Ekspor
( 1057 )BI Tarik Devisa Hasil Ekspor 173 Juta Dollar AS
Sejak dioperasikan pada 1 Maret 2023, instrumen moneter baru BI, yakni term deposit valas devisa hasil ekspor telah menarik devisa 173 juta USD ke dalam sistem keuangan dalam negeri. Instrumen ini dinilai mendapat respons positif dari para pelaku pasar. Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, selama periode 1-16 Maret 2023, term deposit (TD) valas devisa hasil ekspos (DHE) berhasil menarik 173 juta USD yang berasal dari sembilan eksportir dari sektor pertambangan dan perkebunan. Dana DHE itu masuk ke dalam negeri melalui enam bank yang ditunjuk.
”Sejak mulai diimplementa sikan, TD valas DHE direspons positif pelaku pasar,” ujar Ramdan dalam lokakarya BI dengan wartawan, di Yogyakarta, Sabtu (18/3). Ia menjelaskan, instrument baru ini diimplementasikan untuk menarik DHE, khususnya hasil sumber daya alam (SDA) yang umnya banyak disimpan di luar negeri agar bisa kembali ke sistem keuangan dalam negeri. Dengan masuknya DHE ke dalam negeri, pasokan USD bisa meningkat sehingga mempertebal cadangan devisa dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. (Yoga)
Ekspor Alas Kaki Anjlok 17%
Gejolak ekonomi di AS dan Uni Eropa berdampak memangkas ekspor alas kaki 17% pada Januari-Februari 2023, dari US$ 1,28 milliar periode sama tahun lalu menjadi US$ 1,06 miliar atau Rp 16,29 triliun. Anjloknya ekspor berpotensi menambah PHK di industri padat karya ini, setelah PHK terhadap 25.700 pekerja tahun lalu Di awal 2022 pertumbuhan ekspor kita cukup luar biasa, tetapi di pertengahan tahun demand mulai turun. Meski demikian, sepanjang tahun lalu, masih ada kenaikan ekspor 25,15%, menjadi US$ 7,74 miliar. Tadinya, kami berekspektasi pertumbuhannya bisa lebih tinggi,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada Investor Daily, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ekspor alas kaki pada bulan November 2022 sudah mengalami penurunan, dan berlanjut di Desember 2022. Penurunan ekspor lantaran berkurangnya demand secara global, terutama karena stagflasi di negara-negara tujuan ekspor di Eropa dan AS. “Penurunan berlanjut di Januari-Februari 2023. Bahkan, ekspor di bulan Februari kemarin turun 13,78% menjadi US$ 490,6 juta, dibanding Januari 2023 yang sebesar US$ 569,08 juta,” ujar dia. Firman memaparkan, penurunan ekspor membuat industri alas kaki nasional harus menghadapi potensi badai PHK lagi, pada semester I-2023. (Yoga)
Nilai Ekspor RI Terus Menyusut
Akibat melesunya perdagangan komoditas, kinerja ekspor Indonesia Februari 2023 menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Tren merosotnya nilai ekspor Indonesia berlangsung selama enam bulan berturut-turut. BPS, Rabu (15/3) merilis nilai ekspor Februari 2023 sebesar 21,4 miliar USD, lebih rendah 4,15 % dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 22,32 miliar USD. Tren penurunan nilai ekspor Indonesia dimulai sejak September 2022. Nilai ekspor pada September 2022 sebesar 24,8 miliar USD atau anjlok 10,58 % dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Februari 2023, nilai ekspor nonmigas 20,21 miliar USD atau menurun 3 % dibandingkan bulan sebelumnya.
”Kinerja tersebut dipengaruhi oleh penurunan nilai kelompok bahan bakar mineral sebesar 6,51 %, kelompok logam mulia, perhiasan, dan permata turun 30 %, kelompok bijih logam, kerak, dan abu turun 29,86 %, serta alas kaki turun 13,78 persen,” tutur Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah dalam konferensi pers yang diadakan secara hibrida. Secara tahunan, nilai ekspor masih tumbuh, tetapi melambat. Dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Februari 2023 tumbuh 4,51 %, lebih rendah dibandingkan Januari 2023 yang mencapai 16,43 %. (Yoga)
RI Bidik Pasar Ekspor dan Investasi Tiga Kawasan
Indonesia membidik pasar ekspor dan investasi tiga kawasan, yakni Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika, pada tahun ini. Langkah tersebut penting dilakukan di saat sejumlah pasar ekspor utama RI, seperti AS, Uni Eropa, dan Jepang, tengah lesu. Mendag Zulkifli Hasan, Senin (13/3) mengatakan, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika merupakan tiga kawasan penting bagi Indonesia untuk menjaga kinerja ekspor dan menumbuhkan peluang investasi. Di Asia Selatan, Indonesia akan fokus menggarap pasar India, Pakistan, dan Bangladesh. Potensi pasar ketiga negara itu sangat besar, yakni 2 miliar jiwa. Pada tahun lalu, surplus neraca perdagangan RI dengan ketiga negara tersebut juga masih besar. Surplus dagang RI dengan India 14 miliar USD, Pakistan 3 miliar USD, dan Bangladesh 2 miliar USD.
