;

Harga Cabai Rawit Melambung Rp 130 Ribu per Kg di Palangkaraya

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Harga cabai rawit di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus mengalami kenaikan dari harga normal Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 130 ribu per kilogram.

“Sejak sekitar Januari harga cabai Rp 60 ribu per kilogram, secara bertahap terus naik. Puncaknya kemarin harga per kilogram sampai tembus Rp 130 ribu per kilogram,” kata Zuliani, pedagang sayur di Palangkaraya, Senin, 1 Maret 2021

Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangkaraya Rawang menyebutkan naiknya harga cabai karena pasokan cabai yang didatangkan dari Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pulau Jawa berkurang.

“Sebagian besar pemenuhan kebutuhan cabai kita didatangkan dari luar. Untuk itu, kondisi pertanian dari wilayah asal cabai yang masuk ke Palangkaraya juga mempengaruhi ketersediaan kita,” katanya.


BI Perpanjang MDR Hingga 31 Desember 2021, Targetkan 260 Ribu Merchant Pengguna QRIS di Sumut

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Mendukung program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), Bank Indonesia juga menetapkan perpanjangan kebijakan MDR ( Merchant Discount Rate) 0% bagi usaha mikro sampai dengan 31 Desember 2021.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Sumatera Utara Soekowardojo mengatakan penerapan MDR 0% bagi usaha mikro diperpanjang hingga 31 Desember 2021 dengan pertimbangan mendukung program PEN pemerintah yang menegaskan penggunaan QRIS dalam paket end to end yang terintegrasi.

Sementara itu Soekowardojo menyebutkan, pihaknya tahun 2021 menargetkan penambahan merchant QRCode Indonesian Standart (QRIS) sebanyak 260 ribu.

Hingga Januari 2021, telah ada 234.363 merchant QRIS di Sumut, sedangkan secara nasional targetnya 12 juta berbasis komunitas dan dari jumlah itu, Sumut kebagian 260 ribu merchant.


Harga Minyak Kelapa Sawit Naik, Tarif Bea Keluar Tetap

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Pada bulan Maret 2021 ini, harga referensi produk crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit naik 0,92% atau US$ 9,44, dari US$ 1.026,78 per metrik ton (MT) pada Februari, menjadi US$ 1.036,22/MT. Penyebab naiknya harga referensi CPO ialah terus menguatnya harga internasional.

Meski harga referensi produk CPO bulan ini naik, tarif bea keluar tetap sama dengan bulan sebelumnya, yakni US$ 93/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 08 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

“Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold USD 750/MT. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 93/MT untuk periode Maret 2021,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi dalam keterangan resmi Kemendag, Senin (1/3/2021).

Adapun tarif BK CPO untuk Maret 2021 merujuk pada Kolom 7 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020 sebesar US$ 93/MT.


Kejari Sibolga Selamatkan Dana Desa Rp 6,9 Miliar dari Pihak Ketiga

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga mencegah tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan menyelamatkan uang negara dari pihak ketiga (rekanan) Rp 6,9 miliar.

Anggaran Dana Desa (DD) itu seyogianya untuk pengadaan pembelian (alat kesehatan) 95 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Kab Tapteng) pada Tahun Anggaran (TA) 2020.

Disebutkan,awalnya Kejari Sibolga menerima informasi pengaduan masyarakat terkait pengadaan Alkes untuk 95 desa di Tapteng dengan anggaran Rp 73.430.000 per desa dengan total anggaran Rp 6,9 miliar.

“Begitu mendengar informasi pengaduan masyarakat pada pertengahan Februari 2021 lalu,Kejari Sibolga menindaklanjutinya melalui bidang intelijen Kejari Sibolga untuk melakukan pencegahan. Dalam waktu dua minggu yaitu sampai 1 Maret 2021, Kejari Sibolga berhasil mengembalikan anggaran Alkes tersebut dari pihak ketiga, sebelum terjadi perbuatan Tipikor yang merugikan keuangan negara”, kata Kajari Henri Nainggolan


Makin Eksis dengan #WongKitoKeren

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Pandemi Covid-19 membuat perubahan pada gaya hidup dan pola aktivitas sehari-hari, terutama kaum urban. Menyiasati masa yang sulit, kaus Nenyes terus berinovasi. Hal ini disampaikan Owner kaus Nyenyes, Yoki Firmansyah.

