;

Indeks Komposit Terus Melaju dalam Tren Positif

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) sebesar 50 basis poin menjadi katalis utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (19/9). IHSG naik 0,97% ke level 7.905,39, didukung oleh sembilan sektor emiten yang mengalami kenaikan, terutama properti dan real estat yang naik 2,23%. Katalis positif ini sejalan dengan tren penguatan di bursa Asia, setelah The Fed menurunkan suku bunga dari 5,25%-5,5% menjadi 4,75%-5%.

Langkah The Fed juga memengaruhi Bank Indonesia, yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6%, yang membuat pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investor asing. Erwan Teguh, SEVP Retail BNI Sekuritas, memandang potensi imbal hasil tinggi akan mendorong aliran modal asing ke Indonesia, meningkatkan daya tarik aset berisiko.

Para analis optimistis, termasuk dari Bank Indonesia, yang memprediksi The Fed masih akan melakukan penurunan suku bunga lagi di tahun ini. Bahkan, ada harapan bahwa suku bunga The Fed bisa dipangkas hingga empat kali sampai tahun depan, yang semakin memperkuat ekspektasi IHSG dapat menyentuh level psikologis 8.000 sebelum akhir tahun.

Dalam era suku bunga rendah ini, sektor-sektor seperti perbankan, properti, consumer goods, transportasi, dan logistik diprediksi akan sangat diuntungkan, terutama yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Antrasit: Solusi Utama dalam Peralihan ke Energi Ramah Lingkungan

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Peran penting batu bara, terutama antrasit, dalam industri baja dan transisi energi rendah karbon. Batu bara sering dikritik karena dampaknya terhadap lingkungan, tetapi antrasit, sebagai jenis batu bara peringkat tertinggi, memiliki emisi karbon lebih rendah dibandingkan jenis lainnya seperti bituminus. Antrasit, yang hanya mencakup sekitar 1% dari cadangan batu bara dunia, sangat penting dalam proses produksi baja rendah karbon, khususnya melalui teknologi Electric Arc Furnace (EAF).

Menurut kajian Schobert dan Schobert (2015), antrasit lebih efisien dan menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan bituminus, menjadikannya pilihan utama dalam industri peleburan baja, terutama di Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah yang diprediksi akan meningkatkan kapasitas produksi baja dengan teknologi EAF. Salah satu langkah besar dalam sektor ini adalah akuisisi Atlantic Carbon Group, Inc. oleh PT Delta Dunia Makmur Tbk. melalui anak perusahaannya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). ACG merupakan produsen antrasit UHG terbesar kedua di Amerika Serikat, yang akan memperkuat peran antrasit dalam industri baja global, khususnya untuk kebutuhan baja rendah karbon.


Bioavtur: Bahan Bakar Masa Depan untuk Jet di Pasar Global

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Upaya serius Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) sebagai bagian dari komitmen global untuk mengurangi emisi karbon di industri penerbangan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa Indonesia telah menyusun peta jalan pemanfaatan bioavtur, sejalan dengan inisiatif 148 negara lainnya yang berkomitmen mengurangi emisi karbon di sektor aviasi.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menambahkan bahwa mulai 2027, Indonesia akan mewajibkan penggunaan bioavtur dengan campuran 1% bahan bakar nabati (BBN) yang akan meningkat secara bertahap sesuai dengan peta jalan yang disusun. Sumber bioavtur ini berasal dari minyak sawit dan kelapa, yang diharapkan dapat mengurangi impor bahan bakar avtur.

Selain itu, Pertamina, melalui Direktur Strategi dan Portofolio Salyadi Saputra, menyatakan kesiapan untuk mengembangkan SAF di dalam negeri dengan upgrading kilang agar menjadi green refinery. Pertamina bahkan telah memasok 160 kiloliter SAF ke pesawat Boeing 737 milik Virgin Australia Airlines. Pertamina juga bekerja sama dengan Airbus untuk memetakan bahan baku SAF dari dalam negeri.

Dengan potensi sumber daya bahan baku yang melimpah dan pertumbuhan penumpang penerbangan sebesar 7,4% per tahun, lebih tinggi dari rata-rata global, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi SAF yang signifikan di Asia Pasifik. SAF memungkinkan pengurangan emisi karbon hingga 80% dibandingkan bahan bakar fosil, sehingga menjadikannya komponen penting dalam upaya dekarbonisasi industri penerbangan.

