;

Penguatan Tajam Rupiah

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Investor Daily (H)
Pasar finansial domestik menggeliat memasuki Agustus 2024,  ditopang penguatan tajam rupiah, seiring makin dekatnya eksekusi penurunan suku bunga acuan global. Hingga akhir tahun ini rupiah bisa bertengger di level Rp 15.000 per dolar AS. Kemarin, nilai tukar rupiah menguat 0,98% menjadi Rp 15.675 per dolar AS, meneruskan tren dalam tiga bulan terakhir. Rupiah telah menguat 2,2% selama sepekan, lalu 2,62% dalam sebulan, dan 2,19% dalam tiga bulan terakhir. Sepanjang 2024, rupiah memang masih melemah 0,28% terhadap dolar AS. Tetapi, level ini jauh lebih  rendah dari sebelumnya yang sempat menyentuh 6%, keadaan yang membuat BI menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 6,25% pada April. Sementara itu, pasar saham bergairah, terlihat pada indeks harga saham gabungan (IHSG)  Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mampu menembus 7.400 atau tepatnya  7.436, kemarin, naik, 1.08% dari sehari sebelumnya. (Yetede)

Pupuk Jadi Kunci Ketahanan Pangan

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Investor Daily (H)
Industri pupuk dinilai memegang peranan penting untuk mewujudkan ketahanan pangan maupun ekonomi Indonesia yang lebih kuat. Oleh karena itu, kalangan industri, lembaga penelitian, dan kementerian/lembaga (K/L) terkait harus berkolaborasi untuk mengembangkan pupuk yang lebih efisien dan berkelanjutan. Revitalisasi dan infrastruktur  industri pupuk pun perlu dilakukan melalui modernisasi. "Tujuan membangun  pabrik pupuk, bukan untuk petrokimia, tapi tujuan utamanya untuk (produksi) beras. Tidak ada revolusi pertanian  tanpa pupuk. Makanan utama masyarakat Indonesia adalah beras, sehingga kita (harus) berhasil swasembada beras," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.  Ia mengakui pascareformasi, pembangunan pupuk dan turunannya terbilang lambat. Padahal selain memberikan jaminan  lebih besar bagi pemenuhan kebutuhan pupuk nasional, pembangunan pabrik juga bisa menciptakan banyak lapangan kerja. (Yetede)

Mitratel Memperlihatkan Ketangguhan

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Investor Daily (H)
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel memperlihatkan ketangguhan yang mengesankan ditengah tantangan aksi merjer sejumlah perusahaan telekomunikasi besar Tanah Air. Kinerja keuangan yang solid di paruh pertama tahun ini juga membuat kalangan analis yakin perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan lebih besar dari target yang ditetapkan manajemen MTEL di level 5%. Tak heran, sahamnya direkomondasikan beli dengan target hanya Rp 960, yang mengisyaratkan potensi gain 41%. "Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan Mitratel bisa mencapai 7% pada tahun ini, dengan outlook positif untuk jangka menengah, menunjukkan ketahanan  perseroan ditengah konsolidasi jumlah perusahaan telekomunikasi," kata Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margronis. (Yetede)

Perbaikan Supply dan Demand

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Investor Daily (H)
Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menerangkan, perlu ada perbaikan dari sisi ketersediaan (suppply) dan pemintaan (demand) didalam negeri, sehingga bisa memacu kembali Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur ke level ekspansi. Perbaikan tersebut bisa dilakukan  melalui pemberian insentif  fiskal, penerapan suku bunga acuan yag tak membebani pelaku industri yang dikeluarkan oleh lembaga moneter, serta regulasi yang berkelanjutan (sustainable). "Karena kalau kita lihat studi dari Apindo itu melihat bahwa untuk scaling up bisnis butuh waktu 5-10 menit. Artinya dibutuhkan sebuah sustainable  regulasi, sehingga dunia usaha itu bisa mengikuti regulasi yang ada dan mereka bisa naik kelas dengan baik sebelum regulasi itu berubah-ubah," kata dia. (Yetede)

Melemahnya Daya Tumbuh Ritel

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Investor Daily
Melemahnya daya beli serta peredaran barang ilegal dan bekas dengan bebas di masyarakat, membuat pertumbuhan ritel lesu atau melambat pada tahun ini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menerangkan, pada semester pertama, pertumbuhan sekitar 4,8 hingga 4,9%. Namun, untuk semester kedua, kemungkinan akan stagnasi. "Penyebabnya adalah terjadi deflasi karena masyarakat mengurangi konsumsi akibat pertumbuhan pendapatan lebih rendah dari fluktuasi harga bahan pokok dan pemutusan hubungan kerja," ucap dia. Dia menerangkan, suku bunga acuan yang tidak turun memperburuk kondisi yang ada. Perlambatan transaksi pada kuartal kedua akan berlanjut pada kuartal ketiga tahun ini. Bertahannya suku bunga acuan sebesar 6,25% akan membuat masyarakat menahan  konsumsi untuk menyesuaikan peningkatan angsuran kredit. (Yetede)