Dia mengatakan, kaus Nyenyes sudah 11 tahun berkarya kreatif menjadi brand kaus kebanggan Palembang. Di awal tahun ini pihaknya berinivasi merilis #WongKitoKeren Series. Ini beda dengan kaus Nyenyes reguler, Wong Kito Keren series desainnya lebih kreatif, atraktif dengan celetukan khas Palembang.

Juga bakal dicetak proposional dengan ukuran kaus, tak terlalu besar dan tak terlalu kecil agar mendapat kesan simpel namun terlihat keren dan elegan. "Ini menjadi pilihan outfit sehari-hari, baik aktivitas di rumah maupun di luar, seperti nongkrong dengan sahabat, lari, sepeda, dan lain-lain." ujarnya.

Dikatakan, #WongKitoKeren Series perdana ini dicetak dengan 15 artikel, seperti Besak Kelakar, Baju Begawe, Banyak Lokak Banyak Kawan, Nyenyes Supreme, Wong Kito Pake, Cari Lokak dan lainnya. Bahan cotton combed 24s, 100% katun, kapas murni, nyaman ketika dipakai, anti gerah, langsung cepat menyerap keringat.

Sablon dicetak menggunkan cat sablon Plastisol kualitas prima, jahitan rapi dengan mesin overdeck dan obras yang buat jalinan kesatuan kaus menjadi kokoh. Brand yang punya tagline "Kaos Kito Galo" ini memiliki misi agar anak muda bangga dan cinta dengan kotanya sendiri. "Untuk mendapatkan kaus Nyenyes WongKitoKeren series bisa langsung ke 4 outlet kaus Nyenyes di Palembang," pungkasnya.

SSTP Jadi Pusat Transfer Teknologi

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

OGAN ILIR - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk jadikan Sumsel daerah lumbung pangan. Selain menyiapkan teknologi, juga menyediakan wadah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Wadah itu yakni Sriwijaya Science Techno Park (SSTP) yang dikelola Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sumsel. Lokasinya di Desa Bakung, Kabupaten Ogan Ilir. SSTP diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H Heman Deru. Deru berharap keberadaan SSTP dapat mendongkrak produk pertanian lokal Sumsel seperti bawang merah, cabai, dan kebutuhan lainnya. Dengan begitu mengurangi impor.

SSTP menjadi wadah belajar ilmu pertanian, peternakan, dan perikanan dengan menerapkan teknologi yang di transfer oleh para tenaga terampil. Salah satu contoh dengan penerapan teknologi, bawang merah bisa ditanam dan menghasilkan di lahan kering. Padahal, selama ini di anggap mustahil. "Ternyata mampu menghasilkan bawang merah yang berkualitas, tidak kalah hasilnya dengan bawang merah asal Brebes Jawa Tengah," kata gubernur. Deru menambahkan, edukasi pada masyarakat untuk mencintai profesi sebagai petani, peternak, atau pertambak penting untuk terus dilakukan.

Dia sangat mendukung SSTP jadi wadah bagi siswa SMK atau perguruan tinggi yang ingin melakukan magang atau pelatihan.

Deru mengajak Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar Mawardi sebagai bupati muda menjadi contoh dan motor penggerak bagi kaum milenial di Ogan Ilir. Gubernur minta Bupati Ogan Ilir menjadikan SSTP sebagai lokasi agro wisata dan pusat edukasi bagi masyarakat. Panca mengatakan, Pemkab Ogan Ilir ikut bangga dengan diresmikannya SSTP karena bisa membantu masyarakat Ogan Ilir dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Panca berkeinginan Ogan ilir memiliki identitas dalam sektor pertanian dan peternakan. Yakni dengan mengajak pemuda ikut terjun dalam pertanian dan peternakan. "Banyak pemuda yang alergi jadi petani dan peternak. saya siap jadi ujung tomak utama untuk menyadarkan pemuda dalam menjadikan peternakan dan pertanian menjadi pilihan utama," tegasnya.

Kepala Balitbangda Sumsel Dr. Ekowati Retnaningsih SKM MKes mengatakan, SSTP memiliki dua lokasi, Pertanian dan peternakan di Ogan Ilir. Lokasi kedua berada di Muara Belida, Muara Enim, untuk bidang perikanan.

SSTP memiliki berbagai fasilitas seperti kantor manajemen, kantor inkubasi, ruang pelatihan petani, gedung serbaguna, kandang sapi dengan kapasitas 200 ekor, kandang ayam, pabrik pakan, gudang pakan, guest house, mess, gudang pengering dan lain sebagainya.

