat kebijakan tarif Trump, sektor ritel berpotensi bertumbuh, Hal ini tercermin dengan adanya investor asing yang akan membangun pabrik di Indonesia. "Sekarang sudah banyak yang datang untuk bikin pabrik," kata Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah. Dia menerangkan, hal ini merupakan peluang bagi industri ritel di Tanah Air. "Peluangnya banyak , karena Indonesia dikenakan tarif yang itdak terlalu mahal selama 90 hari," kata Budiharjo. Adapun investor yang akan membangun pabrik berasal dari bisnis plastik, elektronik, dan makanan. Mereka kebanyakan dari China dan kesulitan ekspor ke AS. "Jadi mereka mau cari (pasar)," kata dia. Sayangnya, Budiharjo mengaku belum mengetahui besaran nilai investasi yang akan masuk ke Indonesia. "Mereka sudah ingin mencari partner dan ya nggak langsung masuk besok jadi. Artinya mungkin dalam 3-4 tahun ini mereka akan mulai investasi," terang dia. Walau begitu, Budiharjo mengatakan hal ini merupakan hal positif buat ritel, karena mereka sudah membawa delegasi untuk berpartner bikin pabrik. Dia meyakini, sektor ritel akan bertumbuh positif hingga akhir tahun. "Kalau menurut saya masih positif karena penduduk kita banyak. tadi Pak Menteri bilang ada 270 juta penduduk Indonesia, kita masih punya market yang gede ditambah lagi kita bisa ekpor. Jadi Indonesia kalau di-twist lagi masih bagus," kata Budiharjo.(Yetede)

BPS Mencatat Jumlah Pengangguran Sebanyak 7,28 Juta Orang

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Dinamika perekonomian nasional berimplikasi langsung terhadap kondisi ketenagakerjaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran sebanyak 7,28 juta orang atau 4,75% dari total angkatan kerja pada Februari 2025, meningkat sebanyak 83 ribu orang dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meski terjadi peningkatan secara jumlah, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 4,82% menjadi 4,76% pada Februari 2025. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja atau angkatan kerja yang  bekerja masih lebih besar dari kenaikan jumlah pengangguran. "Ke depan, tren TPT akan sangat bergantung pada arah pemulihan ekonomi nasional dan global, serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas," jelas Josua kepada Investor Daily. Secara keseluruhan petumbuhan ekonomi kuartal 1-2025 mencapai 4,87%. Perekonomian Indonesia  berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.264.5 triliun pada kuartal 1-2025. Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2024 perekonomian Indonesia terkontraksi 0,98%. (Yetede)