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Peningkatan Konsumsi Listrik

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan target 8% pada tahun depan, melalui peningkatan konsumsi listrik per kapita. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa peningkatan konsumsi listrik per kapita menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai target tersebut, dengan mendorong konsumsi listrik hingga 6.600 kWh per kapita. Ini sejalan dengan kebijakan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penggunaan energi listrik.

Program ini juga melibatkan PLN dan upaya pemerintah dalam menyesuaikan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk meningkatkan jaringan transmisi dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Yusuf Didi Setiarto, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional, untuk mendukung pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan. PLN juga berencana untuk memperluas jaringan listrik guna mendukung pertumbuhan industri dan memenuhi kebutuhan energi bersih di masa depan.

Rosan Roeslani, Menteri Investasi/Kepala BKPM, menambahkan bahwa transisi energi menuju penggunaan energi bersih, termasuk EBT, merupakan peluang besar untuk menarik investasi. Pemanfaatan potensi EBT Indonesia yang besar diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi bersih dan menciptakan kawasan industri berbasis energi hijau.

Dengan adanya kebijakan elektrifikasi, termasuk penggunaan kendaraan listrik, kompor induksi, dan PLTS, pemerintah optimistis bahwa peningkatan konsumsi listrik dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ambisius ini.

Pembangunan Tol: Harapan Baru bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Peresmian Tol Solo—Yogyakarta—YIA Kulonprogo Seksi I oleh Presiden Joko Widodo, yang diharapkan dapat mempercepat arus transportasi dan mengungkit perekonomian di daerah sekitar. Dengan adanya tol sepanjang 22,3 kilometer ini, waktu tempuh antara Solo dan Yogyakarta dipangkas menjadi 50 menit dari sebelumnya yang bisa mencapai 6 jam. Presiden Joko Widodo menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan waktu sangat penting untuk meningkatkan daya saing.

Selain mengurangi kemacetan di jalan nasional, tol ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Rudi Hardiansyah, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, menjelaskan bahwa setelah lolos uji laik fungsi, tarif tol akan ditetapkan melalui Keputusan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Menteri Basuki sebelumnya menargetkan tol ini rampung pada Agustus 2024. Tol Yogyakarta—Solo nantinya akan terhubung dengan Tol Yogyakarta—Bawen dan Semarang—Solo, membentuk segitiga emas yang diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Jogja, Solo, dan Semarang.

Dualisme KADIN: Tantangan bagi Iklim Usaha Indonesia

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Dualisme kepemimpinan di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah memicu ketegangan antara dua kubu, yakni pendukung Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie. Arsjad Rasjid, yang masa jabatannya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia seharusnya berakhir pada 2026, menolak hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 14 September 2024 yang menetapkan Anindya Bakrie sebagai ketua umum baru. Arsjad mengklaim Munaslub tersebut ilegal dan tidak sah, serta berencana mengambil langkah hukum untuk menjaga integritas organisasi. Sementara itu, Anindya menerima pengangkatannya dengan optimisme, menyatakan bahwa ini akan memperkuat Kadin sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ketegangan ini telah membelah asosiasi industri di Indonesia, dengan sebagian mendukung Anindya dan sebagian lainnya tetap setia kepada Arsjad. Ketua Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono serta Presiden KSPSI Andi Gani berharap konflik ini segera diselesaikan karena dampaknya bisa meluas ke sektor industri dan pembahasan upah minimum. Bahkan, Andi Gani mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memastikan tidak akan campur tangan dalam masalah internal Kadin ini. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, juga menyerukan agar para pengusaha tetap satu suara demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, sementara pemerintah diharapkan bisa memberikan regulasi yang adil bagi semua pelaku usaha.

Percepatan Elektrifikasi untuk Mentawai: Meningkatkan Rasio Setrum Nasional

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Mentawai menjadi 100% pada tahun 2025. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengatasi rendahnya akses listrik di wilayah tersebut, terutama di desa-desa yang belum teraliri listrik. Saat ini, rasio elektrifikasi Sumbar mencapai 99,77%, dan Mentawai merupakan daerah yang tertinggal dengan ketergantungan utama pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang terbatas jangkauannya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Mahyeldi dan PLN merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui program Mentawai Terang. Selain itu, Herry Martinus, Kepala Dinas ESDM Sumbar, menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan bantuan instalasi listrik sederhana gratis kepada keluarga tidak mampu dan mengembangkan Solar Home System (SHS) di berbagai wilayah. Program revitalisasi PLTS irigasi juga dilakukan untuk mendukung sektor pertanian di Sumbar, seperti di Sawahlunto dan Tanah Datar, yang telah mengairi sekitar 30.000 hektare lahan pertanian.

