Harga Garam Anjlok Karena Produksi Meningkat Saat Panen
Sentra garam di Kabupaten Cirebon, Jabar, memasuki panen raya. Meski produksi garam meningkat, harga komoditas itu di tingkat petani justru terus anjlok hingga Rp 450 per kg. Penurunan harga diprediksi masih akan terjadi seiring masa panen. Panen raya garam, antara lain, di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kamis (5/9). Petani memanen garam langsung dari tambaknya. Tumpukan karung garam tersebut lalu dijual ke bakul. Dede Tafsir (25), petani garam, mengatakan, produksi garam terus meningkat karena panen raya. ”Setiap hari, saya bisa panen 8 kuintal garam. Waktu awal panen bulan lalu, paling dapat dua karung (1,2 kuintal),” ujar Dede yang mengolah seperempat hektar tambak garam.
Bahkan, produksi garam semakin meningkat jika cuaca terik. Dede bisa memanen sampai 1 ton garam setiap hari dari delapan petak tambak. Setiap petak tambak berukuran 24 x 3,7 meter. Garam berwarna putih yang dikemas dalam karung biru itu pun masih menumpuk di tambak. ”Cuma, yang disayangkan, harganya lagi turun. Sekarang, Rp 450 per kg,” ucap Dede. Padahal, ketika masa awal panen Juli dan Agustus, harga garam di tingkat petani Rp 800 per kg. Bahkan, pada periode yang sama tahun lalu, harga garam di atas Rp 1.000 per kg. ”Dengan harga garam Rp 450 per kg, petani jelas rugi. Apalagi, sudah banyak modal keluar, seperti beli plastik. Itu enggak murah,” tuturnya.
Dede, membeli plastik Rp 6,8 juta untuk alas tambak garam, agar garam tidak bercampur tanah. Ia juga membeli kincir Rp 900.000, alat untuk meratakan lahan seharga Rp 500.000, hingga ongkos kerja Rp 3 juta. Jika dihitung modal penyiapan lahan, Dede menghabiskan Rp 12 juta. Itu pun ia tak menghitung upah kerjanya. Dengan harga garam Rp 450 per kg, ia khawatir hasil panennya tidak bisa menutup modalnya. Jika produksi garam mencapai 20 ton dan harga jualnya Rp 450 per kg, ia hanya mendapatkan Rp 9 juta atau di bawah modal penyiapan lahan garam. Artinya, usaha garam Dede merugi. ”Makanya, (hasil panen garam) mau disimpan dulu. Nanti, dijualnya pas musim hujan. Harganya pasti naik,” ucapnya. (Yoga)
Keteladanan dan Keberanian dari Ekonom Senior Faisal Basri
Ekonom senior yang dikenal dengan pemikir annya yang tajam, lugas, dan blak-blakan, Faisal Basri (65), telah dimakamkan, Kamis (5/9). Indonesia kehilangan pemikir yang kritis dan berani mengungkapkan realitas yang sangat dibutuhkan negara. ”Saya mengenal Faisal sebagai intelektual di bidang ekonomi yang berani. Tidak banyak orang pintar yang berani menyuarakan pendapatnya di depan umum, terlebih kepada pemerintah,” kata Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di rumah duka di Tebet, Jaksel. Orang yang berani dan pintar seperti Faisal, kata Kalla, dibutuhkan oleh negara mana pun untuk mengkritik pemerintah. Faisal mampu mengkritik pemerintah dengan data ilmiah dan berani. ”Tidak banyak yang bisa begitu. Kita kehilangan pada hari ini,” ujar Kalla. Wapres ke-11 Boediono yang hadir di rumah duka juga menyampaikan, Faisal adalah ekonom yang luar biasa, dari segi pengetahuan dan praktik.
”Banyak kegiatan lapangan beliau yang sangat bermanfaat bagi kita smua. Jadi, saya merasa kehilangan sosok sahabat yang memiliki pemikiran jernih dan tajam,” ucap Boediono. Menkeu Sri Mulyani merasa sangat terpukul atas kepergian Faisal. ”Saya sama Bang Faisal lama banget berteman karena beliau tiga tahun di atas saya di FEUI (Fakultas Ekonomi UI). Waktu beliau menjadi asisten dosen, saya masuk LPEM (Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat) bersama-sama,” ujarnya di rumah duka. Sri Mulyani juga dekat dengan keluarga pendiri lembaga think-tank ekonomi Institute for Development of Economics and Finance itu. Secara pribadi, Faisal dikenal sebagai orang yang memiliki kecintaan pada Indonesia dan hasrat agar negara ini menjadi lebih baik. Ia kerap melibatkan Faisal dalam diskusi bersama pemerintah untuk memperbaiki berbagai masalah negara, khususnya bidang ekonomi.
Faisal, kata Sri Mulyani, pernah memberi masukan pada Kemenkeu terkait transformasi bea cukai dan pajak. ”Saya rasa pandangan Pak Faisal jadi penyeimbang dan pengingat. Saya memahami niat beliau sangat tulus dan out of his love tentang Indonesia. Jadi, kita tahu agenda dia ingin lihat Indonesia baik,” kata Sri Mulyani. Faisal tercatat pernah memimpin Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang berujung pada pembubaran Petral Ltd, unit usaha PT Pertamina (Persero) di bidang perdagangan minyak mentah dan BBM pada 2015. Pada 2016, Kompas mengganjar Faisal dengan Penghargaan Cendekiawan Berdedikasi. Faisal berpulang Kamis pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Jakarta. Pria kelahiran Bandung, 6 November 1959, itu dimakamkan di TPU Menteng Pu lo, Jaksel. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Yoga)
Tokoh Ekonom Pencinta RI
Ledakan Granat Mewarnai Pilkada 2024
Deflasi Bertubi-tubi Karena Krisis
Dominasi Politikus dalam Jajaran Anggota BPK
Tergusurnya Sawah Produktif demi PIK 2
Berbagai Hambatan Menuju Program Prioritas
Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia Sudah di Ambang Pintu
Program Restrukturisasi Perbankan
Pada Januari 2025, program restrukturisasi perbankan (PRP) mulai berjalan untuk menangani permasalahan perbankan yang membahayakan perekonomian nasional. Perbankan juga akan membayar premi PRP kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjalankan program tersebut. Nantinya perbankan membayar premi PRP dua kali dalam satu tahun setiap awal semester. Pada periode Januari-Juni akan dibayar pada Januari, lalu periode Juli-Desember akan dibayar pada Juli.
Besaran premi juga tidak sama, akan tergantung peringkat kompositnya, mulai dari 0,0% sampai dengan 0,0065%. Aturan ini resmi diteken Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Pemerintah No 34/2023 tentang Besaran Bagian Premi atau Pendanaan Program Restrukturisasi Perbankan pada 16 Juni 2023. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, premi tersebut diperlukan sekali ketika sistem keuangan terguncang, sehingga industri perbankan tidak meminjam uang pemerintah tetapi menggunakan uangnya industri perbankan sendiri dari premi PRP tersebut ketika bank mengalami kejatuhan. (Yetede)









