;
Tags

Bursa

( 810 )

Bursa Saham Berada di Bawah Kendali Kabinet Baru

HR1 21 Oct 2024 Kontan
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia mulai 20 Oktober 2024. Dalam waktu singkat setelah dilantik, Prabowo mengumumkan kabinetnya yang terdiri dari 109 pejabat, termasuk menteri-menteri berpengalaman dari pemerintahan sebelumnya, seperti Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani Indrawati. 

Dengan total anggaran APBN 2025 mencapai Rp 3.613,1 triliun, diharapkan pemerintahan ini dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 8% per tahun. Sri Mulyani dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor, dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar modal. 

Namun, tantangan besar juga menghadang, seperti penurunan daya beli dan pelemahan kurs rupiah. Program populis, seperti penyediaan makan bergizi gratis, diperkirakan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Para analis, seperti Martin Wiranata Chandra dari Maybank Sekuritas, optimis bahwa 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran akan menjadi momen penting untuk menarik kembali investasi asing ke pasar modal.

Bisnis Telkom (TLKM) Menerima Sentimen Positif

HR1 18 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pada tahun depan, didukung oleh kebijakan pemerintah baru dan faktor-faktor positif lainnya. Namun, pada tahun ini, TLKM diprediksi masih akan menghadapi tekanan, seperti yang disampaikan oleh Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta, yang skeptis terhadap pertumbuhan laba TLKM di akhir tahun. Dia mengungkapkan bahwa meskipun pendapatan TLKM mungkin tumbuh pada kuartal ketiga 2024, laba bersih perusahaan ini diperkirakan akan mengalami penurunan akibat meningkatnya biaya operasional dan kerugian investasi di GOTO.

Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kinerja TLKM yang terbatas untuk akhir tahun, meskipun ada potensi rebound harga saham GOTO yang bisa memberikan sentimen positif bagi TLKM. Sementara itu, Niko Margonis dari BRI Danareksa melihat kebijakan pemerintah baru sebagai katalisator yang dapat mendukung pemulihan TLKM dengan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga perusahaan berencana menaikkan harga melalui Telkomsel.

TLKM juga berencana untuk menurunkan rasio belanja modal guna meningkatkan free cash flow, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan dividen pada tahun 2025-2026. Meskipun proyeksi pertumbuhan pendapatan telah dipangkas menjadi di bawah 2%, rekomendasi untuk membeli saham TLKM tetap kuat dari beberapa analis, dengan target harga berkisar antara Rp 3.400 hingga Rp 4.250 per saham.

Sentimen Positif Pasar Modal dari Pemanggilan Menteri Ekonomi

KT3 17 Oct 2024 Kompas
Indeks Harga Saham Gabungan kembali bergairah awal pekan ini menyambut beberapa peristiwa di dalam negeri. Peristiwa ini mulai dari pelantikan presiden dan pembentukan kabinet hingga Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Dana investor asing juga berkontribusi pada bangkitnya kinerja pasar modal pada produk surat utang. Sejalan dengan beberapa peristiwa itu, dana asing masuk ke pasar modal. Pada Selasa (15/10/2024), menurut RTI Business, investor asing mencatatkan net buy atau nilai pembelian bersih di pasar modal Rp 339 miliar. Kondisi ini menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,89 persen ke level 7.626. Pada akhir perdagangan Rabu (16/10), IHSG ditutup menguat 0,29 persen di level 7.648.

Pengamat pasar modal, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, menilai bahwa sentimen pemerintahan baru di Indonesia ikut memberikan dampak positif di pasar modal. Sejak Senin (14/10), presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil puluhan tokoh yang diyakini akan mengisi jabatan kementerian dan lembaga di pemerintahannya. Para tokoh itu akan dilantik setelah Prabowo Subianto dan pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Reza menilai, pasar melihat nama-nama tokoh lama yang muncul. Salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan sejumlah pejabat yang sudah menduduki posisi di sektor perekonomian di periode pemerintahan sebelumnya.