Selain itu kita juga menyediakan layanan untuk masyarakat seperti pelatihan, peragaan, penelitian, dan inkubasi teknologi, menyewakan fasilitas yang ada, dan agro wisata panen, timbang, bayar," ucapnya. Disana ada juga lahan khusus untuk budidaya bawang merah yang dibantu oleh Bank Indonesia (BI), mulai menyediakan bibit bersertifikat dan sebagainya. "Ini pusat transfer teknologi yang sudah lengkap, seperti yang dimiliki negara-negara maju didunia," tutur Ekowati. Disela peresmian SSTP, Gubernur Sumsel juga memberikan bantuan kepada kelompok tani yang ada di empat kabupaten/kota yakni Ogan Ilir, OKI, Muara Enim, dan Prabumulih.

Bantuan yang diberikan seperti pompa air, benih bawang, cultivatot, power threser, sistem bioflok budidaya ikan lele dan lain sebagainya. Ketua Kelompok Tani Lebak Jaya Desa Tanjung Batu Kecamatan Muara Belida, Kamiludin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel atas bantuan yang diberikan. Kelompok tani yang dipimpinnya sudah mengikuti program Serasi sejak 2018 lalu. Saat ini sudah banyak merasakan dampak positif dari program Pemprov Sumsel tersebut. 

Pacu Peran Desa Pulihkan Ekonomi

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

MUBA - Kreativitas menjadi kaharusan untuk bertahan di tengah pandemi. Semuanya harus berinovasi melakukan itu. Tak terkecuali pemerintah desa.

Berangkat dari hal tersebut, Pemkab Musi Bayuasin (Muba) bakal menggelar Seminar Kepala Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Opp Room.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni usaha Pertamina Shop (Pertashop) dan Pupuk Tanaman. Kadis PMD Muba H. Richard Chahyadi AP MSi, mengatakan seminar ini di harapkan membuka wawasan pengelola BUMDes untuk mengembangkan sektor usaha tersebut.

Menurut Richard, sesuai Peraturan Menteri Desa dan PDT (Permendes) No.13 Tahun 2021, desa juga harus memberi kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi. Salah satunya lewat pengembangan BUMDes. Diakuinya ada BUMDes yang sudah berjalan baik sebagaimana mestinya. Namun, ada juga yang mati suri. Sebab itu, untuk menghidupkannya kembali, desa bisa melirik usaha Pertashop dalam hal ini penyaluran BBM dan juga pengolahan  dan penyaluran pupuk tanaman. Apalagi di seminar akan dihadirkan narasumber dari Pertamina dan PT. Pusri.

Richard mengatakan, potensi kedua usaha tersebut sangat besar. Wilayah Muba sangat luas untuk di kembangkan Pertashop, juga untuk memudahkan masyarakat di desa yang jauh dari SPBU mendapatkan akses BBM yang baik.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekertaris Daerah (Sekda) Apriyadi mengapresiasi inisiasi Seminar BUMDes dan Kades yang akan diselenggarakan. Dia berharap, dengan seminar ini bisa lebih memberikan tambahan wawasan kepada pengelola Dana Desa agar tata kelola lebih baik lagi. Juga menjadi salah satu solusi meningkatkan peranan BUMDes agar lebih berfungsi menggerakkan perekonomian di masing-masing desa. Terutama di sektor pertanian yang diberi kesempatan untuk menjadi penyalur pupuk dan BBM. Ditambah lagi, masyarakat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, sehiingga bisa menjadi solusi bagi BUMDes untuk berbisnis pupuk.

Kades Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, Junali, menyambut baik kegiatan ini karena memudahkan masyarakat juga menambah income desa. Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh yang rencananya akan hadir sebagai pembicara akan memaparkan Program Agro Solution mendukung produktivitas tanaman pangan. Program ini diluncurkan sebagai wujud nyata keinginan dari Pusri untuk melakukan transformasi industri pupuk, yang kini berperan sebagai pendamping petani. Melalui pendampingan itu, Pusri berharap petani nantinya tidak tergantung lagi dengan pupuk subsidi karena dalam Program Agro Solution itu Pusri juga menggandeng berbagai pihak.

