;

Harga Garam Anjlok Karena Produksi Meningkat Saat Panen

Yoga 06 Sep 2024 Kompas

Sentra garam di Kabupaten Cirebon, Jabar, memasuki panen raya. Meski produksi garam meningkat, harga komoditas itu di tingkat petani justru terus anjlok hingga Rp 450 per kg. Penurunan harga diprediksi masih akan terjadi seiring masa panen. Panen raya garam, antara lain, di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kamis (5/9). Petani memanen garam langsung dari tambaknya. Tumpukan karung garam tersebut lalu dijual ke bakul. Dede Tafsir (25), petani garam, mengatakan, produksi garam terus meningkat karena panen raya. ”Setiap hari, saya bisa panen 8 kuintal garam. Waktu awal panen bulan lalu, paling dapat dua karung (1,2 kuintal),” ujar Dede yang mengolah seperempat hektar tambak garam.

Bahkan, produksi garam semakin meningkat jika cuaca terik. Dede bisa memanen sampai 1 ton garam setiap hari dari delapan petak tambak. Setiap petak tambak berukuran 24 x 3,7 meter. Garam berwarna putih yang dikemas dalam karung biru itu pun masih menumpuk di tambak. ”Cuma, yang disayangkan, harganya lagi turun. Sekarang, Rp 450 per kg,” ucap Dede. Padahal, ketika masa awal panen Juli dan Agustus, harga garam di tingkat petani Rp 800 per kg. Bahkan, pada periode yang sama tahun lalu, harga garam di atas Rp 1.000 per kg. ”Dengan harga garam Rp 450 per kg, petani jelas rugi. Apalagi, sudah banyak modal keluar, seperti beli plastik. Itu enggak murah,” tuturnya.

Dede, membeli plastik Rp 6,8 juta untuk alas tambak garam, agar garam tidak bercampur tanah. Ia juga membeli kincir Rp 900.000, alat untuk meratakan lahan seharga Rp 500.000, hingga ongkos kerja Rp 3 juta. Jika dihitung modal penyiapan lahan, Dede menghabiskan Rp 12 juta. Itu pun ia tak menghitung upah kerjanya. Dengan harga garam Rp 450 per kg, ia khawatir hasil panennya tidak bisa menutup modalnya. Jika produksi garam mencapai 20 ton dan harga jualnya Rp 450 per kg, ia hanya mendapatkan Rp 9 juta atau di bawah modal penyiapan lahan garam. Artinya, usaha garam Dede merugi. ”Makanya, (hasil panen garam) mau disimpan dulu. Nanti, dijualnya pas musim hujan. Harganya pasti naik,” ucapnya. (Yoga)


Keteladanan dan Keberanian dari Ekonom Senior Faisal Basri

Yoga 06 Sep 2024 Kompas (H)

Ekonom senior yang dikenal dengan pemikir annya yang tajam, lugas, dan blak-blakan, Faisal Basri (65), telah dimakamkan, Kamis (5/9). Indonesia kehilangan pemikir yang kritis dan berani mengungkapkan realitas yang sangat dibutuhkan negara. ”Saya mengenal Faisal sebagai intelektual di bidang ekonomi yang berani. Tidak banyak orang pintar yang berani menyuarakan pendapatnya di depan umum, terlebih kepada pemerintah,” kata Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di rumah duka di Tebet, Jaksel. Orang yang berani dan pintar seperti Faisal, kata Kalla, dibutuhkan oleh negara mana pun untuk mengkritik pemerintah. Faisal mampu mengkritik pemerintah dengan data ilmiah dan berani. ”Tidak banyak yang bisa begitu. Kita kehilangan pada hari ini,” ujar Kalla. Wapres ke-11 Boediono yang hadir di rumah duka juga menyampaikan, Faisal adalah ekonom yang luar biasa, dari segi pengetahuan dan praktik.

