;
Tags

Bursa

( 810 )

Bursa Saham Lakukan Revisi Indeks Unggulan

HR1 29 Oct 2024 Kontan
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi terhadap beberapa indeks utama, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80, dengan mengganti beberapa konstituen saham. Dalam indeks LQ45, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (AMDR) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menggantikan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Sementara itu, IDX30 kini memasukkan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), menggantikan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Untuk IDX80, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) masuk, menggantikan PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Adityo Nugroho dari Mirae Asset Sekuritas menyatakan bahwa ketiga indeks ini memiliki kontribusi besar terhadap kapitalisasi pasar IHSG. LQ45 menyumbang 47,6% dari IHSG, IDX80 sebesar 55%, dan IDX30 38,1%, dengan sektor keuangan menjadi dominan di ketiga indeks tersebut.

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menyebut bahwa saham yang baru masuk indeks biasanya akan menunjukkan kinerja positif, terutama karena rebalancing oleh manajer investasi. Ia merekomendasikan saham seperti MAPI dan MIDI dengan target trading buy. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas juga merekomendasikan akumulasi beli saham AMDR dan BUKA. 

Peluang di Tengah Musim Laporan Kinerja

HR1 28 Oct 2024 Kontan
Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meski musim rilis laporan keuangan kuartal III-2024 telah dimulai. Dimas Krisna Ramadhani, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menyebut bahwa koreksi IHSG dipicu oleh aksi distribusi investor asing dan pola konsolidasi IHSG yang fluktuatif.

Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, menilai bahwa aksi profit taking pada saham big caps, serta dinamika politik di AS dan konflik Timur Tengah, turut memengaruhi pelemahan IHSG. Investor cenderung beralih ke aset rendah risiko seperti dolar AS.

Oktavianus Audi, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa rilis kinerja keuangan emiten big caps seperti BBCA dan BBNI sesuai ekspektasi, sedangkan UNVR di bawah ekspektasi. Pelaku pasar masih menunggu rilis laporan emiten lainnya sebagai sentimen penggerak IHSG.

Eddy Wijaya, Analis Sinarmas Sekuritas, memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.633–7.595 dan resistance 7.794–7.910. Ia merekomendasikan strategi cicil bertahap dan buy on support untuk saham seperti BBCA, AMRT, ESSA, KKGI, dan TSPC. Dimas merekomendasikan saham PNLF, DSSA, dan AMRT, sedangkan Ratih merekomendasikan buy BMRI dan CPIN, serta buy on weakness ANTM dan TINS.

Secara keseluruhan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh aksi profit taking, sentimen global, dan rilis kinerja emiten yang bervariasi. Pelaku pasar masih cenderung bersikap wait and see menantikan laporan keuangan lainnya.

Sektor Kesehatan Tetap Tangguh

HR1 28 Oct 2024 Kontan
Prospek positif emiten di sektor kesehatan pada 2024, dengan pertumbuhan laba bersih yang solid. Ismail Fakhri dan Wilastita Muthia, analis BRI Danareksa, mencatat bahwa stabilitas intensitas pasien rumah sakit dan strategi optimalisasi biaya akan menjaga margin EBITDA rata-rata sekitar 26% dan mendukung pertumbuhan laba. Mereka memproyeksikan pendapatan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mencapai Rp 6,6-6,7 triliun dengan margin EBITDA sekitar 28,7%, sedangkan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diproyeksi bertumbuh 10%-15% dengan margin EBITDA 29%-30%. Pendapatan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) diperkirakan tumbuh 15% menjadi Rp 4,98 triliun.

Abdul Azis Setyo Wibowo dari Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan pertumbuhan emiten rumah sakit melalui optimalisasi biaya dan ekspansi jaringan, meskipun ada tantangan seperti kebijakan yang meningkatkan biaya dan fluktuasi nilai tukar.

Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menyoroti penguatan saham berbasis kesehatan yang didukung program kesehatan gratis Presiden Prabowo Subianto. Program ini diperkirakan meningkatkan jumlah pasien dan pendapatan emiten kesehatan, menciptakan optimisme pasar.

BRI Danareksa merekomendasikan overweight sektor ini, dengan Ismail merekomendasikan buy untuk HEAL dengan target harga Rp 2.000 per saham. Nafan merekomendasikan buy untuk SILO dengan target harga Rp 3.220, seiring fokus berkelanjutan pada manajemen biaya dan perawatan kompleks yang mendorong margin lebih baik dalam jangka panjang.

Kesempatan untuk Masuk dalam Indeks Saham Elite

HR1 25 Oct 2024 Kontan
Potensi rebalancing indeks LQ45 oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode November 2023 - Januari 2024. Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, menyebut saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berpeluang masuk LQ45 karena kenaikan harga saham yang didorong oleh kenaikan harga komoditas global seperti batubara dan emas.

Fath Aliansyah, Senior Research Analyst dari Lotus Andalan Sekuritas, memprediksi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) bisa masuk LQ45, berpotensi menggantikan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), karena fundamental yang kuat dan likuiditas tinggi. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas Indonesia juga menyoroti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sebagai kandidat lain dengan kinerja keuangan dan kapitalisasi pasar yang baik, serta memenuhi syarat free float.

