Hati-Hati Fenomena "Pompom" Saham
JAKARTA, TRIBUN - Pertumbuhan investor pemula yang kebanyakan berasal dari milenial di masa pandemi Covid-19 patut diacungi jempol. Data Bursa Efek lndonesia (BEI) menunjukkan, Single Investor ldentification (SID) melonjak 56 % menjadi 3,9 juta SID dibanding akhir tahun 2019. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menunjukkan, demografi investor dengan usia di bawah 30 tahun berjumlah 54,8 % dan usia 31-40 tahun berjumlah 22,6 %. Artinya, lebih dari 75 % investor pasar modal Indonesia adalah milenial. Lahirnya investor-investor pemula ini patut menjadi perhatian, utamanya ketika muncul fenomena pompom saham yang marak belakangan ini, termasuk di Amerika Serikat.
Pompom saham adalah ketika saham dipompa oleh individu atau kelompok agar harganya melejit sehingga tampak menggiurkan. "Fenomena ini bersamaan dengan maraknya influencer yang ikut membicarakan soal investasi saham dengan merekomendasikan saham tertentu sehingga semakin meningkatkan anusiasme publik untuk berinvestasi saham," kata Advisory Director Grant Thornton lndonesia, Marvin Camangeg dalam Siaran pers, Sabtu (27/2/2021).
Marvin menuturkan, investor pemula harus mengerti tentang pompom saham agar tak ikut-ikutan membeli dengan analisis asal-asalan. Ingat, saham punya risiko yang tinggi seiring dengan keuntungan yang tinggi pula. Jangan sampai investor pemula justru bertindak impulsif karena merasa takut tertinggal mendapat keuntungan dalam waktu singkat (Fear of Missing Out/FOMO). "Fakta ini yang seringkali kurang diperhatikan oleh investor pemula," ungkap Marvin. Karena merasa takut tertinggal, banyak investor pemula akhirnya salah kaprah dengan menginvestasikan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan berutang dengan bunga besar. Mereka yang tadinya berharap mendapat keuntungan cepat, justru banyak berakhir dengan rugi besar. Oleh karena itu sebelum ikut-ikutan, pelajari dulu tentang saham melalui webinar dan workshop tentang pasar modal yang sering diselenggarakan oleh instansi berkaitan. "Jadi sebelum berinvestasi saham, perlu memahami profil resiko perseorangan, tetap rasional dan tidak bergantung pada intuisi saja waktu pemilihan saham. Selalu mencari bantuan dari para penasihat investasi yang dapat membantu dan memberikan bimbingan dalam keputusan berinvestasi," tutup Marvin.
Selamatkan Pekerja dari Pengangguran
PALEMBANG, TRIBUN
- Pandemi Covid-19 membuat sejumlah usaha terdampak dan nyaris gulung tikar
karena sepi permintaan sehingga membuat pelaku usaha juga terpaksa merumahkan
karyawan. Kondisi ini juga sempat dirasakan pelaku UMKM fesyen khas Palembang,
Erwin. Owner Saqilla Design itu memutar otak agar usahanya terus bertahan
sehingga tidak harus merumahkan karyawan.
Caranya dengan membuat masker karena pesanan pakaian pesta dan pakaian lainnya lagi sepi dampak pandemi. Membuat masker bukan cuma solusi bertahan tapi juga ikut membantu menanggulangi penyebaran covid-19 sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan tapi juga tetap tampil modis dengan masker Jumputan.
"Saya berpikir bagaimana caranya ikut mencegah penyebaran virus tapi usaha saya dapat terus berjalan. Buat masker solusinya," ujar Erwin, Minggu (28/2/2021).
Masker yang dibuatnya pernah dipesan dalam jumlah banyak yakni 10 ribu buah, bahkan hingga 20 ribu potong masker kain. Hal ini membuat usahanya pun kembali bangkit dan seketika menjadi UMKM naik kelas karena dengan pesanan sebanyak itu, Erwin mampu mengantongi omzet hingga Rp 50 juta.
