Industri lainnya
( 1893 )Tak Perlu Macet ke Kantor Pajak: Konseling Resmi Kini Bisa Via Video Conference
Tak Perlu Macet ke Kantor Pajak: Konseling Resmi Kini Bisa Via Video Conference
Salah satu terobosan paling progresif dalam PMK Nomor 111 Tahun 2025 adalah pengakuan penuh terhadap interaksi digital dalam proses pengawasan pajak. Pemerintah menyadari bahwa mobilitas dan efisiensi waktu adalah hal yang sangat berharga bagi Wajib Pajak di era modern. Dulu, ketika seseorang mendapatkan surat panggilan dari kantor pajak untuk memberikan klarifikasi atau melakukan konseling, bayangan yang muncul adalah harus meluangkan waktu berjam-jam menembus kemacetan untuk datang secara fisik ke Kantor Pelayanan Pajak. Namun, aturan baru ini mengubah paradigma tersebut dengan melegalkan pembahasan jarak jauh.
Dalam berbagai pasal di PMK ini, disebutkan secara eksplisit bahwa pembahasan dengan Wajib Pajak dapat dilakukan secara daring melalui video conference. Opsi ini tersedia baik untuk Wajib Pajak yang sudah terdaftar maupun yang belum terdaftar. Ketika petugas pajak menerbitkan surat undangan pembahasan, mereka dapat mencantumkan opsi pertemuan daring ini. Wajib Pajak yang mungkin sedang berada di luar kota, luar negeri, atau memiliki kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, kini memiliki fleksibilitas untuk tetap memenuhi panggilan negara tanpa harus hadir secara fisik. Hal ini tentu sangat membantu meningkatkan kepatuhan karena menghilangkan hambatan logistik yang selama ini sering menjadi alasan Wajib Pajak mangkir dari undangan
Meskipun dilakukan secara virtual, proses pembahasan melalui video conference tetaplah merupakan forum resmi yang memiliki kekuatan hukum mengikat. Wajib Pajak tetap diharapkan untuk menyiapkan data dan dokumen pendukung yang relevan, serta bersikap kooperatif selama sesi berlangsung. Petugas pajak juga tetap diwajibkan untuk menjalankan prosedur standar, seperti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan pembahasan. Perbedaan utamanya hanyalah pada media interaksi yang digunakan. Teknologi yang digunakan pun biasanya adalah platform yang umum dan mudah diakses, sehingga tidak menyulitkan Wajib Pajak dari sisi teknis.
Aspek legalitas dari pertemuan daring ini diperkuat dengan mekanisme penandatanganan dokumen hasil pembahasan. Setiap pembahasan pengawasan pajak harus diakhiri dengan pembuatan Berita Acara Pelaksanaan Permintaan Penjelasan. PMK 111/2025 mengatur bahwa jika pembahasan dilakukan secara daring, maka penandatanganan berita acaranya dilakukan secara elektronik. Ini adalah langkah maju yang signifikan menuju administrasi perpajakan yang paperless. Tanda tangan elektronik menjamin otentisitas dan integritas dokumen, sehingga Wajib Pajak tidak perlu lagi mencetak dokumen, menandatanganinya secara basah, lalu memindai dan mengirimkannya kembali. Semua proses diselesaikan secara digital dalam satu rangkaian sistem
Namun, regulasi juga tetap menyiapkan skenario cadangan untuk mengantisipasi kendala teknis. Jika karena suatu alasan Wajib Pajak atau petugas tidak dapat melakukan tanda tangan elektronik—misalnya karena gangguan sistem atau ketiadaan sertifikat elektronik—maka prosedur manual dengan tanda tangan basah tetap dapat ditempuh. Dalam skenario ini, petugas akan mengirimkan konsep berita acara kepada Wajib Pajak, dan Wajib Pajak diberi waktu 5 hari kerja untuk menandatangani dan mengirimkannya kembali. Fleksibilitas prosedur ini menunjukkan komitmen DJP untuk mempermudah Wajib Pajak, sekaligus memastikan bahwa setiap proses pengawasan tercatat dengan rapi dan akuntabel
Dari Blokir Layanan hingga Audit: Risiko Serius Mengabaikan Surat Pajak
Jangan Panik! Panduan Lengkap Menghadapi Surat Permintaan Penjelasan (SP2DK)
Menerima surat resmi dari kantor pajak seringkali menjadi momen yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Namun, di bawah payung hukum PMK Nomor 111 Tahun 2025, mekanisme surat-menyurat ini diatur dengan sangat rinci untuk menjamin hak-hak Wajib Pajak. Surat yang paling umum diterima dalam proses pengawasan adalah Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan, atau yang sering disingkat SP2DK. Penting untuk menanamkan pola pikir bahwa menerima surat ini bukanlah sebuah vonis kesalahan, melainkan sebuah undangan resmi untuk melakukan klarifikasi atas data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Proses ini dimulai ketika DJP melakukan penelitian terhadap data Wajib Pajak terdaftar dan menemukan adanya indikasi kewajiban yang belum terpenuhi. Berdasarkan temuan tersebut, DJP menerbitkan SP2DK yang dapat dikirimkan melalui berbagai saluran. Di era modern ini, surat tidak hanya diantar oleh pos atau kurir ke alamat rumah atau tempat usaha Anda
Ketika Anda menerima SP2DK, langkah pertama dan terpenting adalah memperhatikan tanggal pengiriman atau penerimaan surat tersebut. PMK 111/2025 memberikan kepastian waktu yang sangat ketat. Anda memiliki waktu paling lama 14 hari untuk memberikan tanggapan
Namun, pemerintah juga memahami bahwa mengumpulkan dokumen pembuktian terkadang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, regulasi ini memberikan kelonggaran berupa perpanjangan jangka waktu. Wajib Pajak diperbolehkan untuk memperpanjang waktu penyampaian tanggapan hingga paling lama 7 hari tambahan setelah batas waktu awal berakhir
Dalam memberikan tanggapan, Anda memiliki beberapa opsi. Jika data yang disampaikan DJP benar dan Anda mengakui adanya kekurangan pajak, Anda dapat langsung memenuhi kewajiban perpajakan tersebut, misalnya dengan membetulkan SPT dan membayar kekurangannya
Mengenal PMK 111/2025: Era Baru Pengawasan Pajak yang Berlaku Mulai 2026
Mengenal PMK 111/2025: Era Baru Pengawasan Pajak yang Berlaku Mulai 2026
Tahun 2026 menandai babak baru dalam sejarah perpajakan Indonesia dengan berlakunya secara efektif Peraturan Menteri Keuangan Nomor 111 Tahun 2025 tentang Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak pada tanggal 1 Januari 2026
Dalam regulasi terbaru ini, pengawasan didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan penelitian terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak
Ruang lingkup pengawasan dalam PMK 111/2025 ini sangat luas dan tidak pandang bulu. Otoritas pajak membagi fokus pengawasannya menjadi tiga kategori utama, yaitu pengawasan terhadap Wajib Pajak yang sudah terdaftar, pengawasan terhadap Wajib Pajak yang belum terdaftar, serta pengawasan kewilayahan
Mekanisme pengawasan ini dijalankan melalui pendelegasian wewenang dari Direktur Jenderal Pajak kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
Penting untuk dipahami bahwa aturan ini juga menekankan pada integrasi data. Pengawasan dilakukan berdasarkan hasil penelitian atas data dan informasi yang masuk ke dalam sistem informasi DJP
Perjuangan Keras Trump Meloloskan RUU Pajak dan Belanja
Danantara Minta BSI Tarik Masuk dana Asing ke Indonesia
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Wakil Ketua Komite Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Djoko Widayatno mendorong hilirisasi nikel ke tahap lanjutan, yakni pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. "Transportasi masa depan harus ditopang oleh industri yang berkelanjutan. Nikel kita harus menjadi tulang punggung transisi energi hijau, bukan sekedar komoditas ekspor jangka pendek," kata Djoko. Saat ini, Indonesia mulai membangun ekosistem industri baterai EV secara terintegrasi, dari produksi prekusor hingga perakitan sel baterai dan kendaraan listrik. Proyek-proyek besar seperti pembangunan pabrik bateri di Kerawang di Morowali menjadi wujud dari komitmen menciptakan rantai pasok domestik yang kompetitif di pasar global. Jika berhasil diakselerasi, pengembangan ekosistem ini diproyeksikan menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar. Sebagai pembanding, China, yang membangun rantai pasok EV sejak dekade lalu, pada 2023 mencatatkan kontribusi industri EV dan baterai mencapai lebih dari 150 miliar dolar AS dan menjadikan negara tersebut sebagai eksportir utama kendaraan listrik dunia. (Yetede)
Ekosistem Bateri terintegrasi Terbentuk dalam 3 Tahun
Ekosistem industri baterai terintegrasi terbentuk dalam
3 tahun ke depan. Proyek besutan
konsorsium PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC),
dan Konsorsium CATL, Brump, Lygend (CBL) ini terdiri dari 6 proyek dari hulu
hingga hilir. Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya proyek tersebut
di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH) Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada
Minggu (29/06/2025). Lokasi peresmian
itu merupakan sisi hilir lantaran akan dibangun pabrik yang memiliki
kapasitas awal sebesar 6,9 gigawatt hour (gWh) pada fase pertama yang akan
mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Peresmian proyek ini juga dihadiri oleh
Wakil Menteri Mineral (ESDM) Yulio secara hybrid di Desa Buli Asal, Kabupaten
Halmahera Timur, Maluku Utara. Posisi tersebut merepresentasikan sisi hulu
lantaran terdapat proyek pertambangan nikel, proyek produk refined nickel
alloy sebesar 88 ribu ton per tahun. Proyek ini direncanakan mulai produksi
pada tahun 2027. Selain itu juga proyek smelter hidrometalurgi menghasilkan
produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebanyak 55 ribu ton per
tahun.(Yetede)
Indonesia Harus Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Indonesia harus mengoptimalkan kekuatan ekonomi domestik
untuk mengadapi ketidakpastian global akibat perang tarif dan inisiasi AS dan
ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dengan begitu stabilitas makro dan laju
pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah guncangan dari kondisi global.
Salah satu kekuatan ekonomi Indonesia adala sumber daya alam (SDA) yang
melimpah. Dalam konteks ini, pengolahan SDA harus dioptimalkan demi menciptakan
nilai tambah besar bagi ekonomi melalui hilirisasi. Dalam kasus hilirisasi
nikel, program ini bisa menaikkan nilai tambah hingga 400%. Selain itu,
investasi smelter nikel sebesar US$ 1 miliar akan menarik 150 tenaga kerja,
yang dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi rumah tangga, otot terbesar PDB
Indonesia. Artinya, hilirisasi perlu di genjot saat kondisi dunia dilanda
krisis. Sebab, Indonesia tidak perlu mengimpor SDA semi program ini karena
sudah ada di dalam negeri dan bisa menjaga, bahkan memacu pertumbuhan ekonomi
hingga 8% pada 2029, seperti yang ditargetkan pemerintah. Hilirisasi tak hanya
menjamah produk pertambangan, melainkan juga kelapa sawit. Hilrisasi minyak sawit
mentah yang dibarengi dengan peningkatan produktivitas, sehingga total
produksi bisa menembus 100 juta ton. Ini akan berdampak besar terhadap ekonomi.
(Yetede)
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023







