UMKM
( 689 )Perusahaan Australia Beli Produk UMKM
Nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Kota Kediri dengan Berdi Australia Pty Ltd ditandatangani. MoU ini sebagai komitmen untuk membeli produk UMKM yang diorganisir Kadin Kota Kediri senilai 500.484,95 dolar AS pada 2021 dan 2022.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan secara virtual disaksikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Command Center Balai Kota Kediri, Selasa (17/11).
Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh Konjen RI untuk Victoria dan Tasmania di Melbourne Australla, CEO Berdi Australia Pty Ltd, Caldera Coffee dan Bank BJB.
Keglatan ini diharapkan dapat menambah keberhasilan dari semua, khususnya Indonesia dan Australia dalam membukukan transaksi dagang dalam Trade Expo Indonesia pada 2020.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berterima kasih atas kerja sama penandatanganan MoU yang sudah terjadi. “Ini merupakan terobosan yang sangat baik dan sangat bagus karena kita mendekatkan UMKM yang ada di Kota Kediri ini atau di Indonesia ke dunia ekspor,” jelasnya.
Kontrak kerja sama business to business dari Kadin Kota Kediri dengan Diaspora Indonesia yang ada di Australla nilainya kurang lebih 500. 000 dolar AS.
Pemerintah Libatkan UMKM dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Kementerian Koperasi dan UKM RI melalui Deputi Produksi dan Pemasaran Koperasi dan UKM mengatakan, saat ini pemerintah melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pengadaan barang dan jasa Pemerintah.
Hal itu dikatakan Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Viktorya Simanungkalit didampingi Kabid Kelembagaan Diskop dan UKM Sumut Unggul Sitanggang dan Kabag Perencanaan Setdeputi Produksi dan Pasar Kemenkop UKM Fiko Silaen usai pembukaan Pelatihan Teknis Pelibatan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah di Hotel JW Marriot , Medan, Rabu (11/11).
Kemenkop mendorong, alokasi dana yang disediakan pemerintah Rp307 triliun itu benar-benar dapat diserap para pelaku UMKM. Tetapi memang ada tantangannya. Pertama, UMKM harus paham digital. Kedua, meningkatkan daya saing produknya, melalui standarisasi dan sertifikasi dan memiiki kontrak dengan pemerintah.
Dipaparkannya soal sosialisasi LKPP, saat ini Kemenkop telah melakukan di 5 provinsi se-Indonesia dan terakhir 2021 akan diadakan di Riau. “Ini semua untuk memberikan kesadaran khusus Dinas Koperasi agar dapat belanja kebutuhan dinas di UMKM. Baik itu dalam pengadaan barang dan jasa di bawah Rp 50 juta maupun LPSE dan ketalog untuk lelang- lelang oleh dinas,” ujamya.
8284 UMKM Diusulkan Dapat Bantuan
Sebanyak 8.284 UMKM di Kabupaten Balangan terdaftar untuk diusulkan mendapat Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM).
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Usaha Kecil/Mikro dan Perindustrian Kabupaten Balangan, Hairani, mengatakan data total UMKM yang mendaftar tersebut langsung diserahkan ke Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalsel.
“Datanya sudah kami kirim ke Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalsel sebanyak 8.284 UMKM, “ ucap Hairani, Minggu (15/11).
Pengumuman bantuan tersebut akan diberitahukan kepada pelaku UMKM melalui SMS atau situs web eform. bri. co.id/bpum. “Kemudian yang bersangkutan bisa menghubungi pihak BRI untuk pencairan, “ ujarnya.
Dana PEN Belum Maksimal Angkat UMKM
Kredit perbankan di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga September 2020 masih belum menggembirakan. Padahal, segmen ini merupakan fokus utama pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit UMKM per September masih turun 1,57% year on year (yoy). Namun secara bulanan sudah berhasil naik tipis 0,7%. Perdagangan besar dan eceran serta sektor industri pengolahan berkontribusi paling besar dari total kredit UMKM terkontraksi paling dalam pada September 2020 dibanding posisi Maret 2020 Masing-masing turun 13,9% dan 5% secara tahunan.
Bank Mandiri misalnya hanya mencatat pertumbuhan tipis kredit segmen kecil dan menengah (UKM) pada kuartal III-2020, yakni hanya naik 0,8% yoy menjadi Rp 52,3 triliun. Sedangkan segmen mikro masih turun 9% yoy menjadi Rp 117,4 triliun. Tapi dibandingkan kuartal sebelumnya sudah tumbuh 4,8%.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto mengaku, kredit segmen kecil dan menengah belum bisa tumbuh optimal karena keterbatasan ruang gerak bank untuk menggelar akuisisi baru karena permintaan kredit yang memang lesu.