”Banyak kegiatan lapangan beliau yang sangat bermanfaat bagi kita smua. Jadi, saya merasa kehilangan sosok sahabat yang memiliki pemikiran jernih dan tajam,” ucap Boediono. Menkeu Sri Mulyani merasa sangat terpukul atas kepergian Faisal. ”Saya sama Bang Faisal lama banget berteman karena beliau tiga tahun di atas saya di FEUI (Fakultas Ekonomi UI). Waktu beliau menjadi asisten dosen, saya masuk LPEM (Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat) bersama-sama,” ujarnya di rumah duka. Sri Mulyani juga dekat dengan keluarga pendiri lembaga think-tank ekonomi Institute for Development of Economics and Finance itu. Secara pribadi, Faisal dikenal sebagai orang yang memiliki kecintaan pada Indonesia dan hasrat agar negara ini menjadi lebih baik. Ia kerap melibatkan Faisal dalam diskusi bersama pemerintah untuk memperbaiki berbagai masalah negara, khususnya bidang ekonomi.

Faisal, kata Sri Mulyani, pernah memberi masukan pada Kemenkeu terkait transformasi bea cukai dan pajak. ”Saya rasa pandangan Pak Faisal jadi penyeimbang dan pengingat. Saya memahami niat beliau sangat tulus dan out of his love tentang Indonesia. Jadi, kita tahu agenda dia ingin lihat Indonesia baik,” kata Sri Mulyani. Faisal tercatat pernah memimpin Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang berujung pada pembubaran Petral Ltd, unit usaha PT Pertamina (Persero) di bidang perdagangan minyak mentah dan BBM pada 2015. Pada 2016, Kompas mengganjar Faisal dengan Penghargaan Cendekiawan Berdedikasi. Faisal berpulang Kamis pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Jakarta. Pria kelahiran Bandung, 6 November 1959, itu dimakamkan di TPU Menteng Pu lo, Jaksel. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Yoga)


Tokoh Ekonom Pencinta RI

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Tempo (H)
Faisal Basri, wafat pada Kamis dini hari, 5 September 2024. Dia dikenal sebagai akademikus, ekonom, pengamat politik, dan aktivis yang lantang menyuarakan nilai-nilai demokrasi. Kontribusinya untuk Indonesia antara lain terlihat ketika ia menjadi Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi atau Satgas Anti-Mafia Migas serta mendirikan lembaga kajian ekonomi dan keuangan, Institute for Development of Economics and Finance atau Indef. Dia juga menjadi anggota Tim Ahli Satgas Tindak Pidana Pencucian Uang yang mengusut dugaan transaksi janggal senilai Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan. Mengkritik tanpa pandang bulu, Faisal dihormati lantaran masukannya tidak pernah ditujukan untuk menjatuhkan. Sebelum sakit, dia masih menyuarakan dukungan kepada para petani di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang menolak tambang seng.(Yetede)

Ledakan Granat Mewarnai Pilkada 2024

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Tempo
WAKIL Ketua Umum Partai Amanat Nasional Viva Yoga Mauladi bergegas menghubungi Bustami Hamzah setelah bakal calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Aceh itu mendapat teror. Viva menanyakan kondisi Bustami dan kerabatnya di Aceh. “Beliau mengatakan kepada saya bahwa kondisinya baik-baik saja,” kata Viva kepada Tempo, Kamis, 5 September 2024.

Partai politik Viva menjadi salah pendukung Bustami, yang berpasangan dengan Muhammad Yusuf Al Wahab dalam pilkada Aceh 2024. Selain PAN, partai pendukung Bustami-Yusuf adalah Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Gelora, Partai Adil Sejahtera Aceh, Partai Generasi Aceh Bersatu Taat dan Takwa, serta Partai Darul Aceh. Koalisi partai ini mendaftarkan Bustami-Yusuf ke Komisi Independen Pemilihan Aceh—nama penyelenggara pemilihan di Aceh—sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada 29 Agustus 2024.

Empat hari setelah pendaftaran itu, Bustami mendapat teror. Kediaman penjabat Gubernur Aceh yang berada di Desa Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, itu dilempari bahan peledak yang diduga granat. Insiden itu terjadi tepat setelah azan salat subuh berkumandang pada Senin, 2 September 2024. Ledakan granat itu menghancurkan pekarangan rumah Bustami. Vas bunga, kursi, dan dinding rumah di sekitar pekarangan hancur akibat ledakan tersebut. (Yetede)

Deflasi Bertubi-tubi Karena Krisis

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Tempo
SEJAK Mei 2024, terhitung sudah empat bulan indeks harga konsumen melandai. Teranyar pada Agustus lalu, Badan Pusat Statistik mencatat terjadi deflasi 0,03 persen secara bulanan. Selama empat bulan beruntun terjadi deflasi di Tanah Air. Deflasi 0,03 persen secara bulanan tercatat pada Mei 2024; 0,08 persen pada Juni 2024; 0,18 persen pada Juli 2024; dan 0,03 persen pada Agustus 2024.