”(Situasi) ini tampaknya cukup memberikan sentimen positif. Pelaku pasar bisa jadi memiliki persepsi bahwa program-program pemerintahan sebelumya yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan kembali,” ujarnya di Jakarta. Selain isu terkait pembentukan kabinet pemerintahan baru, pasar juga mengapresiasi surplus perdagangan ekspor-impor Indonesia yang bertahan selama 53 bulan sejak Mei 2020. Pada pekan ini, pasar juga menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mengatur strategi moneter setelah menurunkan suku bunga 25 basis poin pada September 2024. Mengutip analisis Phintraco Sekuritas, pasar memperkirakan BI masih menahan suku bunga 6 persen bulan ini meski ke depan ada peluang BI melanjutkan penurunan suku bunga. Pasar juga masih memantau kebijakan ekonomi di luar negeri. Positifnya bursa regional Asia menyambut laporan kinerja keuangan triwulan III juga menjadi penguat bagi IHSG. (Yoga)

Melirik Kembali Emiten Grup Bakrie

HR1 17 Oct 2024 Kontan
Grup Bakrie diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemerintahan presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang berfokus pada keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menilai bahwa hubungan akrab antara Prabowo dan keluarga Bakrie dapat menjadi katalis untuk mendorong perkembangan di sektor energi, tambang, dan manufaktur, di mana Grup Bakrie memiliki pengaruh signifikan melalui anak perusahaannya seperti BUMI, ENRG, BRMS, dan BNBR. Dileep Srivastava dari Bumi Resources mengharapkan kebijakan yang lebih kondusif, meskipun ia enggan berspekulasi mengenai regulasi yang akan datang. Raden Bagus Bima, praktisi pasar modal, menyarankan investor untuk selektif dalam memilih saham Grup Bakrie, terutama mengingat adanya sentimen beragam dan beberapa emiten yang terjerat masalah, seperti VIVA. William Hartanto juga memperingatkan agar investor waspada terhadap spekulasi politik yang sifatnya sementara. Hendra merekomendasikan saham BUMI, BRMS, dan ENRG sebagai pilihan investasi dengan target harga tertentu.

Optimisme Pasar dengan Menteri Ekonomi Prabowo-Gibran

HR1 16 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Sentimen positif terkait calon menteri ekonomi yang dipanggil oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto tercermin dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menunjukkan penguatan sejak pemanggilan tersebut. Pada 14 dan 15 Oktober 2024, IHSG mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,52% dan 0,89%, dipicu oleh respons positif pasar terhadap nama-nama menteri seperti Sri Mulyani.

Prabowo, yang memanggil calon menteri di kediamannya, berusaha memastikan transisi pemerintahan yang mulus dengan mempertahankan sejumlah menteri dari kabinet Jokowi. Analis menyebutkan bahwa pasar optimis terhadap potensi pertumbuhan ekonomi nasional meskipun masih ada ketidakpastian. Beberapa ekonom menekankan pentingnya keberlanjutan dalam kebijakan dan stabilitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Presiden Jokowi memberikan dukungan terhadap langkah Prabowo untuk mengajak menteri-menteri sebelumnya, menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam pemerintahan. Prabowo sendiri mengungkapkan kepuasan terhadap calon menteri yang diundangnya, yang dianggap dapat bekerja sama dalam menghadapi tantangan global yang penuh ketidakpastian.



Pasar Sedang tidak Prima, Meskipun Tahun Ini IHSG Berulang kali Menorehkan Rekor Nilai Tertinggi

KT1 15 Oct 2024 Tempo

KURANG dari tiga bulan sebelum 2024 berganti, masih ada 27 perusahaan yang antre mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) mereka di pasar modal dalam negeri. Jika 27 perusahaan tersebut berhasil melakukan IPO, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal melampaui target 62 emiten baru pada tahun ini. Hingga pekan kedua Oktober 2024, BEI mencatat 36 emiten anyar resmi melantai di bursa dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 5,42 triliun. Namun, dengan sisa tiga bulan, sejumlah analis ragu target 62 perusahaan IPO pada tahun ini bisa tercapai. "Rasanya tidak mungkin tiap pekan 3-4 kali IPO," kata Investment Consultant PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada kepada Tempo, Senin, 14 Oktober 2024. Selain soal waktu, tantangan untuk mewujudkan target tersebut adalah minat investor. Di tengah kondisi pasar saat ini, Reza menilai pelaku pasar masih cenderung wait and see untuk membeli saham-saham baru. Sementara itu, para emiten melantai di bursa dengan tujuan menggalang dana.