Aquarius merinci, kredit segmen kecil dan menengah telah naik Rp 2,4 triliun dari posisi Juni 2020 dengan gross ekspansi periode Juli-September sebesar Rp 11,8 triliun. Dari gross ekspansi pada kuartal III itu, terdapat limit tambahan sebesar Rp 19,2 triliun, yakni 61% didukung dari program PEN.
Sementara UMKM di Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih tumbuh di atas industri. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari mengatakan, pertumbuhan itu ditopang oleh segmen mikro yang per September berhasil naik di atas 7,5% secara yoy.
Untuk mendorong kredit segmen mikro, BRI akan ekspansi selektif pada sektor-sektor ekonomi yang berprospek. Seperti sektor pangan, perdagangan terkait makanan dan minuman, serta sektor terkait industri kesehatan.
Bantuan UMKM Orientasi Ekspor Sebesar Rp 16 Miliar
Kementerian Perdagangan (Kemdag) terus berupaya mendorong upaya ekspor produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Upaya tersebut dilakukan dari sisi pembiayaan melalui trade financing. Adapun total bantuan pembiayaan yang diberikan kepada UKM berorientasi ekspor saat ini baru mencapai Rp 16,1 miliar.
“Kami ingin memajukan peningkatan ekspor bagi UKM, tapi untuk melakukannya diperlukan pembiayaan yang optimal,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kamis (5/11).
Dengan adanya bantuan pembiayaan ini pemerintah berharap tingkat produktivitas UMKM Indonesia meningkat. Selain itu diharapkan dapat mendorong UKM untuk naik kelas dan mampu bersaing dengan produk-produk ekspor dari negara lain di pasar tujuan.
Ekspor Indonesia pada periode Januari - September 2020 mengalami penurunan sebesar 5,81% dari periode yang sama tahun 2019 lalu. Total ekspor Indonesia pada periode tersebut tercatat US$ 117,19 miliar. Penurunan ekspor akibat pandemi ini coba disiasati dengan mendorong UKM yang jumlahnya 90% dari total pelaku usaha di Indonesia untuk ikut berkontribusi.
Udang UMKM Diekspor Ke Jepang
Udang tangkapan dan hasil budidaya dari tiga kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembudidaya udang tambak dari Kotabaru, Kalsel, resmi diekspor ke Jepang, Rabu (4/11). Pelepasan ekspor udang tersebut dilaksanakan berbarengan dengan peresmian Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor Bank Indonesia Kalsel (Pamor Baintan) secara virtual.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring mengatakan, pihaknya melakukan kurasi produk UMKM berpotensi ekspor untuk mendapatkan perluasan akses pasar khususnya pasar ekspor.
Total produksi udang yang berhasil diekspor dari ketiga kelompok pembudidaya tersebut pada 2019 mencapai 334,9ton atau senilai Rp 26,7 miliar. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189 ton atau Rp 15,1 miliar. Kendati demikian, 90 persen dari nilai.
Berdasarkan data ekspor udang dari Kalsel pada 2019, tercatat mencapai 14,74 juta US Dollar atau 1,06 persen dari ekspor udang nasional dan di 2020 sampai dengan Agustus sudah mencapai 8,80 juta US Dollar atau 0,88 persen dari ekspor udang nasional.
Selain sektor perikanan, potensi ekspor lainnya juga didorong melalui UMKM sektor kreatif, meliputi fashion, handycraft, aksesoris, dan makanan olahan.
Empat Pengusaha UMKM Tebingtinggi Masuk Pengusaha Binaan Pertamina
Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, MM menyampaikan apresiasi kepada Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) Tebing tinggi karena telah lulus seleksi dari Rumah Kemasan Pertamina pusat untuk dibina menjadi pengusaha binaan Pertamina untuk bersaing di kancah internasional nantinya.
“UMKM Tebingtinggi ada 4jenis dari 5 yang terpilih se-Sumut untuk dibina menjadi pengusaha binaan Pertamina,” ujar juru bicara Pemko Tebingtinggi Dedi Parulian Siagian, Rabu (4/11) saat di wawancarai SIB, di ruang kerjanya.
Dedi Siagian lebih lanjut mengatkan dari kurang lebih 900 pengusaha UMKM Indonesia yang masuk mendaftar telah terjaring 150 pengusaha UMKM dari seluruh indonesia dan dari Sumut terpilih pengusaha UMKM dan 4 pengusaha tersebut dari Kota Tebingtinggi.
“Adapun ke 4 pengusaha itu adalah Aumah Rajutan Fita, Tebing Batik Colection, E-craft Lukisan Kulit Telur, UD Karya Mandiri/Kue Nastar Rini, Saat ini mereka sedang mengikuti pembinaan dan pelatihan yang dilakukan Pertamina melalui rumah binaan BUMN Pertamina,” ucap Dedi P Siagian.