Deflasi secara bertubi-tubi biasanya terjadi saat krisis. Setelah krisis finansial Asia pada 1997, Indonesia mengalami deflasi selama tujuh bulan berturut-turut, dari Maret hingga September 1999. Selama periode tersebut, deflasi terutama disebabkan oleh depresiasi nilai tukar dan penurunan harga beberapa jenis barang. Periode deflasi lain terjadi antara Desember 2008 dan Januari 2009, saat terjadi krisis finansial global. Ketika itu deflasi dipicu oleh penurunan harga minyak dunia serta melemahnya permintaan domestik.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini menyebutkan kondisi ini terjadi karena peningkatan pasokan barang dan jasa yang berkontribusi pada indeks harga konsumen. Saat pasokan meningkat, harga cenderung turun. Seperti pada Agustus lalu, kontributor utama deflasi berasal dari makanan, minuman, dan tembakau. BPS mengaitkannya dengan kedatangan musim panen raya hingga data penurunan harga pangan, seperti produk hortikultura dan peternakan. (Yetede)

Dominasi Politikus dalam Jajaran Anggota BPK

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Tempo
DOMINASI politikus dalam jajaran anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang baru terpilih makin memupuskan harapan perbaikan performa lembaga auditor negara. Selama ini kehadiran anggota yang berlatar belakang politikus lebih banyak berdampak negatif bagi BPK. Alih-alih meningkatkan citra dan kinerja lembaga auditor negara itu, mereka justru memperburuknya. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi keuangan telah mengumumkan hasil seleksi anggota BPK periode 2024-2029, setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada 2-4 September 2024. Mereka memilih 5 dari 75 kandidat yang mendaftar, yakni Akhsanul Khaq, Bobby Adhityo Rizaldi, Budi Prijono, Daniel Lumban Tobing, dan Fathan Subchi.

Tiga dari lima anggota BPK yang dipilih itu merupakan politikus. Bobby berasal dari Partai Golkar, Daniel dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Fathan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Adapun Budi Prijono merupakan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan dan Akhsanul Khaq sebelumnya adalah Auditor Utama I BPK. Kelima anggota BPK pilihan DPR ini akan bergabung dengan empat anggota yang sudah ada, yang dua di antaranya juga berlatar belakang politikus.  Hasil pemilihan ini membuktikan sejumlah kasus korupsi yang telah menyeret nama anggota BPK berlatar belakang politikus gagal membuka nurani DPR. Karena itu, berlebihan bila kemudian kita berharap BPK akan menjadi lebih baik dengan kehadiran para anggota baru tersebut. (Yetede)

Tergusurnya Sawah Produktif demi PIK 2

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Tempo
HINGGA akhir masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo terus mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur melalui proyek strategis nasional (PSN). Pada 18 Maret 2024, pemerintah menetapkan 14 PSN baru yang seluruh pembiayaannya berasal dari investor swasta. Jumlah itu terdiri atas delapan kawasan industri, dua kawasan pariwisata, dua jalan tol, satu kawasan pendidikan dan kesehatan, serta satu proyek migas lepas pantai. 

Salah satu PSN baru yang disetujui tersebut adalah proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) di Provinsi Banten. Proyek ini berupa pengembangan green area dan eco-city di lahan seluas 1.756 hektare. Sebagai destinasi pariwisata hijau dengan nilai investasi Rp 65 triliun, kawasan Tropical Coastland PIK 2 ini diklaim juga akan mengakomodasi kawasan wisata bakau. Sejak mendapat status PSN, proyek PIK 2 berjalan makin cepat, terutama dalam hal pembebasan lahan. Warga di sejumlah kawasan di sekitar proyek melaporkan pembebasan lahan yang makin agresif sejak Maret 2024. PIK 2 terindikasi memanfaatkan statusnya sebagai PSN untuk melakukan pembebasan lahan warga secara masif. 

