;
Tags

Industri lainnya

( 1893 )

Turbulensi di Pasar Tenaga Kerja Bidang Industri Teknologi

KT3 21 Nov 2022 Kompas

Beberapa pekan terakhir, tagar #TwitterLayoffs, #MetaLayoffs, dan #LoveWhereYouWorked mewarnai media sosial, mulai dari Twitter sampai Linkedin. Banyak warganet yang bekerja di perusahaan teknologi raksasa itu mengunggah pengalaman PHK. The New York Times dalam artikel ”When Your Layoff Has a Hastag”, Kamis (10/11) menilai hal itu sebagai fenomena PHK zaman sekarang. Orang sering tidak dapat berduka dengan rekan di tempat kerja atau bar, tetapi mereka dapat berbagi dengan jutaan orang secara daring. Diberhentikan dari pekerjaan diera transparansi ekstrem, media sosial menyediakan ruang untuk saling meneguhkan Blind, platform teknologi yang memiliki lebih dari 7 juta pengguna dan memungkinkan karyawan mengunggah tempat kerja secara anonim, mengalami lonjakan pendaftaran akun baru. Menurut laman Layoffs.fyi yang melacak PHK, lebih dari 100.000 pekerja perusahaan teknologi kehilangan pekerjaan sepanjang 2022. Pemangkasan karyawan berasal dari perusahaan teknologi besar hingga perusahaan rintisan bidang teknologi digital (start up) di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

The New York Times dalam artikel ”Tech’s Talent Wars Have Come Back to Bite It” menyebutkan, pemangkasan karyawan juga terjadi pada perusahaan teknologi paling eksperimental. Sebagai contoh, perusahaan roket Astra memangkas 16 % karyawan pekan lalu setelah melipatgandakan staf tahun lalu. Di sektor aset kripto, beberapa perusahaan bervaluasi tinggi, termasuk Crypto.com, Blockchain.com, OpenSea, dan Dapper Labs, mengurangi pekerja dalam beberapa bulan terakhir. Kebanyakan eksekutif perusahaan teknologi dan investor modal ventura ”menyalahkan” situasi ekonomi yang memburuk sehingga gelombang PHK harus terjadi. Namun, sebagian lonjakan pemangkasan karyawan itu juga berasal dari dalam lingkungan industri teknologi sendiri. Selama dekade terakhir, suku bunga rendah mendorong investor ke aset berisiko dengan pengembalian lebih tinggi. Investor cenderung mengapresiasi pertumbuhan cepat daripada keuntungan dan relatif memberi penghargaan pada perusahaan yang mengambil risiko besar. Misalnya, perusahaan teknologi, yang ditinggalkan saat suku bunga naik tinggi saat ini. (Yoga)


Musim PHK Pegawai Perusahaan Teknologi

HR1 19 Nov 2022 Kontan (H)

Bulan madu industri teknologi di masa pandemi Covid-19, sudah selesai. Dengan alasan kondisi keuangan mulai goyang, sejumlah perusahaan teknologi lokal dan global, bahkan sampai memecat karyawan  Terbaru, Jumat (18/11), PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawan. GOTO menyebutkan tantangan makro ekonomi global sebagai pemicu PHK. "Hal ini termasuk keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap Grup Goto," tulis manajemen GOTO dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Selanjutnya GOTO akan fokus pada layanan inti yaitu on-demand, e-commerce dan teknologi keuangan. Hanya berselang beberapa menit, Ruangguru juga mengabarkan PHK. Manajemen startup yang didirikan mantan Staf Khusus Milenial Presiden Belva Syah Devara itu juga mengutarakan alasan serupa dengan GOTO dalam mengurangi karyawan. "Benar, hari ini Ruangguru melakukan PHK, terdapat ratusan pegawai yang terdampak," kata Gwendolyn Betsy, External Communications Associate Manager Ruangguru kepada KONTAN, kemarin.

Hilirisasi Pertanian : Barata Rampungkan Pabrik Bioetanol Gempol

HR1 18 Nov 2022 Bisnis Indonesia

PT Barata Indonesia (Persero) telah merampungkan proyek pekerjaan pabrik Bioethanol Gempolkrep, Mojokerto. Hasil pekerjaan proyek ini telah diserahkan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Direktur Pemasaran Barata Indonesia Sulistyo Handoko mengatakan penyelesaian proyek ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam hilirasasi industri gula untuk ketahanan pangan sekaligus memproduksi energi yang ramah lingkungan. “Penyelesaian proyek ini semakin mengukuhkan posisi Barata Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu mengerjakan manufaktur serta konstruksi untuk industri gula dan turunannya,” ujarnya, Kamis (17/11).

Pengembangan EBT : PLTS Karimun Punya Fasilitas Hidrogen Hijau

HR1 18 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kawasan Ekonomi Khusus Karimun bakal dilengkapi dengan fasilitas hidrogen hijau setelah Anantara Energy Holdings Pte Ltd dan Quantum Power Asia menandatangani nota kesepahaman dengan Countrywide Hydrogen untuk mengkaji pembangunannya.Rencananya, fasilitas produksi hidrogen hijau itu akan menjadi bagian dari megaproyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 3,5 gigawatt (GW) yang telah memperoleh komitmen pendanaan dari lembaga keuangan sebesar US$6 miliar.Direktur Anantara Energy Simon G. Bell mengatakan pihaknya menyepakati kerja sama dengan Countrywide Hydrogen untuk mendanai studi konsep yang akan mencakup studi kelayakan teknokomersial untuk menyiapkan fasilitas produksi hidrogen dan amonia hijau di Indonesia. Sementara itu, Managing Director Countrywide Hydrogen Geoffrey Drucker mengatakan studi konsep dan kelayakan di KEK Karimun menunjukkan potensi produksi hidrogen dapat mencapai 1.650 ton per tahun.

Order Sepi, Gelombang PHK Terus Mengintai

HR1 17 Nov 2022 Kontan

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih melanda industri tekstil dan produk tekstil (TPT) maupun industri alas kaki. Sepinya order dan kenaikan beban operasional menjadi pertimbangan pabrikan mem-PHK puluhan ribu buruhnya. Anne Patricia Sutanto, Anggota Dewan Pertimbangan Asosasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, sampai saat ini sebanyak 146 perusahaan TPT sudah menempuh PHK dan merumahkan sekitar 58.572 karyawan. Selain industri TPT, PHK melanda industri alas kaki. Anne mencatat, sebanyak 25.700 pegawai perusahaan alas kaki sudah di-PHK selama periode Juli-Oktober 2022. "Jumlah PHK juga bisa bertambah seiring dampak resesi tahun depan," ungkap Anne dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu (16/11). Faktor utama pendorong gelombang PHK di industri padat karya ini adalah turunnya pesanan tekstil, garmen maupun alas kaki yang mencapai 45% dari total order di periode normal. Akibatnya, kalangan pabrikan menurunkan produksi hingga 51% untuk periode November-Desember untuk mengimbangi sepinya order, kendati efeknya harus memecat pegawai. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, fenomena PHK di industri tekstil tidaklah mengada-ada. Dampak resesi yang tengah melanda negara tujuan ekspor produk TPT Indonesia mulai dirasakan para eksportir TPT dalam negeri.

PENGHILIRAN MINERAL LOGAM : Hyundai Amankan Pasokan Aluminium dari ADMR

HR1 14 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Hyundai Motor Company mendapatkan kepastian pasokan aluminium dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. di tengah peningkatan permintaan komoditas tersebut untuk industri otomotif. Hyundai Motor Company dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) menandatangani nota kesepahaman untuk menjamin pasokan aluminium di tengah meningkatnya permintaan terhadap aluminium untuk manufaktur otomotif. Dalam kerja sama tersebut, Hyundai bakal mendapatkan aluminium dari anak perusahaan ADMR, yaitu PT Kalimantan Aluminium Industry. Penandatanganan nota kesepahaman antara Hyundai Motor Company dan ADMR dilakukan di sela-sela pertemuan B20 oleh CEO Hyundai Motor Company Jaehoon Chang dan Presiden Komisaris ADMR Garibaldi Thohir. “Kerja sama smelter aluminium ini juga diharapkan bakal memperkuat hubungan kerja sama antara Hyundai Motor Company dan Indonesia dengan sinergi yang lebih kuat,” kata dia, Minggu (13/11). Adapun, kerja sama dalam nota kesepahaman tersebut meliputi produksi dan pasokan aluminium dari Kalimantan Aluminium Industry. Christian Ariano Rachmat, Presiden Direktur Adaro Minerals Indonesia, mengatakan bahwa kerja sama tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap proses penghiliran mineral Indonesia di kawasan industri hijau terbesar dunia yang berlokasi di Kalimantan Utara.

INDUSTRI MEBEL Pesanan Turun, Ekspor Melambat

KT3 11 Nov 2022 Kompas

Penurunan permintaan dari AS serta sejumlah negara di Eropa menekan pelaku industri mebel dan kerajinan di Tanah Air. Guna lepas dari tekanan itu, pelaku industri melirik peluang optimalisasi produk dan diversifikasi negara tujuan ekspor. Berdasarkan data yang dihimpun dan diolah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), nilai ekspor furnitur dan kerajinan sepanjang Januari-September 2022 mencapai 2,71 miliar USD atau tumbuh 7,71 % dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Namun, laju pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 27,23 %. Realisasi ekspor mebel dan kerajinan 2021 mencapai 3,25 miliar USD. Namun, tahun ini nilainya diperkirakan turun menjadi 3,17 miliar USD. ”Secara umum (di negara-negara tujuan ekspor), inflasi membuat daya beli masyarakat turun. Akibatnya, belanja (furnitur) turut berhenti,” kata Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur di sela simposium HIMKI di Jakarta, Kamis (10/11).

Menurut Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, ekspor produk itu tidak maksimal karenamarket shock akibat perang Rusia-Ukraina sehingga inflasi di negara tujuan tergolong tinggi. Terkait situasi itu, analis Perdagangan Ahli Madya Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Hamidi Hasyim, mengusulkan optimalisasi produk ekspor yang punya ceruk pasar, seperti tempat duduk lapisan kayu (kode HS 940161) dan furnitur ruang makan selain kursi (kode HS 940340). Setiap tahun, potensi ceruk pasar produk kelompok HS 940161 dan HS 940340 masing-masing 24,3 miliar USD dan 7,9 miliar USD. Namun, nilai ekspor kedua produksi tersebut sepanjang Januari-September 2022 masing-masing baru 39,4 juta USD dan 64,8 juta USD. (Yoga)


Bumi Minerals Operasikan Pabrik Emas Kapasitas 4.000 Ton per Hari

KT3 11 Nov 2022 Investor Daily

PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) mulai mengoperasikan pabrik pengolahan bijih emas kedua pada awal November 2022 berkapasitas 4.000 ton bijih per hari. Selain itu, perseroan juga segera menyelesaikan pabrik yang berlokasi di Gorontalo. Direktur Bumi Minerals Herwin Hidayat menjelaskan, pembangunan pabrik emas kedua itu selesai pada akhir Oktober 2022 dan mulai beroperasi awal November. Pabrik tersebut diselesaikan dan dioperasikan oleh anak usaha perseroan yakni PT Citra Palu Minerals (CPM). Pabrik baru ini akan berkapasitas hingga 4.000 ton bijih perhari. “Pada tahap awal, pabrik ini akan memproduksi hanya sekitar 200-500 ton bijih per hari mulai kuartal IV-2022,” jelasnya usai paparan publik, di Jakarta, Kamis (10/11/2022). Herwin mengatakan, pabrik tersebut tidak langsung full produksi di level 4.000 ton bijih per hari sesuai kapasitasnya, namun dilakukan secara berkala.

Kuartal keempat tahun ini, pabrik kedua tersebut rencananya produksinya hanya di level 200-500 ton bijih per hari. Kemudian, akan meningkat di kuartal I-2023 dengan targetnya menjadi 1.000-2.000 ton bijih per hari. “Selanjutnya, mulai bulan April 2023 hingga ke depannya akan full produksi di 4.000 ton bijih per hari, harapannya,” imbuh dia. Lebih lanjut, pada tahun depan juga perseroan berencana merampungkan pabrik produksi lainnya yang berlokasi di Gorontalo yang ditargetkan 2024. Saat ini perseroan telah memperoleh izin konstruksi dan produksi disetujui oleh pemerintah pada Februari 2019 dengan periode konstruksi 3 tahun dan periode produksi 30 tahun. Rencana untuk membangun pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 2.000 ton bijih/hari. Selain itu perseroan akan mendapatkan cadangan sebesar 10 juta ton bijih, membangun infrastruktur & fasilitas pendukung proyek tambang emas. Dana tersebut bersumber dari rencana penawaran umum terbatas. (Yoga)


KOMODITAS EKSPOR NASIONAL : Furnitur Terimbas Pelemahan Permintaan

HR1 11 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, sejumlah negara tujuan impor furnitur nasional melakukan pembatalan pemesanan sejak Juli 2022. Hal itu salah satunya disebabkan oleh melemahnya permintaan di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa. “Ordernya berhenti. Itu terbaca sejak Juli 2022, sehingga mau tidak mau pertumbuhan ekspor akan mengalami penurunan,” katanya, Kamis (10/11). Dia menyebut, pada kuartal III/2022 saja terjadi penurunan ekspor mebel hingga 20% secara tahunan, sehingga nilainya menjadi US$754 juta. Pada kuartal terakhir tahun ini pun ekspor mebel diperkirakan hanya bakal menyentuh US$662 juta. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, pemerintah optimistis industri furnitur akan bangkit pada tahun depan, karena masih ada peluang pasar di negara Timur Tengah, Asia Tenggara, dan India. Dari sisi suplai, kata dia, industri furnitur di Tanah Air sudah siap untuk mengiringi upaya itu, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk melakukan diversifikasi produk


Permintaan Produk Terpuruk, Kinerja Emiten Tekstil Ambruk

HR1 09 Nov 2022 Kontan

Ancaman resesi kian nyata. Lihat saja, sejumlah industri tekstil di Tanah Air satu per satu mulai ambruk. Dari sekitar 15 emiten tekstil yang tercatat di BEI, hampir semuanya mengalami penurunan penjualan. Sejumlah faktor jadi pemicunya. Di antaranya, nilai rupiah yang makin melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro menilai, lesunya permintaan menurunkan penjualan emiten. "Ini terutama dialami emiten yang mayoritas penjualannya ke pasar ekspor," kata Nico kepada KONTAN, Senin (7/11). Kinerja emiten tekstil dengan pendapatan berbasis rupiah juga anjlok. Hal ini dirasakan PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX). Pada kuartal III-2022, pendapatan HDTX hanya sebesar Rp 5,90 miliar, turun 34,12% dari Rp 8,95 miliar di kuartal III-2021.

Pilihan Editor