”India, menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia selain AS, China, Uni Eropa, dan Jepang. Oleh karena itu, menjadi bagian penting dari penerapan strategi ekspor RI pada tahun ini,” kata Zulkifli di Kedbes RII di New Delhi, India. Dubes Indonesia untuk India Ina Hagniningtyas Krisnamurthi menambahkan, tahun ini, pertumbuhan ekonomi India diperkirakan melambat dibandingkan tahun lalu. Inflasi di India juga cukup tinggi karena banyak bergantung pada bahan baku impor. ”Meskipun begitu, daya beli masyarakat India masih kuat karena ketersediaan bahan pangan di dalam negeri cukup beragam, mulai dari pangan berharga murah hingga mahal,” tuturnya. Pada 2023, ekonomi India diperkirakan tumbuh 6,1 %. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyebut, performa ekonomi India cukup mengesankan tahun ini dan akan berkontribusi 15 % PDB dunia. Bersama China, pertumbuhan ekonomi India tahun ini akan menyumbang separuh PDB dunia (The Indian Express, 22/3). (Yoga)
TANCAP GAS EKSPOR MOBIL
Pemerintah mendorong produsen otomotif lebih berorientasi ekspor mengingat performa mumpuni industri belum diimbangi oleh pertumbuhan infrastruktur di dalam negeri. Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri otomotif di Indonesia tumbuh cukup baik. Pasar mobil pada tahun lalu bertumbuh 18,1% menjadi 1.048.040 unit dan ekspor CBU meningkat 60,7% menjadi 473.602 unit, sementara ekspor CKD bertumbuh 5% menjadi 96.541 unit. Performa penjualan di pasar domestik maupun mancanegara ini ditopang oleh produksi mobil yang pada tahun lalu mencapai 1.470.146 unit atau tumbuh 31,0%. Karena itu, Indonesia dinilai berpeluang memacu lagi performa produksi mobilnya mengingat kapasitas terpakai pabrik baru sekitar 58%. “Kami mendorong agar pameran otomotif yang digabungkan dengan lifestyle ini dapat menumbuhkan industri otomotif secara signifikan," katanya dalam sambutannya pada acara GJAW 2023 di Jakarta, Jumat (10/03). Jakarta Auto Week (JAW) adalah pameran ketiga Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), setelah GIIAS, dan GIICOMVEC. JAW 2023 digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 10 - 19 Maret. Pameran selama 11 hari ini diikuti oleh 19 merek pabrikan mobil. JAW 2023 menjadi arena unjuk beragam inovasi kalangan pabrikan mobil di Indonesia.
Di Asean, Indonesia merupakan negara dengan angka penjualan mobil terbanyak. Akan tetapi, dalam soal produksi masih kalah dengan Thailand. Hal ini lantaran Negeri Gajah Putih berhasil memacu pengapalan produknya ke pasar mancanegara. Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta kepada pabrikan mobil di Indonesia agar meningkatkan ekspor. Jokowi mengapresiasi peningkatan ekspor mobil pada tahun lalu, namun volume pengapalan ke pasar mancanegara masih kalah dari Thailand. Gaikindo optimistis ekspor mobil CBU Indonesia akan terus bertumbuh. Setelah pada tahun ini diproyeksikan mencapai 500.000 unit, angka pengapalan akan mencapai dua kali lipatnya atau tembus 1 juta unit pada 2026. Sepanjang tahun lalu Indonesia telah mengekspor mobilnya ke 107 negara. Indonesia juga mulai mengirimkan mobilnya ke Australia dengan volume pasar mobil lebih dari sejuta unit per tahun. Ekspor ke Australia sejauh ini baru dilakukan oleh Toyota. Setelah mengapalkan model SUV Fortuner, Toyota juga mulai mengekspor kendaraan elektrifikasi Kijang Innova Zenix Hybrid.
Ekspor Jadi Pasar Baru Kelapa dari Nias
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nias Utara Salomon Omasio Gea, Kamis (9/3/2023), mengatakan, Nias Utara, Sumatera Utara, pertama kalinya mengekspor 74 ton kelapa segar ke Kota Hainan, China. Ekspor menjadi pasar baru kelapa Nias yang melimpah dan murah senilai Rp 800-Rp 1.200 per buah. Harga kelapa bisa anjlok di bawah Rp 800 jika panen melimpah atau jika distribusi ke luar Nias tersendat. (Yoga)
Ekspor Ditargetkan 5 Miliar Dollar AS
Ekspor industri furnitur ditargetkan mencapai 5 miliar USD pada tahun 2024. Upaya tersebut akan disokong skema pembiayaan dan perluasan pasar ekspor serta pameran yang dapat mendatangkan 12.000 pembeli dari 112 negara. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, nilai ekspor mebel termasuk kerajinan sepanjang tahun 2022 mencapai 3,5 miliar USD. ”Artinya, nilai ekspor (mebel) 5 miliar USD belum tercapai,” ujarnya saat membuka International Furniture Expo (Ifex) 2023 yang digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/3).