Proyek dengan status PSN, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2021, mendapat sejumlah kemudahan, dari jaminan pemerintah, termasuk jaminan untuk kredit; kemudahan perizinan usaha dan pengadaan tanah; kemudahan penyelesaian masalah hukum terkait dengan proyek; hingga penanganan dampak sosial dari proyek oleh pemerintah.  Atas nama PSN, PIK 2, yang secara jelas adalah entitas bisnis swasta skala besar, mengambil alih lahan warga secara intimidatif. Pembebasan lahan oleh PIK 2 pasca-PSN terindikasi sebagai upaya perluasan lahan proyek PIK 2 secara signifikan dari luas awal proyek yang semula “hanya” 1.756 hektare. (Yetede)

Berbagai Hambatan Menuju Program Prioritas

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Investor Daily (H)
Sejumlah kementerian/lembaga ramai-ramai meminta tambahan anggaran tahun 2025 demi menjalankan program prioritas, setelah sebelumnya dipangkas Kementerian Keuangan. Namun permintaan ini menghadapi tantangan berat dari terbatasnya kemampuan fiskal akibat besarnya hutang dan bunga jatuh tempo pada 2025-2026. Seiring dengan itu, sejumlah kalangan khawatir sejumlah program prioritas kementerian terancam tersendat, jika penambahan anggaran tidak terpenuhi. Ini akan merugikan Indonesia ditengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. Apalagi, Prabowo Subianto, Presiden Terpilih memasang target pertumbuhan ekonomi ambisius, yakni 8% per tahun, agar Indonesia menjadi negara maju. Target ini membutuhkan sokongan kuat dari sisi fiskal, kebijakan, hingga dunia usaha. Akan tetapi, jika penambahan anggaran disetujui, ruang fiskal penambahan baru akan makin sempit. Selain itu, defisit APBN bisa semakin membengkak, jika penambahan anggaran tidak diimbangi pendapatan negara atau realokasi pagu dari K/L lain. (Yetede)

Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia Sudah di Ambang Pintu

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Investor Daily (H)
Pengembangan energi nuklir di Indonesia sudah di ambang pintu. Hal ini seiring dengan disahkannya rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). Pemerintah dan DPR telah mencapai kata mufakat dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang KEN. Dalam PP 79/2014 disebutkan energi pengembangan nuklir  merupakan pilihan terakhir. Artiannya nuklir mulai dimanfaatkan  jika pengembangan seluruh potensi  energi terbarukan masih belum cukup dalam pemenuhan  kebutuhan energi nasional. Dalam pengembangan KEN usulan pemerintah disebuttkan, PLTN mulai dibangun pada 2032 dengan kapasitas 250 megawatt (MW). Naskah revisi KEN versi pemerintah itu menekankan energi nuklir sebagai penyeimbang yang perlu dimanfaatkan. (Yetede)

Program Restrukturisasi Perbankan

Yuniati Turjandini 06 Sep 2024 Investor Daily

Pada Januari 2025, program restrukturisasi perbankan (PRP) mulai berjalan untuk menangani permasalahan perbankan yang membahayakan perekonomian nasional. Perbankan juga akan membayar premi PRP kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjalankan program tersebut. Nantinya perbankan membayar premi PRP dua kali dalam satu tahun setiap awal semester. Pada periode Januari-Juni akan dibayar pada Januari, lalu periode Juli-Desember akan dibayar pada Juli.

Besaran premi juga tidak sama, akan tergantung peringkat kompositnya, mulai dari 0,0% sampai dengan 0,0065%. Aturan ini resmi diteken Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Pemerintah  No 34/2023 tentang Besaran Bagian Premi atau Pendanaan Program Restrukturisasi Perbankan pada 16 Juni 2023. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, premi tersebut diperlukan sekali ketika sistem keuangan terguncang, sehingga industri perbankan tidak meminjam uang pemerintah tetapi menggunakan uangnya industri perbankan sendiri dari premi PRP tersebut ketika bank mengalami kejatuhan. (Yetede)

Pilihan Editor