Beberapa karyawannya kini bisa kembali bekerja karena banyak menerima pesanan masker. Saat ini ada sembilan karyawan yang berposisi sebagai penjahit masker. Erwin juga kerap membagi job pada penjahit lainnya jika order masker yang diterima banyak dan tidak bisa diselesaikan sendiri, sehingga juga bisa membantu pelaku UMKM.
"Sehari-hari usaha fesyen kita pasarkan online dan offline sehingga bisa menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih luas, apa lagi saat pendemi pemasaran online menjadi prioritas karena adanya perubahan pola laku masyarakat," ujarnya.
Berawal Dari Usaha Rumahan
PALEMBANG, TRIBUN - Berawal dari memanfaatkan lahan kosong yang ada di depan rumah, seorang pemuda bernama Aditia Rakarendra mengawali bisnis kecilnya. Dirumah bernomor 20 1a membuat 20 Kopi yang kini telah memiliki 3 cabang, dua di Lampung dan satu di Kota Palembang yang terletak di jalan sumpah pemuda.
Kata Adit, usaha yang ia rintis ini sejak tahun 2019. Kala itu, sebagai pecinta kopi ia membuka didepan rumah sendiri dengan ukuran 3x7 meter. Bak gayung bersambut, kafe berkonsep tempat ngopi anak muda ini mendapatkan ekspektasi yang luar biasa.
"Awalnya gak nyangka yang hanya dari rumahan dapat ekspetasi yang besar. Dan di Lampung kita sudah buka dua cabang dan ini cabang ketiga di kota Palembang," jelas dia, Sabtu (27/2/2021).
la mengatakan selain konsep untuk anak muda juga 20 Kopi ini juga menyasar semua kalangan.
"Kopi yang kita siapkan asli 100 persen kopi robusta yang kita ambil dari petani lokal yang ada di Lampung. Dan di Palembang ini kita juga akan menggaet para petani lokal kopi dengan tujuan untuk membantu para petani juga," ujar pemuda berusia 20 tahunan ini.
la mengaku optimis dengan dibukanya 20 Kopi Palembang bersaing ditengah bisnis di Kota Palembang.
"Kita optimis apalagi hadirnya 20 Kopi Palembang ini juga mampu menyerap dan membantu tenaga kerja ditengah pandemi seperti in?," tegas dia.
Targetnya, ia akan membuka kembali 20 Kopi yang ada di kota-kota lainnya. 20 Kopi ini memiliki menu unggulan selain kopi susu yakni ada juga kopi susu gula merah dan kopi susu madu.
"Awalnya kita kopi susu jadi unggulan baik yang ice dan hot tapi di Palembang menunya kita juga perbanyak," jelas dia.
Ditambahkan, Herlan Asifudin Staf Khusus Walikota Bidang Pariwisata Kota Palembang mengatakan ditengah pandemi seperti ini makin banyak gerai kopi atau kafe yang buka di kota Palembang.
"Kita sangat sambut sekali artinya geliat bisnis semakin baik apalagi hadir ditengah pandemi seperti ini," ungkap dia.
Dengan hadirnya 20 Kopi Palembang ini mampu menghidupkan geliat perekonomian di kota Palembang.
Ada Pemodal di Balik Tambang Emas Ilegal
Pertambangan emas ilegal di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berada di pegunungan dengan lubang tambang tersebar di kebun warga dan hutan. Ada alat berat dioperasikan di sana.
PALU, KOMPAS — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bakal menyelidiki dugaan keberadaan pemodal atau cukong di pertambangan emas tanpa izin atau PETI di Desa Buranga, Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong. Informasi tentang adanya alat-alat berat di lokasi penambangan yang tengah pekan lalu longsor dan menewaskan enam orang disebut menjadi penguat dugaan ada pihak yang mendanai PETI.
