;

HET Sementara Beras Medium dan Premium Diperpanjang

Yoga 03 Jun 2024 Kompas

Pemerintah melalui Bapanas belum menetapkan harga eceran tertinggi atau HET beras medium dan premium baru. Pemerintah justru memperpanjang HET sementara kedua jenis beras itu di tingkat eceran hingga terbitnya regulasi HET baru, yang diatur dalam SK Kepala Bapanas No 160/TS.02.02/K/5/2024 tentang Perpanjangan Relaksasi HET Beras Premium dan Medium, menggantikan SK Kepala Bapanas No 134/TS.02.02/K/4/2024 tentang Relaksasi HET Beras Medium dan Premium. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Sabtu (1/6) mengatakan, HET sementara beras medium masih sama, yakni Rp 12.500-Rp 13.500 per kg bergantung zonasi. Begitu juga beras premium yang HET sementaranya ditetapkanRp 14.900-Rp 15.800 per kg bergantung zonasi.

”Perpanjangan relaksasi HET kedua jenis beras itu berlaku per 1 Juni 2024 hingga terbitnya peraturan Bapanas pengganti Peraturan Bapanas No 7 Tahun 2023 tentang HET Beras,” ujarnya melalui pesan singkat. Dalam SK terbaru tersebut, Bapanas menjelaskan perpanjangan relaksasi HET beras medium dan premium diperlukan untuk menjaga stabilisasi harga dan stok kedua jenis beras itu di pasar tradisional dan ritel modern. Bapanas juga meminta kepada Satgas Pangan Polri mengawasi penerapan regulasi itu secara berkala. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, per 1 Juni 2024 pukul 19.15, harga rerata nasional beras medium di tingkat eceran sebesar Rp 13.430 per kg, naik Rp 40 per kg atau 0,3 % dibanding dengan hari berakhirnya kebijakan relaksasi HET beras. Harga rata-rata nasional beras premium di tingkat eceran Rp 15.400 per kg, naik Rp 40 atau 0,26 % dibanding dengan hari sebelumnya. (Yoga)


Stan UMKM di Lapangan Banteng

Yoga 03 Jun 2024 Kompas

Para pengunjung terlihat berburu beragam aksesori di stan-stan UMKM dalam sebuah acara di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6/2024). Menurut panitia, acara tersebut diadakan untuk mengajak warga Jakarta untuk mendukung ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Dan ternyata sangat diminati, terlihat dari banyaknya stan yang tampil dan banyaknya pengunjung yang memadati masing-masing stan. (Yoga)

Tapera, untuk Siapa?

Yoga 03 Jun 2024 Kompas

Program Tapera yang baru diluncurkan pemerintah menuai polemik publik. Ada yang khawatir dikorupsi, ataupun kecemasan menjadi beban baru bagi pekerja dan pengusaha. Berikut petikan respons warga terhadap Tapera. “Kebijakan sebaiknya bersifat optional, tidak digeneralisasi. Pekerja yang ikut iuran Tapera adalah mereka yang belum memiliki rumah atau berencana memiliki rumah. Pekerja yang sudah memiliki rumah atau sedang mencicil rumah, sebaiknya tidak usah ikut Tapera. Ini juga menjadi beban baru bagi perusahaan karena ada extracost yang harus dikeluarkan. Belum tentu perusahaan menyanggupi, apalagi bila jumlah pegawainya mencapai ratusan atau ribuan orang,” ujar Diana Dewi, Ketua Umum Kadin Jakarta

Bernardus Rikho Pranowo (28) Kontraktor di Jakarta, khawatir harga rumah makin tidak terkontrol dengan program ini. Percuma jika harga rumah meningkat tetapi limit kredit pembiayaan zona satu hanya Rp 150 juta. Rakyat harus mencicil kekurangan dana, sedangkan uangnya tak dapat mencukupi cicilan. Di sisi lain, masyarakat masih sangat dikecewakan kasus korupsi seperti Jiwasraya, Taspen, dan Asabri, wajar apabila masyarakat khawatir Tapera akan menjadi ”ladang” korupsi baru. Olivia Agata Mananohas (25) Pekerja swasta di Surabaya, tidak setuju dengan pungutan 3 % dalam program Tapera. Skema pemotongan gaji perlu mempertimbangkan mereka yang berpenghasilan rendah mengingat kebutuhan setiap pekerja berbeda. Efektivitas program ini juga perlu dipertanyakan. Sebab, sejarah program sejenis di Indonesia  menunjukkan birokrasi dan korupsi yang menghambat realisasi manfaat bagi masyarakat. Mengurus upah minum saja masih minus, ini malah wajib iuran Tapera. (Yoga)


Data Ribuan Penerima Bansos Dicoret

Yoga 03 Jun 2024 Kompas

Dinas Sosial DKI Jakarta menyisir dan memadankan data penerima bansos yang sudah ada dan calon penerima bansos pemenuhan kebutuhan dasar. Dari proses tersebut, 194.067 warga dinilai layak, sedang 25.185 warga lainnya dinilai tak layak menerima bansos. Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta menargetkan 219.252 warga sebagai penerima bansos pemenuhan kebutuhan dasar pada 2024. Bansos ini terdiri dari Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ). Proses tersebut dimulai dengan memadankan data 63.698 penerima bansos yang sudah ada dan 155.554 calon penerima bansos dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) berstatus layak pada sistem Kemensos.