ASDP Merak Siapkan Fasilitas Eksekutif II Menyambut Libur Natal dan Tahun Baru

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Merak menargetkan dermaga eksekutif II dapat beroperasi pada akhir tahun 2024, bertepatan dengan periode Natal dan Tahun Baru. General Manager ASDP Merak, Rudi Sunarko, menjelaskan bahwa persiapan fasilitas dermaga, lapangan parkir, dan alur lalu lintas sudah hampir selesai, tetapi masih perlu penyelesaian kesepakatan bisnis dengan pemilik kapal feri swasta. Dermaga eksekutif II akan digunakan oleh kapal penyeberangan swasta, melengkapi lima dermaga reguler dan satu dermaga eksekutif yang sudah ada di lintasan Merak-Bakauheni.

Hingga Agustus 2024, ASDP Merak telah melayani 7,6 juta penumpang dari target total 12 juta penumpang hingga akhir tahun. Rudi optimis target tersebut akan tercapai, terutama dengan adanya musim puncak penumpang selama Natal dan Tahun Baru, yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah penumpang seperti yang terjadi setiap tahun.

Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan yang Melibatkan Staf Arsjad Rasjid

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Polda Metro Jaya telah memulai penyelidikan atas dugaan kasus kekerasan terhadap Arif Rahman, Staf Khusus Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa laporan dari Arif terkait insiden tersebut diterima pada 17 September 2024, dan kasus ini dilaporkan berdasarkan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum.

Ade Ary menegaskan bahwa polisi akan mengusut laporan ini secara profesional sesuai SOP yang berlaku. Dugaan pengeroyokan tersebut terjadi ketika Arif ditugaskan untuk memeriksa kantor Kadin di Menara Kadin, Jakarta, pada 16 September 2024. Arif mengaku dihadang oleh puluhan orang tak dikenal dan mengalami kekerasan setelah berkomunikasi dengan mereka. Laporan terkait insiden ini telah didaftarkan dengan nomor LP/B/5591/IX/2024 di Polda Metro Jaya.

Rupiah Butuh Fondasi Kuat untuk Menghadapi Tekanan Eksternal

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Kontan (H)

Era suku bunga tinggi berakhir seiring pemangkasan Fed Funds Rate (FFR) dan BI-Rate pada pekan ini. Dolar Amerika Serikat (AS) pun kian tertekan, sehingga mata uang global termasuk rupiah jadi terangkat. Bahkan nilai tukar rupiah di pasar spot mampu menembus ke bawah 15.300 yakni 15.239 per dolar AS pada perdagangan, kemarin (19/9). Ini level tertinggi sejak 4 September 2023. Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana menyebutkan, dengan pemangkasan suku bunga, rupiah berpotensi terus menguat dalam jangka pendek. "Sampai akhir Oktober masih ada peluang bergerak di antara Rp 15.100-Rp 15.300," ujarnya, Kamis (19/9). Selain pemangkasan suku bunga, terdapat sejumlah sentimen yang akan memengaruhi gerak rupiah. Di antaranya perkembangan fundamental ekonomi Indonesia. Menurut Fikri, ada beberapa hal utama yang akan diperhatikan. Misalnya kondisi surplus perdagangan dan cadangan devisa. Faktor fundamental Indonesia yakni ekspor masih mengandalkan komoditas dasar seperti batubara dan CPO. Di sisi lain, lesunya ekonomi China turut mempengaruhi ekspor komoditas Indonesia. Di sisi lain, Indonesia juga mesti bersaing dengan India dalam memperebutkan hot money. 

Meningkatnya bobot MSCI India membuat inflow ke pasar saham dan obligasi Negeri Bollywood, itu lebih besar. Ke depan, potensi pemangkasan bunga acuan masih terbuka. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede malah melihat, The Fed bisa menyunat bunga acuan hingga 100 basis poin (bps) pada tahun ini dan 100 bps di tahun depan. Lalu BI-Rate juga akan menjaga ruang penurunan dari sisi interest differential rate. Adapun pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan datar di 2% pada tahun ini dan tahun depan. Sehingga belum ada pemburukan aktivitas ekonomi yang signifikan. Lalu tingkat pengangguran masih berada di kisaran 4%. Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalia Situmorang menghitung, nilai wajar rupiah berada di kisaran Rp 15.000. Namun, ia berpandangan level tersebut tak akan dicapai dalam waktu dekat. Hosianna memperkirakan rupiah baru bisa bertengger di 15.000 pada tahun depan. 

Pilihan Editor