Kepala Kepolisian Daerah Sulteng Inspektur Jenderal (Pol) Abdul Rakhman Baso menyatakan, tim akan menyelidiki dugaan keberadaan alat berat di lokasi tambang.
”Kalau itu terbukti (ada alat berat) dan dikelola cukong dan sebagainya, kami akan tindak,” kata Abdul di Palu, Sulteng, Sabtu (27/2/2021).
Pertambangan emas ilegal berada di pegunungan dengan lubang tambang tersebar di kebun warga dan hutan. Lubang tambang yang longsor berkedalaman sekitar 20 meter dengan dinding curam. Sebagian besar dasar lubang tambang digenangi air dan lumpur. Penambang dan pendulang bijih emas kebanyakan warga Ampibabo dan kecamatan sekitar.
Ketua Komisi Nasional HAM Perwakilan Sulteng Dedi Askary menyatakan, alat berat dioperasikan untuk membuat lubang tambang. Pengerukan dengan alat berat untuk mendapatkan bijih emas juga dilakukan di tepi Sungai Buranga. Warga hanya mendulang di dalam lubang yang digali dan digaruk dengan alat berat tersebut.
(Oleh - HR1)Pajak Incar Imbal Hasil dari Kantong Lender Fintech
Pemerintah terus melebarkan mata untuk mencari sektor usaha yang bisa menghasilkan penerimaan perpajakan. Salah satu yang kini diincar Direktorat jenderal Pajak adalah fintech.
Kasubdit Peraturan PPN, Perdagangan, Jasa dan PTLL Bonarsius Sipayung mengatakan, tujuan kebijakan pajak ke fintech adalah menyamakan level of playing field di antara jasa keuangan digital dan konvensional.
Para pemain fintech menyatakan, selama ini, penerapan PPh ke lender bersifat selfassessment. CEO Akseleran Ivan Tambunan menyebut setiap tahun fintech memberikan laporan tahunan keseluruhan hasil investasi.
Meski begitu, Ivan menyoroti penerapan PPN atas fintech. la merujuk ke Undang- Undang PPN Pasal 4A ayat 3 huruf, yang menyatakan bahwa jasa keuangan termasuk di dalam jenis jasa usaha yang tidak terkena PPN.
Para pemain memang menyatakan siap membicarakan rencana penerapan pajak ke fintech. Apalagi, memang belum ada aturan turunan yang mengaturnya. Maka, mereka menilai perlu ada diskusi mendalam tetang tata cara pemungutan pajak ini.
Kawasan Ekonomi Khusus Kebanjiran Insentif Pajak
Pemerintah ingin membangun banyak kawasan ekonomi khusus (KEK) bagi investor. Untuk itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus. Aturan ini turunan dari Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto kepada KONTAN, Kamis (25/2) menjelaskan pertimbangan menerbitkan aturan ini agar meningkatkan masuknya investasi ke Indonesia.
Salah satu poin penting di aturan yang membuat optimistis adalah mengenai kepastian adanya lahan KEK. Dalar beleid yang diundangkan 2 Februari 2021 itu menyebutkan kawasan yang diusulkan menjadi KEK, lahannya harus dikuasai minimal 50% dari rencana KEK.
Sebagai informasi tahun ini pemerintah menetapkan dua KEK baru yakni KEK Lido, Bogor Jawa Barat dan KEK Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), di Gresik Jawa Timur. Enoh menyebut keduanya KEK baru ini telah memenuhi aturan baru seperti pengusul menguasai minimal 50% lahan.
Ada juga aturan yang membolehkan warga negara asing atau badan usaha asing memiliki hunian atau properti di KEK pariwisata. Baik itu yang berdiri sendiri atau dibangun di atas bidang tanah yang dikuasai berdasarkan perjanjian dengan pemegang hak tanah.
