Menanti Ujung Langkah Mengatasi Defisit Beras di NTT
NTT mengalami defisit beras cukup tinggi, 125.390 ton, pada
triwulan pertama tahun 2024 menurut data BPS. Pasokan lokal hanya mampu menutup
23 % kebutuhan. Akibatnya, butuh pasokan 70 % dari luar daerah, sedangkan 7 %
lainnya diadakan Bulog. Kondisi ini rawan terus terjadi di NTT. Hingga kini,
NTT tak pernah menjadi lumbung beras. Banyak hari tanpa hujan, kondisi tanah
tandus, serta minim sumber air menjadi penyebabnya. Belum lagi perilaku bercocok
tanam yang masih cenderung sekadar untuk kebutuhan keluarga. Rata-rata
produktivitas per hektar hanya 4,15 ton gabah kering giling (GKG), jauh di
bawah produktivitas Bali (6,21 ton) atau Jatim (5,72 ton).
Ironisnya, tingkat konsumsi beras di NTT cukup tinggi. Dalam
satu tahun, rata-rata orang NTT mengonsumsi 117,19 kg beras, termasuk tinggi di
Indonesia. Defisit beras itu ikut memicu harga beras kualitas medium naik dari
Rp 13.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg. Kepala Perwakilan BI NTT Agus Sistyo
Widjajati dalam acara buka puasa bersama media di Kota Kupang, Selasa (2/4)
mengatakan, upaya yang dilakukan BI bersama pemangku untuk mengatasi inflasi
beras, antara lain pasar, koordinasi antardaerah khusus penyuplai beras agar
membantu kelancaran distribusi ke NTT, serta mendorong gerakan menanam.
BI NTT juga mendorong anak muda produktif mengembangkan pangan
berbasis teknologi untuk bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan
perkebunan. Dorongan itu salah satunya dikerucutkan melalui kompetisi teknokreasi.
Pesertanya anak muda usia 17-22 tahun. ”Kami ingin menciptakan anak muda yang
punya jiwa kewirausahaan, terutama di bidang pangan. Kami ingin mereka punya
inovasi dan produktif. Sekarang ini petani, peternak, dan nelayan kebanyakan
sudah tua dan lulusan SD,” kata Agus. Sejumlah pihak menilai defisit beras di
NTT tak semata dapat diatasi dengan meningkatkan produktivitas. Salah satu upaya
yang pernah dilakukan adalah mendorong masyarakat mengonsumsi pangan beragam.
”Pangan bukan hanya beras,” kata Koordinator Program Voice
for Climate Action Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal (Pikul)
Dina Soro. Petani di NTT yang selama ini mengembangkan pertanian lahan kering
didorong untuk terus menerapkan sistem tumpang sari. Selain padi dan jagung,
teruslah menanam umbi-umbian dan pisang. Tanaman itu bisa bertahan kala terik atau
cocok dengan iklim di NTT. Terbukti, masyarakat suku Boti di Kabupaten Timor
Tengah Selatan selama bertahun-tahun mempraktikkan pangan beragam itu. Cadangan
makanan mereka selalu ada setiap waktu. Mereka tidak pernah kekurangan makanan
ketika warga daerah lain kelaparan. (Yoga)
HPP Sementara Gabah dan Beras Diberlakukan
Bapanas telah menetapkan harga pembelian pemerintah atau HPP
gabah kering panen di tingkat petani Rp 6.000 per kg dan beras Rp 11.000 per kg.
HPP itu berlaku sementara, pada 3 April-30 Juni 2024. Kebijakan itu tertuang
dalam Keputusan Kepala Bapanas No 167 Tahun 2024 tentang Fleksibilitas Harga
Pembelian Gabah dan Beras dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Beras
Pemerintah (CBP). Ketentuan itu juga mengatur HPP gabah kering giling (GKG),
yakni Rp 7.400 per kg. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Rabu (3/4) malam, mengatakan,
dengan ketentuan itu, pemerintah memberikan fleksibilitas HPP gabah kering
panen (GKP), GKG, dan beras.
Tujuannya agar harga gabah petani tidak jatuh dan Perum Bulog
bisa menyerap gabah untuk cadangan beras pemerintah. HPP gabah dan beras itu
hanya berlaku sementara, yakni pada 3 April-30 Juni 2024. ”Untuk HPP tetap,
kami juga sedang membahasnya secara paralel,” ujar Arief ketika dihubungi dari
Jakarta. Arief menambahkan, fleksibilitas HPP ini perlu diterapkan agar dapat
terus menjaga harga yang baik dan wajar di tingkat produsen serta menimbang
rata-rata harga di pasar dan konsumen. Sembari itu, pemerintah melalui Bulog
juga bisa menambah cadangan beras pemerintah melalui serapan gabah dan beras
dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor. (Yoga)
Pahit-Manis Meroketnya Harga Kakao
Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) melaporkan
bahwa pencinta cokelat di seluruh dunia sedang terpukul oleh kelangkaan kakao
yang sebagian disebabkan oleh krisis iklim. Cuaca ekstrem dan perubahan pola iklim
telah mengganggu hasil panen, yang diperkirakan menurun selama tiga tahun berturut-turut,
sehingga memperketat pasokan global dan menaikkan harga. Harga kakao melonjak 136
% antara Juli 2022 dan Februari 2024. Harga biji kakao di pasar komoditas berjangka
telah melampaui 10.000 USD per ton untuk pertama kali pada 26 Maret 2024. Per
Selasa (2/4) kakao sudah diperdagangkan di harga 10.294 USD per ton. Harga saat
ini sudah tiga kali lipat dibandingkan rata-rata harga kakao global pada 2023
yang ada di kisaran 3.000 USD per ton.
Organisasi Kakao Internasional memperkirakan dunia mengalami
kekurangan pasokan kakao 374.000 ton pada musim 2023-2024 dibandingkan dengan
74.000 ton pada musim sebelumnya. Kelangkaan dan kenaikan harga kakao dunia
justru menguntungkan Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia
setelah Pantai Gading dan Ghana. Ketua Asosiasi Petani Kakao Arif Zamroni
mengatakan, El Nino yang melanda Indonesia tahun lalu dan memicu kekeringan
ekstrem sebenarnya juga menyebabkan penurunan produksi kakao di dalam negeri.
Namun, tidak sampai mengakibatkan gagal panen parah seperti di Afrika. Data BPS
menunjukkan, Indonesia memproduksi biji kakao sebanyak 641.700 ton sepanjang 2023,
turun 1,36 % dibanding tahun sebelumnya.
Volume yang mencapai 10 % total produksi kakao dunia tersebut
kini menjadi rebutan negara lain yang tidak cukup mengimpor kakao dari Afrika.
Permintaan tinggi dan kenaikan harga dinikmati petani kakao di Tanah Air. Saat
ini, harga biji kakao di tingkat petani bisa mencapai di atas Rp 85.000 per kg
dibanding tahun lalu yang hanya Rp 25.000-Rp 35.000 per kg. ”Petani yang punya
pohon dan terawat jadi dapat berkah. Bagi teman-teman yang punya pohon, tapi
enggak terawat pasti nyesel, apalagi yang nebang pohon diganti komoditas lain,
karena ini harga tertinggi kakao dalam sejarah,” ungkap Arif saat dihubungi
Kompas, Selasa (2/4). (Yoga)
Lonjakan Permintaan BBM Diantisipasi
Permintaan BBM jenis gasolin, seperti pertalite dan pertamax,
pada masa Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat 11 % dibandingkan periode
normal. Antisipasi dilakukan dengan memastikan ketahanan stok hingga di atas 20
hari. Di samping itu, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) juga
disiagakan meski jumlahnya masih terbatas. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak
dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati dalam konferensi pers Ramadhan dan Idul
Fitri 2024 di Jakarta, Rabu (3/4) mengatakan, pihaknya beserta PT Pertamina
(Persero) dan sejumlah badan usaha lain menyiagakan 115 terminal BBM, 7.400
stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), dan 71 depot pengisian pesawat
udara.
”Juga menyiagakan fasilitas-fasilitas tambahan di sejumlah wilayah
dengan permintaan tinggi. Secara umum, stok BBM aman, dengan ketahanan stok di
atas 20 hari. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya (Lebaran tahun-tahun sebelumnya) yang
17-18 hari,” kata Erika. Menurut proyeksi penjualan atau penyaluran BBM selama masa
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, gasolin (bensin) terjadi kenaikan 11 %, gasoil
(solar) turun 15 %, dan avtur naik 1,3 %.
Lebih rinci lagi, menurut data Pertamina, pada BBM jenis
gasolin, penyaluran pertalite (jenis BBM dengan konsumsi terbesar) naik 10,2 %,
pertamax naik 15 %, dan turbo 6,3 %. Erika menambahkan, proyeksi peningkatan
permintaan pada masa Lebaran sudah masuk dalam perhitungan alokasi BBM
subsidi/kompensasi hingga akhir tahun. Sebelumnya, BPH Migas menetapkan kuota
pertalite pada 2024 sebanyak 31,7 juta kiloliter atau lebih rendah dari
realisasi pada 2023 di 32,5 juta kiloliter. (Yoga)
Manipulasi Kapal Angkutan Dorong Revisi UU Pelayaran
Revisi UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran mendapat
dukungan dari pelaku usaha. Salah satu isu pokok dalam revisi itu adalah
penguatan asas Cabotage. Muncul indikasi, masih banyak praktik manipulasi kapal
pengangkutan niaga dalam negeri yang sebenarnya dimiliki asing. Lahirnya
prinsip asas Cabotage tertuang di dalam UU No 17/2008 Pasal 8, yakni kegiatan angkutan
laut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan
menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki oleh awak kapal
berkewarganegaraan Indonesia. Kapal asing dilarang mengangkut penumpang dan/atau
barang antarpulau atau antarpelabuhan di wilayah perairan Indonesia.
Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PDI-P Lasarus mengemukakan,
perubahan UU No 17/2008 tentang Pelayaran telah diusulkan dalam program
legislasi nasional. Terdapat empat isu pokok revisi, antara lain penguatan asas
Cabotage untuk meningkatkan kinerja sektor industri pelayaran, perbankan, asuransi,
pelabuhan, ketenagakerjaan, perdagangan, logistik dan tenaga kerja. Penguatan
asas Cabotage diperlukan untuk mengatasi praktik manipulasi usaha kapal angkutan
niaga yang sebenarnya tidak dilakukan oleh pengusaha dalam negeri. Kepemilikan
kapal angkutan niaga oleh perusahaan dalam negeri ditentukan sekurang-kurangnya
51 % dan sisanya boleh dimiliki asing.
Namun, dalam praktiknya masih banyak terjadi pinjam nama
(nominee) perusahaan angkutan dalam negeri. Dengan demikian, banyak kapal
berbendera Indonesia yang sebenarnya dimiliki asing. “Praktik manipulasi ini
mau kita hapuskan dengan revisi UU Pelayaran. Penegakan asas Cabotage dalam
angkutan logistik diperlukan untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pengusaha
dalam negeri dan kedaulatan negara. Selama kita mampu, buat apa dikasih kepada
pengusaha luar,” kata Lasarus dalam Rapat Dengar Pendapat Umum terkait
Perubahan atas UU No 17/2008 yang digelar hibrida, di Jakarta, Rabu (3/4). (Yoga)
Industri Pupuk Berharap Harga Gas Tidak Dinaikkan
Produksi beras nasional berpotensi turun hingga 2 juta ton
pada 2025 jika terjadi kenaikan harga pupuk yang dipicu oleh kenaikan harga gas.
Kenaikan harga pupuk ini bisa terjadi jika PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak
lagi mendapat harga gas berdasarkan kebijakan harga gas bumi tertentu atau HGBT
yang belum jelas kelanjutannya tahun depan. Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad
Pribadi menjelaskan, setiap kenaikan harga pupuk Rp 1.000 per kg bisa memicu penurunan
pemakaian oleh petani pada pupuk jenis urea hingga 13 % dan NPK hingga 14 %.
Padahal, pemupukan memberi unsur hara nitrogen sebesar 56 %
terhadap produktivitas pertanian. Menurunnya unsur kimia yang dibutuhkan
tanaman padi berpotensi akan menurunkan produktivitas beras nasional. Artinya,
setiap kenaikan harga pupuk Rp 1.000 per kg bisa menurunkan produksi beras 7 %.
Jika produksi beras nasional per tahun 33 juta ton, kenaikan harga gas bisa menurunkan
produksi beras hingga 2 juta ton. ”Ini (penurunan produksi beras hingga 2 juta
ton) jumlah yang sama dengan volume impor beras,” ujar Rahmad dalam Rapat
Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM dan PT
Pupuk Indonesia (Persero), di Jakarta, Rabu (3/4).
Kondisi tersebut bisa terjadi tahun depan jika Pupuk
Indonesia tidak lagi mendapatkan harga gas yang lebih murah sesuai kebijakan
HGBT. Dengan HGBT, pihaknya mendapatkan harga gas 6 USD per juta metrik british
thermal unit (MMBTU). Jika tanpa HGBT, harga gas bisa mencapai 12 USD per MMBTU.
Biaya gas mencapai 71 % dari keseluruhan ongkos produksi pupuk urea dan 5 % ongkos
produksi pupuk NPK. Mengingat besarnya komponen harga gas terhadap biaya
produksi, pihaknya berharap HGBT untuk industri pupuk pada 2025 bisa
mendapatkan kepastian secepatnya dan harganya tidak dinaikkan. (Yoga)
Kemendikbudristek Didesak Mengevaluasi Program ”Ferienjob”
Komisi X DPR mendesak Kemendikbudristek mengevaluasi program
ferienjob di Jerman yang mengeksploitasi mahasiswa asal Indonesia. Meskipun
program ini telah dihentikan, evaluasi tetap dibutuhkan karena program kerja paruh
waktu saat musim libur itu telah menimbulkan berbagai kerugian. Wakil Ketua
Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya meminta
Kemendikbudristek mengidentifikasi permasalahan program magang atau kerja paruh
waktu di luar negeri yang terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sosialisasi
program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga perlu diintensifkan agar
tidak disalahgunakan untuk menarik minat mahasiswa mengikuti kerja paruh waktu
di luar negeri.
Kemendikbudristek telah menegaskan, ferienjob bukan bagian
dari MBKM. Sebab, ferienjob biasanya meliputi kerja-kerja fisik saat libur
kuliah. Sementara program magang dalam MBKM harus berkaitan dengan pembelajaran
yang meningkatkan kompetensi serta berkontribusi pada nilai akademik mahasiswa.
”Komisi X DPR mendesak Kemendikbudristek mengevaluasi kegiatan mahasiswa dan
perguruan tinggi yang mengikuti ferienjob, khususnya terkait permasalahan dugaan
TPPO terhadap mahasiswa Indonesia yang magang di luar negeri,” ujarnya saat rapat
kerja dengan Kemendikbudristek di Kompleks Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (3/4).
Permasalahan program ferienjob muncul saat sejumlah mahasiswa
Indonesia dijanjikan kerja magang di Jerman, tetapi justru menjadi korban eksploitasi.
Bareskrim Polri mengungkap dugaan kasus perdagangan orang terkait program magang
ini. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka (Kompas, 26/3/2024). Hasil
penyelidikan Polri, program ini dijalankan 33 perguruan tinggi di Tanah Air
dengan total peserta 1.047 orang. Menurut Agustina, perlu identifikasi lebih
lanjut untuk memastikan masalah yang ditimbulkan program ferienjob itu dapat
dikategorikan TPPO atau bukan. Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta
Kemendikbudristek berkoordinasi dengan Polri. (Yoga)
Orang Kaya Rusia Makin Sejahtera
Setelah terkena sanksi Barat, Rusia tak lantas runtuh. Jalanan
Moskwa dan Sochi menjadi saksi saat mobil-mobil mewah produk Eropa justru
memadatinya, seolah menggusur Lada, merek lokal yang puluhan tahun mendominasi
setiap jengkal aspal negeri itu. Merujuk majalah Forbes, Selasa (2/4) kekayaan
konglomerat Rusia justru bertambah 72 miliar USD atau Rp 1,1 kuadriliun dalam
setahun terakhir. Jika digabungkan, kekayaan kolektif orang-orang terkaya di
Rusia menjadi 577 miliar USD atau Rp 9,2 kuadriliun. Kekayaan mereka bertambah
karena memasok logam, bahan kimia, dan aneka kebutuhan militer untuk perang di
Ukraina.
Di Rusia, status orang terkaya dipegang Vagit Alekperov dengan
kekayaan 28,6 miliar USD. Ia merupakan mantan Dirut Lukoil, raksasa minyak
Rusia. Ia juga menempati peringkat ke-59 daftar orang terkaya sedunia. Alekperov
dan banyak konglomerat Rusia menikmati hasil kenaikan harga komoditas di tengah
serbuan Rusia ke Ukraina. Aneka sanksi Barat pada Rusia ternyata tidak berdampak
pada mereka. Setahun sebelum Rusia menyerbu Ukraina, Forbes mencatat akumulasi
kekayaan konglomerat Rusia bernilai 606 miliar USD. Para miliarder itu pernah
disebut akan kehilangan banyak aset seiring sanksi Barat pada Rusia.
Memang ada penurunan drastis aset miliarder Rusia pada 2022.
Akumulasi kekayaan mereka menjadi 353 miliar USD saja. Setahun setelah perang,
Rusia beradaptasi dan pulih. Alekperov salah satu bukti pemulihan itu. Dari
20,5 miliar USD pada 2022, kekayaannya bertambah 8,1 miliar USD sepanjang 2023.
Memang, tidak semua miliarder Rusia bertambah kekayaannya. Raja pupuk Rusia, Andrei
Melnichenko, kehilangan kekayaan 4,1 miliar USD sepanjang tahun lalu. Kini, kekayaannya
tinggal 21,1 miliar USD. Pupuk adalah salah satu komoditas Rusia yang diembargo
Barat. Ekspor pupuk Rusia terhambat dan berdampak pada orang seperti
Melnichenko. Kekayaan Rusia tidak hanya minyak dan gas bumi. Rusia juga punya
banyak sumber daya lain.
Karena itu, Putin berulang kali sesumbar bahwa sanksi Barat
tidak akan mampu menekan perekonomian Rusia. Buktinya, pertumbuhan ekonomi
Rusia tetap baik, terutama ditopang produksi persenjataan. Dana Moneter
Internasional menaksir PDB Rusia akan tumbuh 2,6 % pada 2024. Keligatan orang
Rusia menyiasati sanksi ditunjukkan oleh daftar konglomerat versi Forbes. Ada
nama-nama baru dan sebagian nama lama yang melejit kekayaannya. Resep lonjakan
itu adalah pengambilalihan bisnis Barat. Sanksi membuat sejumlah perusahaan
asing meninggalkan bisnisnya di Rusia. Banyak bisnis itu dijual murah kepada orang
Rusia. Padahal, potensi pendapatannya tetap sama. Bisnis makanan, farmasi, hingga
bahan bangunan ditinggal pebisnis asing. Pebisnis Rusia mengambil alih, lalu
mendapat untung dari transaksi itu. (Yoga)
Kapal Selam Scorpène Asal Perancis Dibangun di Indonesia
Naval Group, produsen kapal selam asal Perancis, dan PT PAL Indonesia
menandatangani kontrak kerja sama dengan Kemenhan untuk pembelian dua kapal
selam Scorpène. Kapal selam konvensional tersebut telah dilengkapi dengan teknologi
baterai lithium-ion atau LiB. Melalui akun resminya di X, Naval Group menyebut,
kapal selam Scorpène akan dibangun di Indonesia melalui mekanisme transfer
teknologi dari Naval Group. ”Untuk memperkuat kapabilitas TNI AL,” demikian disebutkan
di akunnya, Selasa (2/4). Dalam keterangan pers, PT PAL Indonesia juga menyatakan,
penandatanganan kontrak itu dilakukan untuk pembelian dua kapal selam Scorpène Evolved
Full LiB.
Kedua kapal selam tersebut akan dibangun di galangan kapal PT
PAL Indonesia melalui mekanisme transfer teknologi dengan memanfaatkan aset
produksi yang dimiliki PT PAL Indonesia. Presdir PT PAL Indonesia Kaharuddin
Djenod mengatakan, kontrak tersebut merupakan komitmen dan kepercayaan yang
tinggi dari Pemerintah Indonesia terhadap kemampuan rekayasa anak bangsa dalam
memajukan teknologi pertahanan, khususnya teknologi kapal selam. Untuk mewujudkan
kemandirian industri pertahanan, pemerintah mendukung dengan memberikan
penyertaan modal negara (PMN) kepada PT PAL Indonesia. ”Ke depan, Indonesia
diharapkan mampu menguasai teknologi kapal selam,” katanya. (Yoga)
Mudik Lebih Awal Hindari Harga Tiket Pesawat yang Meroket
Penumpang memilih mudik lebih awal untuk menghindari harga
tiket pesawat yang meroket di puncak arus mudik. Tahun ini, jumlah penumpang
angkutan udara diperkirakan meningkat 10-11 %. Peningkatan arus mudik terlihat
di Bandara Internasional Yogyakarta, Rabu (3/4). Bandara itu mulai dipenuhi
masyarakat yang mudik lebih awal. Sejumlah pemudik tampak ramai di ruang tunggu.
”Harga tiket Yogyakarta-Samarinda untuk keberangkatan hari ini Rp 1,4 juta.
Meskipun tergolong mahal, tetapi masih lebih murah dibanding keberangkatan
Sabtu (6/4) yang tembus Rp 1,7 juta,” ujar Fandi (28), mahasiswa UGM, di
Bandara Yogyakarta. Kemenhub memperkirakan arus mudik dimulai hari Rabu (3/4).
Sebagian masyarakat mulai berangkat ke kampung halaman mengawali mudiknya pada
H-7 Lebaran.
PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, yang membawahkan Bandara
Yogyakarta, memperkirakan jumlah penumpang arus mudik di bandara itu naik 11 %
dibanding tahun lalu. Total penumpang pada periode mudik ini diperkirakan
262.767 orang atau rata-rata 13.000 penumpang per hari. ”Kami membuka posko Lebaran
selama 16 hari pada 3-18 April. Rata-rata jumlah penumpang hingga kemarin masih
sekitar 10.000 orang per hari, belum menunjukkan kenaikan,” kata Stakeholder Relation
Manager Bandara Yogyakarta Ike Yutiane. Puncak arus mudik angkutan udara
diproyeksikan terjadi pada H-4 Lebaran, Sabtu (6/4). Sebanyak 15.915 orang
hingga 16.666 orang akan terbang melalui Bandara Yogyakarta. (Yoga)