Nilai Transaksi Harian BEI pada 2025 ditargetkan Rp 13,5 Triliun

KT3 24 Oct 2024 Kompas
Perusahaan penyelenggara pasar modal, Bursa Efek Indonesia atau BEI, menetapkan target kerja pada tahun 2025, antara lain nilai transaksi harian yang mencapai Rp 13,5 triliun. Mereka menetapkan strategi pertumbuhan selaras dengan proyeksi perbaikan kondisi ekonomi di tahun mendatang. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan laporan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025. RKAT 2025 antara lain membuat asumsi yang didasarkan pada kondisi makro, kebijakan ekonomi pemerintahan baru, serta potensi peningkatan dari sisi perusahaan tercatat dan investor pasar modal. ”Asumsi ini berdasarkan adanya tren penurunan inflasi dan suku bunga global, di mana The Fed telah menurunkan suku bunga 50 basis poin, dan diharapkan pada tahun depan akan menurunkan lagi.

Yang kedua adalah terkait dengan kebijakan ekonomi pemerintahan baru, di mana target GDP (gross domestic product)-nya adalah 8 persen,” ujarnya dalam acara yang diselenggarakan secara daring, Rabu (23/10/2024). Asumsi RKAT 2025 menetapkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 13,5 triliun dengan jumlah hari bursa sebanyak 242 hari. Target ini lebih tinggi dari RNTH yang ditetapkan untuk 2024 senilai Rp 12,25 triliun. Asumsi lain yang ditetapkan adalah jumlah pencatatan efek menjadi 407 efek dari 340 efek. Target itu terdiri dari 66 pencatatan efek antara lain berupa saham dan obligasi, serta pencatatan efek lainnya meliputi exchange traded fund (ETF), dana investasi real estate (DIRE), dana investasi infrastruktur, dan efek beragun aset (EBA), serta emisi waran terstruktur. Kemudian, target investor pasar modal baru sejumlah 2 juta investor baru. 

BEI secara umum menyusun 31 rencana kerja ditahun depan yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan meningkatkan pelindungan investor, penyediaan layanan data yang sesuai kebutuhan pelanggan, serta penyempurnaan teknologi dalam sistem. ”Hal ini tentu saja memperhatikan perkembangan kondisi pasar dan berkoordinasi dengan OJK serta SRO terkait penyediaan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien,” kata Iman. Untuk mewujudkan ini, Iman melanjutkan, pihaknya akan selalu mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi rutin melalui jaringan distribusi BEI, termasuk media sosial dan untuk menarik investor, terutama investor ritel. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada kesempatan sama menyampaikan, sampai triwulan ketiga 2024, asumsi yang mereka buat untuk tahun ini banyak yang terlampaui meski banyak diterpa isu perlambatan ekonomi global dan dalam negeri, serta politik di tahun pemilu Indonesia. (Yoga)


Harapan Tinggi pada Kinerja BEI

HR1 24 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka membawa optimisme bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menetapkan target kinerja pasar modal yang lebih ambisius pada tahun depan. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 8% akan memberikan dampak positif bagi emiten dan kegiatan penggalangan dana di pasar modal.

BEI menetapkan target moderat dengan proyeksi penambahan 66 emiten baru, meskipun saat ini baru tercatat 36 emiten. Iman menekankan pentingnya kualitas emiten yang terdaftar dan akan lebih selektif dalam menerima pencatatan baru. Ia berharap stabilitas politik dan perbaikan kualitas emiten akan menarik lebih banyak korporasi untuk berpartisipasi di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas efek, BEI akan bekerja sama dengan pihak independen untuk menghasilkan kebijakan yang komprehensif. Sementara itu, analis pasar, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa kepercayaan terhadap pasar modal yang meningkat akan berkontribusi pada gairah transaksi, dengan proyeksi pertumbuhan nilai transaksi harian sebesar 10% tahun depan.

Namun, pengamat pasar modal, Lanjar Nafim, mengingatkan bahwa BEI perlu meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan agar daya tarik pasar modal dapat terjaga. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor domestik dan asing. Budi Frensidy, seorang pengamat pasar, juga menyoroti bahwa kebijakan yang bermasalah sebelumnya menjadi tantangan, sehingga perbaikan diperlukan agar pasar modal dapat tumbuh lebih dinamis dan sehat.


Bursa Targetkan Kenaikan Moderat di Tahun Depan

HR1 24 Oct 2024 Kontan
Proyeksi moderat Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2025 dalam menghadapi tantangan global dan domestik. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp 13,5 triliun per hari, meningkat dari target 2024 sebesar Rp 12,25 triliun. Target ini didasarkan pada asumsi penurunan inflasi dan suku bunga global serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 8%.