PP No 40/2021 juga memangkas pajak transaksi atas tanah dan bangunan. Pada pasal 80 menyebutkan badan usaha dalam transaski pengadaan tanah untuk KEK, baik itu untuk penjualan tanah atau bangunan dalam kawasan KEK termasuk juga untuk transaksi sewa tanah dan bangunan tidak dipungut pajak penghasilan.
Kenaikan Harga Minyak Pukulan Baru bagi Industri
Harga minyak mentah terus merangkak naik. Kondisi tersebut mengerek beban produksi di sejumlah sektor industri. Harga minyak WTI kontrak pengiriman April 2021 di Bursa New York, Kamis (25/2) pukul 21.45 WIB, di posisi USS 62,88 per barel. Angka itu sudah menanjak 48% dibandingkan rata-rata harga minyak WTI di sepanjang tahun 2020 senilai US$ 42,37 per barel.
Lembaga keuangan internasional, Goldman Sachs memproyeksikan, harga minyak berpotensi melonjak ke level USS 75 per barel pada kuartal III-2021.
Sejumlah sektor bisnis yang mengandalkan bahan baku minyak dan turunannya ikut tertekan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatik, Olefin & Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono menjelaskan, pada minggu ketiga Februari 2021 harga rata-rata bahan baku plastik sudah di kisaran US$ 30.000-USS 40.000 per ton, naik dari minggu sebelumnya yang seharga US$ 20.000 per ton.
Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, harga minyak dunia masih berpeluang naik. Di atas kertas, kenaikan harga minyak menguntungkan perusahaan yang berhubungan langsung dengan produksi migas maupun jasa migas. Peluang peningkatan kinerja juga bisa dirasakan emiten yang terlibat dalam rantai distribusi migas.
Kenaikan Harga Minyak Kerek Penerimaan Negara
Kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia memberi berkah bagi pendapatan minyak dan gas (migas) negara. Namun, kenaikan harga minyak dunia ini belum berdampak terhadap penerimaan pajak migas maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam (SDA) migas.
Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas pada Januari 2021 sebesar Rp 2,3 triliun atau turun sebesar 19,8% secara tahunan atau year on year (yoy). PNBP SDA migas juga mencatatkan realisasebesar Rp 2,3 triliun, kontraksi 69,8% yoy.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pendapatan migas negara pada Januari 2021 masih tertekan. Ini lantaran harga minyak Januari 2021 masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama Januari 2020.
Berdasarkan sensitivitas APBN 2021 terhadap perubahan asumsi dasar ekonomi makro, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 per barel akan menambah pendapatan negara sebesar Rp 3,7 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Secara terperinci, penerimaan perpajakan naik Rp 1 triliun-Rp 1,1 triliun. Sementara PNBP akan naik Rp 2,7 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Namun di sisi lain, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 per
barel, belanja negara juga naik Rp 3,1 triliun hingga senilai Rp 3,6 triliun.
Dengan demikian, surplus anggaran bisa naik Rp,6 triliun hingga Rp 0,8 triliun.
APBN 2021 mematok asumsi ICP sebesar USS 455 per barel. Pemerintah menargetkan
penerimaan PPh migas dan PNBP SDA migas, 2021 masing-masing sebesar dan RP 45,8
triliun dan Rp 75 triliun.
BSB Ajak Masyarakat jadi pengusaha
Bank Sumsel Babel (BSB) bersama para nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) koperasi Mina Banyuasin menggelar panen raya ikan di Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin. Panen raya ikan bersama koperasi Mina Banyuasin tersebut merupakan salah satu program batuan KUR dari BSB terhadap masyarakat. Diminta dalam pengelolaan tambak ikan, BSB memberikan bantuan berupa pembibitan dan pembesaran ikan. Pimpinan BSB Cabang Palembang A Rivai, Faisal Fachrurrozi menjelaskan BSB selaku bank daerah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peluang sebaik mungkin, agar roda perekonomian masyarakat tetap bertahan ditengah badai Pandemi Covid-19. Lewat program KUR_nya, BSB siap memberikan bantuan kepada masyarakat untuk mengembangkan unit usahanya masing-masing agar bisa menjadi seorang pengusaha.
