BBPJN Sumut Siap Kerjakan Infrastruktur Food Estate KSPN Danau Toba Berbiaya Rp 772 Miliar untuk 8 Proyek Jalan di Humbang Hasundutan
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut segera mengerjakan pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan dengan total biaya Rp 772 miliar (APBN) untuk mendukung program sentra pangan (food estate) di Kabupaten Humbanghasundutan, mulai Maret tahun ini.
Kepala BBPJN Sumut, Ir Slamat Rasidi Simanjuntak, didampingi Kepala Satker wilayah-II (KSPN Danau Toba) Ir Alfian Batubara, menyebutkan realisasi pembangunan infrastruktur ke sekitar lokasi Food Estate itu merupakan bagian dari program pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang telah ditetapkan pemerintah sejak periode pertama Presiden Jokowi.
ke-8 paket proyek pembangunan jalan dan jembatan di kawasan Food Estate itu meliputi pembangunan jalan raya dalam kawasan (inner zone), jalan-jalan akses (lintas zona) dan jembatan akses.
Dari total anggaran Rp 772,06 miliar untuk pekerjaan infrastruktur Food Estate tersebut, sebanyak Rp 740,71 miliar untuk proyek jalan dan jembatan, selebihnya adalah biaya-biaya perencanaan dan pengawasan teknik.
Konsultan Bisnis Hingga Auditor Malah Bergairah di Masa Pandemi Covid -19
Di tengah kondisi penuh tantangan akibat pandemi Covid-19, RSM, network kantor akuntan audit, pajak, dan konsultasi global terkemuka mengumumkan pendapatan global sepanjang tahun 2020 berhasil tumbuh sebesar 9,2% menjadi US$ 6,3 miliar.
Jasa konsultasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 15%. Hal ini didorong oleh permintaan konsultasi manajemen dan bisnis, konsultansi teknologi informasi (IT), dan konsultasi manajemen risiko.
Pendapatan jasa audit di tahun 2020 juga berhasil tumbuh 10% berkat penambahan jumlah klien yang diperoleh sepanjang tahun 2019. Sedangkan Pendapatan dari jasa pajak meningkat 6%, terutama didorong oleh jasa konsultasi pajak.
Biji Mete Sultra Tembus Vietnam dan India
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kendari menyatakan bahwa selama 2020 pemasaran komoditas biji mete organik asal Sulawesi Tenggara (Sultra) mampu menembus pasar ekspor ke dua negara, yaitu India dan Vietnam.
“Selain Vietnam, selama 2020, Sultra berhasil mengekspor biji mete ke India dengan total 103,7 ton. Volume ekspor tersebut dengan nilai perdagangan mencapai Rp15,5 miliar,” kata Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayitno Ginting di Kendari, Minggu (17/1).
Disebutkan, angka ekspor biji mete Sultra sebesar 0,6 persen dari total perdagangan domestik biji mete Sultra. “Sementara itu di awal tahun ini baru ekspor lagi 48 ton biji mete ke Vietnam, dengan nilai sekitar Rp1 miliar,” katanya.
Dorong Ekonomi Pasar Tradisional
Pasar berstandar nasional projek Pasar Legi Ponorogo sudah lebih dari 95 persen. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Ponorogo, Addin Andhanawarih menjelaskan projek tersebut bisa rampung pada akhir bulan Januari 2021 ini.
Addin juga memastikan instalasi listrik dan air di Pasar Legi juga sudah rampung, “Eskalator sudah berfungsi, listrik, air tidak masalah, “ katanya.
Lebih lanjut, nantinya peresmian pasar yang dibangun menggunakan APBN sebesar Rp 133 miliar tersebut menjadi wewenang pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR.
Addin menjelaskan nantinya Pasar Legi Ponorogo akan dibagi menjadi 5 zonasi. Lantai dasar akan digunakan untuk barang basah mulai dari sayur mayur, hasil pertanian, ikan, hingga daging, Sedangkan lantai dua akan ditempati pedagang merancang lalu lantai tiga untuk pedagang sembako dan lantai empat untuk kuliner, dan pedagang tekstil.
Semarak Bisnis Jasa Kurir
Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga triwulan III 2020 (September), jumlah transaksi jual beli di e-commerce mencapai Rp 180.74 triliun. Diprediksi di 2020, nilai transaksi melalui perdagangan elektronik bisa menembus angka Rp 253 triliun.
“Tingginya pergerakan bisnis e-commerce telah menciptakan peluang yang besar bagi bisnis jasa kurir,” kata Aan Purnomo, Komisaris Utama PT. Jagad Total Logistic (JTL) Express, Minggu (17/1).
la menjelaskan, JTL Express melayani dengan azas kerja sama untuk komitmen pelayanan terbaik dan harga bersahabat sangat cocok untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Arief optimistis kehadiran JTL Express akan semakin mewarnai bisnis jasa kurir nasional. Apalagi JTL Express tak hanya menjadikan UMKM sebagai target pasar, tapi juga mitra dalam membesarkan perusahaan.