Sembuh Usai Konsumsi Madu, Putuskan Berwirausaha - Danang dan Kesuksesan Menjalankan Bisnis Madu Sialang

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

Meski sudah menggeluti dunia perkebunan selama 32 tahun. Hal itu tak membuat  Danang ragu untuk berwirausaha. Pria berusia 57 tahun itu rela berhenti kerja menekuni usaha madu. Tak bisa dipungkiri. Madu Sialang memiliki banyak khasiat. Hal itu dirasakan Danang. Awal mula menggeluti usaha madu Sialang, lantaran dirinya diterpa penyakit kronis. Beragam upaya dia lakukan untuk menyembuhkan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Uniknya, beberapa dokter menyarankan agar dia mengkonsumsi madu. Begitupula ketika dia memetik penggalan buku religi, dimana Rasulullah SAW, sangat menyukai madu sebagai obat dan stamina. Alhasil, pengobatan alami itu berjalan dengan baik. Penyakit yang menggerogoti tubuh pria itu pun sirna.

Kini untuk mendapatkan madu Sialang, sedikit sulit. Itu lantaran hutan mulai di rambah. Hal ini pula membuat alumnus Universitas Tunas Pembangunan, bersikukuh membuat penakaran madu Sialang. Namun penangkaran madu Sialang, tidak semudah penangkaran madu klanceng. Madu Sialang, harus tumbuh kembang di alam liar. Pohon tempat madu Sialang bersarang, antara lain menggeris (Koompassia excelse), pohon Kedondong hutan, batang kayu Sialang, dan batang kayu Ara. Umumnya pohon yag hidup di hutan hujan ini tumbuh di dataran rendah, tapi juga ditemukan di dataran sedang. Tinggi dapat mencapai 88 meter.

Agar bisa mendapatkan Madu Sialang dari lebah liar ini, Danang harus bekerja sama dengan para petani serta pemilik lahan. Kini pohon Sialang yang tersisa tidak lagi dimiliki masyarakat. Pemiliknya lebih ke perseorangan yaitu pengelolah atau penggarap lahan, tempat pohon itu tumbuh. Danang sendiri, kini menekuni usahanya di dua daerah, Bayung Lincir dan Lahat. Karena di dua daerah tersebut masih memiliki banyak pohon tempat madu Sialang membuat sarang. Dalam satu tahun, pemanenan dilakukan sekitar 7-8 kali, hasilnya bisa mencapai 10 ton madu Sialang. Jenis madu yang dihasilkanpun ada dua warna. Khusus Bayung Lincir, madunya lebih dominan berwarna hitam. Sedangkan asal Lahat biasanya berwarna agak lebih kekuningan. Mengenai khasiat, keduanya sama - sama memiliki khasiat yang sama. Untuk memanen madu, ada petugas tersendiri. Selain pohonya besar dan tinggi, harus mengetahui teknik tata cara memanen. 

Dalam pengepakan madu , juga dilakukan dengan hati-hati. Ada bebrapa tips untuk mengetahui madu tersebut asli atau tidak. Pertama kita harus ikut sendiri orang mengambil madu dari sarangnya. Kedua, berdasarkan hasil BPPOM. Dan terakhir, adalah berdasarkan pengalaman. Bagi penikmat madu Sialang, bisa merasakan sensasi manisnya madu dengan mengeluarkan kocek sekitar Rp 250 ribu / kg. Penuh percaya diri Danang menyebut, angkanya bisa mencapai miliaran rupiah pertahun. 10 ton dikalikan Rp 250 rb, sekitar Rp 2,5 miliar. itulah yang memyebabkan dia meninggalkan pekerjaan sebagai manager perkebunan.

Dua Investor Lirik Pulo Kemaro

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Tak butuh waktu lama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam menggaet investor unuk mengembangkan wisata di Pulo Kemaro, Kawasan yang akan dijadikan destinasi wisata air ini sudah di lirik dua investor sekaligus.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu PIntu (DPMPTSP) Kota Palembang, Ahmad Mustain, mengatakan, pengembangan kawasan seluas 30 hektar itu memang membutuhkan dana besar.

Dia mengakui, dua calon investor sudah mulai melakukan komunikasi dengan Pemkot Palembang. Mereka tertarik menjadi Pulo Kemaro sebagai  potensi wisata baru yang ada di metropolis.

"Dari dua investor ini salah satunya dari Tiongkok, tapi masih orang kita (Indonesia) bahkan sudah ada yang paparan, menampilkan konsep mereka untuk pengembangan Pulo Kemaro menjadi destinasi wisata pilihan," ungkapnya.