Studi Perubahan Iklim: Siap-siap Jawa Mengalami Kekeringan Ekstrem

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Tempo (H)

Kekeringan akibat El Nino 2023 membuat sektor pangan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, kelimpungan. Panen padi di Indonesia tahun lalu turun 3,95 juta ton atau 17,54 % lebih rendah dibanding pada 2022. Situasi ini mengerek inflasi sektor pangan Indonesia ke angka tertinggi se-Asia Tenggara. Situasi kekeringan bisa menjadi lebih parah di masa depan. Studi terbaru memprediksi Jawa berisiko mengalami penurunan hujan tahunan secara signifikan dibanding kondisi saat ini. Penurunan ini berkisar rata-rata 10 % hingga 2060 dan 16,2 % hingga akhir abad ini. Perubahan tersebut dapat berdampak pada 73 % total penduduk Jawa atau lebih dari 100 juta jiwa.

Prediksi ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa dunia membiarkan pelepasan emisi sangat banyak dan terus meningkat tanpa dibarengi upaya pengurangan. Situasi ini sepatutnya menjadi catatan pemerintah Indonesia dan dunia untuk terus meningkatkan upaya mengatasi perubahan iklim semaksimal mungkin. Pada akhir abad ke-21, riset menaksir hari tanpa hujan di Pulau Jawa secara berturut-turut meningkat sebesar 18,6-34,6 % dibanding pada saat ini. Ancaman kekeringan lebih besar terjadi di dataran rendah. Kabupaten-kabupaten di sepanjang pesisir utara Jawa, dari Serang hingga Madura, dapat mengalami penurunan curah hujan hingga 37 % (Yetede)


Kian Menipis Anggaran IKN di Era Prabowo Subianto

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Tempo

Di hadapan Presiden Jokowi, presiden terpilih Prabowo Subianto berjanji melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga tuntas. Dia memastikan dana untuk proyek tersebut tersedia. "Saya ingin meyakinkan Otorita bahwa ruang anggaran yang kita siapkan cukup besar dan kita bisa selesaikan beberapa hal yang penting dalam IKN ini," tuturnya di Istana Garuda IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Senin, 12 Agustus 2024. Janji Prabowo melanjutkan pembangunan IKN menghadapi tantangan lantaran terbatasnya anggaran negara. Pemerintahan Prabowo tahun depan punya beban membayar utang jatuh tempo Rp 800 triliun dengan bunga utang Rp 400 triliun.

Totalnya hampir separuh target penerimaan pajak dalam RAPBN 2025 di Rp 2.548,3 triliun. Pengeluaran wajib lainnya adalah belanja pegawai dan barang yang anggarannya lebih dari Rp 850 triliun. Dari sisi penerimaan juga ada tantangan. Harga komoditas yang sudah melandai dalam beberapa tahun terakhir kini melonjak tinggi. Alokasi dana dari APBN untuk pembangunan IKN tahun depan hanya tersisa Rp 15,4 triliun. Dari total kebutuhan Rp 466 triliun untuk membangun IKN, hanya 20 % yang bisa diambil dari APBN atau Rp 90,4 triliun. Sementara, anggaran untuk IKN dari 2022-2024 sudah menghabiskan Rp 75 triliun.

Alokasi dari APBN untuk IKN pada 2022 mencapai Rp 5,5 triliun, lalu meningkat menjadi Rp 27 triliun pada 2023. Pagu anggaran untuk IKN dari APBN tahun ini yang ditetapkan Juli, melesat ke angka Rp 42,5 triliun, naik dari pagu awal Januari 2024 di Rp 40,6 triliun. Dengan sisa dana Rp 15,4 triliun untuk tahun depan, anggaran IKN dari APBN diperkirakan tidak cukup. Sebab, masih ada proyek Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang belum rampung. Kuota tersebut diperkirakan hanya cukup untuk menggarap area 1A KIPP dengan luas 2.800 hektare. Sementara, luas total KIPP mencapai 6.617 hektare. "Kuota pembiayaan dari APBN sebesar 20 % dari total proyek itu pasti terlewati," kata Direktur Next Policy Yusuf Wibisono. (Yetede)


Potensi Korupsi Denda Impor Beras

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Tempo

Sanksi denda kepada Perum Bulog akibat tertahannya peti kemas berisi beras di sejumlah pelabuhan mengungkap kembali persoalan lama, yaitu karut-marutnya tata kelola impor beras itu. Bukan sekadar persoalan teknis bongkar-muat, tertahannya peti kemas tersebut merupakan buntut perencanaan impor yang tak matang hingga ada indikasi penyelewengan dalam prosesnya. Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu mencatat terdapat 1.600 peti kemas berisi 490 ribu ton beras impor yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dari laporan petugas pabean kepada Kemenperin, barang-barang itu merupakan bagian dari 26.415 peti kemas yang tertahan di pelabuhan akibat melanggar aturan impor.

