;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 473 )

Menyingkir Tantangan, Mengakselerasi Pertumbuhan

KT1 08 Jul 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjaga sekitar 5% dalam 10 terakhir- termasuk di tengah berbagai guncangan ekonomi dunia-, dinilai tak akan mencukupi untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Agar mimpi besar bersama itu menjadi nyata, maka pertumbuhan ekonomi  perlu diakselerasi menjadi 6%-8% per tahun. Sementara itu, pemerintah sendiri menyadari, masih ada tiga hambatan utama (three gaps) yang dihadapi Indonesia dalam membangun ekonomi Indonesia ekonomi yaitu terbatasnya ketersediaan SDM (human capital gap) terbatasnya infrastrtuktur (infrstrucuture gap), serta kualitas tata kelola pemerintahan dan sistem regular yang belum memadai. (Yetede)

Mei, DPK Perbankan Tumbuh 8,5%

KT1 26 Jun 2024 Investor Daily (H)
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan terus mengalami peningkatan. Salah satu penopang utama adalah pertumbuhan DPK korporasi. Bank Indonesia (BI) melalui data uang beredar, menyebut DPK Mei mengalami peningkatan 8,5% yoy menjadi Rp 8.427,8 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 8,1% yoy. "Perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi 20,2% dan perorangan 1,9%," ungkap Asisten Gubernur/Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono. Erwin merinci, pada Mei 2024, giro tumbuh 14,7% yoy setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 11,2% yoy. Tabungan tumbuh 4,9% yoy dibandingkan sebelumnya tumbuh 4,7% yoy. Sementara itu, simpanan berjangka  tumbuh 6,9% yoy atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang 8,7% yoy. (Yetede)

Evaluasi Kebijakan Cuti Bersama

KT1 24 May 2024 Investor Daily (H)
Kebijakan cuti bersama yang terlalu panjang dalam setahun perlu dievaluasi. Alasannya, cuti bersama bisa menekan produktivitas dunia usaha dan mengganggu pelayanan publik pemerintah. Sebagai contoh, penjualan otomotif biasanya turun tajam begitu ada cuti bersama, mengikuti penurunan produksi dan pengiriman unit ke dealer. Pada  April 2024, penjualan mobil secara wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer) turun 35% secara bulanan (month to month/mtm) menjadi 48,637 unit dari sebelumnya 74,274 unit. Secara tahunan (year on year/yoy), berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil terpangkas 17% dari 58.981 unit. Adapun penjualan sepeda motor, merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), merosot 28% secara bulanan menjadi 419.136 unit pada April lalu. (Yetede)

Jaga Perekonomian, Pemerintah Perlu Cermati Kondisi Eksternal

KT1 18 May 2024 Investor Daily
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi berada di kisaran 5% oleh lembaga internasional. Akan tetapi, masih banyak tantangan eksternal yang masih menghantui salah satunya tensi geopolitik dan ketidakpastian kebijakan The Fed. Berdasarkan rilis badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada kuartal I-2024 tercatat 5,11% secara year on yera (yoy) yang ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan dukungan APBN. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia menunjukkan resilensinya tercermin dari capaian pertumbuhan di triwulan I-2024. Chief Economist Permata Bank dan Head of Permata Institute for Economic Research (PIER) Josua Pardede mengatakan,  fundamental pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif solid. (Yetede)

Kinerja Industri Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

KT1 17 May 2024 Investor Daily
Indonesia perlu mendongkrak kinerja sektor energi industri untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kedepan. Adapun pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6-8% lebih pada tiga tahun kedepan untuk menjadi negara maju pada 2045. "Hal yang bisa dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendorong aktivitas sektor industri dan juga mendorong iklim kompetisi di Indonesia makin membaik," kata Ekonom Utama Departeman Riset Ekonomi dan Kerja Sama Regional Bank Pembangunan Asia (ADB) Arief Rahmayandi. Dia menjelaskan, ADB memprediksi Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada 2024 dan 2025. Konsumsi rumah tangga akan terus jadi penopang utama produk domestik bruto (PDB). Namun kontribusi ekspor diperkirakan masih akan lemah pada tahun ini. Melemahnya ekpsor merupakan imbas  dari gejolak perekonomian global, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan di Indonesia namun juga oleh berbagai negara lainnya. (Yetede)

Masih Sulit Mengangkat Laju Ekonomi di Atas 5%

HR1 17 May 2024 Kontan

Harapan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memacu pertumbuhan ekonomi 8% dalam dua tiga tahun ke depan tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berkutat di angka 5%, di saat yang sama, sederet tantangan internal dan eksternal masih mengadang.Lima lembaga internasional juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dan tahun depan tak akan beranjak dari level 5%-an. Kelima lembaga global tersebut adalah Asian Development Bank, Fitch Ratings, Dana Moneter Internasional (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Bank Dunia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia.

Tahun ini ekonomi Indonesia dibayangi risiko eksternal sehingga menekan permintaan ekspor. Akan tetapi, di saat yang sama prospek positif datang dari Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berjalan kondusif dan lancar. Arief pun memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 5% masing-masing pada 2024 dan 2025. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Asia Tenggara masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Singapura dan Thailand. Selain itu, Arief bilang, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia penting untuk memacu produktivitas tenaga kerja. "Salah satu tantangan pembangunan jangka menengah panjang adalah produktivitas ketenagakerjaan kita yang belum kompetitif, serta komposisi tenaga kerja yang didominasi masyarakat berpendidikan relatif rendah," ungkap dia. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berkisar 4,9%-5%, sementara pada 2025 di level 5%-5,2%. Ronny juga bilang, perekonomian Indonesia masih ditopang konsumsi. Melihat faktor itu, dia melihat langkah pemerintah mengguyur anggaran bantuan sosial (bansos) cukup masuk akal demi mengatasi tekanan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga bahan pokok.