Menurutnya, investor tertarik menanamkan investasi itu karena upaya pemkot yang sudah melakukan pembersihan kawasan lewat program gotong royong. Bahkan, sudah ada patok batas sehingga bisa di tawarkan ke pihak ketiga.

Menurut sudut pandang pihak ketiga (calon investor) jika meniru konsep Ancol, maka orang cukup datang ke Ancol. Namun jika dikembangkan berbeda, seperti pengalaman bandar, maka ini akan jadi daya tersendiri karena berbeda.

Jika nanti pengembangan Pulo Kemaro ini melalui pihak ketiga, maka akan ada sejumlah kerja sama yang dilakukan, bisa saja berbentuk perjanjian kerja sama dalam waktu tertentu, seperti BOT, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Percepatan Pengembangan Pembangunan Pulo Kemaro, Safri Nungcik, menambahkan, rencana perubahan itu sebenarnya sudah juga dikonsep Pemkot Palembang. Namun pihaknya belum memutuskan untuk mengimplementasikan penerapannya..

Menurutnya, konsep pantai dan arena atau wahana permainan tetap menjadi fokus yang akan dikembangkan Pemkot Palembang sejauh ini. "Untuk investor siapa saja boleh masuk, asal mengikuti arahan kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang H. Harnojoyo, mengatakan, kawasan Pulo Kemaro ini akan dikembangkan menjadi destinasi wisata air yang akan menarik wisatawan, dengan konsep seperti Dufan Ancol di Jakarta.

Pemkot Palembang, lanjut dia juga sudah membentuk tim percepatan pembangunan Pulo Kemaro ini, dengan fokus di 25 hektare milik pemkot dan 5 hektare milik Pemprov Sumsel. " Dalam pengembangannya kami melibatkan semua, baik CSR, APBD bantan provinsi dan APBN untuk men-support pembangunan disini," ujarnya.

Salah satunya seperti dari penggunaan APBN membangun jembatan sebagai akses selain jalur sungai. "Jadi nanti ada dua jalur kesini, sungai dan darat jika sudah ada jembatan, tapi parkir tidak di Pulo Kemaro tetap diluar, hanya akses saja bisa lewat darat," tukasnya.

Wajib Pajak Nonkaryawan, Kepatuhan Orang Kaya Anjlok

R Hayuningtyas Putinda 01 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — Kontribusi orang kaya terhadap perekonomian nasional kian terkikis. Hal itu tecermin dalam jebloknya rasio kepatuhan formal wajib pajak orang pribadi nonkaryawan, di mana mayoritas merupakan masyarakat berkantong tebal, sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, rasio kepatuhan formal wajib pajak orang pribadi nonkaryawan pada tahun lalu hanya 52,45%. Angka realisasi tersebut jauh di bawah capaian pada tahun sebelumnya yang tercatat menyentuh 75%. Pada tahun lalu, jumlah wajib pajak orang pribadi nonkaryawan yang wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) sebanyak 3,35 juta wajib pajak. Adapun total SPT yang disampaikan hanya 1,75 juta.

Terpantau, selama 2017—2019 rasio kepatuhan formal wajib pajak orang kaya justru cukup moncer, yakni berada di atas 70%, sebelum akhirnya jeblok pada tahun lalu di angka 52,45%.

Di sisi lain, jumlah wajib pajak orang pribadi karyawan yang wajib SPT pada 2020 mencapai 14,17 juta dengan total SPT yang disampaikan menyentuh angka 12,10 juta.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor mengatakan otoritas fiskal akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

LEBIH BAIK

Direktur Eksekutif MUC Tax Research Institute Wahyu Nuryanto mengatakan kepatuhan formal kalangan pekerja alias karyawan memang lebih baik dibandingkan dengan orang kaya yang menjadi sasaran PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi.

Hal inilah yang menyebabkan PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi memiliki pangsa yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan jenis pajak lain, termasuk pajak karyawan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute Prianto Budi Saptono menambahkan, sikap sukarela dari wajib pajak untuk mengungkap aset atau penghasilan yang berhasil diperoleh juga menjadi kunci untuk meningkatkan kepatuhan.

Sebab Indonesia menganut self-assessment, di mana otoritas pajak menginginkan agar di masyarakat tercipta kepatuhan sukarela (voluntary compliance) sehingga target penerimaan pajak dapat tercapai dan tax ratio meningkat.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor