Industri lainnya
( 1893 )INDUSTRI BATERAI KENDARAAN LISTRIK : PETA JALAN KEMANDIRIAN BAHAN BAKU DISIAPKAN
Ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan industri baterai kendaraan listrik masih harus diuji. Hingga kini, masih ada sekitar 20% bahan baku untuk pengembangan baterai kendaraan listrik yang diperoleh dari impor. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding industri pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID membeberkan 20% bahan baku untuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik dalam negeri masih bergantung pada impor. Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan bahwa 20% porsi bahan baku baterai kendaraan listrik itu tidak dapat dipenuhi oleh pertambangan mineral logam domestik. Kendati demikian, Dany memastikan, bahan baku utama berupa nikel relatif tersedia dengan jumlah cukup untuk menopang inisiatif industri kendaraan listrik di dalam negeri. “Nikel ini dimiliki oleh Antam, reserved cukup banyak, dan IBC ini ditargetkan berdasarkan milestone menjadi market leader di Asia Tenggara,” kata Danny saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (19/9). Hanya saja, Danny menggarisbawahi sejumlah bahan baku utama lainnya, seperti lithium hydroxide dengan kebutuhan sekitar 70.000 ton per tahun masih diimpor dari China, Australia, hingga Chile. Adapun, proses pemurnian sekaligus pengolahan dua komoditas mineral logam itu ada di China. Selain itu, graphite sebagai salah satu bahan baku pembentuk baterai kendaraan listrik juga masih diimpor dari China, Brasil, dan Mozambik dengan volume mencapai 44.000 per tahun.
PAKET INSENTIF : Kendaraan Listrik Disubsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah tengah menggodok sejumlah paket insentif untuk memberi subsidi pembelian kendaraan listrik kepada masyarakat. Aturan itu tengah didorong untuk mempercepat peralihan penggunaan kendaraan berbasis energi fosil menuju listrik domestik. “Sekarang mekanismenya sedang digodok, sedang kita bahas,” kata Arifin, Jumat (16/9). Arifin menjelaskan rencana itu menjadi krusial di tengah daya tawar energi listrik yang lebih kompetitif ketimbang fosil ke depan. Malahan, menurutnya, harga keekonomian untuk listrik jauh lebih murah dari pengadaan setiap liter bahan bakar minyak (BBM). “Contohnya sekarang ini berapa, Pertalite Rp10.000 untuk 30 kilometer kalau sekarang pakai listrik 1 kWh bisa juga 30 kilometer. Kalau charge listrik ongkosnya kan enggak sampai Rp2.000,” ujarnya. Kementerian ESDM menargetkan peralihan penggunaan motor listrik berbasis baterai sebanyak 6 juta unit pada 2025. Target itu dipatok untuk mempercepat program transisi energi bersih sembari menekan impor dan subsidi BBM yang terlanjur lebar cukup besar pada tahun ini.
BISNIS PUSAT DATA : EKSPANSI TLKM KE NEGERI SINGA
Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tengah mengincar bisnis pusat data di pasar Singapura. Sejumlah penjajakan dengan mitra strategis juga terus digencarkan.
Direktur Strategic Portofolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan, untuk bisnis data center ini, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa partner. Menurutnya, Telkom tengah mencari peluang untuk menangkap pasar yang ada di Singapura. “Di bisnis data center ini kami kerja sama dengan beberapa partner. Kami akan mulai kolaborasi juga dengan Singtel untuk menangkap market yang ada di Singapura,” katanya, Jumat (17/9).Tak hanya ekspansi di kawasan Asia Tenggara, emiten ini juga menargetkan pangsa pasar data center Telkom dapat mencapai 40% pada 2030.Emiten dengan kode saham TLKM ini juga telah merampungkan proyek Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang, Jawa Barat yang telah beroperasi sesuai rencana awal, dengan kapasitas IT Load awal 1,75 Mega Watt (MW).
Konsolidasi ini diharapkan dapat meningkatkan value bisnis data center di masa mendatang. “Dengan dialihkannya bisnis data center Telkom Sigma ke TDE, TDE akan menjadi konsolidator bisnis data center Telkom Group sehingga layanan yang diberikan kepada pelanggan akan lebih optimal serta memiliki daya tawar yang lebih tinggi dibanding kompetitor,” tulis manajemen belum lama ini.
Emiten Kawasan Industri Hapus Rugi Menjadi Laba Bersih
Kinerja emiten sektor kawasan industri mulai kinclong. Salah satunya kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Pada semester I-2022, SSIA berhasil meraup pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,54 triliun, naik 77,8% secara tahunan.
Dalam rilis pers, manajemen SSIA menyatakan, pendapatan semester I-2022 pengelola kawasan industri ini disokong segmen konstruksi, mencapai Rp 1,15 triliun. Lalu, segmen perhotelan menyumbang pendapatan sebesar Rp 178,7 miliar.
Erlin Budiman,
VP Head of Investor Relations
Surya Semesta Internusa bilang, kenaikan pendapatan ditopang strategi divestasi bisnis. "Terutama dari divestasi sewa pergudangan kepada Frasers Property Thailand (Indonesia) Pte. Limited dengan nilai total Rp 562,3 miliar," kata Erlin.
Sejalan naiknya pendapatan, laba bersih SSIA ikut terungkit. Pada semester I-2022, SSIA mencetak laba bersih konsolidasi Rp 79,5 miliar. Laba ini membalikkan rugi bersih SSIA pada semester I-2022 sebesar Rp 190,8 miliar.
SPBU VIVO JUAL BBM MURAH
Pengendara melintas di depan SPBU Vivo, Jakarta, Senin (5/8). SPBU Vivo kini tengah menjadi pusat perhatian karena menjual bahan bakar minyak (BBM) dengan harga relatif murah. Produk termurah Vivo yakni Revvo 89 alias BBM RON 89 dijual dengan harga Rp8.900 per liter.
Aksi Merger dan Akuisisi Semakin Marak Tahun Ini
Aksi korporasi, berupa merger dan akuisisi (M&A) di Indonesia masih terus unjuk, naik terus hingga kuartal ketiga tahun ini.
Merujuk data Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), jumlah notifikasi merger dan akuisisi di Tanah Air bahkan hampir melampaui notifikasi sepanjang tahun 2021.
"Sampai hari ini (kemarin) ada 215 notifikasi, sepanjang tahun lalu sebanyak 233 notifikasi," ujar Direktur Merger dan Akuisisi KPPU, Aru Armando kepada KONTAN, Senin (5/9).
Salah satu akuisisi yang menyita perhatian sebagian pelaku pasar adalah langkah PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengambil alih 30% saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
ABM Investama menargetkan akuisisi 30% saham GEMS tuntas pekan depan. "Target kami, minggu depan selesaikan seluruhnya," ujar Direktur ABMM, Adrian Erlangga kepada KONTAN, Senin (5/9).
TATA KELOLA BBM BERSUBSIDI : PEMBATASAN MASIH DIPERLUKAN
Pembatasan konsumsi bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi, khususnya jenis Pertalite masih dibutuhkan agar realisasi penyalurannya tidak terlampau jauh melewati kuota yang telah ditetapkan pada tahun ini. Pembatasan konsumsi BBM bersubsidi melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 191/2014 dinilai sebagai langkah lanjutan yang harus segera diambil pemerintah untuk memastikan kuota tahun ini tidak jebol terlampau jauh. Mamit Setiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch, mengatakan bahwa pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya jenis Pertalite merupakan kunci dari keberhasilan pemerintah dalam menjamin subsidi komoditas tersebut bisa tepat sasaran. “Ini adalah kunci keberhasilan pemerintah dalam menentukan siapa yang berhak menggunakan BBM bersubsidi, selain dengan penyesuaian harga,” katanya, Minggu (4/8). Untuk diketahui, pemerintah termasuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi berulang kali menyampaikan rencana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi melalui revisi Perpres No. 191/2014. Setidaknya ada tiga opsi yang akan diambil pemerintah, yakni pembatasan berdasarkan spesifikasi mesin kendaraan bermotor, pengaturan konsumsi berdasarkan jenis kendaraan bermotor, dan subsidi diberikan secara langsung melalui bantuan langsung kepada masyarakat yang berhak.
Laporan Dari Uni Emirat Arab: HP Raih Pendapatan US$6 Miliar dari Kemitraan Global
Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang teknologi informasi, Hewlett Packard Inc., mencetak pendapatan senilai US$6 miliar dari kontribusi program Amplify Partner yang telah dirilis sejak tahun lalu.Amplify Partner merupakan program penilaian mitra, sumber daya, serta pelatihan yang diinisiasi oleh Hewlett Packard (HP) untuk turut mengambil peran dalam strategi bisnis berkelanjutan. Mitra yang dimaksud yakni reseller, retailer, serta distribution partners secara global.Kobi Elbaz, General Manager of HP’s Global Channel Organization, menjelaskan bahwa program Amplify Partner mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan pelatihan, koneksi, dan penguatan wawasan kepada mitra untuk melayani pelanggan dengan lebih baik sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan.Program HP Amplify Partner berfokus pada tiga tujuan utama, yakni kolaborasi, kemampuan, dan performa mitra.
Bandar Lampung Didorong Jadi Kota Kreatif
Pemerintah Kota Bandar Lampung didorong mengembangkan ekonomi kreatif dengan keunggulan produk kriya, busana, dan kuliner. Di tengah bangkitnya sektor pariwisata, ekonomi kreatif diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi baru di daerah dan nasional. Menparekraf Sandiaga S Uno menyatakan itu dalam Workshop Kabupaten dan Kota Kreatif di Bandar Lampung, Minggu (28/8). (Yoga)
POTENSI INDUSTRI : F&B Jatim Tumbuh Dua Digit
Kinerja industri food and beverage (F&B) diproyeksi masih cukup positif hingga akhir tahun ini, ditandai makin banyaknya pemain baru di sektor ini. Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur memperkirakan tren kinerja industri F&B di Jawa Timur (Jatim) sampai dengan akhir tahun ini bisa tumbuh 30% seiring dengan pulihnya perekonomian. Wakil Ketua Apkrindo Jatim Ferry Setiawan mengatakan pertumbuhan kinerja penjualan F&B ini juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor baru di bidang kuliner yang tumbuh 30% hingga saat ini.









