Calon Mahasiswa Diajak Ikut Tanggung Jawab
Sebanyak 156.029 siswa lulusan SMA/ SMK sederajat tahun ini
diterima di seleksi jalur prestasi perguruan tinggi negeri. Mulai tahun ini,
calon mahasiswa yang dinyatakan lulus di jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi
atau SNBP harus memanfaatkan penerimaan ini jika tidak ingin terkena sanksi. Sanksinya
tidak bisa kuliah di perguruan tinggi negeri mana pun tahun ini. ”Di tahun
sebelumnya, sanksinya hanya tidak bisa ikut seleksi jalur tes. Mulai tahun 2024,
sanksinya tidak bisa ikut jalur tes ataupun jalur mandiri. Sistemnya sudah
dibuat demikian. Kebijakan ini untuk memberikan kesempatan supaya yang berhak
kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) tidak kosong.
Ini untuk kepentingan masyarakat juga,” kata Ketua Umum Tim
Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Ganefri di
acara Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SNBP Tahun 2024, di
Jakarta, Selasa (26/3). Zahra Noer Diyanah, siswa kelas XII SMA Negeri
Salatiga, Jateng, bahagia setelah diterima di kampus impiannya, Undip, Semarang.
Zahra yang berprestasi akademik cemerlang di Jurusan IPS ini mantap
mendaftarkan diri di Program Studi Ekonomi. ”Saya senang bisa lulus jalur prestasi.
Ini pilihan saya, pastinya saya akan kuliah dengan sungguh-sungguh,” kata
Zahra.
Kiki Efi Rezeki, orangtua Zahra, menyambut baik ketentuan di
jalur prestasi yang ingin memastikan peserta serius mengambil pilihannya. Saat anaknya
dinyatakan memenuhi syarat, pihak sekolah berkomunikasi dengan siswa dan
orangtua untuk memantapkan pilihan program studi dan PTN yang dituju. ”Saya
rasa bagus, ya, untuk mengajarkan anak bertanggung jawab dengan pilihannya. Di usia
SMA, kan, siswa yang masih remaja butuh bimbingan memilih. Saya merasa terbantu
dengan bantuan sekolah dalam memastikan siswa memanfaatkan jalur prestasi
sebaik-baiknya. (Yoga)
Polemik Anggaran Bantuan Sosial
Obat Jangka Pendek Bernama Bansos
Bantuan Sosial dalam Perlindungan Sosial
Permendag 36/2023 Berpotensi Ganggu Sektor Pariwisata
Papan Pemantauan Khusus Lindungi Kepentingan Investor
Pegadaian Proyeksikan Laba Tumbuh 30,77 %
Februari, Kredit Konsumer Tumbuh Melambat
Perbankan nasional telah mengucurkan kredit consumer
senilai Rp 2.017,6 triliun per Februari 2024, tumbuh 9,3 % secara year on year
(yoy). Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang
tumbuh 9,5 % (yoy). BI dalam data uang beredar mencatat, kredit konsumer
didorong oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 12,6 % (yoy)
dalam dua bulan pertama ini menjadi Rp 723,6 triliun dan kredit kendaraan bermotor
yang naik 12,7 % (yoy) menjadi Rp 135,3 triliun didukung momen Ramadhan dan
Idulfitri.
Kredit multi guna mengalami perlambatan dari
7,3 % (yoy) per Januari 2024, menjadi tumbuh 7,1 % (yoy) dengan nilai kredit Rp
1.158,8 triliun. “Kredit terutama didorong oleh perkembangan KPR, KKB dan kredit
multiguna,” ujar Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin
Haryanto, dikutip Selasa (26/3). (Yetede)
Sektor Residensial Topang Penjualan Indocement
Properti residensial menjadi tulang punggung
penjualan semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (Indocement) pada 2023, hal
serupa diprediksi terjadi tahun ini. “Residensial masih sangat penting untuk
Indocement, terlihat dari penjualan semen kantong kami pada 2023 yang porsinya
mirip dengan pasar nasional,” ujatr Christian Kartawijaya, Dirut PT Indocement
Tunggal Perkasa Tbk di Jakarta, baru-baru ini.
“Volume semen kantong Indocement 70 % dari
total penjualan. Kantong semen dimanfaatkan konsumen untuk pembangunan atau
renovasi sektor residensial,” kata Christian. Komposisi itu mirip dengan pasar
semen secara nasional. Karena itu, digulirkannya insentif PPN Ditanggung
Pemerintah (PPN DTP) bagi sektor property, dinilai akan berimbas positif
terhadap penjualan semen pada 2024. (Yetede)
Permintaan Minyak Sawit di Pasar ekspor Lesu
Permintaan minyak sawit di pasar ekspor masih lesu, indikasinya realisasi ekspor minyak sawit sebagai imbalan atas pemenuhan wajib pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO) minyak goreng untuk Januari dan Februari tahun ini lebih rendah dari persetujuan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini disebabkan penurunan pembelian dari negara imporir serta persaingan harga dengan minyak nabati lain.
Dalam laporan yang dikeluarkan Kemendag pada Januari 2024, persetujuan ekspor (PE) minyak sawit dan produk turunannya yang diterbitkan dalam kerangka DMO minyak goreng sebanyak 1.904.123 ton, namun realisasinya hanya 1.893.932 ton, sehinga berdampak pada DMO Januari 2024 di 212.116 ton (70 % target 300 ribu ton). Konsekuensinya masih terdapat hak ekspor 5,58 juta ton yang belum direalisasikan. (Yetede)