Ke depan pemerintah kan sedikit mengurangi memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Maka dari itu, pemerintah akan lebih mengajarkan masyarakat bagaimana mengelola dana yang bermanfaat lewat unit usaha kerakyatan. Sirwan Avandy, Pimpinan Koperasi MINA Banyuasin menjelaskan di Koperasi Mina menggunakan sistem plasma inti seperti perkebunan besar. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat berupa pakan dan benih ikan bukan berupa uang.
Untuk modal mengelola tambak ikan, para anggota koperasi memanfaatkan kerjasama KUR BSB. Masyarakat yang memiliki usaha tambak ikan bisa mengajukan pembiayaan sampai Rp 500 juta. "Total anggota kita se Sumsel sudah dua ribuan. Target kita bagaimana menjadi masyarakat sebagai pengusaha. Apalagi kita tahu sekarang perekonomian lagi sulit karena pandemi," harap Sirwan.
Peternak Sapi Manfaatkan Limbah sawit
BANYUASIN, SRIPO - Pengembangan pakan ternak sapi dari limbah sawit dan tepung ikan yang dilakukan Pemkab Banyuasin bersama Tim Ahli Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) dan komunitas masyarakat, memberikan hasil yang memuaskan. Setelah enam bulan hewan sapi yang ditemukan diberikan pakan hasil inovasi tersebut, sapi bisa dijual dengan harga memuaskan.
"Inovasi baru yang dikelola lembaga petani dalam rangka untuk menambah hasil ekonomi petani hewan sapi, kambing, dan ikan menjadi lebih baik. Hasilnya lumayan membantu ekonomi petani, terlebih di tengah wabah pandemi Covid-19 saat ini," kata Wabup Banyuasin H Slamet Somosentono SH, yang bisa yang bisa mewujudkan mimpinya berupa program satu Kepala Keluarga (KK) memelihara satu ekor sapi.
Menurutnya, Pemkab Banyuasin memberi terobosan berupa inovasi ke masyarakat untuk memudahkan mencari pakan ternak, yaitu dengan mengubah limbah menjadi pakan salah satunya yaitu tepung ikan dan sisa limbah sawit. "Melihat tepung ikan di Kecamatan Sungsang dan daerah lainnya banyak yang terbuang, maka sisa-sisanya kita ambil, kita jemur kemudian kita giling untuk menjadi campuran pakan ternak,"ujar Wabup, dengan cara ini peternak sapi bisa kaya.
Sementara Drs Deni Sukman A MSi didampingi Dedek Ruganda peternak sapi mengungkapkan, dengan diberikan pakan berprotein tinggi tentunya sapi dalam enam bulan dengan bobot berat maksimal bisa dijual.
Deni juga selaku pembimbing di ISC Banyuasin menyebutkan, saat ini peternak sapi bisa mengeluarkan biaya pakan mencapai Rp 7-8 juta per bulan. namun, dengan adanya program ini peternak cukup mengeluarkan biaya pakan kurang lebih Rp 1 juta perbulan, dan selama enam bulan sapi dapat dijual tak perlu menunggu bertahun-tahun.
Agar sapi tetap sehat, jangan diliarkan bisa ditempatkan dikandang, dengan tidak diliarkan kesehatan sapi bisa terjaga dan berat sapi pun meningkat.
Bobot sapi bisa berubah 1 kg perhari. Untuk mencapai bobot 1 kg sapi membutuhkan pakan 15 kg perhari. Sapi membutuhkan 1 kg jenis-jenis limbah yang diantaranya tepung ikan, jerami padi batang jagung, bekas pelepah sawit dan lain sebagainya.