Kalla Group Kirim Eskavator dan 2500 Paket Sembako
Bencana Gempa Bumi kembali terjadi di Indonesia tepatnya di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat dalam 2 hari secara berturut-turut. Gempa mengakibatkan sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan yang cukup parah.
Terkait dengan musibah alam ini, Kalla Group melalui Yayasan Hadji Kalla mengirimkan bantuan dan relawan untuk membantu para korban selamat.
Menurut Manager Kemanusiaan dan Lingkungan Yayasan Hadji Kalla, Abdul Hakim, menurunkan bantuan 3 Escavator guna membantu pemerintah dan warga setempat untuk mensterilkan jalur menuju wilayah terdampak gempa dari sisa tanah longsor.
Selain itu, Yayasan Kalla juga menyalurkan 2500 paket bantuan untuk dua lokasi pusat gempa yakni Majene dan Mamuju. Bantuan ini disalurkan ke lokasi bencana melalui jalur darat dan udara dengan pesawat Hercules yang mengangkut seberat 1,8 ton.
2500 Paket Bantuan ini dibagikan dalam bentuk satu kantongan berisi makanan seperti roti, susu, biskuit, mie instan cup, terpal atau tenda pengungsian dan selimut.
Ketua MPR Dorong RI Jadi Pengembang Industri Kendaraan Listrik
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Indonesia harus menjadi pemain utama dalam pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL-BB) yang kini jadi tren dunia. Sebab Indonesia punya cadangan bijih nikel terbesar di dunia yang jadi bahan baku utama komponen baterai di kendaraan bermotor listrik.
Berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, insentif fiskal yang sudah tersedia, antara lain pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 0% bagi KBL yang mengikuti program pengembangan mobil listrik.
Selain pemerintah pusat, pemerintah daerah juga banyak yang memberikan insentif. Di antaranya Pergub DKI Jakarta Nomor 3/2020 yang membebaskan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL-BB) di wilayah DKI Jakarta.
“Ada juga Permendagri Nomor 975-698/2019 yang mengatur insentif BBN-KB sebesar 10% terhadap mobil listrik dan 2,5 persen untuk sepeda motor listrik di wilayah Pemprov Jawa Barat. Serta Perda Bali Nomor 9/2019 yang mengatur insentif BBN-KB sebesar 10% untuk kendaraan listrik di Bali,” papar Bamsoet.
Genjot Ekspor ke Tiongkok Mendag Luncurkan Platform Dagang Digital
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meluncurkan platform dagang digital indonesia Store (IDN Stare) mendorong penetrasi produk indonesia, khususnya produk usaha kecil dan menengah (UKM) ke Tiongkok, termasuk Hongkong dan Taiwan yang digelar secara digital.
IDN Store merupakan platform dagang digital dengan menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Platform tersebut diharapkan dapat memungkinkan transaksi secara ke bisnis (B2B) maupun bisnis ke konsumen (B2C) antara pelaku usaha indonesia yang terdaftar dengan calon pembelinya di negara-negara tersebut.
Selain itu, platform ini juga menyediakan fitur pameran virtual secara langsung (live exhibition) dan kode QR yang mendukung kegiatan promosi virtual.
Sejumlah capaian telah dihasilkan melalui platform IDN Stare, antara lain investasi perkebunan buah naga dan pisang di Indonesia dengan tujuan ekspor ke pasar Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab (Uni Emirat Arab/UEA).
Penjualan Jas Panen Untung
Musim hujan mengakibatkan banyak orang yang belanja jas hujan. Penjual jas hujan pun kini meraup untung karena pembeli meningkat.
Semisal apa yang disampaikan oleh Mustofa, Dia mengaku, dalam sehari ada satu hingga 10 pembeli jas hujan. Mustofa menyebutkan bahwa jas hujan yang dijual di tokonya bervariasi. Dari yang paling murah Rp 5.000 hingga yang paling mahal Rp135.000.
Sementara untuk penjualan helm sendiri tidak begitu banyak. "Paling kalau helm yang beli satu hari satu aja. Kadang gak ada sama sekali" kata Mustofa.
Kekurangan Pasokan Kelapa Tua - Potensi Ekspor Bahan Baku VCO Menjanjikan
Potensi akan Virgin Coconut Oil (VCO) yang bahan dasarnya terbuat dari biji kelapa punya potensi yang cukup baik di Kalsel. Karena kini, bahan baku VCO tengah dicari untuk diekspor.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani menjelaskan bahwa memang potensi ekspor akan VCO baik. “Malah ini bahan bakunya kekurangan, “ kata Birhasani, Kamis (14/1).
Dijelaskan dia, setelah kunjungan ke PT Daxen Banjarbaru, diketahui bahwa perusahaan ini telah memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan kapasitas 10.000 biji kelapa dengan produksi 600 kilogram VCO per hari.
Mengingat saat ini produksinya masih dibawah kapasitas maksimal, sementara permintaan importir luar negeri semakin meningkat, maka pihak perusahaan tentunya memerlukan pasokan kelapa sebagai bahan bakunya.