Menurut Airlangga, industri furnitur menjadi salah satu sektor yang memanfaatkan bahan baku lokal yang menghasilkan devisa bagi Indonesia. Penyerapan bahan baku itu menggunakan mata uang rupiah, sedangkan hasil ekspornya dalam mata uang USD. Secara teknis, Airlangga meminta Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, yang turut hadir dalam pembukaan itu, memfasilitasi studi terkait peta jalan dalam mendongkrak ekspor mebel hingga 5 miliar USD beserta potensi perluasan pasarnya. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) juga perlu dilibatkan dalam penyusunan peta jalan tersebut. (Yoga)
Juni 2023, Tembaga dan Timah Boleh Tetap Ekspor
Pemerintah mulai mengirim sinyal lebih terang akan menunda kebijakan pelarangan ekspor tembaga dan timah pada Juni 2023. Salah satu pertimbangannya, proyek smelter tembaga molor akibat pandemi Covid-19. Pelaku industri timah belum siap menggarap produk hilir berupa
tin plate, tin solder
dan
tin chemical.
Merujuk Undang-Undang Nomor 3/ 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), tiga tahun setelah beleid terbit, semua mineral mentah yang diekspor harus melalui proses peningkatan nilai tambah di Tanah Air. Ini artinya, pemerintah harus men-stop ekspor mineral mentah.
Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Rabu (8/3) menjelaskan, sejak Januari 2020, bijih nikel sudah dilarang ekspor. "Juni 2023 bijih bauksit pasti dilarang. Namun (konsentrat) tembaga, timah (tin ingot), dan emas, masih dalam proses, tergantung kebijakan pimpinan, keputusan Pak Presiden," ungkap dia.
Khusus konsentrat tembaga, Irwandy bilang, pemerintah mempertimbangkan kendala pembangunan smelter akibat pandemi Covid-19.
Saat ini, dua smelter yang akan mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda terus menunjukkan perkembangan. Smelter yang dibangun PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara akan selesai akhir 2024.
Ihwal komoditas timah, sejatinya saat ini sudah menjadi
tin ingot
dengan kadar kemurnian mencapai 99,99%. Kata Irwandy, di sini tugas Kementerian ESDM sudah selesai. Menurutnya, hilirisasi timah di Indonesia akan menghasilkan tiga jenis produk, yakni pelat timah
(tin plate),
timah solder
(tin solder),
dan timah kimia
(tin chemical).
Komoditas Ekspor Sumut Terus Bertambah
Petani di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, menanam talas beneng untuk dijual daunnya sebagai bahan rokok ke Australia. Dari Medan, pengusaha mengekspor kue kepiting ke Amerika Serikat. ”Pengembangan produk unggulan perlu dilakukan sebagai suatu strategi pembangunan ekonomi daerah,” kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Rabu (1/3/2023). (Yoga)
Pasar Belum Stabil, Ekspor Mebel Tetap Tumbuh
Ekspor mebel dan kerajinan pada 2023 diperkirakan tetap tumbuh kendati prospek pasar global masih belum stabil, sehingga Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia atau HIMKI merevisi target ekspor mebel dan kerajinan. HIMKI juga menyusun sejumlah strategi agar kinerja ekspor mebel dan kerajinan tetap tumbuh positif. Pasar mebel dan kerajinan di dalam negeri juga akan digarap lebih intensif di tengah permintaan global yang masih lesu. Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur, Jumat (24/2) mengatakan, pada 2022, target ekspor mebel dan kerajinan HIMKI tidak tercapai. Realisasi ekspor kedua komoditas itu diperkirakan 3,46 miliar USD atau 0,1 % lebih rendah dari yang ditargetkan disebabkan penurunan permintaan pasar Uni Eropa (UE) 0,2 % dan perlambatan pertumbuhan permintaan pasar AS dari 43 % pada 2021 menjadi 16,7 % pada 2022.
Pada 2022, AS dan UE masing-masing berkontribusi 54 % dan 28 % dari total ekspor mebel serta kerajinan Indonesia. Menurut Sobur, pemicu utama penurunan ekspor itu adalah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik Rusia-Ukraina, yang dikirakan masih akan berlanjut hingga tahun ini, yang membuat prospek pasar ekspor mebel dan kerajinan belum stabil. Meskipun begitu, HIMKI tetap optimistis ekspor mebel dan kerajinan pada tahun ini masih bisa tumbuh positif. HIMKI memperkirakan ekspor kedua komoditas itu akan tumbuh 8 % dibandingkan tahun lalu menjadi 3,67 miliar dollar AS. ”Perkiraan nilai ekspor tersebut lebih rendah dari target kami yang senilai 4,3 miliar USD karena mempertimbangkan kondisi pasar. Sementara pada 2024, kami menargetkan ekspor mebel dan kerajinan bisa mencapai 5 miliar USD,” ujarnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti
09 Dec 2021 -
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru
09 Dec 2021 -
Mati Hidup Garuda
13 Dec 2021