Akibatnya, Bulog terkena demurrage Rp 350 miliar karena peti kemas itu tertahan sejak awal tahun. Demurrage adalah denda yang harus dibayar pemilik barang pada pemilik peti kemas dan pelabuhan karena melewati batas waktu pemakaian peti kemas di pelabuhan. Bulog berdalih, keterlambatan bongkar-muat akibat masalah teknis, dari keterlambatan kapal hingga masalah cuaca dan hari libur. Namun, menurut laporan pabean, peti kemas berisi beras impor itu tertahan karena masalah dokumen impor. KPK juga tengah menyelisik persoalan ini setelah menerima aduan dari lembaga yang menyebut tertahannya beras impor di pelabuhan berhubungan dengan dugaan proses pengadaan dari Vietnam yang bermasalah, karena penggelembungan harga.

Persoalan ini tak terjadi seandainya Bulog memiliki proses perencanaan hingga teknis pengadaan beras impor yang baik. Demurrage menjadi beban tambahan pengadaan beras yang ditanggung Bulog dan menjadi kerugian negara. Terutama karena beras impor tersebut akan dijadikan cadangan beras pemerintah untuk program penstabilan harga. Masalah serupa mungkin terulang karena Bulog akan mengimpor beras untuk menutup kekurangan produksi 4 juta ton akhir tahun ini. Di luar perbaikan tata kelola, penegak hukum serius mengusut persoalan pengadaan beras impor yang berkali-kali terjadi. Jangan memberi ruang pada kesalahan atau penyelewengan, seperti suap dan korupsi, dalam tata kelola komoditas pangan yang bakal merugikan negara serta membebani masyarakat. (Yetede)


Ketidakpastian Calon Kepala Daerah Golkar Setelah Airlangga Mundur

Yuniati Turjandini 15 Aug 2024 Tempo (H)

Saat masih memimpin Partai Golkar, Airlangga Hartarto telah memberi dukungan kepada para calon kepala daerah. Di tingkat provinsi, Golkar telah memberi rekomendasi kepada calon Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan dii pilkada Jabar, Golkar mendukung calon dari Gerindra, Dedi Mulyadi. Untuk pilkada Jatim, Partai Golkar bersama Koalisi Indonesia Maju mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan untuk pilkada Jakarta, Golkar mendukung kadernya, Ridwan Kamil. Para analis politik mengatakan peta politik Golkar dalam pilkada berpeluang berubah setelah Airlangga Hartarto mundur dari posisi Ketua Umum Golkar. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategi Agung Baskoro mengatakan hal ini disebabkan referensi politik Airlangga kemungkinan bisa berbeda dengan ketua umum baru nanti.

Menurut Agung, perubahan signifikan ada kemungkinan akan terjadi pada wilayah yang strategis, misalnya, pemilihan Gubernur Banten dan DKI Jakarta. Agung mengatakan Ketua Umum Golkar yang baru bisa saja mengubah rekomendasi terhadap bakal calon yang akan diusung. Rekomendasi Golkar untuk Airin Rachmi Diany di Banten bisa terancam gagal apabila ketua umum baru memiliki preferensi politik yang berbeda. Selain rekomendasi di pilkada Banten, kans Ridwan Kamil yang digadang-gadang didampingi oleh Suswono dari PKS di pilkada Jakarta bisa pupus. “Bisa saja berubah kalau preferensi ketua umumnya ingin Ridwan Kamil-Kaesang, misalkan,” kata Agung, Rabu, 14 Agustus 2024. (Yetede)


Perbankan Khawatirkan Penurunan Profitabilitas

Hairul Rizal 14 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Iklim bunga tinggi dan berbagai tantangan ekonomi, baik global maupun domestik, membuat pelaku industri perbankan lebih moderat dalam mematok target kinerja keuangan di sisa tahun ini. Sebagian bank enggan menetapkan target laba yang terlalu tinggi, sementara sebagian lainnya lebih memilih fokus menjaga kualitas kredit dan menyiasati biaya dana atau cost of fund yang masih tinggi. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan bahwa perseroan memutuskan untuk lebih realistis dalam menetapkan target pertumbuhan laba tahun ini.

Industri perbankan Indonesia saat ini menghadapi tantangan berat akibat suku bunga tinggi dan kondisi ekonomi yang menantang, baik secara global maupun domestik. Beberapa bank, seperti PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang dipimpin oleh Nixon L.P. Napitupulu, memilih untuk lebih realistis dalam menetapkan target laba, menurunkan ekspektasi pertumbuhan laba untuk tahun ini. Bank-bank lain juga mengadopsi strategi moderat, dengan fokus pada menjaga kualitas kredit dan mengoptimalkan pengelolaan dana. Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mencatat bahwa meskipun pertumbuhan kinerja perbankan diharapkan tetap positif, namun tidak akan setinggi tahun lalu, seiring dengan tekanan pada profitabilitas yang sudah terlihat pada paruh pertama tahun ini.


Pilihan Editor