Udang UMKM Diekspor Ke Jepang
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring mengatakan, pihaknya melakukan kurasi produk UMKM berpotensi ekspor untuk mendapatkan perluasan akses pasar khususnya pasar ekspor.
Total produksi udang yang berhasil diekspor dari ketiga kelompok pembudidaya tersebut pada 2019 mencapai 334,9ton atau senilai Rp 26,7 miliar. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189ton atau Rp 15,1 miliar. Kendati demikian, 90 persen dari nilai. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189 ton atau Rp 15,1 miliar.
Berdasarkan data ekspor udang dari Kalsel pada 2019, tercatat mencapai 14,74 juta US Dollar atau 1,06 persen dari ekspor udang nasional dan di 2020 sampai dengan Agustus sudah mencapai 8,80 juta US Dollar atau 0,88 persen dari ekspor udang nasional. Selain sektor perikanan, potensi ekspor lainnya juga didorong melalui UMKM sektor kreatif, meliputi fashion, handycraft, aksesoris, dan makanan olahan.
Pacu UMKM di Masa Pandemi, Bunga KUR diharapkan di Bawah 6 persen
Dunia usaha di sektor usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) di daerah ini berharap agar suku bunga dasar kredit (SBDK) yang ideal bagi pengusaha harusnya satu digit, yakni dibawah 10 persen karena SBDK yang ditetapkan selama ini masih terbilang tinggi, sehingga pengusaha kita kalah bersaing dan sulit berkembang.
Ketua Kompartemen Bisnis Wilayah Barat Indonesia dari KADIN Pusat, Doddy Thaher SE MBA dan praktisi bisnis wisata dan perkebunan kopi Tobing Estate Maranti Tobing, secara terpisah menyebutkan besaran suku bunga bank, untuk nasabah KUR, ternyata masih sama dengan besaran SBDK di masa normal (sebelum pandemi) Covid-19) yaitu enam persen.
“Dengan alasan bantuan stimulus, terlebih di masa krisis ekonomi akibat dampak wabah Covid-19, memang banyak konsumen selaku nasabah UKM yang berharap bunga (SBDK) itu nol persen, dengan alasan semacam hibah seperti sifat BLT-BST. Tapi itu memang agak mustahil (nol persen) karena uang itu disalurkan bank. Kalau diminta agar bunganya bisa turun lagi menjadi 4 persen atau 3 persen, itu bisa dipertimbangkan dan perlu didukung,” ujar Doddy Thaher kepada SIB di Medan, melalui telepon seluler, Selasa (20/10).
Hal senada juga dicetuskan Maranti Tobing, besaran bunga pinjaman atau SBDK, khususnya untuk kalangan UMKM, harusnya langsung ditetapkan di bawah 6 persen pada masa pandemi saat ini. Dia mencontohkan paket kredit KUR-Brilian dari Bank NRI yang terkesan sengaja membuat gratis angka ‘6% ' sebagai besaran bunga KUR tersebut per tahunnya.
Kebijakan itu lain antara lain, mempermudah proses perizinan sehingga lebih murah dan lebih singkat, walaupun pada beberapa sektor UKM dinyatakan hapus dalam Omnibus Law atau UU Ciptaker yang baru disahkan. Kebijakan lainnya adalah mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan peran intermediasi dari kalangan Asosiasi UKM, menambah lembaga keuangan mikro dan lembaga pinjaman bagi UMKM, baik yang berbasis ekonomi kreatif maupun konvensional.
Pertamina Kembangkan Ratusan UMKM
PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus Kembali menyalurkan bantuan modal sebesar Rp 2,135 miliar melalui Program Kemitraan, kepada 25 UMKM Binaan yang berada di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selama 2020 Pertamina telah salurkan modal untuk 191 UMKM mitra binaan. Program Kemitraan (PK) merupakan program untuk meningkatkan kemampuan UMKM menjadi Mitra Binaan Pertamina agar menjadi Tangguh dan mandiri, sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan khususnya, maupun masyarakat Indonesia pada umumnya guna mendukung kegiatan Pertamina dan juga mitra bisnis.
Executive General Manager Pertamina Regional Jatimbalinus, CD Sasongko menyampaikan,”Dengan adanya bantuan akses permodalan ini, UMKM binaan Pertamina juga bisa mendapatkan pendampingan dan bimbingan dalam menylasati pengelolaan model usaha untuk menjadi lebih tangguh,” ujar Sasongko.
Pilihan Editor
-
Bantuan Donatur Diduga Disalahgunakan
18 Feb 2021 -
Cerutu Jatim Kian Diminati Pasar Luar Negeri
17 Feb 2021 -
Ciputra Ekspansi di Puncak Tidar Malang
16 Feb 2021