Pemadanan berlanjut dengan data kependudukan Kemendagri guna mendapat status meninggal dan pindah ke luar DKI Jakarta. Sesudah itu, data dipadankan dengan data Bapeda DKI Jakarta untuk mengetahui kepemilikan aset, seperti mobil dan nilai jual obyek pajak (NJOP) di atas Rp 1 miliar. Terakhir, data penerima bansos ini dipadankan lagi dengan data warga binaan sosial (WBS) panti sosial dan data registrasi sosial ekonomi (regsosek) untuk mendapatkan status peringkat kesejahteraan dalam bentuk desil.”Sebelum menetapkan penerima bansos, kami memadankan data. Lalu memverifikasi dan memvalidasinya ke lapangan. Salah satunya memastikan bahwa penerima bansos adalah warga DKI Jakarta dan berdomisili di Jakarta,” kata Kadis Sosial Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari, Minggu (2/6). (Yoga)


BAIC dan Mobil China yang Semakin Mendunia

Yoga 03 Jun 2024 Kompas

Berbagai jenis jenama mobil China saling berlomba dalam kompetisi ini, salah satunya BAIC dari Beijing. Berdasar data International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA), China mulai menguasai pasar otomotif, khususnya mobil penumpang, sejak 2009, dimana China mulai menggeser dominasi Jepang dengan memproduksi 10,4 juta unit atau 21,7 % dari total 47,8 juta unit mobil secara global. Seiring berjalan waktu, China semakin menguasai pasar global. Tahun 2023, China berhasil menjual 26 juta kendaraan penumpang, setara 39,9 % dari total 65,3 juta unit penjualan mobil secara global. Besarnya jumlah penjualan mobil buatan China tidak lepas dari banyaknya jumlah jenama mobil produksi China.

Hingga awal 2024 tercatat ada 80 jenama mobil buatan negeri ”Tirai Bambu” tersebut. Mulai dari BYD, Geely Automobile, Wuling Motors, Chang’an, Chery, Hongmeng Zhixing, Red Flag, Ideal, GACAian, Jietu, Harvard, Tank, hingga BAIC. BAIC atau Beijing Automotive Group sebentar lagi akan menghiasi pasar mobil Indonesia sekaligus menambah pilihan mobil China yang sebelumnya telah hadir di Indonesia. BAIC akan membawa dua model mobil, yaitu BAIC BJ40 plus yang berkemampuan off-road dan kendaraan SUV medium BAIC X55-II, yang akan resmi diluncurkan di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Juli 2024.

Kepala Divisi Desainer BAIC Vitali menjelaskan, terkait cepatnya perkembangan tren model mobil listrik, BAIC memiliki strategi agar setiap desain yang dikeluarkan selalu terlihat segar bagi calon konsumen. Dalam kurun waktu 1 hingga 2 tahun pasca peluncuran sebuah mobil, BAIC akan melakukan facelift. Kemudian pada tahun ke-3 hingga ke-5 dilakukan perubahan besar dan setelah 5-6 tahun dibuat model generasi berikutnya. Vitali menyebutkan, desain mobil-mobil BAIC merupakan100 % buatan sendiri. BAIC sejak 1958 mengembangkan mobil sedan pertama di China dengan nama Jinggangshan hingga kini menjadi top lima grup perusahaan otomotif terbesar di China.

Di pasar lokal, produk grup BAIC banyak mengisi kendaraan transportasi umum di Beijing, salah satunya mobil listrik jenis sedan model EU5 Plus untuk Taksi dan bus perkotaan buatan grup BAIC dengan subjenama Foton. Di pasar global, Vice General Manager Grup BAIC Chen Wei menyebutkan, produk BAIC sudah tersedia di 49 negara. Di pasar Asia Tenggara ada di Mlaysia, Kamboja, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Filipina, dan Myanmar. Nilai penjualannya juga terus mengalami peningkatan. Tahun 2023, terjadi peningkatan secara tahun ke tahun, nilai ekspor untuk mobil komersial ataupun mobil penumpang BAIC sebesar 75 %. (Yoga)


PLTN Modular Kecil Bisakah di Indonesia

Yuniati Turjandini 03 Jun 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah Federal Rusia mengklaim menjadi pionir dalam pengembangan flooting nuclear power plant (FNPP) berdaya rendah. Pembangkit ini menggunakan reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR) dengan kapasitas daya hingga 300 megawatt (MW). Apakah Indonesia bisa mengadopsi teknologi ini? Investor Daily berkesempatan meninjau langsung pembangkit nuklir yang ada di Rusia. Di negara itu, solusi pemenuhan energi berkelanjutan itu melalui FNPP atau PLTN terapung. FNPP pertama di dunia beroperasi di Pevek pada Mei 2020. FNPP ini dimiliki dan dioperasikan Rosatom yang merupakan BUMN nuklir Pemerintah Federasi Rusia. Pevek merupakan wilayah terpencil (remote area) paling utara Rusia, bagian dari sabuk Arktik. FNPP bernama Akademik Lomonosov itu memiliki dua reaktor dengan kapasitas masing-masing 30 MW. (Yetede)

Kemenperin dan Kemendag Kembali Bersitegang

Yuniati Turjandini 03 Jun 2024 Investor Daily (H)
Kemenperin Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali bersitegang terkait regulasi impor barang. Kali ini kedua kementerian itu silang pendapat  terkait tertahannya  impor bahan peledak PT Pindad di pelabuhan. Sebelumnya, Kemendag menuding Kemenperin  biang keladi tertahannya ribuan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Adapun dalam kasus terakhir, Kemendag menilai, penerbitan persetujuan impor (PI) bahan peledak Pindad sulit dikeluarkan, karena Kemenperin lelet menerbitkan peraturan teknis, basisnya dirilisnya PI. Sontak, Kemenperin langsung merespons tuduhan itu. Intinya peraturan teknis impor bahan peledak bukan dikeluarkan Kemenperin, melainkan kementerian lain. (Yetede)

Bahas Perdamaian, Prabowo Bertemu Presiden Ukraina

Yuniati Turjandini 03 Jun 2024 Investor Daily (H)
Menteri Pertahanan Probowo Subianto bertemu dengan Presiden Ukraina H.E Volodymyr Zalesnky membahas pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional. "Salam hangat dan apresiasi kepada Presiden Ukraina atas inisiatif pertemuan hari ini, khusus untuk membahas pertahanan," ujar Prabowo. Pertemuan dua negara bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan mengatasi isu global yang mendesak. Dalam pertemuan yang berlangsung hari Sabtu (1/6/2024) itu, kedua belah pihak menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional di tengah terjadinya sejumlah konflik, tantangan keamanan global dan regional, serta ancaman terorisme. (Yetede)                           

Simpanan Kelas Kakap Tumbuh 10,6%

Yuniati Turjandini 03 Jun 2024 Investor Daily
Industri perbankan dalam empat pertama tahun ini telah menghimpun simpanan sebesar Rp8.703 triliun, tumbuh 8% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut didukung  oleh simpanan dengan tiering nominal di atas Rp 5 miliar yang meningkat 10,6% (yoy) per April 2024 menjadi Rp 4.691 triliun.  Sementara itu, simpanan tiering Rp 6,6% (yoy) menjadi Rp 690 triliun per April 2024. Berikutnya simpanan tiering Rp 1-2 miliar sebesar Rp 252 triliun meningkat 6,2% (yoy). Untuk tiering Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 mlar naik 6,1% (yoy) dengan nilai Rp 600 triliun. "Simpanan di atas Rp 2 miliar itu tumbuhnya makin kencang. Ini bisa baik bisa buruk juga, artinya orang kaya makin banyak, mereka wait and see ini yang kami fokus ke depan seperti apa tabungan bawahnya," ungkap Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, akhir pekan lalu. (Yetede)

BSI Dorong UMKM Naik Kelas

Yuniati Turjandini 03 Jun 2024 Investor Daily

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengajak sebanyak 18 UMKM binaan untuk ikut serta dalam ajang Jelajah Kuliner Nusantara gagasan Kementerian BUMN di Kota Medan, Sumatera Utara. Hal ini sebagai salah satu wujud komitmen perseroan untuk mendorong UMKM nasional naik kelas. Regional CEO BSI Region 2 Medan Affan Mawardi mengatakan, segmen ritel merupakan salah satu penyokong  pertumbuhan bisnis di BSI, terutama dari segmen konsumer  dan UMKM.

Melalui gelaran Jelajah Kuliner  Nusantara kali ini, BSI berupaya secara maksimal untuk dapat memajukan UMKM sehingga semakin berkembang dan berdaya saing, serta dapat meningkatkan level usahanya. Adapun, Jelajah Kuliner Nusantara kali ini digelar pada 31 Mei hingga 2 Juni 2024 serta diikuti oleh para pelaku UMKM dari bidang kuliner. "UMKM sudah lama diketahui sebagai salah satu penopang perekonomian nasional. Kami serius untuk mengangkat UMKM naik kelas dengan strategi yang tepat," ungkap Affan, akhir pekan lalu. (Yetede)

Pilihan Editor