BEI juga menargetkan pencatatan 66 perusahaan baru melalui IPO, dengan total 407 efek baru pada 2025. Iman optimis, meski mengakui adanya tantangan global dan domestik yang mungkin mempengaruhi pasar saham. Selain itu, BEI berharap jumlah investor baru bertambah 2 juta, sehingga total investor pasar modal Indonesia mencapai 16 juta pada akhir 2025.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst di Mirae Asset Sekuritas, menilai target BEI relatif moderat dan mudah dicapai, terutama mengingat tren positif RNTH dari tahun ke tahun. RNTH tertinggi tercapai pada 2022 dengan Rp 14,71 triliun per hari, meskipun turun menjadi Rp 10,75 triliun pada 2023.

Untuk 2025, BEI mengincar pendapatan Rp 1,78 triliun dan laba bersih Rp 275,02 miliar, didorong oleh peningkatan pencatatan efek dan jasa informasi yang diproyeksi naik 11% tahunan. Target ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025 yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB).

IPO di Era Prabowo: Bursa Siap Ngebut

HR1 24 Oct 2024 Kontan (H)
Target Bursa Efek Indonesia (BEI) di bawah pemerintahan baru Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah pencatatan saham melalui IPO menjadi 66 pada 2025, naik dari target 62 pada 2024. Meskipun demikian, hingga 18 Oktober 2024, baru 36 perusahaan yang melantai di BEI, sehingga masih ada 26 slot IPO yang harus dipenuhi untuk mencapai target tahun 2024.

Beberapa perusahaan, termasuk PT Golden Westindo Artajaya Tbk dan Lion Air, serta BUMN seperti PT Pertamina Hulu Energy, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan Palm Co, telah menunda IPO mereka. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebutkan bahwa lesunya aktivitas IPO tahun ini disebabkan oleh sikap "wait and see" investor terkait pilpres 2024 dan transisi pemerintahan.

Iman Rachman, Direktur Utama BEI, mengungkapkan bahwa 70% perusahaan yang mendaftar IPO lolos, sementara sisanya diminta memperbaiki dokumen atau kinerja. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyatakan bahwa BEI sedang melakukan riset untuk memahami alasan perusahaan menunda IPO, serta mengkaji insentif atau regulasi yang diinginkan untuk mendorong lebih banyak perusahaan melantai di bursa

Emiten Tingkatkan Laba Lewat Anak Usaha

HR1 23 Oct 2024 Kontan
Strategi ekspansi sejumlah emiten sektor pertambangan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan memanfaatkan peluang dalam ekosistem pendukung tambang. PT Petrosea Tbk (PTRO) mendirikan anak usaha, PT Petrosea Infrastruktur Nusantara (PT PIN), untuk mendukung aktivitas di bidang infrastruktur, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto. 

Langkah serupa diambil oleh PT Carsurin Tbk (CRSN) dengan mendirikan PT Carsurin Minerals Solutions (CMS) untuk meningkatkan kontribusi di masa depan, menurut Direktur Timotius Nugraha Tjahjana. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjajaki bisnis baru, termasuk manufaktur baja dan penyewaan alat berat, untuk memperluas potensi pendapatan, meski belum ada kesepakatan yang final, ujar Sekretaris Perusahaan Sari Dewi.

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menggunakan strategi akuisisi dengan membeli saham PT Bumi Bintang Silika untuk memperluas kegiatan usaha di sektor eksplorasi batu kapur. Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman, menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi jangka panjang untuk memperluas izin usaha pertambangan.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, dan Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai bahwa pendirian anak usaha dan ekspansi adalah upaya untuk menggali potensi bisnis dan efisiensi, meskipun kinerja tetap tergantung pada prospek komoditas. Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas menekankan pentingnya manajemen operasional dan keuangan dalam strategi ekspansi.

Hendra merekomendasikan saham PTRO dan DKFT, dengan target harga masing-masing Rp 17.800 dan Rp 200 per saham, karena kombinasi bisnis tambang dan infrastruktur PTRO serta stabilitas pengembangan sumber daya mineral DKFT.

Potensi Rebound Saham BUMN

HR1 22 Oct 2024 Kontan

Dampak positif dari pembentukan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap emiten BUMN. Erick Thohir kembali ditunjuk sebagai Menteri BUMN, didampingi oleh tiga Wakil Menteri, yang membawa sinyal positif untuk keberlanjutan program-program BUMN. Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai hal ini penting bagi restrukturisasi dan aksi korporasi emiten BUMN.

Sektor-sektor seperti infrastruktur, energi baru dan terbarukan, telekomunikasi, dan perbankan diprediksi mendapat sentimen positif dari program pemerintahan Prabowo, menurut Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas. Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas mengamati potensi saham BUMN untuk trading jangka pendek, sementara Raden Bagus Bima melihat peluang di sektor perumahan yang dapat menguntungkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). 

Arjun Ajwani dari Infovesta Kapital Advisori merekomendasikan saham BUMN di sektor perbankan dan energi, serta mencermati peluang IPO BUMN yang diharapkan dapat menyuntikkan daya tarik tambahan bagi pasar modal. Strategi buy on weakness pada saham seperti SMGR, PGEO, dan JSMR juga disarankan oleh Sukarno, mengingat prospek pertumbuhan emiten BUMN yang kuat dalam jangka panjang.