Ancaman Baru Ekonomi

KT1 13 May 2024 Investor Daily (H)

Ekonomi memang tumbuh impresif, sebesar 5,1% kuartal I-2024 di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian global. Namun, kuartal II, muncul ancaman baru berupa tren penurunan penerimaan negara yang bisa menggerus belanja pemerintah. Jika hal itu tidak diantisipasi, sejumlah kalangan menilai pertumbuhan ekonimi sulit bertahan diatas 5%. Di sisi lain, tekanan glonal mulai reda, seiring mendinginnya konflik Iran-Israel dan kepastian menurunnya suku bunga acuan  AS tahun ini. Per Maret 2024 penerimaan negara turun 4% menjadi Rp 620 triliun, sedangkan belanja negara naik 18% menjadi Rp 611,9 triliun. Memang, masih terjadi surplus anggaran, yakni Rp 8,1 triliun.

Namun, jumlah itu turun dalam dibandingkan per Maret 2023 yang mencapai Rp 128 triliun. Kala itu, pendapatan negara melejit 29% menjadi Rp 647 triliun belanja negara berperan sentral sebagai mesin pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 bersama dengan konsumsi lembaga non profit yang yang melayani rumah tangga (LNPRT), menggantikan peran konsumsi rumah tangga. Pada periode itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pengeluaran konsumsi LNPRT melejit 24,2%, tertinggi dibandingkan konponen pengeluaran lain dan menyumbangkan pertumbuhan ekonomi 0,29%. (Yetede)

Menuju Pertumbuhan Inklusif

KT1 10 May 2024 Investor Daily (H)

Di tengah divergensi pemulihan global dan dampak scaring effect pandemi Covid-19, ketidakpastian pasar keuangan, dan ketegangan geopolitik saat ini telah menambah tantangan bagi banyak negara, khususnya bagi negara berkembang. Negara perkembang memiliki infrastruktur ekonomi yang seringkali bergantung pada sektor tertentu, sehingga disrupsi rantai pasok dan volatilitas harga karena tekanan eksternal bukan hanya mengancam potensi pertumbuhannya, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Dengan resiko ketidakpastian global yang semakin meningkat, fokus kebijakan  lazim menjadi prioritas  pembangunan. Sehingga upaya mencapai pertumbuhan yang inklusif menjadi semakin menantang. Padahal, dalam konteks stabilitas, struktur ekonomi yang lebih inklusif yang didukung sumber daya dalam negeri yang solid, justru dapat memodernisasi dampak negatif dari risiko dari external driver. Tidak ada yang salah dalam kebijakan jangka pendek yang fokus dalam menyerap guncangan. Namun, pengembangan kebijakan masa depan perlu terus  berarah kepada kesejahteraan yang lebih luas, yaitu inklusivitas dan kesetaraan. (Yetede)

Pertumbuhan Masih Andalkan Konsumsi

KT1 07 May 2024 Investor Daily (H)

Konsumsi rumah tangga masih  menjadi andalan pemerintah dalam menopang pertumbuhan ekonomi saat ini, bahkan hingga 2045. Kondisi ini dinilai rawan terhadap pelemahan, apalagi jika pertumbuhan tersebut bersifat situasional, sehingga harus diimbangi dengan investasi dan ekspor. Pada kuartal I-2024, konsumsi rumah tangga tercatat memberikan kontribusi terbesar yaitu 54,93% terhadap pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal I 2024 tumbuh 4,91% secara year on year. Jika dirinci, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada transportasi dan komunikasi, yang tercermin dari pertumbuhan indeks perdagangan eceran untuk komodoittas suku cadang dan aksesoris, bahan bakar kendaraan, serta pertumbuhan jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara. Geliat restoran dan hotel, tercermin dari peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TKP) Hotel. Konsumsi pemerintah juga tumbuh hingga 19,9% secara year on year pada kuartal I 2024. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 6,25% ke pertumbuhan ekonomi, menjadi yang tertinggi sejak tahun 2006. (Yetede)

Perekonomian Butuh Investasi Rp7,417,9 Triliun

KT1 06 May 2024 Investor Daily (H)

Akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan mutlak dilakukan untuk memastikan  target Indonesia Emas 2045 bisa terwujudkan dengan sasaran antar pertumbuhan ekonomi pada 2025 di kisaran 5,3-5,6%. Guna mewujudkan itu, di antaranya dibutuhkan pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dengan total investasi sebesar Rp 7.329,28-7.417,86 triliun untuk tahun 2025 saja. Deputi Bidang Ekonomi kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amalia Adiniggar Wadyasanti menyatakan, dengan target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,6%, maka investasi 2025 harus tumbuh 6,5-7,8%. lainnya, pertumbuhan industri manufaktur diharapkan bisa  mencapai 5,5-6,1%, sehingga kontribusi ke produk domestik bruto meningkat menjadi 19,3-19,6%. Dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,3% sampai 5,6% dengan investasi diharapkan menjadi pintu gerbang guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan," ujar Amalia.(Yetede)