Pasar saat ini sedang tidak dalam kondisi prima, meskipun tahun ini Indeks Harga Saham Gabungan berulang kali menorehkan rekor nilai tertinggi. Reza mencatat kenaikan tersebut hanya ditopang oleh beberapa emiten. Selain itu, ada risiko ketidakpastian yang masih tinggi dari dalam dan luar negeri. Daftar penyebabnya panjang, dari konflik geopolitik yang memanas, tingginya suku bunga, pelemahan ekonomi di sejumlah negara, hingga deflasi lima bulan berturut-turut. Reza menilai target IPO tahun ini bisa tak tercapai setelah kasus suap di perusahaan tersebut mencuat. Lima karyawan BEI dipecat lantaran ketahuan meminta imbalan dan gratifikasi atas jasa pencatatan saham perdana. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan kelima karyawan tersebut melanggar etik karena menerima imbalan dan gratifikasi atas jasa mereka dalam penerimaan emiten agar sahamnya dapat tercatat di BEl. (Yetede)

Pasar Modal Sedang Lesu

KT1 15 Oct 2024 Tempo

DATA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penghimpunan dana di pasar modal lesu. Jumlah aksi ataupun dana terhimpun sampai September 2024 tercatat hanya 138, dengan akumulasi nilai Rp 137,05 triliun. Angka ini anjlok dibanding pada periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 169 aksi dengan akumulasi nilai menembus Rp 190,02 triliun. Pengimpunan dana di pasar modal hingga kuartal III 2024 terdiri atas 27 initial public offering (IPO), 11 penawaran umum terbatas (PUT), 5 efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), serta 95 Penawaran Umum Bersama (PUB) EBUS.

Sejumlah analis menganggap lesunya pengumpulan dana di bursa tidak terlepas dari kondisi perekonomian di dalam negeri. Ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2024 hanya tumbuh 5,05 persen. Nilainya melemah dibanding pada kuartal pertama yang sebesar 5,11 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh melambatnya konsumsi rumah tangga. Padahal konsumsi rumah tangga berkontribusi 54,93 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,91 persen. Nilainya lebih rendah dibanding pada kuartal kedua 2023 yang sebesar 5,22 persen. Angka tersebut juga lebih kecil dibanding pada kuartal yang sama pada 2022 yang sebesar 5,52 persen. Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia M. Faiz Abrar berpandangan kondisi ekonomi saat inilah yang menjadi penghambat penghimpunan dana di pasar modal. Turunnya daya beli masyarakat juga mengurangi pendapatan perusahaan. "Akibatnya, perusahaan cenderung menahan diri untuk berekspansi, termasuk mengumpulkan dana dari pasar modal," katanya. (Yetede)

Transisi Pemerintahan Lancar, IHSG Diperkirakan Menguat

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, indeks harga saham gabungan (IHSG) kedepan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah keyakinan para pelaku pasar  dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat, IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 dan resistance 7.600. Pekan ini, IHSG diperkirakan menguat dengan estimasi kisaran 7.500 hingga 7.800, didukung oleh funfamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil.

Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor  pendorong yang dapat meningkatkan  performa IHSG. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan, dan konsumer. Menurut Founder  Stocknow.id Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan  kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor pertumbuhan. (Yetede)

Transisi Pemerintahan Mulus dan Lancar Menguatkan IHSG

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, IHSG ke depan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah  keyakinan para pelaku pasar dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 hingga 7.800. didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil. Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor pendorong yang dapat meningkatkan performa IHSG, Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan dan konsumer. Menurut Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor penggerak. Sektor kesehatan juga mendapat sorotan khusus dengan adanya rencana program medical chek-up gratis mulai 2025, yang akan meningkatkan volume pasien di rumah sakit. (Yetede)

MENADAH BIG CAP SAAT HARGA MURAH

HR1 14 Oct 2024 Kontan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan, kembali ke level 7.520,60 setelah penurunan 3,56% dalam sebulan terakhir. Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menjadi faktor utama yang menekan IHSG.

Daniel Agustinus, seorang Certified Elliott Wave Analyst, menyebut bahwa arus keluar dana asing, terutama karena stimulus ekonomi di China, berdampak besar pada saham-saham big cap di Indonesia. 

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa pelantikan presiden baru dan potensi penurunan suku bunga oleh The Fed bisa mengembalikan minat investor asing. Menurutnya, musim laporan keuangan kuartal III-2024 akan menjadi katalis positif untuk saham big cap. 

Analis Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas melihat penurunan harga saham big cap sebagai peluang koleksi saham seperti BBRI dan ASII secara bertahap.

William Hartanto, pengamat pasar modal, menyarankan strategi buy on weakness untuk saham seperti BBRI, TLKM, dan BBNI, meskipun ia memperkirakan pelemahan big cap masih bisa terjadi tetapi terbatas.

Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas menyoroti sektor perbankan, menjelang rilis laporan keuangan dan insentif di sektor properti, dengan rekomendasi pada BMRI. Audi merekomendasikan saham BBCA, BMRI, BBRI, dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp 11.150, Rp 7.200, Rp 5.900, dan Rp 3.750 per saham.